WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Senin, 03 Mei 2010

Empat Kandidat Siap bertarung dalam pilkada 2006

Senin, 17 April 2006
NUNUKAN (Suara Karya) : Empat kandidat bupati dan kandidat wakil bupati Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur (Katim) periode 2006-2011 siap bertarung habis-habisan untuk memperebutkan posisi orang nomor satu dan dua dalam pilkada yang dihelat Senin ini (17/4).
"Kerja keras keempat kandidat untuk memikat dukungan masyarakat akan dibuktikan dalam pencoblosan ini, dan hasil suara yang dikumpulkan oleh masing-masing pasangan. Komitmen para kandidat bupati dan kandidat wakil bupati untuk menerima hasil pilkada nanti juga sangat menentukan bagi kemajuan daerah," kata Ketua KPUD Nunukan Sumari di kantornya, kemarin.

Menurut Sumari, keempat pasangan yang bertarung itu masing-masing pasangan H Abdul Hafid Ahmad-Kasmir Foret, Asmah Gani-Amin Syawal Pamulang, Mashur-Yefta dan Yakub-Arifuddin. Mereka akan memperebutkan sekitar 73 ribu yang tersebar di tujuh kecamatan.

"Kami sudah distribusi logistik pilkada 7 hari sebelum pencoblosan dan petugas pemilihan juga sudah siap menyambut peristiwa bersejarah di Nunukan ini. Pada saat mencoblos yang ditunjukkan kepada petugas PPS hanyalah kartu pemilih yang kemudian dicocokkan dengan salinan daftar pemilih tetap," katanya.

Sumari juga memastikan syarat seseorang untuk dapat menggunakan hak pilihnya adalah memiliki kartu pemilih (karlih) bukan kartu tanda penduduk (KTP). Karena, kata dia, KTP hanya dipergunakan saat pendaftaran pemilih, bukan saat pencoblosan. Jika mmiliki kartu pemilih dan sudah sesuai dengan salinan daftar pemilih tetap (DPT) maka yang bersangkutan sudah memiliki hak untuk memilih.

Selain ittu, syarat lain yang harus dipenuhi seseorang untuk dapat menggunakan hak pilihnya adalah tidak sedang terganggu jiwanya/ ingatannya, tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap dan berdomisili di daerah pemilihan sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum disahkannya daftar pemilih sementara (DPS) yang dibuktikan dengan kartu penduduk.

"Ini penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap masalah pemilih seperti yang selama ini dipersoalkan banyak kalangan dalam setiap pilkada dilangsungkan," ujar dia.

Menurut dia, KPUD sendiri dalam menindaklanjuti hasil pencoblosan nanti, akan bekerja ekstra hati-hati sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dilakukan oleh jajaran perangkat pilkada di tingkat kecamatan, kelurahan dan di TPS masing-masing.

Pengamanan

Sementara itu, untuk memperkuat pengamanan pilkada Kabupaten Nunukan yang digelar Senin ini, Polres Nunukan telah mendatangkan satu Satuan Setingkat Peleton personel Brigade Mobil (Brimob), aparat keamanan dari Polres Tarakan.

Sebanyak 35 personel Brimob ini tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan menggunakan salah satu kapal reguler jurusan Tarakan-Nunukan, beberapa hari menjelang pencoblosan. Keberadaan aparat tersebut, diperkirakan akan berada di Nunukan hingga pencoblosan selesai dan sebagiannya masih akan menunggu hingga proses penghitungan suara sementara selesai dilaksanakan.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Polres Kota Tarakan, mereka siap membantu. Kedatangan mereka dengan maksud untuk mem-back up kekuatan personel Polres Nunukan saat pencoblosan. Polres Nunukan telah mendatangkan satu peleton Dalmas dari juga Tarakan," kata Kapolres Nunukan AKBP Tajuddin di Mapolres.

Keseluruhan personel pada pengamanan pilkada saat ini, kata dia, berjumlah 1.416 orang yang berada di bawah kendali Polri itu, terdiri dari Polres Nunukan 400 personel, 35 personel dari Brimob Kota Tarakan, 31 personel dari Dalmas Kota Tarakan dan 950 personel yang merupakan gabungan dari Kodim 0911, TNI AL termasuk Marinir, Polisi Militer (PM), Kompi pengamanan perbatasan, Linmas dan Satpol PP.

Kapolres mengatakan, sebagian dari personel Polres Nunukan disebar dan ditempatkan di tujuh kecamatan di Kabupaten Nunukan. Sementara itu, 950 personel gabungan akan disebar untuk mengamankan objek-objek vital dan Brimob serta Dalmas dari Tarakan siaga di Mapolres Nunukan Sedadap untuk mengantisipasi adanya tindakan anarkis susulan dari masyarakat.

Tajuddin menunjuk objek vital yang dimaksud yakni titik-titik rawan terjadinya konflik dan anarkis seperti di sekitar tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Nunukan. Sedangkan kantor pemerintahan dan kantor perangkat pilkada juga mendapat pengamanan ketat sehingga dipastikan proses pencoblosan dan penghitungan suara sementara bisa berjalan sesuai jadwal.

Dengan adanya tambahan kekuatan personel tersebut, Kapolres Nunukan berharap agar pelaksanaan pilkada dapat diantisipasi dan terhindar dari aksi kekerasan dan timbulnya perseteruan serta aksi unjuk rasa.

"Dalam setiap TPS akan dijaga oleh satu personel Polri dan dua orang Linmas," katanya. 

(berbagai sumber/A Choir)
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=141338

------------------------------------------------

Hasil Pilkada 2006

Empat pasang calon Bupati dan Wakil Bupati yang  ikut berkompetisi dalam pilkada 2006, yaitu:
  1. H.Abdul Hafid Achmad - Kasmir Foret, 
  2. Asmah Gani - M.Syawal Pamulang, 
  3. Mashur Alias - Yepta Bertho, 
  4. Ir.Yakub - H.Arifuddin Ali. 
Dari hasil pemilihan langsung oleh rakyat, akhirnya pasangan H.Abdul Hafid Acmad - Drs.Kasmir foret,MM kembali mendapat amanah rakyat memimpin Nunukan untuk masa bakti  2006 - 2011, dan di lantik oleh gubernur kaltim Suwarna AF tanggal 31 Mei 2006 di Gedung DPRD Nunukan.

-----------------------------------------------------

Visi Misi Bupati Terpilih

1. VISI
Untuk memberikan gambaran dalam pembangunan di Kabupaten Nunukan pada periode 2006 - 2010, pemerintah daerah terpilih menyusun visi dan misi pembangunan. Pada hakekatnya, visi yang dirumuskan ini adalah kerangka berpikir bersama berkaitan dengan cita-cita masa depan seluruh elemen masyarakat yang berkepentingan (stake holders) di Kabupaten Nunukan berdasarkan kondisi dan potensi yang ada.

Visi pembangunan Kabupaten Nunukan periode 2006 - 2010 dirumuskan sebagai berikut:
"Terwujudnya pembangunan Kabupaten Nunukan yang aman, damai dan maju dengan dukungan masyarakat yang agamis dan harmonis serta aparatur yang berkualitas, jujur, dan bertanggung jawab"

2. MISI
Untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Nunukan, maka ditetapkan misi yang merupakan pernyataan usaha pencapaian visi seperti tersebut di atas.

Misi pembangunan Kabupaten Nunukan periode 2006 - 2010 adalah :
  1. Memperkuat persatuan dan kesatuan dengan memelihara keamanan dan ketertiban serta mengembangkan kehidupan bermasyarakat yang berbudaya dan agamis
  2. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM), kemandirian dan peran serta masyarakat dalam pembangunan, melalui keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pendayagunaan ilmu, pengetahuan, teknologi, serta seni dan budaya.
  3. Membangun ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada sektor pertanian, perikanan, perindustrian, perdagangan, peternakan serta pariwisata dengan mendayagunakan segenap sumberdaya yang ada untuk memacu pertumbuhan ekonomi wilayah antara lain melalui pengembangan sektor agroindustri dan agrowisata.
  4. Mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha atau industri kecil, menengah, dan koperasi serta usaha/ industri berskala besar yang berorientasi pada pengolahan hasil pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan.
  5. Meningkatkan keterlibatan pemerintah dalam peningkatan kualitas dan kuantitas perekonomian masyarakat melalui berbagai usaha fasilitas dan pengembangan pola kemitraan.
  6. Optimalisasi pengelolaan berbagai sumberdaya alam yang ada, dengan memperhatikan penataan ruang dan lingkungan hidup.
  7. Meningkatkan kemampuan birokrasi, pelayanan masyarakat, dan usaha penegakan supremasi hukum.
  8. Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat serta seluruh jajaran instansi vertikal. 

3. TUJUAN
Tujuan pembangunan Kabupaten Nunukan pada tahun 2006-2010 yang merupakan implementasi dari misi adalah sebagai berikut :
  1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat di dalam area perdesaan yang modern;
  2. Meningkatkan pemerataan pembangunan;
  3. Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat;
  4. Mewujudkan pengelolaan lingkungan yang lestari;
  5. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik;
  6. Menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat;

back to kabupaten Nunukan

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online