WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Senin, 19 Desember 2011

Perang Irak Berakhir


Letnan Kolonel Robert Wright (kanan), Komandan Artileri 2-82 Divisi Kavaleri 1 Angkatan Darat Amerika Serikat, menyalami Brigadir Jenderal Sattar, pemimpin pasukan Irak, Senin (5/12/2011), di Camp Adder, Nasiriyah, Irak.
BAGHDAD, KOMPAS.com -— Perang Irak dinyatakan berakhir hari ini, Kamis (15/12/2011), ditandai dengan pernyataan penutupan misi militer pasukan Amerika Serikat di Irak oleh Menteri Pertahanan AS Leon Panetta. Penutupan misi ini dua minggu lebih cepat dari yang dijadwalkan. Panetta sudah berada di Baghdad, Irak, dalam perjalanan yang dirahasiakan sebelumnya untuk menghadiri upacara penutupan misi militer ini.

Panetta akan menjadi tamu kehormatan dalam sebuah upacara sederhana di Baghdad. Setelah pidato para pejabat, bendera pasukan AS di Irak akan dilipat dan misi militer AS di Irak dinyatakan ditutup, setelah berlangsung delapan tahun, delapan bulan, dan 25 hari. Komandan terakhir pasukan AS di Irak, Jenderal Lloyd J Austin III kemudian akan langsung berangkat ke bandara dan terbang meninggalkan Irak bersama para pembantu terdekatnya. Setelah itu, hanya akan ada beberapa tentara AS, yang menjaga upacara tersebut, yang masih berada di Irak, dan akan segera menyusul pulang.

Perjanjian keamanan antara pemerintah AS dan Irak yang ditandatangani 2008 sebenarnya menyatakan batas waktu penarikan pasukan AS dari Irak adalah 31 Desember 2011. Namun, para komandan lapangan pasukan AS memutuskan tak ada gunanya mempertahankan pasukan di Irak sepanjang liburan Natal tahun ini, setelah negosiasi untuk mengundurkan batas waktu penarikan pasukan itu gagal.

Tanggal upacara penutupan misi militer ini sengaja dirahasiakan selama berminggu-minggu, untuk menjaga agar jangan sampai pihak pemberontak dan militan di Irak merencanakan serangan. Perang Irak, yang dilancarkan Presiden AS George W Bush pada 2003, telah merenggut nyawa 4.487 prajurit AS, lebih dari 100.000 warga Irak, dan menelan biaya lebih dari 800 miliar dollar AS (lebih dari Rp 7,3 kuadriliun) untuk membayar ongkos perang dan rekonstruksi.

Sumber : 

Perang Irak (tahun 2003–2011), yang dikenal juga dengan Okupasi Iraq, Perang Teluk II, Perang Teluk III, atau, oleh Amerika Serikat, Operasi Pembebasan Irak, dimulai dengan invasi Irak pada tahun 2003. Okupasi yang kemudian dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat mengakibatkan berlanjutnya peperangan antara para pemberontak dengan pasukan koalisi. Tentara Baru Irak lalu dibentuk untuk menggantikan tentara lama Irak setelah dibubarkan oleh koalisi, dan diharapkan tentara baru ini akan mengambil alih tugas-tugas koalisi setelah mereka pergi dar Irak. Dan di antara peperangan yang terjadi antara para pemberontak, koalisi, dan tentara baru Irak, perang saudara antar kelompok mayoritas Syi'ah dan minoritas. Sebab dan akibat terjadinya perang ini sampai kini masih kontroversial. Sumber: wikipedia



Invasi Irak 2003 dengan kode "Operasi Pembebasan Irak" secara resmi mulai pada tanggal 19 Maret 2003. Tujuan resmi yang ditetapkan Amerika Serikat adalah untuk "melucuti senjata pemusnah masal Irak, mengakhiri dukungan Saddam Hussein kepada terorisme, dan memerdekakan rakyat Irak".[3] Sebagai persiapan, pada 18 February 100.000 tentara Amerika Serikat dimobilisasikan di Kuwait.[5] Amerika Serikat menyediakan mayoritas pasukan untuk invasi ini, dengan dukungan dari pasukan koalisi yang terdiri dari lebih dari 20 negara dan suku Kurdi di utara Irak. Invasi Irak 2003 inilah yang menjadi pembuka Perang Irak. Sumber: wikipedia

Arief

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online