WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Kamis, 23 November 2017

Kisah Mengharukan Seorang Wanita


arifuddinali.blogspot.com - Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.

Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesua yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).

Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya. Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.

Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.

Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.

Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.

Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?.

Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. “Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua”, kata sang ibu.

Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.

Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.

Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu,sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

****

Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya.

Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya.

Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.

Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.

Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.

Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..

Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu.

****

Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau” (terjemahannya “Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik”).

Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari. Hari-har mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.

Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.

Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. “Apakah kamu punya uang?” tanya sang pemilik toko. “Tidak sekarang, nanti saya akan punya”, kata sang anak dengan serius.

Ternyata, bulan depan sang anak benar-benar muncul untuk membeli jam tangan itu. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main-main.

Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya “Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan?”. “Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah” kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tersebut.

Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tersebut. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.

“Apakah kamu mencuri, Nak?” Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut.

Setelah ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri. “Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?” kata sang ibu.

Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya. Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tersebut heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya. “Ia sebenarnya anak yang baik”, kata salah satu tetangganya.

Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya.

Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

“Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya”. Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2 muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.

Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu.”Maafkan saya, Nak.”

“Tidak Bu, saya yang bersalah”

****

Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.

Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.

Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

****

Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.

Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.

Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.

Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu “Shi Sang Chi You Mama Hau”, lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak.

Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu. “Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak” kata ibu. “Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu”, kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.

Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak. “Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu”, teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata “Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu.” 

“Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi”, sang anak mulai menangis.

Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu-sedu

“Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu”. Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan “Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini”, ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan.

Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.

Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh
diri itu dibatalkan, demi anaknya juga.

****

Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.

Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya. Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.

Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tsb, menangis “Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi.”

Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar. Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam surat itu.

Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.

Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik.

Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.

Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah.

****

Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya nihil.

Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.

Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah “Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?”

Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu “Shi Sang Ci You Mama Hau” dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru “Ibu? Ini saya ibu”.

Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya, “Apakah kamu ??..(nama anak itu)?” “Benar bu, saya adalah anak ibu?”.

Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila. (*)

Senin, 20 November 2017

Dibayar Dengan Segelas Susu

arifuddinali.blogspot.com - Kisah ini diambil dari salah satu artikel yang tersebar di internet, yang mengisahkan tentang seorang dokter yang penuh cinta kasih, bernama Dr. Howard Kelly. Memang inti dari ceritanya tidak berubah, namun sepertinya terdapat beberapa hal yang terlalu berlebihan. Hal ini dipertegas dengan adanya cerita di buku biografi dari Dr. Howard Kelly sendiri. Oleh sebab itu, cerita inspiratif ini tetap diposting dan juga disertai dengan cerita nyata yang sebenarnya terjadi. Selamat membaca.

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak memiliki uang memberanikan diri untuk mengetuk pintu sebuah rumah untuk meminta makanan. Keberaniannya lenyap saat pintu itu dibuka oleh seorang gadis muda. Ia tidak jadi meminta makanan dan hanya meminta segelas air.

Gadis itu tahu bahwa anak lelaki tersebut sebenarnya kelaparan, maka ia membawakan susu hangat segelas besar. Anak lelaki itu meminum susu itu secara perlahan lalu bertanya, “Berapa harga susu yang menjadi hutangku?” “Kau tidak berhutang apapun,” jawab gadis itu. “Ibu mengajarkan kami untuk tidak meminta bayaran atas perbuatan baik kami.” “Kalau begitu, aku sangat berterimakasih dari lubuk hatiku yang terdalam.”

Tahun demi tahun berlalu, gadis itu telah tumbuh menjadi wanita dewasa, namun ia menderita penyakit kronis yang para dokter di kotanya telah angkat tangan terhadap penyakitnya. Ia pun dibawa ke rumah sakit di kota besar. Dokter Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan medis. Howard Kelly mengenali wanita itu. Setelah melalui perjuangan panjang, wanita itu sembuh.

Saat menerima amplop tagihan dari rumah sakit, wanita itu ketakutan. Ia tahu tidak akan mampu membayar biayanya meskipun dengan mencicilnya seumur hidup. Dengan tangan bergetar ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok tagihan: “Telah dibayar lunas dengan segelas susu.” [Tertanda] Dokter Howard Kelly.


Menurut Biografi yang ditulis oleh Audrey Davis dari pengetahuannya yang ia dapatkan selama berteman 20 tahun dengan Dr. Howard Kelly, dan juga melalui notebook serta jurnal yang dokter tinggalkan setelah kematiannya, bahwa cerita tentang tagihan yang dibayar dengan segelas susu adalah benar. Berikut adalah petikan dari isi Biografi dari Dr. Howard Kelly:

“Di suatu perjalanan menuju ke utara Pennsylvania pada saat musim semi, Kelly berhenti di sebuah rumah petani yang kecil untuk meminum segelas air dingin. Seorang gadis kecil membuka pintu ketika Kelly mengetuk rumahnya, namun bukan air yang diberikan, gadis kecil itu malah memberinya segelas susu segar. Setelah kunjungan singkat yang ramah itu, Kelly pun melanjutkan perjalanannya. Beberapa tahun kemudian, gadis kecil itu datang kepadanya untuk operasi. Dan sebelum ia sempat pulang ke rumah, ia menerima tagihan operasinya, namun dengan tambahan tulisan tangan: Sudah dibayar penuh dengan segelas susu.”


Nilai yang dapat diambil:
Kisah nyata tentang Dr. Howard Kelly ini mengajarkan kepada kita, bahwa kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa dilakukan oleh orang yang pernah kita tolong sebelumnya. Namun dengan ketulusan ingin membantu, bahkan memberikan lebih dari yang orang tersebut inginkan, niscaya kebaikan itu akan kembali menjadi sesuatu yang baik juga kepada kita. Tanamkan selalu kebaikan dalam pikiran dan tindakan kita, agar kita dapat menikmati buah dari kebaikan itu ketika tiba waktunya.

Minggu, 19 November 2017

Panglima Tikus




arifuddinali.blogspot.com - Tersebutlah di sebuah negri Sasatoan, Raja Tikus yang amat bijaksana. Pada saat jabatan Panglima di negerinya kosong, Raja itupun memanggil beberapa tikus kepercayaannya untuk diuji dihadapan rakyatnya.


Pertama kali, Raja bertanya kepada Tikus Putih "Bila kau kuangkat menjadi Panglima negri ini, siapakah yang akan kau pilih menjadi pengawalmu ?"
Ya Tuanku, hamba akan memilih Hamster sebagai pengawal sekaligus pesuruh hamba?" jawab Tikus Putih
"Mengapa kau memilih Hamster sebagai pengawalmu ?" tanya Raja kemudian
"Hamba memilih Hamster sebagai pengawal dan pesuruh, supaya hamba bisa mengambil bulu-bulunya yang bagus dan halus. Bulu yang menawan itu akan hamba kenakan demi kehormatan bangsa kita" jawab Tikus Putih tegas

"Tapi bukankah itu merupakan perampasan atas hak makhluk lain ?" tanya Raja
"Ya, tapi itulah yang hamba inginkan. Demi kehormatan dan popularitas bangsa tikus, kita bisa mengambil apa saja dari makhuk lain yang berada di bawah kekuasaan kita" Tikus Putih menjelaskan maksudnya
Raja Tikus hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hai Tikus Hutan, siapa yang akan kaupilih menjadi pengawalmu jika kau menjadi Panglima ?" Raja itu mengalihkan pertanyaannya kepada Tikus Hutan yang sejak tadi tidak bisa duduk diam.


"Ya, Tuanku, hamba kira ular adalah makhluk yang paling tepat untuk dijadikan sebagai pengawal ?" jawab Tikus Hutan
"Mengapa ular kau pilih sebagai pengawalmu ?" tanya Raja keheranan
"Hamba memilih ular sebagai pengawal, supaya hamba bisa menelannya bulat-bulat, karena selama ini ular telah banyak memakan bangsa kita" jawab Tikus Hutan tanpa ragu
"Aku sangat sedih melihat sikapmu. Kau memilih ular bukan supaya kau bisa duduk, berjalan dan bekerja sama dengan pengawalmu, melainkan kau hanya ingin membalas dendam" kata Raja dengan nada kecewa.


"Seandainya kau menjadi Panglima, siapakah yang akan kau jadikan pengawalmu" Raja mengalihkan pertanyaan kepada Tikus Sawah
"Hamba akan memilih Petani sebagai pengawal hamba" jawab Tikus Sawah penuh keyakinan
"Sepertinya ide yang bagus ! Tetapi mengapa kau memilih Petani sebagai pengawalmu ?" Raja bertanya penuh rasa ingin tahu
"Hamba ingin pengawal hamba bisa menanam padi sebanyak-banyaknya supaya bangsa kita memiliki persediaan makanan yang berlimpah ruah" jawab Tikus Sawah.


Rajapun sedikit lega, tetapi sejenak kemudian ia bertanya kembali. "Apa yang akan kau lakukan untuk membalas jasa pengawalmu ?"
"Setelah petani itu bekerja siang dan malam, saya akan memberikan beberapa bulir padi dari sisa panenan kita" jawab Tikus Sawah
"Tetapi apakah beberapa bulir padi yang akan kau berikan itu cukup untuk dimakan dalam sepanjang hidupnya ?" tanya Raja
"Ya, Tuanku ! Sebelum bulir-bulir padi itu diberikan kepada petani, hamba akan mencampurnya dengan begitu banyak pestisida, sehingga petani itupun tidak akan hidup lama" Tikus Putih menyampaikan siasat liciknya.


"Stop, itu bukan balas jasa ! Saya sangat kecewa dengan idemu yang hanya ingin memanfaatkan makhluk lain di bawah kekuasaanmu dan setelah kau puas, makhluk itupun kau campakkan, bahkan kau musnahkan" kata Raja Tikus sambil menahan kemarahannya.
"Ampun Tuanku, bukankah di dunia ini banyak makhluk yang melakukan hal yang serupa ?" Tikus Sawahpun membela diri
"Sebagai calon Panglima, kau tidak pantas berkata seperti itu. Walaupun semua makhluk di dunia ini mengatakan 'ya' atas kecurangan dan kelicikan, tetapi sebagai pemimpin seharusnya kau bisa berkata 'tidak'. Sebagai pemimpin, kau harus berani mengambil keputusan yang tidak populer asalkan berakar pada kebenaran yang sejati" kata Raja itu dengan bijaksana
"Sekarang, apa yang akan kau katakan tentang pengawal yang akan kau pilih ?" Raja bertanya kepada Tikus Dapur


"Ampun Baginda Raja, kalau Tuan mengijinkan saya sebagai Panglima, maka saya akan memilih Kucing sebagai pengawal hamba" jawab Tikus Dapur lirih
"Bukankah Kucing adalah makhluk yang sering mengejar-ngejar dan menerkam bangsa kita ?" tanya Raja heran "Apakah kau memilihnya sebagai pengawal supaya kau bisa membalaskan dendam bangsa kita ?" lanjut Raja
"Ampun beribu ampun Tuanku, hamba rasa selama ini Kucing itu mengejar-ngejar dan memangsa bangsa kita karena memang mereka tidak mengenal perbuatan baik dan kasih. Seandainya hamba menjadi Pangliman, hamba akan selalu tersenyum, berbuat baik dan menyayangi Kucing. Dengan demikian hamba berharap Kucing itu bisa belajar mengasihi dan menyayangi tikus dimanapun berada" Tikus Dapur menyampaikan argumentasinya.
"Mengapa kita harus berbuat baik, sedangkan ia telah menyengsarakan bangsa kita ?" tanya Tikus Hutan penuh emosi


"Ya, saya kira kita tidak pantas berbuat baik terhadap Kucing yang telah menyakiti kita. Di dunia ini masih banyak makhluk lain yang telah berbuat baik terhadap kita, jadi sudah sepantasnya kita membalas perbuatan baik mereka saja" Tikus Sawah menambahkan


"Kalau kita hanya mengasihi makhluk yang telah berbuat baik kepada kita, apa bedanya dengan para penjahat yang juga selalu berbuat baik kepada teman-temannya ? Jadi berbuat baik terhadap mereka yang mengasihi kita adalah tindakan yang biasa-biasa saja. Kalau kita bisa mengasihi mereka yang telah memusuhi kita, barulah itu yang namanya istimewa" Tikus Dapur menjelaskan maksudnya dengan tenang.
"Ya, itu istimewa sekali !" teriak Raja kegirangan "Aku senang sekali dengan sikapmu. Kalau saja setiap tikus di negri ini bisa membalas perbuatan jahat dengan perbuatan baik yang penuh kasih, maka negri kita akan menjadi damai sejahtera, tanpa perselisihan dan perpecahan" sambung Raja.


"Hai, rakyatku sekalian, aku sangat berbahagia karena hari ini aku telah menemukan Panglima yang pantas untuk negeri kita" kata Raja sambil mengenakan topi Panglima di kepala Tikus Dapur.


Tikus Dapur itupun tersenyum penuh kharisma.

Senin, 02 Oktober 2017

35 Manfaat dan Khasiat Rebusan Daun Seledri untuk Kesehatan


arifuddinali.blogspot.com - Rebusan daun seledri merupakan minuman berasal dari rebusan daun seledri. Daun seledri biasanya di gunakan untuk bahan masakan serta untuk menambah rasa yang khas yang menggugah selera. Selain itu daun seledri memiliki manfaat yang sangat penting untuk kesehatan. Air rebusan ini sering dijadikan obat tradisional sejak dahulu.

Dibalik itu semua minuman ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh serta banyak terdapat kandungan gizinya. Kandungan yang terdapat dari ramuan ini yang meliputi kandungan folat, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin C, selenium, magnesium, zat besi, kalsium dan masih banyak lagi. Kandungan tersebut dipercaya memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi tubuh. Lalu apa saja manfaat dan khasiat rebusan daun seledri untuk kesehatan, berikut ini informasinya.

1. Mengobati rematik

Apabila rematik menyerang akan tentu mengganggu aktivitas sehari-hari karena menimbulkan rasa sakit dan nyeri pada tulang. Pemicu utama penyakit rematik dikarenakan kelebihan asam urat, asam urat ini akan menumpuk pada sendi serta dapat mengkristal yang mengakibatkan menggerakkan tubuh akan menjadi sulit. Rematik juga mengancam gerak dengan terjadinya kelumpuhan.

2. Mengobati anemia

Khasiat rebusan daun seledri juga bisa digunakan untuk mengobati anemia. Anemia atau yang biasanya di sebut dengan kurang darah dapat menyebabkan sakit kepala sepanjang hari yang tentunya sangat mengganggu aktivitas. Untuk anda yang mengalami masalah tersebut jangan khawatir dengan meminum air rebusan daun seledri ini mampu untuk mengatasi masalah tersebut.

3. Mengatasi kulit berminyak

Kulit berminyak tentu akan menjadi masalah bagi para wanita remaja, pemicu utama terjadinya minyak berlebih pada kulit wajah dikarenakan kadar hormon yang berlebih. Masalah tersebut dapat diatasi secara alami dengan mengkonsumsi rebusan daun seledri, karena dapat membantu mengurangi minyak berlebih pada wajah.

4. Mengobati batuk

Apabila mengalami batuk berdahak tentu akan mengganggu aktivitas, air rebusan daun seledri ini memiliki manfaat untuk mengobati batuk berdahak. Kandungan yang terkandung di dalam air rebusan seledri ini mampu di jadikan sebagai obat tradisional untuk meringankan batuk berdahak serta menyembuhkan.

5. Memerangi kanker

Minuman ini memiliki fungsi untuk memerangi kanker, kandungan yang terkandung di dalamnya aktif untuk memerangi sel kanker yang ada dalam tubuh. Bukan hanya itu senyawa ini juga aktif untuk menghentikan pertumbuhan sel tumor dan menghalangi aksi prostaglandin yang mampu mendorong pertumbuhan sel tumor.

6. Menurunkan kadar kolesterol

Kadar kolesterol yang tinggi akan menyebabkan penumpukan serta penyumbatan pada pembuluh darah yang akan menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit yang sangat berbahaya. Namun malahan tersebut dapat di atasi dengan meminum air rebusan seledri ini, karena dapat mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh.

7. Menjaga kulit agar tetap kencang dan muda

Kandungan vitamin A, vitamin B, vitamin C serta folat yang terkandung di dalam air rebusan daun seledri mampu membuat kulit tetap kencang dan awet muda. Hal tersebut di karenakan kandungan vitamin yang mengandung kolagen yang berfungsi untuk menjaga serta melindungi dan melembapkan kulit. Bukan hanya itu kandungan lainnya yang terkandung di dalamnya mampu menjadikan lebih cerah, bersinar, dan terang.

8. Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi)

Darah tinggi juga termasuk ke dalam penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian bukan hanya itu penyakit ini juga mengancam pecahnya pembuluh darah pada otak. Salah satu obat alami untuk mengatasi masalah tersebut ialah dengan meminum air rebusan daun seledri ini, selain itu dengan meminum air rebusan daun seledri ini juga mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi.

9. Mengobati mata kering

Mata kering tentu akan mengganggu aktivitas kita kering biasanya dapat menimbulkan rasa gatal, rasa gatal ini tentu akan menimbulkan iritasi apabila di biarkan.

10. Menghilangkan jerawat

Jerawat merupakan satu masalah yang sangat mengganggu khususnya untuk kaum wanita, pemicu utama munculnya jerawat ini ialah kelebihan hormon. Bukan hanya kelebihan hormon lingkungan yang tidak bersih juga termasuk kedalam faktor munculnya jerawat. Dengan meminum air rebusan daun seledri ini dapat menyelesaikan masalah tersebut, selain itu air rebusan daun seledri ini juga mampu menghilangkan flek hitam bekas jerawat.

Selain 10 manfaat dan khasiat rebusan daun seledri untuk kesehatan, ada 7 lagi manfaat lainnya dari minuman ini yang perlu anda ketahui, Berikut ini manfaatnya.

7 Manfaat dan Khasiat Rebusan Daun Seledri Lainnya:
  1. Mencegah asma
  2. Mengembalikan nafsu makan
  3. Cocok untuk program diet
  4. Meningkatkan imunitas
  5. Menenangkan saraf
  6. Mencegah sembelit
  7. Menjaga kesehatan ginjal

Diatas itulah 17 manfaat dan khasiat rebusan daun seledri untuk kesehatan tubuh yang perlu anda ketahui. Semoga informasi tentang khasiat minuman ini bermanfaat untuk menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam menjaga kesehatan anda dan dengan mengkonsumsi minuman yang sehat setiap harinya, serta pola hidup yang sehat akan lebih menguntungkan anda di masa depan nanti. (khasiat.co.id)

Minggu, 24 September 2017

Obat Tradisional: Kanker, Tumor, Stroke, Asam Urat, Hipertensi...

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan yang terbuat dari tumbuhan, hewan, mineral, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut yang diolah secara tradisional dan telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan.

Bentuk yang paling populer dari obat tradisional adalah dengan menggunakan herbal (tanaman obat). Obat tradisional seperti herbal terdiri dari beberapa golongan. Mari kita cermati masing-masing jenisnya.

Obat Tradisional dan Penggolongannya
Obat tradisional berupa herbal dapat digolongkan menjadi 3 macam, antara lain:

Jamu-jamuan
Obat bahan alam yang sediaannya masih berupa simplisia sederhana. Khasiat dan keamanannya baru terbukti secara empiris secara turun-temurun. Bahan-bahan jamu umumnya berasal dari semua bagian tanaman, bukan hasil ekstraksi atau isolasi bahan aktifnya saja.

Herbal terstandar
Bentuk sediaan obat sudah berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi. Herbal terstandar harus melewati uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmokologi dimanik (manfaat), dan teratogenik (keamanan terhadap janin).

Fitofarmaka
Herbal terstandar yang sudah melewati uji klinis (telah diujikan pada manusia).
Saat ini yang paling banyak ditemukan di pasaran adalah obat tradisional dalam bentuk jamu, jamu pun ada banyak bentuknya mulai dari 'jamu gendong' sampai dalam bentuk kapsul.

Produk berupa jamu umumnya dibuat berdasarkan resep atau pengetahuan turun-temurun, jadi khasiatnya dibuktikan berdasarkan pengalaman dari para penggunanya selama puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun.

Obat Tradisional Semakin Dikenal
Dalam era komunikasi serba cepat sekarang ini, semakin banyak obat tradisional yang muncul ke permukaan. Kalau tadinya banyak orang mengenal jamu-jamuan hanya dari tanah Jawa saja, saat ini masyarakat mulai mengenal jamu-jamuan dari pulau-pulau lain, seperti Papua dengan Sarang Semutdan buah merah-nya, Sumatera dengan Tongkat Ali-nya.

Ini membuktikan bahwa Indonesia kaya dengan beragam tanaman berkhasiat untuk membantu pengobatan berbagai macam penyakit baik yang ringan maupun yang berat.

Berikut adalah referensi singkat tentang herbal atau obat tradisional yang disusun beradasarkan beberapa nama penyakit utama, tinggal meng-klik nama penyakitnya untuk mengetahui penjelasan singat tentang penyakit tersebut dan obat tradisional mana yang direferensikan. Mudah-mudahan Anda dapat menemukan solusi kesehatan yang tepat melalui artikel ini.

Jika jenis penyakit yang Anda cari tidak terdapat dalam daftar tersebut di atas, silakan gunakan fasilitas Google Search yang terdapat tepat di atas artikel ini untuk menemukan solusinya.

Saat ini, obat tradisional semakin banyak diminati karena ketersediaan dan harganya yang terjangkau. Selain itu, menurut beberapa penelitian obat tradisional tidak banyak menimbulkan efek samping seperti obat kimia, bahkan ada yang tidak menimbulkan efek samping sama sekali asalkan digunakan secara tepat.

Apapun alasannya, yang pasti obat tradisional memang terbukti bermanfaat bagi kesehatan dan tidak kalah efektif dibandingkan obat-obat kimia.

Senin, 12 Juni 2017

Unik Tapi Nyata

GOLDEN ROCK





Kyaiktio Pagoda yang juga dikenal dengan nama Goden Rock (Batu Emas) merupakan situs ziarah umat Budha di Mon State, Burma. Pagoda kecil(5,5 m - 18 kaki) terdapat diatas batu Golden Rock ini. Golde Rock merupakan sebuah batu granit besar dan kelihatannya batu ini menetang gaya grativitasi bumi karen s3eperti yang dapat kita lihat, batu ini terletak di tepidan hampir jatu kebukit

BATU POHON

Batu berbentuk pohon ini merupakan sebuah batu yang dipahat oleh angin dan pasir. Batu Pohon ini terletak didaratan tinggi Bolivia, Amerika Selatan. Batu pohon ini juga merupakan salah satu lanskap paling indah di dunia.

BAOBAB (POHON BOTOL)



Baobab adalah nama umum dari genus (Andansonia) yang berisi dengan speise pohon asli Madagaskar, Daratan Afrika dan Australia. Juga dikenal sebagai pohon botol, mereka tidak hanya tampak seperti botol, tapi pohon-pohon ini juga menyimpan sekitar 30 liter air. Tidak heran mengapa mereka dapat hidup lebih dari 500 tahun.


AURORA BOREALIS



Tak diragukan lagi, bahwa salah satu peristiwa paling indah yang terjadi di bumi kita adalah Aurora BBorealis, atau dikenal sebagai Cahaya Utara, yang telah mengejutkan sekaligus mengundang decak kagum oranr-orang sejak pertama kali ditemukan. Penomena alam ini terjadi ketika matahari memancarkan energi panasnyayang tinggi dan membuat pertikel-partikel Iyang juga disebut ion) yang bergerak kedalam ruangpada ketinggian antara 300 hingga 1.200 km/dtk. Awan yang berisi dinamakan plasma. Arus plasma berasal dari matahari yang dikenal sebagai angin matahari, sejak amgin matahari berinteraksi dengan ujung bidang magnetik bumi, beberapa partikel yang ada terjerat olehnya dan selanjutnya mengikuti bentuk kekuatan magnetis yang turun ke dalam lapisan ionosfer, yaitu bagia atmosfer bumi yang membentang pada ketinggiang antara 60-600 km diatas permukaan bumi. Ketika partikel partikel itu bertumbukan dengan udara yang berada dilapisan ionosfer, maka mereka mulai berpijar dan menghasilkan tontonan yang kit kenal sebagai aurora utara dan selatan.

Selasa, 02 Mei 2017

Kaya dan Miskin

Kisah Inspirasi

arifuddinali.blogspot.com - Satu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin.
Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :

“Bagaimana perjalanannya nak?”.

“Perjalanan yang hebat, yah”.

“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak bertanya.

“O tentu saja,” jawab si anak.

“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata si bapak.

Si anak menjawab :

Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat anjing.

Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.

Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.

Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang teras mereka adalah horizon yang luas.

Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.


Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.

Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.

Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.

Ayah si anak hanya bisa bungkam.

Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :

Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada penilaian orang lain.
Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri

Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain...

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Arifuddin Ali