Sabtu, 17 Maret 2012

Pesawat tempur

Pesawat tempur adalah pesawat militer yang dirancang untuk menyerang pesawat lain di udara. Berbeda dengan pesawat pengebom, yang dirancang untuk menyerang target di permukaan. Pesawat tempur relatif lebih kecil, cepat, dan lincah. Pesawat tempur awalnya dikembangkan pada Perang Dunia I untuk menghadapi pesawat pengebom dan balon udara yang mulai lazim digunakan untuk melakukan serangan darat dan pengintaian.

Pesawat tempur pertama awalnya berupa pesawat sayap ganda kayu yang diberi senapan mesin ringan. Pada Perang Dunia II, pesawat tempur lebih banyak dibuat dari logam, bersayap tunggal, dan menggunakan senapan mesin yang tertanam pada sayap. Setelah Perang Dunia II, mesin turbojet mulai menggantikan mesin piston, dan peluru kendali mulai digunakan untuk menggantikan senapan mesin sebagai senjata utama.

Klasifikasi pesawat tempur dibuat berdasarkan generasi. Penggunaan generasi ini awalnya digunakan petinggi pertahanan di Rusia, yang menyebut F-22 Raptor Amerika Serikat sebagai pesawat tempur "generasi kelima".

Pesawat tempur adalah pesawat yang digunakan untuk perang di udara. Umumnya pesawat tempur berbentuk ramping, dapat bergerak lincah, membawa canon (senapan mesin) serta rudal dan bom, berkecepatan tinggi, dilengkapi dengan perlengkapan avionik yang lebih banyak daripada pesawat sipil/penumpang seperti radar yang mampu mendeteksi lawan dalam jarak jauh serta mengunci sasaran lawan. Terlebih lagi dilengkapi dengan peralatan pengecoh dan pengacau radar, sampai berkemampuan "siluman" (stealth).

1. Sejarah

Pada awalnya manusia menggunakan layang-layang untuk menakuti-nakuti musuh serta memberikan informasi tentang posisi baik kawan maupun lawan atau bahkan menakut-nakuti musuh. Kebiasaan ini dilakukan oleh bangsa Cina kuno. Kemudian pada layang layang dilengkapi dengan manusia untuk mengetahui secara detail posisi lawan.

Penemuan balon udara dan Zeppelin juga mewarnai perkembangan pesawat militer. Digunakan mulai dari sekedar pengintaian dan digunakan sebagai pembom untuk mengebom posisi musuh. Tercatat diantaranya adalah Jerman yang memanfaatkan zeppelin untuk membom Inggris dalam Perang Dunia I. Dalam perjalanannya dibuat pesawat-pesawat dan dikembangkan untuk kepentingan peperangan dan pertempuran khususnya pertempuran udara.

 

1.1. Berdasarkan era

1.1.1. Era Perang Dunia I (1911-1935).
Pada awalnya pesawat digunakan untuk mengintai posisi lawan di garis depan serta kepentingan komunikasi, karena sering berpapasan dengan pesawat lawan, maka pilot menggunakan pistol atau senapan untuk saling menembak. Kemudian pesawat dilengkapi dengan senapan mesin dan penembak (gunner) yang ditempatkan di belakang pilot. Posisi gunner sendiri pada awanya ada yang berkemampuan untuk menembak pesawat musuh dibelakangnya, atau didepannya.

Adalah Roland Garros, seorang penerbang Perancis yang membuat pesawat tempur yang dilengkapi senapan mesin langsung dikendalikan oleh pilot sehingga hanya dibutuhkan satu penerbang saja. Mulanya dipasang senapan mesin pada kokpit pesawat Morane Saulnier. Kemudian digunakan untuk menembaki pesawat pesawat Jerman. Pilot-pilot Jerman terkejut karena saat itu baru pertama kali ada pesawat tempur dapat menyerang dari belakang pesawat lawan dengan satu orang pilot. Masalah muncul pada Roland Garros karena peluru mengenai baling baling dan dapat menghancurkannya. Untuk itu digunakan lapisan pelat baja pada baling balingnya. Selanjutnya digunakan alat Sincronize yakni alat yang dapat membuat antara putaran baling baling pesawat sinkron dengan penembakan senapan mesin sehingga peluru mencecar melewati celah baling-balingnya.

Kemudian bentuk dan teknis pesawat diperbaiki meskipun pada umumnya pesawat tersebut masih terbuat dari kayu. Umumnya pesawat pesawat tersebut menggunakan mesin radial sehingga tidak dilengkapi dengan antifreeze (anti beku) sehingga mesin pesawat harus dibersihkan dari cairan baik pelumas ataupun bahan bakar. Muncullah rancangan rancangan yang dikenal pada zamannya seperti Triplane (Pesawat dengan sayap bersusun tiga), Biplane (pesawat dengan sayap bersusun dua). Ataupun pesawat berukuran raksasa untuk pembom seperti Ilya Muromet's (Rusia).

Pada Generasi ini dikenal pesawat-pesawat Fokker, Sopwith Camel, Gotha (bomber) dan lain lain dengan pernerbang penerbang seperti Baron von Richthofen, Manfred von Richthoven (Jerman) dan lain lain.

1.1.2. Era Perang Dunia II (1939-1945).
Pada masa Perang Dunia II, bentuk pesawat mengalami perubahan yang lebih jauh daripada era sebelumnya. Perubahan itu diantaranya meliputi, bahan yang digunakan, desain pesawat, mesin pesawat, cokpit serta dilengkapi dengan sistem radio bahkan ada yang dilengkapi radar. perubahan tersebut seiring dengan perkembangan tekhologi pada masa itu misalnya radar pada sistem pertahanan melengkapi lampu sorot (search light) yang dapat mencium jejak pesawat lawan pada jarak yang jauh serta berbagai cuaca dan waktu. Mesin pesawat yang tidak lagi menggunakan bentuk radial serta dilengkapi dengan sistem injeksi bahan bakar seperti Messerschmit yang memungkinkan pesawat dapat bergerak lebih lincah serta dapat distarter langsung dari kokpit tanpa bantuan staf darat. Bahkan menjelang akhir perang mulai diluncurkannya pesawat bermesin jet seperti Gloster Meteor dan Messerschmitt Me-262. Bahan pesawat yang terbuat dari metal sekalipun penemuan radar membuat pesawat tersebut mudah diketahui pihak lawan. Desain pesawat yang lebih ramping streamline terlebih-lebih menjelang akhir perang.

Dari sistem senjata selain dilengkapi senapan mesin baik kaliber 7,7 mm, 12,7 mm, sampai 20 mm bahkan ada yang dilengkapi roket seperti halnya P-51 Mustang dan Me-262.

Pada saat ini juga digunakannya pesawat tempur yang diluncurkan dari Kapal Induk meskipun diperkenalkan oleh Angkatan Laut Inggris pertama kali pada tahun 1912. Terlebih lebih di medan pasifik dimana pertempuran lebih banyak terjadi di lautan antara Jepang dengan Amerika.

Pada masa ini dikenal pesawat seperti Messerschmit Bf 109, Focke Wolf (Jerman) , Spitfire, Hurricane (Inggris), P-51 Mustang, P-38 Lightning (USA), Mitsubishi A6M2 Zero, Hayabusha (Jepang). Lavochkin, Sturmovik (Rusia). Serta mengenal jagoan jagoan (Ace) di udara diantaranya Mayor Eritch Hartmann (Jagoan dari segala jagoan, lebih dari 300 pesawat lawan dijatuhkan, dari Jerman), Peltu Hiroshi Nishizawa, Saburo Sakai, Ohta (Jepang).
1.1.3. Era pesawat Jet (1950-1970).
Mulai diperkenalkannya pesawat tempur jet oleh Jerman dan Inggris membuka era baru pesawat tempur. Terlebih lebih setelah menyerahnya Jerman (1945) sehingga banyak para ahli dari Jerman yang dibawa oleh pasukan Sekutu (Aliansi) untuk mengembangkan teknologi negara negara sekutu. Selain negara negara sekutu, Uni Soviet juga tertarik mengembangkan pesawat bermesin jet sekalipun bermodalkan mesin jet hasil bantuan Inggris Rolls Royce Nene yang tiruannya digunakan pada pesawat tempur MiG-15.

Perang Korea menjadikan saksi pertempuran pesawat tempur bermesin jet pertama sepanjang sejarah. Tercatat berbagai jenis pesawat tempur bermesin jet terlibat antara lain MiG-15 Fagot (Rusia), F-86 Sabre, p-86 Shooting Star (Amerika Serikat) selain pesawat pesawat bermesin baling baling era Perang Dunia II seperti P-51 Mustang, B-25, B-26, B-29 (AS), Yak-3, Il-2 Sturmovik (Rusia).Meskipun saat itu pesawat pesawat tempur jet masih dilengkapi pisir untuk menembak.

Dalam perkembangan selanjutnya, dan terjadinya pertempuran pertempuran besar yang menghiasi kurun waktu tersebut antara lain pertempuran Arab Israel, Krisis Suez, Perang 6 Hari, Perang Yom Kippur, Insiden Tiongkok Taiwan, Perang Vietnam, serta Ancaman Tirai Besi Uni Soviet membuat cepatnya perkembangan pesawat pada era ini. Dilengkapinya rudal berpenuntun infra merah pencari panas, rudal dan bom berpandu laser, Radar pada pesawat membuat peralatan pada kokpit menjadi bertambah tidak hanya sebatas pisir pembidik senapan. Masing-masing pihak berlomba-lomba membuat pesawat tempur yang tekhnologinya selalu diperbaharui.

Pada masa ini dikenal dengan pesawat-pesawat seperti F-86 Sabre, F-100 Super Sabre, F-102 Delta Dagger, F-106 Delta Dart, F-105 Thunderchief, F-5 Tiger II, A-4 Skyhawk (AS), MiG-15 Fagot, MiG-17 Fresco, MiG 19 Farmer, MiG 21 Fishbed, Su-7 (Uni Soviet), Mirage IIIC, Mytere, Super Mystere (Perancis), Vampire (Inggris).

1.1.4. Era Penyempurnaan Teknologi (1970-sekarang).
Pesawat pada era Penyempurnaan Teknologi terjadi pada tahun 1970-an sampai sekarang, penyempurnaan terjadi khususnya dibidang teknologi radar, avionik serta sistem persenjataan. Khususnya berdasarkan pengalaman pada perang-perang yang terjadi pada era sebelumnya.

Dari bentuk bentuk pesawat yang didesain memiliki Angle of Attack (Sudut Serang) yang tinggi sehingga didapat bentuk pesawat yang terkesan halus, "cakep" dan tidak segarang dan sekasar era sebelumnya namun memliki kemampuan yang melebihi era sebelumnya. Mesin yang mampu memberikan daya dorong tinggi tetapi juga diusahakan hemat bahan bakar. Antena radio dan Radar yang lebih sensitif dibandingkan pada masa lalu yang bahkan tidak dilengkapi radar sama sekali-bahkan didesain untuk mencium lawan yang lebih jauh bahkan sebelum pesawat lawan dapat dilihat oleh mata dapat dihancurkan sehingga memunculkan rudal rudal berpandu yang memiliki jangkauan lebih jauh dan ditembakkan dari segala arah seperti AIM-7 Sparrow, AIM-9 Sidewinder (yang disempurnakan), AIM-50 pohenix sampai AIM 120 AMRAAM, AA 13 Archer, Matra Magic, Bom bom berpresisi tinggi seperti Maverick, Durandal, yang terus menerus disempurnakan sampai [[rudal anti radia si]] HARM dan sejenisnya.

Perang Afghanistan dan Insiden Lembah Bekka (1982) menjadikan ajang promosi kehebatan pesawat-pesawat tempur tetapi juga ancaman-ancamannya. Semakin sensitifnya radar pertahanan serta rudal anti pesawat sekalipun diluncurkan dari bahu macam stinger, Sa-7 Grail dan Mistral misalnya membuat pesawat tempur dilengkapi perlengkapan bela diri semacam flare dan decoy serta penambahan piranti pengacau radar dan ditambahkannya peralatan segala cuaca seperti FLIR (Forward Looking Infra Red/Penjejak jarak jauh infra merah) membuat pesawat tersebut semakin berat dan semakin mahal di sisi lain pesawat harus semakin lincah untuk segala situasi. Dengan demikian memunculkan konsep baru yakni pesawat multirole (multi fungsi).

Terlebih lebih munculnya teknologi anti radar memunculkan pesawat multi fungsi berteknologi steatlh yang merupakan langkah wajib untuk pesawat tempur generasi abad 21, seperti F-22 Raptor, F-24 dan JSF (Joint Strike Fighter).

Pada masa ini juga dikenal pesawat pesawat dari beberapa negara baru yang mengejar ketertinggalan mereka dengan negara negara yang sudah maju lebih awal dalam teknologi pesawat tempur selain dengan alasan mengejar ketertinggalan dan mengurangi ketergantungan serta berusaha berswasembada dalam memenuhi kebutuhan pesawat tempur, dengan cara membeli lisensi pesawat yang sudah ada atau membuat versi baru. Negara negara tersebut antara lain Israel, India, Cina dan Taiwan serta Jepang.

Pesawat generasi ini yang dikenal antara lain :
F-14, F-15, F-16, F/A-18, F-22 (USA), MiG 21 Generasi III, MiG 23 Flogger, MiG 25 Foxbat, MiG 29 Fulchrum, MiG 31 Foxhound, Su-22 Fitter J, Su-24 Fencer, Su-25 Frogfoot, Su-27, Su30, Su-35, Su-37 Flanker (Rusia), Mirage F-1, Mirage 2000, Dassault Rafale (Perancis), Tornado (Inggris), Eurofighter Thypoon (Uni Eropa), JAS-39 Grippen (Swedia), J-7 Skybolt, J-8 Finback, J-10, J-11 (Tiongkok), Kfir dan Lavi (meski hanya sekedar teknologi demonstrator; Israel), IDF Ching Kuo (Taiwan, LCA (India) serta Mitsubishi F-1 (Jepang)

 

1.2. Berdasarkan fungsi

1.2.1. Pesawat Burusergap

1.2.2. Pesawat Serang Darat (Attack).
Pesawat serang darat (bahasa Inggris: ground attack aircraft) adalah pesawat militer yang dirancang untuk memberikan dukungan langsung kepada pasukan darat seperti infanteri, tank, dan kendaraan tempur militer lainnya. Maka penggunaan pesawat ini lebih kepada fungsi taktis daripada strategis, dengan penempatannya di garis depan pertempuran, bukan di belakang garis pertahanan lawan.

Pesawat jenis ini memiliki nama lain yang sering digunakan, misalnya pesawat serang, pesawat tempur serang, pesawat pengebom taktis, dan lain-lain. Pada angkatan bersenjata Amerika Serikat, pesawat serang darat diberikan kode A- untuk "attack", seperti pada "A-4". Angkatan bersenjata Britania Raya menggunakan kode FB untuk "fighter-bomber", dan yang lazim digunakan sekarang adalah G untuk "ground" yang dipakai pada "Harrier GR1".

1.2.3. Pesawat Intai.
Pesawat tempur intai atau pesawat mata mata (recce atau reconaisance) adalah pesawat yang digunakan untuk mengumpulkan data intelijen dan penyadapan serta pengintaian posisi posisi taktis ataupun strategis lawan atau negara lain yang diinginkan data-datanya. Biasanya ada dua jenis pesawat tempur seperti ini yakni pesawat intai serta pesawat tempur dyang diberi peran intai.

Pesawat Intai (Reconaisance) biasanya digunakan untuk mengumpulkan data data intai strategis lawan, memiliki kemampuan menyusup dan terbang lebih tinggi agar tidak dijangkau rudal pertahanan lawan. Dalam perkembangannya teknologi stealth juga diterapkan pada pesawat tempur tipe ini. Meskipun demikian kecanggihan rudal lawan serta peralatan yang dimilikinya membuat tidak banyak negara yang mengoperasikan jenis ini karena biayanya terlalu mahal dan masih rentan terhadap rudal lawan contohnya adalah kasus penembakan U-2 yang menyusup ke dalam wilayah Sovyet tahun 1960-an Membuat beberapa negara beralih menggunakan satelit mata-mata.

Selain pesawat intai yang dirancang khusus macam U-2 dan SR 71 Blackbird (USA), juga terdapat pesawat intai yang juga berperan sebagai pesawat patroli baik patroli udara dan patroli maritim. Pesawat ini memiliki bentuk yang sama dengan pesawat sipil atau pesawat angkut pada umumnya tetapi diberi perlengkapan dan peralatan khusus. Seperti console radar, radome sebagai tempat radar yang berupa piringan radar di atas badan pesawat atau peralatan lain yang fungsinya sama yang memiliki radar lebih sensitif dan berdaya jangkau jauh. Pesawat model ini biasanya digunakan sebagai pesawat peringatan dini (AWACS) atau pesawat patroli intai maritim yang juga memiliki keahlian khusus untuk mendeteksi bahkan menghancurkan kapal selam. Pesawat-pesawat seperti ini contohnya adalah E-3 Sentry (berbasis Boeing 707), EC-2 Hawkeye, RB-47, B 737 Surveilance dan P-8 Poseidon (USA), CN 235 MPA (Spanyol - Indonesia), CN 235 Persuader (Spanyol), Atlantique (Perancis), Tupolev Tu-126, Beriev A-50 Mainstay (Rusia, berbasis Ilyushin Il-76).

Terdapat juga pesawat Tempur yang dimodifikasi untuk keperluan Intai (umumnya pesawat tempur generasi lama). Umumnya digunakan sebagai intai taktis. Dilengkapi dengan sensor dan kamera khusus contohnya adalah MiG 25R, RF-5 Tigereye.

1.2.4. Pesawat Pembom (Bomber).
Pesawat pengebom atau bomber adalah pesawat militer yang dirancang untuk menyerang target-target darat, utamanya dengan cara menjatuhkan bom.
Jenis-Jenis
  • Pesawat pengebom strategis dirancang untuk misi serangan jarak jauh, yang menargetkan target strategis seperti markas persediaan, jembatan, pabrik, dan pelabuhan untuk mengurangi kemampuan berperang musuh.
  • Pesawat pengebom taktis adalah pesawat yang lebih kecil dengan jarak jangkau yang lebih pendek, biasanya sejauh posisi pasukan darat, karena tujuannya yang memang untuk mendukung pasukan darat. Dalam lingkup modern, pesawat perang apapun yang tidak dirancang khusus sebagai pesawat pengebom strategis dapat masuk dalam kategori ini. Peran ini diisi oleh banyak desain, termasuk yang tertulis dibawah ini.
  • Pesawat serang darat (atau pesawat pendukung dekat) dirancang untuk mengitari medan pertempuran dan menyerang target taktis, seperti tank, kosentrasi pasukan, dan lain-lain.
  • Pesawat tempur bomber (disebut juga pesawat tempur taktis dan pesawat tempur serang) adalah pesawat tempur dengan banyak peran, yang bisa dipersenjatai untuk serangan udara-ke-udara maupun udara-ke-darat. Banyak pesawat jenis ini yang dirancang untuk segera melakukan pertempuran udara setelah menjatuhkan bom. Pesawat multi-peran seperti ini juga dirancang untuk menghemat pengeluaran dana.

1.2.4.1. Perang Dunia I dan II


Pesawat pengebom berat B-17 Flying Fortress.




Pesawat pengebom mulai muncul bersama dengan pesawat tempur, yaitu pada awal Perang Dunia I. Pada awalnya hanya berupa pilot yang menjatuhkan bom sederhana dari pesawatnya.
Jerman menggunakan Zeppelin sebagai bomber, karena mereka memliki jarak jangkau dan kapasitas untuk membawa bom dari Jerman ke Inggris. Dengan perkembangan desain pesawat dan peralatan, mereka mulai dibantu oleh pesawat dua-sayap multi-mesin besar untuk pengeboman strategis jarak jauh, khususnya pada malam hari.

Pada saat itu, pesawat pengebom merupakan pesawat tersendiri, dan bentuknya juga sangat berbeda dari pesawat lain. Ini adalah akibat kurangnya kemampuan kekuatan mesin pesawat, yang berarti untuk membawa jumlah bom yang tepat, dibutuhkan pesawat dengan banyak mesin. Hasilnya adalah pesawat yang benar-benar besar, dengan efisiensi yang lumayan baik.
Dengan kekuatan mesin sebagai pembatas utama, dengan ditambah keinginan untuk meningkatkan akurasi, desain bomber cenderung dibuat untuk satu peran saja. Pada awal Perang Dunia II, jenis-jenis pesawat pengebom adalah:
  • Pesawat pengebom tukik
  • Pesawat pengebom ringan, sedang, dan berat
  • Pesawat pengebom torpedo
  • Pesawat pengebom khusus serangan darat jarak dekat

1.2.4.2. Perang Dingin


Tupolev Tu-160 Uni Soviet.

Pada awal Perang Dingin, pesawat pengebom adalah cara satu-satunya untuk menjatuhkan senjata nuklir ke musuh, dan digunakan sebagai alat menakut-nakuti. Dengan diciptakannya peluru kendali anti-pesawat, bomber harus mencari cara-cara lain untuk menghindari diserang musuh. Kecepatan tinggi dan ketinggian yang tinggi sekali menjadi cara menghindari serangan musuh. Ketika rudal anti-pesawat mengancam pesawat pengebom yang terbang tinggi, dibuatlah pesawat pengebom kecepatan tinggi yang terbang rendah dibawah deteksi radar.

Menjelang akhir Perang Dingin, pengembangan pesawat pengebom strategis besar mulai menghadapi masalah, khususnya karena harganya yang sangat mahal dan diciptakannya rudal balistik antar-benua, yang dianggap memiliki efek psikologis yang sama, tapi lebih sulit untuk dihancurkan. Program XB-70 Valkyrie Angkatan Udara Amerika Serikat dibatalkan karena alasan-alasan di atas, dan pesawat selanjutnya, B-1 Lancer dan B-2 Spirit baru bisa dioperasikan setelah melalui masalah-masalah dalam pengembangan dan politik. Masalah serupa juga dihadapi Uni Soviet, misalnya, Tupolev Tu-160 hanya diproduksi dalam jumlah yang sedikit sekali, yang mengakibatkan masih dipakainya pesawat 1950-an Tu-16 dan Tupolev Tu-95 sampai abad ke-21.

1.2.4.3. Era modern


Pesawat tempur serang F-15E Strike Eagle.

Pada angkatan udara modern, perbedaan antara pesawat pengebom dan pesawat tempur mulai tidak jelas. Banyak pesawat perang yang bentuknya adalah pesawat tempur, ternyata dioptimalkan untuk misi pengeboman, dan tidak memiliki kemampuan tempur udara. Selain itu banyak juga pesawat tempur yang dirancang untuk pertarungan di udara, seperti F-16, malah digunakan sebagai 'truk pengebom'.

Mungkin satu-satunya faktor yang bisa membedakan adalah jarak jangkau: pesawat pengebom dibuat agar bisa terbang jarak jauh memasuki daerah musuh, sedangkan pesawat tempur pengebom dan pesawat tempur serang terbatas pada misi-misi disekitar medan perang. Tapi perbedaan inipun sudah dibuat samar-samar oleh adanya kemampuan untuk mengisi bahan bakar di udara, yang sangat meningkatkan potensi radius operasi.
 
1.2.5. Pesawat Tempur Latih
Pesawat tempur latih adalah pesawat tempur yang digunakan untuk melatih calon penerbang, atau melatih penerbang agar siap menggunakan pesawat pesawat jenis dan fungsi tertentu. Umumnya dibagi atas pesawat tempur latih dasar dan latih lanjut.
Bagi kebanyakan negara, harga pesawat tempur dianggap terlalu mahal sehingga pesawat tempur latih juga digunakan sebagai armada pesawat serang antigerilya (COIN/Counter Insurgency). Untuk menjaga keterampilan pilot sekaligus menghemat biaya pelatihan dan operasional, umumnya digunakan flight simulator.

1.2.5.1. Pesawat Tempur Latih Dasar
Pesawat tempur latih dasar adalah pesawat tempur yang digunakan untuk melatih calon calon penerbang dari segi basic (dasar). Biasanya digunakan untuk melatih pilot-pilot sipil atau militer. pesawat yang digunakan adalah pesawat ringan dengan avionik standar meskipun para produsen merancang pesawat tempur latih dasar dengan avionik setara pesawat tempur latih lanjut ataupun mirip dengan pesawat tempur yang akan digunakan. Menggunakan mesin piston ataupun turboprop selain itu sering digunakan untuk membentuk team aerobatik selain menggunakan pesawat tempur utama. Umumnya tidak bersenjata meskipun dapat dimodifikasi untuk membawa senjata ringan untuk fungsi pesawat serang antigerilya (COIN). Memiliki tempat duduk dua dengan posisi side by side (samping kanan kiri) ataupun tandem (muka belakang).

Contoh pesawat tempur jenis ini adalah Super Tucano, KAI KT-1, AS 202 Bravo, Pilatus.

1.2.5.2. Pesawat Tempur Latih Lanjut.
Pesawat tempur latih lanjut digunakan untuk penerbang militer untuk tingkatan lanjut (advanced) sesuai dengan tugasnya dan mempersiakan untuk menjadi penerbang pesawat tempur tipe lainnya. Umumnya menggunakan mesin jet atau turbojet. Dengan teknologi yang sudah disiapkan setara atau menyamai pesawat tempur fungsional atau multi fungsi selain itu dapat digunakan sebagai pesawat tempur ringan atau pesawat tempur lapis kedua dengan tugas sebagai pesawat tempur serang darat (fighter ground attack). Pesawat tipe ini biasanya sudah dipersenjatai baik rudal udara ke udara, rudal udara ke darat maupun canon. Model pesawat ini misalnya Hawk Mk109/209, Aero L-39 Albatros, Alphajet, Pampa, AMX, Mitsubishi Fuji T-1.

Selain itu ada pula pesawat tempur fungsional ataupun pesawat tempur multi fungsi yang digunakan sebagai pesawat latih. Besawat tersebut memiliki tempat duduk dua buah disusun secara tandem(muka belakang). Selain digunakan untuk latih, juga dapat membantu meringankan pilot dalam pesawat tempur fungional atau multifungsi atau digunakan sebagai intai. Misalnya MiG-21, MiG-29, F-16A/B, TA-4 Skyhawk.

1.2.6. Pesawat Tempur Anti Gerilya (COIN)
Pesawat serang antigerilya (bahasa Inggris: close air support for counter-insurgency) adalah pesawat serang darat yang dispesialisasikan untuk memberikan dukungan pada pasukan darat dalam menghadapi pasukan gerilya. Umumnya pesawat yang digunakan adalah pesawat ringan, mampu terbang menyusuri daratan dan persenjataan dan teknologi yang tidak terlalu rumit dibandingkan pesawat serang lainnya namun tepat guna, misalnya menggunakan meriam dengan kaliber yang cukup besar misalnya di atas 20 mm, meskipun ada yang menggunakan 12,7 mm dengan jumlah yang cukup banyak, roket serangan darat, serta bom. Dari segi mesin umumnya menggunakan baling-baling karena akan terlalu boros jika menggunkan turbo jet dan tidak efektif dalam menghancurkan pasukan gerilya.

Selain menggunakan pesawat yang dirancang khusus untuk itu, biasanya digunakan pula pesawat latih ringan yang dipersenjatai ataupun pesawat tipe sipil yang dimodifikasi untuk tugas-tugas militer.
Contoh dari pesawat ini adalah OV-10 Bronco (Amerika Serikat), Pucara (Argentina), Pilatus (Swiss), EMB-314 Super Tucano (Brasil), Super Skymaster, Piper PZL Capung (Polandia), BN-2A Islander.

1.2.7. Pesawat Tempur Multifungsi
Pesawat tempur serbaguna adalah pesawat terbang yang dapat digunakan sebagai pesawat tempur murni atau "pesawat pemukul", serang darat, serang antigerilya, intai taktis, pengebom, superioritas udara, atau (pada prinsipnya) pesawat pencegat yang mampu menjalani misi pemukulan, seperti F-15E "Strike Eagle", " dan "peran-ayun" yang secara semantik memiliki penekanan pada kemampuan memainkan lebih dari satu peran pada satu misi yang sama.

Umumnya pesawat tempur modern dirancang sebagai pesawat tempur serbaguna. Pesawat tempur jenis ini dirancang untuk mengefisienkan anggaran pertahanan negara di udara. Meskipun demikian, rancangan pesawat tempur jenis ini tidak mengurangi kelincahan dan kegesitan pesawat serta kemampuan radar dalam mendeteksi lawan. Pesawat jenis ini juga mampu membawa persenjataan yang lebih banyak dan beragam. Beberapa negara merancang pesawat tempur ini dengan kemampuan sebagai pesawat siluman.
 

1.3. Berdasarkan kasat/tidak kasat radar

1.3.1. Pesawat Tempur Konvensional

1.3.2. Pesawat tempur siluman
esawat siluman (bahasa Inggris: stealth aircraft) atau disebut pesawat amat senyap adalah pesawat yang dirancang untuk menyerap dan membelokkan radar menggunakan teknologi siluman, membuatnya lebih sulit untuk dideteksi. Pada umumnya tujuannya adalah melancarkan serangan selagi dia masih berada di luar pendeteksian musuh. F-117 Nighthawk adalah salah satu jenis pesawat siluman yang digunakan angkatan udara Amerika Serikat dalam Perang Teluk.

Pesawat siluman memiliki kemampuan untuk menghindari pendeteksian, baik deteksi secara visual, audio, sensor panas, maupun gelombang radio (radar). Secara visual, pesawat lebih sulit untuk terlihat bila mempunyai warna yang sama dengan warna latar belakangnya (kamuflase). Secara audio, tentunya berusaha untuk membuat pesawat semakin tenang. Secara sensor panas, pesawat biasanya dideteksi dari panas yang timbul dari badannya atau dari temperatur udara di sekelilingnya.

Bagian paling panas dari pesawat adalah saluran buangan udara mesin atau exhaust dan leading edge (bagian pesawat yang pertama membelah udara). Panas dari exhaust bisa dikurangi dengan cara mencampur semburan mesin dengan udara dingin dari luar badan pesawat sebelum dihembuskan keluar pesawat dan memperpanjang pipa exhaust (seperti A-4 Skyhawk Indonesia yang mempunyai exhaust lebih panjang dibanding versi standarnya). Bagian exhaust ini biasanya dikejar oleh rudal anti-pesawat dengan sensor inframerah. Akan tetapi rudal pencari panas modern kini juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi dan mengejar panas yang dihasilkan akibat pergesekan permukaan badan pesawat dengan udara.
Deteksi secara gelombang radio adalah dengan cara mencegah gelombang radio dari radar tidak terpantul dari badan pesawat dan kembali ke radar. Gelombang radio tersebut bisa diserap jika badan pesawat dilapisi RAM (Radar Absorbent Material), dipantulkan ke arah lain, atau sedemikian sehingga gelombang tersebut menjadi hilang atau saling meniadakan (hal inilah yang mendasari bentuk pesawat siluman yang mempunyai bentuk yang lain dari pesawat biasa atau agak aneh).

Pesawat siluman biasanya tidak 100% tidak terdeteksi radar. Tetapi karena memiliki RCS (Radar Cross Section) yang kecil maka di layar radar hanya tampak sebesar gerombolan burung, bukan pesawat.

2. Album

Foto Pesawat Tempur
arifuddinali.blogspot.com - Pesawat tempur adalah pesawat militer yang dirancang untuk menyerang pesawat lain di udara. Pesawat tempur relatif...
Apr-29-2013 | More »
Pesawat tempur
Su-27
F-15
MiG-29
F-16
Dassault Mirage III
Mirage 2000
Dassault Mirage F1
F-104 Starfighter
SR-71 Blackbird
Eurofighter typhoon
Dassault Rafale
F22
Mitsubishi F-2
F-4
Boeing F/A-18E/F Super Hornet
Panavia Tornado
Saab 37 Viggen


IAI Kfir

3. Pranala luar

Arief

Berita

Loading...

Arah Kiblat