WELCOME TO THE BLOG ARIFUDDIN.

Sabtu, 13 Februari 2016

Kicauan Jagat Raya Bukti Gelombang Gravitasi, Apa dan Bagaimana Menemukannya?

Dua lubang hitam yang berada pada jarak 1,3 miliar tahun cahaya menjadi satu, menghasilkan gelombang gravitasi yang terdeteksi instrumen LIGO. Gelombang gravitasi itu membuktikan kebenaran teori Einstein.

arifuddinali.blogspot.com - Penemuan gelombang gravitasi membuat dunia ilmiah gegap gempita, tetapi mungkin membuat publik mengernyitkan dahi.

Sementara kalangan ilmuwan bisa menyatakan bahwa penemuan ini membuktikan kebenaran teori Albert Einstein dan membuka era fisika baru, dunia awam mungkin masih bertanya-tanya, apa sebenarnya gelombang gravitasi dan bagaimana penemuannya.

Apa itu gelombang gravitasi?

Gelombang gravitasi adalah sebuah gangguan atau riak di alam semesta yang mahaluas, bisa diibaratkan sebuah riak di kolam tenang yang terbentuk ketika kita mencelupkan dan menarik jari tangan kita di dalamnya.

Namun demikian, tak seperti riak di kolam yang terlihat jelas, riak kosmos ini begitu misterius sehingga tak seorang pun bisa melihat, mendengar, atau merasakannya dengan indera keenam sekalipun.

Meski disebut kicauan alam semesta, gelombang gravitasi juga bukan gelombang suara yang memerlukan medium untuk merambat. Gelombang itu bisa merambat dari jarak miliaran tahun cahaya dan sampai ke bumi tanpa perantara!
 

Ilustrasi alam semesta sebagai sebuah kain empat dimensi. Benda bermassa besar akan membuat kain itu berkerut. Gelombang gravitasi dihasilkan oleh perubahan kecepatan dan arah benda di dalamnya.

Gagasan adanya gelombang gravitasi tak lepas dari Teori Relativitas Umum Einstein yang dikemukakan pada tahun 1916. Dalam teorinya, Einstein menyatakan bahwa alam semesta adalah kain empat dimensi.

Gelombang gravitasi dalam teori tersebut digambarkan sebagai kerut-kerut yang muncul karena adanya benda yang melalui kain empat dimensi itu.

Gelombang gravitasi dihasilkan oleh obyek apa pun di alam semesta yang mengalami perubahan kecepatan ataupun arah. Besar gelombang bervariasi tergantung obyeknya.

Bumi sendiri bergerak mengelilingi matahari dan kecepatan serta arahnya pun bervariasi walaupun relatif konstan. Jadi, bumi juga menghasilkan gelombang gravitasi.

Dalam konteks penemuan terbaru kali ini, gelombang gravitasi dihasilkan oleh dua lubang hitam yang masing-masing berukuran 36 dan 29 kali massa matahari.

Dua lubang hitam itu telah "berpacaran" selama miliaran tahun. Mereka semakin mendekat dari masa ke masa. Artinya, kecepatan berputar satu sama lain pun terus berubah sehingga menghasilkan gelombang gravitasi.

Akhirnya beberapa waktu lalu dua lubang hitam itu kawin. Mereka bersatu menjadi lubang hitam yang luar biasa massif, berukuran 62 kali massa matahari.

Persatuan itu menghasilkan gelombang gravitasi yang luar biasa besar. Besarnya bisa disetarakan dengan selisih antara jumlah massa lubang hitam yang sebenarnya dengan massa lubang hitam baru yang terbentuk.

Dua lubang hitam bermassa 36 dan 29 kali matahari seharusnya membentuk lubang hitam bermassa 65 kali matahari. Namun, yang terbentuk ternyata 62. Sisa 3 kali massa matahari itu yang dikonversi menjadi energi gelombang gravitasi.


Astronomy Notes/National Geographic/Yunanto Wiji Utomo - Dua lubang hitam yang masing-masing bermassa 29 dan 36 kali massa matahari bersatu, menghasilkan lubang hitam besar bermassa 62 kali matahari dan gelombang gravitasi setara 3 kali massa matahari.

Bagaimana mendeteksinya?

Ada beberapa usaha untuk mendeteksi gelombang gravitasi. Temuan baru kali ini datang dari observasi dengan fasilitas Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO).

LIGO mendeteksi gelombang gravitasi berdasarkan perubahan yang diakibatkannya pada ruang dan waktu sekitarnya. Gelombang gravitasi akan meregangkan ruang dan waktu di satu sisi, tetapi memampatkan lainnya.

LIGO sebenarnya merupakan satu set fasilitas yang terpisah 4 kilometer, di Washington dan Lousiana. Keduanya dihubungkan oleh pipa vakum.

Dalam fasilitas LIGO, ada instrumen penembak laser. Laser akan terus bergerak dalam saluran vakum dari fasilitas satu ke yang lain.

Jika tak ada gelombang gravitasi, jarak yang ditempuh laser akan selalu sama sepanjang waktu. Namun, bila ada gelombang gravitasi yang datang, jarak tempuh akan berubah.

Perubahan itu yang ditangkap. IGO dilengkapi oleh detektor mahasensitif yang bisa menangkap perubahan yang sebenarnya amat kecil itu.

Bayangkan, perubahannya bukan lagi dalam ukuran milimeter, melainkan lebih kurang hanya sepersepuluh ribu dari diameter sebuah atom!


LIGO/The Guardian/Yunanto Wiji Utomo -  Ilustrasi cara kerja fasilitas LIGO.
Detektor telah dirancang sesensitif mungkin dan seselektif mungkin sehingga perubahan karena adanya truk lewat dekat fasilitas, petir, atau lainnya yang bukan gelombang gravitasi diabaikan.

LIGO dikembangkan sejak tahun 2002. Tahun 2010, fasilitas LIGO dihentikan sementara untuk perbaikan. Pada September 2015 lalu, LIGO beroperasi kembali.

Fasilitas LIGO setelah perbaikan dikenal dengan Advanced LIGO. Singkatnya, fasilitas baru itu jauh lebih sensitif dan selektif dalam menyaring kebisingan.

Advanced LIGO sebenarnya baru beroperasi pada 18 September 2015 lalu. Namun, detektor yang telah dinyalakan beberapa hari sebelumnya ternyata berhasil mendapatkan data pada 14 September 2015.

Data itulah yang kemudian dikonfirmasi sebagai petunjuk gelombang gravitasi. Marco Drago dari Max Planck Institute for Gravitational Physics adalah orang pertama yang mengetahui adanya kicauan itu.

Drago menjumpai kicauan sebagai lonjakan frekuensi gelombang, dari normalnya 35 Hertz lalu memuncak menjadi 250 Hertz dan tiba-tiba saja turun lagi.

Selain LIGO, fasilitas lain yang berusaha melacak gelombang gravitasi adalah Laser Interferometer Space Antenna (LISA). Fasilitas ini dikelola oleh Badan Antariksa Eropa (ESA).

Ada juga North American Nanohertz Observatory for Gravitational Waves atau NANOGrav. Beda dengan LISA dan LIGO, NANOGrav tidak menggunakan laser, tetapi melacak gelombang radio.



Sumber: Nature/National Geographic/Popular Science

Senin, 01 Februari 2016

Ini yang Terjadi Jika Minuman Anda Hanya Air Putih

arifuddinali.blogspot.com - Banyak ragam minuman lezat yang biasanya mendampingi berbagai hidangan makanan. Misalnya teh manis hingga minuman berkarbonasi. Minuman seperti teh atau kopi juga biasanya dinikmati sendiri saat waktu luang bersama dengan sedikit cemilan.

Akan tetapi, terlepas dari banyaknya minuman menyegarkan yang ada di sekitar kita, air putih merupakan yang paling utama. Setiap molekul sel, jaringan hingga organ dalam tubuh membutuhkan air untuk dapat terus hidup dan bekerja. Air juga secara berkelanjutan memberi manfaat bagi tubuh, dari ujung kepala hingga ujung kaki. Oleh karena itu, air putih dapat menjadi pilihan untuk melakukan terapi yang sehat.

"Hidrasi penting karena sebagian besar tubuh terdiri dari air, dan keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh sangat menentukan fungsi sistem tubuh kita, termasuk syaraf dan otot," terang profesor di bidang psikologi dan kinesiologi dari Penn State dilansir Lifehack. 

Hanya meminum air putih dan meninggalkan berbagai minuman lain dalam kehidupan sehari-hari juga ternyata membawa dampak baik bagi tubuh. Berikut ini ialah hal yang akan terjadi pada tubuh jika selama 30 hari hanya memilih air putih sebagai minuman.

1.Kesehatan Membaik

Meminum air putih dalam porsi cukup dapat membantu hati dan ginjal bekerja dengan baik. Selain itu, konsumsi air putih juga dapat menetralisir kadar pH dalam tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit batu ginjal dan penyakit lainnya. Air putih yang dikonsumsi secara rutin juga dapat membantu tubuh dalam mengatasi rasa sakit, seperti sakit kepala.

Tak hanya itu, konsumsi air putih juga dapat mengurangi risiko serangan jantung. Meminum air putih dapat mencegah terjadinya pengentalan darah serta mengurangi tekanan darah. Satu gelas air putih sebelum tidur juga dipercaya dapat mencegah penyakit, seperti serangan jantung dan stroke.

2. Kulit dan Tulang Lebih Baik

Jika air putih merupakan satu-satunya minuman yang dikonsumsi selama satu bulan, dampak baik juga dirasakan pada kulit dan tulang. Mengonsumsi air putih secara rutin akan membuat kulit menjadi lebih bersih, sehat dan terhindar dari masalah yang kompleks. Transformasi kulit yang tercatat akibat minum air putih secara rutin di antaranya ialah kulit terhidrasi, warna kulit merata, bercak merah, kantung mata hingga keriput memudar.

Air putih yang dikonsumsi secara teratur juga dapat memperkuat tulang, seperti tulang rawan. Sendi tulang pun dapat bergerak dengan lebih lancar, sehingga mengurangi tekanan pada tulang.

3. Racun Keluar Dari Tubuh

Air putih yang terus dikonsumsi selama 30 hari juga akan membantu tubuh menghilangkan racun berbahaya serta sisa pembuangan tak terpakai dalam tubuh. Hal ini membantu tubuh untuk menjadi lebih bersih serta mengurangi lemak perut.

Mengonsumsi air putih secara rutin juga akan membuat tubuh tidak ingin mengkonsumsi terlalu banyak kalori. Pasalnya, air putih yang dikonsumsi secara rutin dapat mengurangi rasa lapar secara signifikan. Dengan begitu, air putih yang rutin diminum setiap hari juga dapat membantu menurunkan berat badan.

4. Proses Penuaan Melambat

Air putih yang dikonsumsi secara rutin dapat memperlambat proses penuaan, karena kondisi kulit selalu cukup dengan air. Hal itu membuat kondisi kulit menjadi lembut, sehat dan bercahaya serta terbebas dari keriput.

Dalam satu kasus, seorang ibu berusia 42 tahun dapat terlihat lebih muda 10 tahun dalam 30 hari hanya karena meminum air putih sebagai pilihan minumannya. Awalnya ia meminum tiga liter air putih sehari untuk mengatasi sakit kepala dan sistem pencernaannya yang kurang baik. Akan tetapi, setelah satu minggu, ia tercengang karena ia mendapatkan hasil di luar dugaan. Keluhan kesehatannya membaik dan ia pun mendapatkan kulit yang segar.

5. Metabolisme Meningkat

Pilihan minuman ternyata memengaruhi seberapa cepat tubuh melakukan metabolisme. Air putih sebagai pilihan minuman, berdasarkan penelitian, ternyata mampu meningkatkan metabolisme jika dikonsumsi secara rutin. Konsumsi 16 ons air putih setelah bangun tidur di pagi hari dapat meningkatkan metabolisme hingga 24 persen. (dup.republika.co.id 010216)

Sabtu, 30 Januari 2016

Facebook Luncurkan "Live", Fitur Live Streaming

arifuddinali.blogspot.com - Facebook hadir dengan fitur terbaru bagi penggunanya yang diberi nama "Live". Fitur live streaming ini sudah dapat dinikmati pengguna facebook pada perangkat berbasis iOS.

Melihat tingginya jumlah penonton yang menyaksikan video di Facebook, Facebook akhirnya melebarkan sayap dan menghadirkan kemampuan live streaming sebagai penunjang fitur video yang sudah ada.

Eksperimen dan uji coba fitur ini sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun baru pada hari Kamis (28/1), Facebook resmi meluncurkan fitur live streaming pada aplikasi Facebook untuk iOS. Namun seperti dilansir Mashable, "Live" baru dapat dinikmati pengguna iOS di Amerika Serikat.

Vadim Lavrusik dari Facebook menyatakan bahwa fitur ini sedang dalam proses untuk perangkat Android dan diharapakan dapat dinikmati dalam waktu dekat.

Fitur "Live" terdapat dalam menu "Update Status" di sebelah ikon check-in yang digunakan untuk berbagi lokasi di Facebook.

Serupa dengan aplikasi live streaming Periscope, fitur "Live" menyediakan halaman judul dan deskripsi video sebelum mulai melakukan live streaming. Saat sudah merekam secara live, penonton juga dapat mengirimkan komen ketika live streaming sedang berlangsung, secara real-time.

Ketika selesai, pengguna memiliki pilihan untuk menyimpan video dan mengunggahnya dengan cara share video.

Sebagai tambahan, pengguna juga dapat berlangganan dengan halaman live video seseorang agar dapat menerima notfikiasi atau pemberitahuan saat orang tersebut memulai live streaming. (tabloidbintang.com - 290116)

Kamis, 21 Januari 2016

MANFAAT VIOSTIN DS sebagai NUTRISI TULANG RAWAN SENDI

arifuddinali.blogspot.com - Viostin DS merupakan nutrisi tulang rawan sendi yang berkhasiat menjaga kesehatan sendi, mencegah dan terapi sendi akibat penipisan tulang rawan sendi ( Osteoarthritis ), membantu mengatasi nyeri sendi, mengurangi peradangan sendi dan nutrisi untuk pembentukan tulang rawan sendi. Dikarenakan mengandung komponen lengkap pembentuk tulang rawan sendi  seperti di bawah ini :

  • Kombinasi Glukosamine dan Kondroitin yang memberikan efek sinergis ( saling menguatkan ) dalam merangsang pembentukan tulang rawan sendi dan mengurangi peradangan sendi.
  • Mangan ( Mn ) berfungsi membantu pembentukan komponen tulang rawan  dan pengikatan Glukosamin.
  • Selenium berfungsi mencegah kerusakan sel tulang rawan sendi.
  • Vitamin C membantu pembentukan kolagen dan jaringan.

Viostin DS dapat digunakan dalam jangka waktu panjang dan tidak mengakibatkan gangguan lambung dan tidak menyebabkan alergi.

Komposisi tiap kaplet mengandung :
  • Glukosamin       500 mg
  • Kondroitin        400 mg
  • Mangan (Mn)    0,5 mg
  • dlsbgnya.

Viostin DS biasa nya digunakan untuk terapi dan perawatan, diminum setelah makan 2 -3 x 1 kaplet perhari.
Pagi - Siang - Malam

Sabtu, 09 Januari 2016

Bahasa Daerah yang paling banyak Penuturnya

arifuddinali.blogspot.com - Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak bahasa daerah. Menurut data dari Ethnologue, Indonesia memiliki 726 bahasa yang dituturkan oleh berbagai etnis di seluruh wilayah Indonesia. Berikut ini adalah 10 bahasa daerah yang memiliki jumlah penutur terbanyak di Indonesia.

Persebaran suku bangsa dan bahasa daerah di Indonesia

1. Bahasa Jawa (84.300.000 jiwa)

Bahasa Jawa dituturkan oleh masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa bagian tengah dan timur. Namun, di pulau-pulau yang lainnya juga terdapat penutur bahasa Jawa. Bahkan di luar negeri pun juga terdapat penutur-penutur bahasa Jawa, di antaranya negara Suriname, Kaledonia Baru, Malaysia, dan Singapura. Bahasa Jawa memiliki beberapa tingkatan, seperti Ngoko, Madya, dan Krama. Menurut data sensus tahun 2000, penutur bahasa Jawa di Indonesia adalah sebanyak 84 juta jiwa lebih.
Bahasa Jawa memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek Banten, Banyumas, Blora, Brebes, Bumiayu, Cirebon, Kedu, Madiun, Malang, Pantura Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati), Pantura Jawa Timur (Tuban, Bojonegoro) Pekalongan, Semarang, Serang, Surabaya, Surakarta, Suriname, dan Tegal.
 


2. Bahasa Sunda (34.000.000 jiwa)

Bahasa Sunda dituturkan oleh masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa bagian barat. Bahasa ini tidak hanya dituturkan di daerah Jawa bagian Barat, namun juga dituturkan di berbagai pulau di Indonesia oleh warga Sunda yang migrasi ke tempat tersebut. Bahasa Sunda juga dituturkan di luar negeri terutama di daerah yang menjadi tempat migrasi warga Sunda. Menurut data sensus tahun 2000 bahasa Sunda dituturkan oleh 34 juta jiwa.
Bahasa Sunda memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek barat (Banten Selatan), dialek utara (Bogor, dan sekitarnya), dialek selatan/dialek Priangan (Bandung dan sekitarnya, dialek tengah timur (Majalengka dan sekitarnya), dialek timur laut (Kuningan dan sekitarnya), dialek tenggara (Ciamis dan sekitarnya).

3. Bahasa Madura (13.600.000 jiwa)

Bahasa Madura dituturkan oleh masyarakat Indonesia terutama di pulau Madura dan kawasan pantai utara Jawa Timur (Probolinggo dan sekitarnya). Bahasa Madura juga banyak dituturkan di Surabaya dan sekitarnya, Malang dan sekitarnya, kepulauan Masalembo, hingga Kalimantan. Bahasa Madura banyak terpengaruh oleh bahasa Jawa, Melayu, Bugis, Tionghoa, dan sebagainya. Banyak pula kata-kata dari bahasa ini yang berakar pada bahasa Melayu, bahkan sampai bahasa Minangkabau. Namun tentunya dengan pelafalan yang berbeda. Bahas Madura memiliki pelafalan yang unik, sehingga orang luar Madura akan merasa kesulitan dalam mempelajarinya. Menurut data sensus tahun 2000, penutur bahasa Madura sekitar 13 juta jiwa.
Bahasa Madura memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Kangean. Dialek yang lainnya merupakan dialek rural yang telah tercampur dengan dialek-dialek dari bahasa lainnya.

4. Bahasa Minangkabau (5.530.000 jiwa)

Bahasa Minangkabau dituturkan oleh masyarakat di provinsi Sumatera Barat, bagian barat Riau, dan Negeri Sembilan, Malaysia. Selain itu juga terdapat di berbagai daerah, karena orang Minangkabau banyak yang merantau ke luar daerahnya. Menurut sensus tahun 2007, bahasa Minangkabau dituturkan oleh sedikitnya 5 juta jiwa.
Bahasa Minangkabau memiliki banyak sekali dialek, di antaranya bahasa Minangkabau Baku (dialek Padang), Mandahiling Kuti Anyie, Padang Panjang, Pariaman, Ludai, Sungai Batang, Kurai, Kuranji, Salimpaung Batusangkar, dan Rao-Rao Batusangkar. 
 
 

5. Bahasa Musi (3.930.000 jiwa)

Bahasa Musi adalah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di sepanjang hulu dan hilir sungai Musi, Provinsi Sumatera Selatan. Bahasa Musi juga dikenal sebagai bahasa Sekayu dan bahasa Palembang. Penutur bahasa ini menurut sensus tahun 2000 adalah 3,9 juta jiwa.
Bahasa Musi memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek Pegagan, Musi Sekayu, Penukal, Kelingi, Rawas; Palembang, Palembang Lama, Meranjat, Penesak, Belide, Burai, dan Lematang Ilir.

6. Bahasa Bugis (3.500.000 jiwa)

Bahasa Bugis adalah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di Sulawesi Selatan. Selain itu, bahasa ini juga dituturkan di daerah lain di antaranya provinsi di sulawesi selain Sulawesi Selatan, Kalimantan, Maluku, Papua, Sumatera, dan juga di Sabah, Malaysia. Menurut sensus tahun1991 bahasa ini dituturkan oleh sekitar 3,5 juta jiwa.
Bahasa Bugis memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek Bone, Pangkep, Camba, Sidrap, Pasangkayu, Sinjai, Soppeng, Wajo, Barru, Sawitto, dan Luwu.
 
 
 

7. Bahasa Banjar (3.500.000 jiwa)

Bahasa Banjar adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan. Bahasa ini juga dituturkan di daerah lain seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Di luar negeri, bahasa Banjar juga dituturkan oleh suku Banjar di Malaysia. Bahasa ini banyak dipengaruhi oleh bahasa Melayu, Jawa, dan Dayak. Menurut sensus penduduk tahun 2000 penutur bahasa ini berjumlah 3,5 juta jiwa.
Bahasa ini memiliki dua dialek utama, yaitu dialek Kuala dan Hulu. Dialek Banjar Kuala dituturkan oleh penduduk Banjarmasin, Martapura, dan Pelaihari. Sedangkan dialek hulu dituturkan oleh penduduk di daerah hulu sungai.



8. Bahasa Aceh (3.500.000 jiwa)

Bahasa Aceh adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Aceh yang terdapat di pesisir, sebagian pedalaman, dan sebagian kepulauan Aceh. Bahasa ini dituturkan di Provinsi Aceh kecuali 3 kecamatan di Aceh Timur yang menggunakan bahasa Gayo, dan 1 kecamatan di Aceh Barat Daya yang menggunakan bahasa Kluet. Menurut sensus tahun 2000 penutur bahasa ini berjumlah 3,5 juta jiwa.
Bahasa aceh memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek Banda Aceh, Baruh, Bueng, Daja, Pase, Pidie (Pedir, Timu), dan Tunong.

9. Bahasa Bali (3.330.000 jiwa)

Bahasa Bali adalah bahasa yang dituturkan oleh Masyarakat di pulau Bali, Lombok bagian barat, dan sedikit ujung timur pulau Jawa. Di Lombok, bahasa Bali dituturkan terutama di sekitar kota Mataram, sedangkan di pulau Jawa dituturkan di beberapa desa di kabupaten Banyuwangi. Sebagaimana bahasa Jawa, bahasa Bali juga terdapat beberapa tingkatan, seperti Bali Kasar, Bali Madya, dan Bali Alus. Bahasa Bali berkerabat dengan bahasa Sasak, dan beberapa bahasa di pulau Sumbawa. Kemiripan dengan bahasa Jawa hanya karena pengaruh kosakata atas bahasa Jawa karena penaklukan Bali oleh kerajaan di Jawa terutama abad ke-14 oleh Gajah Mada. Secara fonologis, bahasa Bali lebih mirip bahasa Melayu daripada bahasa Jawa. Kemiripan dengan bahasa Jawa hanya pada tingkatan bahasa sehingga bahasa Bali Alus sangat mirip dengan bahasa Jawa Krama. Menurut sensus tahun 2000 bahasa Bali dituturkan oleh 3,3 juta jiwa.
Bahasa Bali memiliki berbagai macam dialek, di antaranya dialek Dataran Rendah Bali (Klungkung, Karangasem, Buleleng, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Badung), Dataran Tinggi Bali (“Bali Aga” ), dan Nusa Penida.

10. Bahasa Betawi (2.700.000 jiwa)

Bahasa Betawi adalah bahasa yang dituturkan oleh orang Betawi di daerah Jakarta. Bahasa ini merupakan anak dari bahasa Melayu. Bahasa Betawi merupakan bahasa kreol (percampuran) yang didasarkan pada bahasa Melayu Pasar ditambah unsur bahasa Sunda, Jawa, Bali, Cina Selatan (terutama Hokkian), Arab, dan Eropa (terutama Belanda dan Portugis). Tidak ada struktur baku dalam bahasa ini yang membedakan dengan bahasa Melayu, karena bahasa ini berkembang secara alami. Menurut sensus tahun 1993, penutur bahasa Betawi adalah 2,7 juta jiwa.

Itulah 10 bahasa daerah dengan penutur terbanyak di indonesia. Banyak sekali bahasa daerah yang saat ini terancam kelestariannya dikarenakan sifat kurang peduli dari penutur bahasa itu sendiri. Saat ini banyak anak yang diajari dengan bahasa Indonesia bahkan bahasa asing oleh para orang tuanya, dan tidak diajari bahasa ibu. Sehingga menjadikan mereka tidak mengerti bahasa ibu mereka. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa penting, namun bahasa Indonesia dapat dengan mudah dipelajari di sekolah-sekolah. Sedangkan bahasa daerah, tidak semua sekolah mengajarkannya. Sehingga perlu adanya kesadaran para orang tua untuk mengenalkan bahasa ibu kepada anak-anaknya.*

Sastra Klasik Bugis

Kumpulan Pepatah Bugis, Sastra Klasik Bugis

arifuddinali.blogspot.com - Anda bebas menyalin ulang teks ini untuk disebarkan dijadikan bahan pembelajaran bagi siapapun.

1. Adé’é temmakké-anak’ temmakké-épo.
Artinya: “adat tak mengenal anak, tak mengenal cucu”. Dalam menjalankan norma-norma adat tak boleh pilih kasih (tak pandang bulu). Misalnya, anak sendiri jelas-jelas melakukan pelanggaran harus dikenakan sanksi (hukuman) sesuai ketentuan adat yang berlaku.

2. Ajak mapoloi olona tauwé.
Artinya: “jangan memotong (mengambil) hak orang lain”. Memperjuangkan kehidupan adalah wajar, tetapi jangan menjadikan perjuangan itu pertarungan kekerasan, saling merampas atau menghalangi rezeki orang lain.

3. Aja’ mumatebek ada, apak iyatu adaé maéga bettawanna. Muatutuiwi lilamu, apak iya lilaé paweré-weré.

Artinya: “Jangan banyak bicara, sebab bicara itu banyak artinya. Jaga lidahmu, sebab lidah itu sering mengiris”.

4. Aju maluruémi riala paréwa bola.

Artinya: “hanyalah kayu yang lurus dijadikan ramuan rumah”. Di sini rumah sebagai perlambang dari pemimpin yang melindungi rakyat. Hanya orang yang memiliki sifat lurus (jujur) yang layak dijadikan pemimpin, agar yang bersangkutan dapat menjalankan fungsi perannya dengan baik.

5. Alai cedde’e risesena engkai mappedeceng, sampeanngi maegae risesena engkai maega makkasolang .
Artinya: “ambil yang sedikit jika yang sedikit itu mendatangkan kebaikan, dan tolak yang banyak apabila yang banyak itu mendatangkan kebinasaan”. Mengambil sesuatu dari tempatnya dan meletakkan sesuatu pada tempatnya, termasuk perbuatan mappasitinaja (kepatutan). Kewajiban yang dibaktikan memperoleh hak yang sepadan adalah suatu perlakuan yang patut. Banyak atau sedikit tidak dipersoalkan oleh kepatutan, kepantasan, dan kelayakan.

6. Balanca manemmui waramparammu, abbeneng anemmui, iakia aja’ mupalaowi moodala’mu enrenngé bagelabamu.
Artinya: “boleh engkau belanjakan harta bendamu, dan pakai untuk berbini, namun janganlah sampai kamu menghabiskan modal dan labamu”. Peringatan pada pedagang (pengusaha) agar dalam menggunakan harta tidak berlebihan sehingga kehabisan modal dan membangkrutkan

7. Dék nalabu essoé ri tenngana bitaraé.
Artinya: “tak akan tenggelam matahari di tengah langit”. Manusia tidak akan mati sebelum takdir ajalnya sampai. Oleh karena itu keraguan harus disingkirkan dalam menghadapi segala tantangan hidup.

8. Duwa laleng tempekding riola, iyanaritu lalenna passarié enrenngé lalenna paggollaé.
Artinya: “dua cara tak dapat ditiru, ialah cara penyadap enau dan cara pembuat gula merah”. Jalan yang ditempuh penyadap enau tak tentu, kadang dari pohon ke pohon lain melalui pelepah atau semak belukar, sehingga dikiaskan sebagai menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Pembuat gula merah umumnya tak menghiraukan kebersihan, lantaran nnya itu tak diketahui orang. Kedua sikap di atas tak pantas ditiru karena mempunyai itikad kurang.

9. Iapa nakullé taué mabbaina narékko naulléni magguli-lingiwi dapurenngé wékka pitu .
Artinya: “apabila seseorang ingin beristeri, harus sanggup mengelilingi dapur tujuh kali”. Di sini dapur merupakan perlambang dari masalah pokok dalam kehidupan rumah tangga. Sedangkan tujuh kali merupakan padanan terhadap jumlah hari yang juga tujuh (Senin s/d Minggu). Maksudnya, sebelum berumah tangga supaya memiliki kesanggupan memikul tanggung jawab menghidupi keluarga setiap hari.

10. Iyya nanigesara’ ada’ ‘biyasana buttaya tammattikamo balloka, tanaikatonganngamo jukuka, annyalatongi aséya.
Artinya: “Jika dirusak adat kebiasaan negeri maka tuak berhenti menitik, ikan menghilang pula, dan padi pun tidak menjadi”. Jikalau adat dilanggar berarti melanggar kehidupan manusia, yang akibatnya bukan hanya dirasakan oleh yang bersangkutan, tetapi juga oleh segenap anggota masyarakat, binatang tumbuh-tumbuhan dan alam semesta.

11. Jagaiwi balimmu siseng mualitutui ranemmu wekka seppulo nasaba rangemmu ritu biasa mancaji bali.
Artinya: “jagalah lawanmu sekali dan jagalah sekutumu sepuluh kali lipat sebab sekutu itu bisa menjadi lawan”. Terhadap lawan sikap kita sudah jelas, namun yang harus lebih diwaspadai jangan sampai ada kawan berkhianat. Sebab, dengan demikian lawan jadi bertambah, dan membuat posisi rentan karena yang bersangkutan mengetahui rahasia (kelemahan) kita.

12. Ka-antu jekkongan kammai batu nibuanga naung rilikua; na-antu lambu suka kammai bulo ammawanga ri je’néka, nuassakangi poko’na ammumbai appa’na, nuasakangi appa’na ammumbai poko’na. Artinya: “kecurangan itu sama dengan batu yang dibuang ke dalam lubuk; sedangkan kejujuran laksana bambu yang terapung di air, engkau tekan pangkalnya maka ujungnya timbul, engkau tekan ujungnya maka pangkalnya timbul”. Kecurangan mudah disembunyikan, namun kejujuran akan senantiasa tampak dan muncul ke permukaan.

14. Lebbik-i cau-caurenngé napellorenngé.

Artinya: “lebih baik yang sering kalah daripada yang pengecut”. Orang yang sering kalah, masih memiliki semangat juang meskipun lemah dalam menghadapi tantangan. Sedangkan pengecut, samasekali tak memiliki keberanian ataupun semangat untuk berusaha menghadapi tantangan.

15. Malai bukurupa ricaué, mappalimbang ri majé ripanganroé.
Artinya: “memalukan kalau dikalahkan, mematikan kalau ditaklukkan”. Dikalahkan dalam perjuangan hidup karena keadaan memaksa memang memalukan. Sedangkan takluk, sama halnya menyerahkan seluruh harga diri, dan orang yang tak memiliki harga diri sama halnya mati.

16. Mattulu’ perajo téppéttu siranrang, padapi mapééttu iya.

Artinya: “terjalin laksana tali pengikat batang bajak pada luku yang selalu bertautan, tak akan putus sebelum putus ketiganya”. Perlambang dari eratnya persahabatan. Di mana masing-masing saling mempererat, memperkuat, sehingga tidak putus jalin kelingnya. Apabila putus satu, maka semua sama-sama putus.

17. Massésa panga, temmasésa api, massésa api temmasésa botoreng.
Artinya: “bersisa pencuri tak bersisa api, bersisa api tak bersisa penjudi”. Betapa pun pintarnya pencuri tak mampu mengambil semua barang (misalnya mengambil rumah atau tanah). Seberapa besarnya kebakaran hanya mampu menghancurkan barang-barang (misalnya tanah masih utuh). Akan tetapi seorang penjudi dapat menghabiskan seluruh barang miliknya (termasuk tanah yang tak dapat dicuri dan terbakar) dalam waktu singkat.

18. Mau maéga pabbiséna nabonngo ponglopinna téa wa’ nalureng.
Artinya: “biar banyak pendayungnya, tetapi bodoh juru mudinya”. Kebahagiaan rumah tangga ditentukan oleh banyak hal, tetapi yang paling menentukan adalah kecakapan dan rasa tanggung jawab kepala rumah tangga itu sendiri.

19. Naiya riyasenngé pannawanawa, mapaccingi riatinna, sappai rinawanawanna, nalolongenngi sininna adaé enrenngé gau’ é napoléié ja’ enrenngé napoléié décéng.

Artinya: “cendekiawan (pannawanawa) ialah orang yang ikhlas, yang pikirannya selalu mencari-cari sampai dia menemukan pemecahan persoalan yang dihadapi, demikian pula perbuatan yang menjadi sumber bencana dan sumber kebajikan”.

20. Naiya tau malempuk-é manguruk manak-i tau sugi-é.

Artinya: “orang yang jujur sewarisan dengan orang kaya”. Orang jujur tidaklah sulit memperoleh kepercayaan dari orang kaya karena kejujurannya.

21. Naiya accae ripatoppoki jékko, aggati aliri, narékko téyai maredduk, mapoloi.
Artinya: “kepandaian yang disertai kecurangan ibarat tiang rumah, kalau tidak tercerabut, ia akan patah”. Di Bugis, tiang rumah dihubungkan satu dengan yang lain menggunakn pasak. Jika pasak itu bengkok sulit masuk ke dalam lubang tiang, dan patah kalau dipaksakan. Kias terhadap orang pandai tetapi tidak jujur. Ilmunya tak akan mendatangkan kebaikan (berkah), bahkan dapat membawa bencana (malapetaka).

22. Narékko maélokko tikkeng séuwa olokolok sappak-i batélana. Narékko sappakko dallék sappak-i maégana batéla tau .
Artinya: “kalau ingin menangkap seekor binatang, carilah jejaknya. Kalau mau mencari rezeki, carilah di mana banyak jejak manusia”. Pada hakikatnya, manusialah yang menjadi pengantar rezeki, sehingga di mana banyak manusia akan ditemui banyak rezeki.

23. Narékko téyako risarompéngi lipak, aja mutudang ri wiring laleng.
Artinya: “kalau kamu tak sudi terserempet sarung, jangan duduk di tepi jalan”. Duduk di tepi jalan dianggap perbuatan yang tak wajar, karena banyak orang berlalu-lalang. Mengandung nasihat agar menjauhi segala sesuatu yang berbahaya supaya selamat.


24. Narékko maélokko madécéng ri jama-jamammu, attanngakko ri batélak-é. Ajak muolai batélak sigaru-garué, tutunngi batélak makessinngé tumpukna.
Artinya: “kalau mau berhasil dalam usaha atau pekerjaanmu, amatilah jejak-jejak. Jangan mengikuti jejak yang simpang siur, tetapi ikutlah jejak yang baik urutannya” Jejak yang simpang siur adalah jejak orang yang tentu arah tujuan. Jejak yang baik urutannya adalah jejak orang yang berhasil dalam kehidupan. Sukses tidak dapat diraih dengan semangat saja, melainkan harus dibarengi adanya tujuan yang pasti dan jalan yang benar.

25. Olakku kuassukeki, olakmu muassukeki
Artinya: “takaranku kujadikan ukuran, takaranmu kamu jadikan ukuran”. Setiap orang mempunyai prinsip atau landasan berpikir sendiri-sendiri dalam memandang sesuatu. Oleh karena itu harus ada saling pengertian atau tenggang rasa supaya tak terjadi pertikaian.

26. Paddioloiwi niak madécéng ri temmakdupana iyamanenna.
Artinya: “Dahuluilah dengan niat baik sebelum melaksanakan pekerjaan”. Dengan adanya niat baik yang bersangkutan akan tertuntun ke jalan yang benar. Berniat baik saja sudah merupakan kebaikan, apalagi kalau dilaksanakan.

27. Pauno sirié, mappalétté ri pammasareng essé babuaé.
Artinya: “malu mengakibatkan maut, iba hati mengantar ke liang”. Rasa malu yang tak terkendali dapat mengundang malapateka (mengundang maut). Perasaan iba yang berlebihan juga dapat membawa kesengsaraan dan mencelakakan (menyebabkan kematian).

28. Pala uragaé, tebakké tongenngé teccau maégaé, tessiéwa situlaé.
Artinya: “berhasil tipu daya, tak akan musnah kebenaran, tak akan kalah yang banyak, tak akan berlawanan yang berpantangan”. Tipu daya mungkin berhasil untuk sementara, tetapi kebenaran tidak termusnahkan. Kebenaran akan tetap hidup bersinar terus dalam kalbu manusia karena ia datang dari sumber yang hakiki, yaitu Tuhan YME.

29. Pura babbara’ sompekku, pura tangkisi’ golikku, ulebbirenni tellenngé nato’walié.
Artinya: “layarku sudah terkembang, kemudiku sudah terpasang, lebih baik tenggelam daripada kembali”. Semangat yang mengandung makna kehati-hatian dan didasarkan atas acca, yang berarti mendahulukan pertimbangan yang waras dan matang. Pelaut Bugis tak akan berlayar sebelum tiang dan guling serta tali-temali diperiksa cermat dan teliti. Di samping juga memperhatikan waktu dan musim yang tepat untuk berlayar. Setelah segala sesuatunya meyakinkan, barulah berlayar atas dasar kata putus seperti di atas.

30. Rebba sipatokkong, mali siparappé, sirui ménré tessirui nok, malilu sipakainge, maingeppi mupaja.
Artinya: “rebah saling menegakkan, hanyut saling mendamparkan, saling menarik ke atas dan tidak saling menekan ke bawah, terlupa saling mengingatkan, nanti sadar atau tertolong barulah berhenti”. Mengandung pesan agar orang selalu berpijak dengan teguh dan berdiri kokoh dalam mengarungi kehidupan. Juga harus tolong-menolong ketika menghadapi rintangan, dan saling mengingatkan untuk menuju ke jalan yang benar. Jika semua itu dilaksanakan akan terwujud masyarakat yang aman dan sejahtera. (suryadin)


Senin, 04 Januari 2016

Ini Kebiasaan Membuat Sakit Punggung atau Pinggang

arifuddinali.blogspot.com - Keluhan sakit punggung sering kita dengan bagi orang-orang yang bekerja di perkantoran. Karena mereka bekerja dalma kondisi duduk dan bekerja dihadapan komputer atau laptop. Bahkan rekan kerja anda sering mengeluhkan sakit punggung atau pinggang. "Aduh punggung serasa kaku sekali," ujar teman anda di kantor. Bila anda pernah mendengar hal ini maka ada masalah dengan tubuh anda. Dilansir doktersehat.com bahwa terdapat banyak sekali penyebab dari masalah sakit punggung, dari kesalahan posisi tidur, kesalahan posisi duduk, atau bahkan karena kebiasaan sehari-hari yang tidak baik.

Berikut adalah beberapa kebiasaan sehari-hari yang ternyata berpotensi membuat sakit punggung.

1. Duduk Terlalu Lama

Duduk terlalu lama biasanya menjadi penyebab utama sakit punggung bagi masyarakat modern. Meskipun terlihat rileks, posisi duduk dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kekakuan dan rasa sakit, khususnya jika postur tubuh tidak dalam kondisi ideal saat duduk. Untuk menghindarinya, kita harus sering melakukan peregangan layaknya dengan berdiri atau sekadar berjalan mengambil air minum atau ke toilet.Peregangan yang bisa dilakukan setidaknya dua jam sekali ini bisa mencegah sakit punggung dengan efektif.

2. Malas Olahraga

Hampir semua penderita sakit punggung memiliki riwayat jarang berolahraga. Kebiasaan malas bergerak bisa membuat punggung menjadi terkunci dan sakit. Meskipun anda hanya berjalan kaki, hal tersebut sudah jauh lebih baik bagi kesehatan punggung anda. Perhatikan pula posisi tidur anda apakah sudah menopang punggung dengan nyaman? Jika belum, anda dapat mengubah posisi tidur agar menjadi lebih nyaman dan aman bagi punggung.Gunakan kasur yang empuk agar punggung bisa beristirahat dan tidur anda pun semakin berkualitas.


3. Sepatu Hak Tinggi atau High Heel

Kebiasaan buruk memakai sepatu high heel ternyata bisa berpengaruh langsung pada kesehatan punggung. High heel akan secara langsung mengubah postur tubuh sehingga bisa mengubah kondisi tulang punggung yang tentu saja memicu rasa sakit. Jangan gunakan high heel terlalu sering dan dalam jangka waktu yang lama. Disamping high heel, gunakan tas yang tidak terlalu berat agar punggung tidak terlalu terbebani. Jangan ragu untuk membagi tas dengan tas jinjing atau tas dorong sehingga semua beban tidak diarahkan ke punggung dan resiko mendapatkan sakit punggung bisa diminimalisir. (doktersehat.com)

Berita

Loading...