Rabu, 29 Oktober 2014

3 Jawaban Susi Pudjiastuti Terkait Gunjingan Soal Rokok Hingga Tato

arifuddinali.blogspot.com - Susi Pudjiastuti, satu dari delapan perempuan hebat yang dipilih Presiden Joko Widodo bergabung dalam Kabinet Kerja. Dukungan dan komentar miring diterima Menteri Kelautan dan Perikanan itu dengan lapang dada. Ibu 3 anak ini pantang menyerah bahkan siap membuktikan kinerjanya dengan penuh tanggung jawab, seperti aksi ini:

Perempuan kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 ini mengaku tidak berpendidikan sebagaimana mayoritas menteri Jokowi lainnya yang bertitel profesor. Meski begitu, Bos Susi Air ini mengklaim dirinya seorang yang profesional di bidang pesawat dan perikanan yang telah lama digelutinya dari nol.

Susi sedikit marah ketika kehidupan pribadinya diusik mulai dari kebiasaan merokok, bertato, hingga single parent. Komentar-komentar miring itu justru menjadi cambuk bagi Susi untuk terus bekerja keras merealisasikan janji-janjinya membawa Indonesia berjaya di bidang kelautan.

Gebrakan demi gebrakan telah dirancang Susi, antara lain menyelesaikan masalah nelayan pesisir, menyikat para pencuri ikan, ingin nelayan mengerti berpikir bisnis komersialisasi dari sektor nelayan hingga membuka akses pasar Lobster di Aceh.


Berikut 3 aksi Ibu Susi menangkis tudingan:

Tak Lulus SMA, Tapi Profesional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti‎ sebagai menteri Kelautan dan Perikanan. Ia sempat menyinggung tentang latar belakang pendidikannya.

"Saya nggak berpendidikan sedangkan kebanyakan kabinet profesor. Orang boleh berpikir, tapi kalau boleh saya mengklaim seorang profesional," kata Susi saat jumpa pers di hotel Grand Hyaat, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Minggu (26/10/2014).

Ia mengerti saat namanya diwacanakan sebagai menteri kabinet Jokowi-JK, banyak yang menyoroti rekam edukasinya yang terhenti di bangku SMA. Namun, perkembangan bisnisnya di bidang pesawat dan dunia perikanan membuatnya merasa cukup profesional di bidangnya.

"‎Saya bekerja 33 tahun dan membuktikan bahwa sebuah dedikasi yang total dan komited dan semua passion membuat perusahaan yang cantik dan need dan usefull untuk masyarakat Indonesia," sambungnya.

Dalam jumpa persnya, ia bercerita tentang perjalanan karier bisnisnya. Terlihat matanya berkaca-kaca. Ia pun sesekali mengelap air matanya dengan tisu.

Ia mengenang dirinya sebagai seorang pemimpin yang out of the box. Banyaknya penghargaan yang diterimanya dinilainya sebagai pengakuan dan penerimaan masyarakat dan dunia usaha dengan 'kegilaannya'.

"Kalau Pak Jokowi berani begitu, kenapa saya tidak?‎" ucapnya.

Susi ingin membawa Indonesia maju di laut. "Indonesia harus jaya di kelautan. karena 70 persen wilayah kita adalah laut, dan saya yakin dengan good will semua pihak bisa memajukan kelautan," terang Susi di halaman Istana, Jakarta, Minggu (26/10/2014).

Susi yang dikenal dan dicintai warga di Pangandaran, Jawa Barat ini mengaku dirinya masih akan menunggu arahan Presiden Jokowi. Namun dia sudah bertekad memajukan perikanan dan kelautan.

"Besok nunggu arahan, belum kebayang. Tapi yang jelas saya akan bekerja sebagai bakul ikan secara keseluruhan," tutup dia.

Susi memang tidak selesai menimba ilmu di SMA. Dia hanya lulusan SMP. Saat SMA kelas dua di Yogyakarta, dia berhenti.
Meski tak lulus SMA, Susi seorang pekerja keras. Dia akhirnya mampu membangun bisnis maskapai penerbangan hingga pelelangan ikan. Hingga akhirnya kini terpilih sebagai menteri kelautan dan perikanan.


Sedikit Marah, Siap Tunjukkan Tanggung Jawab 

Susi Pudjiastuti kecewa karena urusan pribadinya yang terus diusik. Padahal dia diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk bekerja sebagai menteri kelautan dan perikanan.

"Saya sedikit marah karena mengganggu konsentrasi katanya saya disuruh kerja tetapi media nakal-nakal kasih komentar yang jelek-jelek. Sedikit tidak fair," kata Susi di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Selasa (28/10/2014).

Meski disorot karena urusan pribadi, ibu tiga anak itu tidak gentar. Dia berjanji, masalah tato, rokok, bahkan hingga urusan tak lulus SMA, tak akan menghambatnya untuk bekerja.

"Saya akan menunjukan saya punya tanggung jawab itu yang saya lakukan," tegas Susi.

Isu soal Susi yang perokok, bertato dan tak lulus SMA memang beredar sepanjang dua hari terakhir di media sosial. Ada yang mengkritik, namun tak sedikit juga yang melakukan pembelaan.

Mereka yang membela berargumen, penampilan bukan segalanya dalam urusan kerja sebagai menteri. Selama Susi bisa bekerja demi rakyat, tak ada yang perlu diributkan dari masa lalunya.

Selama ini, Susi memang dikenal kerja dengan cara yang tak biasa. Dia juga merintis usaha penerbangan dan pelelangan ikannya dengan kerja keras. Dengan posisinya sebagai menteri, dia tak akan mengubah sikap dan gaya.

"Kalau saya mau berubah seperti birokrat atau ibu-ibu yang manis dan feminim saya tidak bisa," tegas Susi



Bangga Jadi Single Parent

Susi Pudjiastuti bicara blak-blakan soal dirinya dan keluarganya. Perempuan yang diamanahi Jokowi sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan ini pun tegas mengakui kalau dirinya adalah seorang single parent. Tapi catat seluruh anaknya mendapat pendidikan yang baik.

"Saya memang single parent, saya punya anak 3 dan cucu 1," papar Susi di kantornta, Selasa (28/10/2014).

Susi juga menyampaikan, dia sudah 2 kali menikah. Namun dengan kehidupan sebagai seorang single parent, ia mengaku tak masalah dan anak-anaknya tetap bersekolah.

"Saya menikah 2 kali dan sekarang single parent," imbuh dia.

"And i'm proud with my children good school dan we are the family given as a single parent. Selalu sharing sama anak, cucu dan Solihin GP (tokoh senior Jawa Barat-red)," sebutnya.

Susi pun menegaskan dia siap bekerja untuk masyarakat guna memperbaiki kondisi perikanan dan kelautan. Semangat Bu Susi, kerja kerja kerja!

Selasa, 28 Oktober 2014

6 Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK Paling Disorot Publik

arifuddinali.blogspot.com



Ada 6 menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK yang paling mencuri perhatian publik lantaran usianya hingga ketenarannya di media sosial.
Sumber: tv.liputan6.com

Catat 4 Makanan yang Bikin Pendek Umur Anda

 
arifuddinali.blogspot.com - Semua orang mungkin ingin hidup lebih lama. Tapi sayangnya, keinginan ini tidak dibarengi dengan perubahan pola hidup sehat dan memilih mengonsumsi makanan yang enak dibanding sehat.

Seperti dikutip Health, Sabtu (25/10/2014) University of Utah Health Sciences pernah meneliti kalau beberapa makanan bisa merusak komponen dalam sel Anda atau enzim telomerase. Padahal komponen ini berfungsi melindungi telomer dan mengurangi kerusakan DNA yang diyakini memberi kontribusi pada proses penuaan.

"Telomer yang lebih pendek telah dikaitkan dengan kondisi seperti kanker dan penyakit kardiovaskular. Penelitian juga menunjukkan faktor gaya hidup termasuk pola makan dapat mempercepat proses pemendekan atau penuaan," tulis peneliti.

Peneliti juga mencatat ada 4 makanan yang dianggap bisa memperpendek umur, seperti berikut:

1. Soda

Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health dan melibatkan 5,309 orang dewasa ini menemukan bahwa mengonsumsi soda berarti mempercepat proses penuaan hingga 4,6 tahun.

Laman Times mencatat, penuaan ini juga bisa disandingkan dengan mereka yang suka merokok. Penelitian juga menunjukkan bahwa minum diet soda setiap hari berisiko 67 persen lebih besar terkena diabetes tipe 2.

2. Olahan daging

Apapun bentuknya baik sosis atau bakso, semua olahan daging bisa memperpendek umur. Sebuah studi tahun 2008 yang melibatkan 840 orang dan tercatat di the American Journal of Clinical Nutrition melihat, efek telomer. Para peneliti menemukan, orang yang mengonsumsi seporsi atau daging olahan setiap minggu memiliki telomere lebih pendek daripada mereka yang tidak makan daging olahan.

3. Daging merah

Terlalu banyak mengonsumsi daging merah seperti hamburger dan steak juga dikaitkan dengan penyakit jantung dan kanker sehingga efeknya juga pada telomere. Sebuah penelitian Clinical Nutrition, memberi makan tikus dengan berbagai makanan dari daging sapi atau ayam selama empat minggu. Hasilnya, tikus yang diberikan terlalu banyak daging, telomer lebih pendek.

4. Alkohol

Seperti daging merah, alkohol juga menyebabkan penyakit kronis. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada American Association 2010 menemukan, alkohol dapat mempercepat pemendekan telomere.

"Mereka yang minum alkohol empat gelas per hari memiliki telomere yang lebih pendek," tulis peneliti.

 Sumber: health.liputan6.com - 27 Oktober 2014

Senin, 27 Oktober 2014

Foto Resmi Kabinet Kerja di Istana

arifuddinali.blogspot.com. Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat pemotretan bersama 34 menteri Kabinet Kerja yang baru dilantik di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014


Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla mengendarai mobil golf menuju lokasi pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014


Presiden Jokowi (tengah) merapikan pecinya di sebelah Wapres Jusuf Kalla (kanan), dan 34 menteri dalam sesi foto Kabinet Kerja yang baru dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, 27 Oktober 2014


Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dibantu ajudan saat persiapan pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014.


Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana Widodo, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Ibu Mufidah Kalla, saat pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014.


Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Widodo saat persiapan pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014.
Sumber : tempo.co - 27 Oktober 2014

Minggu, 26 Oktober 2014

Berikut 34 Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK


arifuddinali.blogspot.com - Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf kalla sudah mengumumkan 34 orang menterinya di halaman belakang Istana Negara, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2014) pukul 17.20 WIB. 

Dalam sambutannya, Jokowi menamakan kabinetnya sebagai Kabinet Kerja. Hampir semua calon menteri yang dipanggil mengenakan kemeja putih seperti dikenakan Jokowi-JK. Berikut nama-nama mereka.
  1. Sekretaris Negara, Pratikno
  2. Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago
  3. Menteri Kemaritiman, Indroyono Soesilo
  4. Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan
  5. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti
  6. Menteri Pariwisata, M Yahya
  7. Menteri ESDM, Sudirman Said
  8. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Tedjo Edy Purdjianto
  9. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo
  10. Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi
  11. Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu
  12. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly
  13. Menteri Komunikasi dan Informatikan, Rudiantara
  14. Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Crisnandi
  15. Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil
  16. Menteri Keuangan, Bambang Sumantri Brodjonegoro
  17. Menteri BUMN, Rini M Soemarno
  18. Menteri Koperasi dan UMKM, AA Ngurah Puspayoga
  19. Menteri Perindustrian, Saleh Husin
  20. Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel
  21. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman
  22. Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakhiri 
  23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat, Basuki Hadimuljono
  24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaja
  25. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Musyidan Baldan
  26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani
  27. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin
  28. Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek
  29. Menteri Sosial, Khofifah Indra Parawansa
  30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise
  31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan  Dasar Menengah, Anies Baswedan
  32. Menteri Ristek dan Dikti, M Nasir
  33. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nachrawi
  34. Menteri PDT dan Transmigrasi, Marwan Jafar

Kabinet Persatuan Nasional

arifuddinali.blogspot.com - Kabinet Persatuan Nasional adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Sukarnoputri. Kabinet ini dibentuk pada 26 Oktober 1999 dan masa baktinya berakhir pada 9 Agustus 2001. Kabinet ini terdiri dari sejumlah menteri koordinator, sejumlah menteri pemimpin departemen, sejumlah menteri negara, Sekretaris Negara, dan Jaksa Agung.

Susunan

Susunan kabinet awal ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 355/M Tahun 1999, tertanggal 26 Oktober 1999, tentang Pembentukan Kabinet periode tahun 1999-2004, ditandatangani oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Menteri koordinator

Jabatan

1. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (bernama Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Wiranto (sampai dengan 15 Februari 2000), - Surjadi Soedirdja (sejak 15 Februari 2000)
  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - Susilo Bambang Yudhoyono
  • Perombakan II (1 Juni 2001) - Agum Gumelar

2. Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri

  • Pembentukan (26 Oktober 1999. - Kwik Kian Gie - (sampai dengan 10 Agustus 2000)
  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - Rizal Ramli
  • Perombakan III (12 Juni 2001) - Burhanuddin Abdullah

3. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (digabungkan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Hamzah Haz (sampai dengan 26 November 1999), Basri Hasanuddin (sejak 26 November 1999

Menteri departemen

4. Menteri Dalam Negeri (bernama Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Surjadi Soedirdja

5. Menteri Luar Negeri

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Alwi Shihab

6. Menteri Pertahanan

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Juwono Sudarsono
  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - Mohammad Mahfud (sampai dengan 20 Juli 2001), Agum Gumelar (sejak 20 Juli 2001)

7. Menteri Hukum dan Perundang-undangan (bernama Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) Yusril Ihza Mahendra (sampai dengan 7 Februari 2001), Baharuddin Lopa (sejak 7 Februari 2001)
  • Perombakan II (1 Juni 2001) - Marsillam Simanjuntak (sampai dengan 20 Juli 2001) Mohammad Mahfud (sejak 20 Juli 2001)

8. Menteri Keuangan

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Bambang Sudibyo
  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - Prijadi Praptosuhardjo
  • Perombakan III (12 Juni 2001) - Rizal Ramli

9. Menteri Pertambangan dan Energi. (bernama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Susilo Bambang Yudhoyono
  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - Purnomo Yusgiantoro

10. Menteri Perindustrian dan Perdagangan

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Muhammad Jusuf Kalla (sampai dengan 26 April 2000), Luhut Binsar Panjaitan (sejak 26 April 2000)

11. Menteri Pertanian (bernama Menteri Pertanian dan Kehutanan sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999 - Mohamad Prakosa
  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - Bungaran Saragih

12. Menteri Kehutanan dan Perkebunan (bernama Menteri Muda Kehutanan (menteri negara) sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Nur Mahmudi Ismail (sampai dengan 15 Maret 2001), Marzuki Usman (sejak 15 Maret 2001)

13. Menteri Perhubungan

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Agum Gumelar
  • Perombakan II (1 Juni 2001) - Budi Mulyawan Suyitno

14. Menteri Eksplorasi Laut (bernama Menteri Kelautan dan Perikanan sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Sarwono Kusumaatmadja
  • Perombakan II (1 Juni 2001) - Rokhmin Dahuri

15. Menteri Tenaga Kerja (bernama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Bomer Pasaribu
  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - Al Hilal Hamdi

 

16. Menteri Kesehatan (bernama Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Achmad Sujudi

17. Menteri Pendidikan Nasional

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Yahya Muhaimin

18. Menteri Agama

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Muhammad Tolchah Hasan

19. Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Republik Indonesia (bernama Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Erna Witoelar

Menteri negara

20. Menteri Negara Riset dan Teknologi

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - AS Hikam

21. Menteri Negara Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah (bernama Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Zarkasih Nur

22. Menteri Negara Lingkungan Hidup

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Alexander Sonny Keraf

23. Menteri Negara Otonomi Daerah Republik Indonesia (digabungkan dengan Menteri Dalam Negeri sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Ryaas Rasyid

24. Menteri Negara Pariwisata dan Kesenian (bernama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (menteri departemen) sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Hidayat Jaelani
  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - I Gede Ardika

25. Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan Badan Usaha Milik Negara (dibubarkan pada perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Laksamana Sukardi (sampai dengan 26 April 2000), Rozi Munir (sejak 26 April 2000)


26. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga (dibubarkan pada perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Mahadi Sinambela

27. Menteri Negara Pekerjaan Umum (dibubarkan pada perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Rozik Boedioro Soetjipto

28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (merangkap Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Khofifah Indar Parawansa

29. Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia (digabungkan dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Hasballah M. Saad

30. Menteri Negara Transmigrasi dan Kependudukan (digabungkan dengan Menteri Tenaga Kerja sejak perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Al Hilal Hamdi

31. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Freddy Numberi
  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - Ryaas Rasyid (sampai dengan 3 Januari 2001)
  • Perombakan III (12 Juni 2001) - Anwar Supriyadi

32. Menteri Negara Masalah-Masalah Kemasyarakatan (dibubarkan pada perombakan I)

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Dr. Anak Agung Gde Agung

33. Menteri Muda Urusan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia

  • Perombakan I (23 Agustus 2000) - Manuel Kaisiepo

34. Menteri Muda Urusan Rekstrukturisasi Ekonomi Nasional (dibentuk pada perombakan I dan dibubarkan pada perombakan II)

  • Perombakan I (23 Agustus 2000) -Cacuk Sudarijanto


Pejabat setingkat menteri

35. Jaksa Agung

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Marzuki Darusman
  • Perombakan II (1 Juni 2001) - Baharuddin Lopa (sampai dengan 10 Juli 2001), Marsillam Simanjuntak (sejak 10 Juli 2001)

36. Panglima Tentara Nasional Indonesia

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Widodo AS

37. Sekretaris Negara

  • Pembentukan (26 Oktober 1999) - Alirahman (sampai dengan 15 Februari 2000), Bondan Gunawan (15 Februari – 29 Mei 2000), Djohan Effendi (sejak 29 Mei 2000)

Sekretaris Kabinet

Pada tanggal 4 Januari 2000, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Pengangkatan Sekretaris Kabinet sebagai Kepala Sekretariat Kabinet, diangkat Marsillam Simanjuntak sebagai Sekretaris Kabinet. Pada tanggal 5 Juli 2001, Marzuki Darusman menggantikan Marsillam yang diangkat menjadi Menteri Kehakiman dan HAM.

Perombakan

Presiden Abdurrahman Wahid melakukan pergantian susunan Kabinet Persatuan Nasional pada 23 Agustus2000 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 234/M Tahun 2000.

---wiki---

Kabinet Gotong Royong

arifuddinali.blogspot.com - Kabinet Gotong Royong adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Megawati Sukarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz. Kabinet ini dilantik pada 10 Agustus 2001 dan masa baktinya berakhir pada 21 Oktober 2004. Susunan lengkap kabinet ini adalah sebagai berikut:

Menteri koordinator

No. Jabatan Nama
1 Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono
(sampai dengan 11 Maret 2004)
Hari Sabarno
(ad-interim, sejak 12 Maret 2004)
2 Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Muhammad Jusuf Kalla
(sampai dengan 19 April 2004),
Abdul Malik Fadjar
(ad-interim, sejak 22 April 2004)
3 Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti


Menteri departemen

No. Jabatan Nama
4 Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra
5 Menteri Pertahanan H Matori Abdul Djalil
6 Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno
7 Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda
8 Menteri Kesehatan Dr. dr. Achmad Sujudi, M.P.H.
9 Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar
10 Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah
11 Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawwar
12 Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea
13 Menteri Keuangan Boediono
14 Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Mariani Soemarno Suwandi
15 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro
16 Menteri Perhubungan Agum Gumelar
17 Menteri Pertanian Bungaran Saragih
18 Menteri Kehutanan M Prakosa
19 Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Sunarno
20 Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri

Menteri negara

No. Jabatan Nama
21 Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Faisal Tamin
22 Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika
23 Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia Manuel Kaisiepo
24 Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie
25 Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Syamsul Mu'arif
26 Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Laksamana Sukardi
27 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Hatta Rajasa
28 Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Alimarwan Hanan
29 Menteri Negara Pemberdayaan Wanita Sri Redjeki Sumarjoto
30 Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim

Pejabat setingkat menteri

No. Jabatan Nama
31 Sekretaris Negara Bambang Kesowo
32 Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono
33 Jaksa Agung MA Rachman

- wiki -

Berita

Loading...

Arah Kiblat