SELAMAT DATANG DI BLOG ARIFUDDIN ALI.

Rabu, 28 Januari 2015

"KPK vs Polri: Ujungnya Sampai Dimana?"





arifuddinali.blogspot.com - "KPK vs Polri: Ujungnya Sampai Dimana?".


Sumber: video.tvonenews.tv  Video

Minggu, 25 Januari 2015

Rakyat Terkecoh, Ternyata Polri dan KPK Kompak!

arifuddinali.blogspot.com - Sesuai himbauan bapak Presiden Joko Widodo yang mengatakan “… terutama media untuk menyampaikan hal-hal yang objektif….,” Sebagai Citizen Journalism saya ingin menulis tanpa perlu banyak sumber berita yang layak kutip, berusaha seobjektif mungkin untuk melihat berita di balik berita terkait gonjang-ganjing antara institusi Polri dan KPK.

Bangsa Indonesia ini memang rentan dengan berbagai masalah yang setiap saat meletus silih berganti, dan para petinggi negeri pun tak kenal lelah untuk mengalihkan perhatian rakyat yang setiap hari dihimpit kebutuhan hidup yang terus meningkat namun tak mudah didapat itu. Mereka pun menyuguhkan DRAMA yang penuh dengan ketegangan yang mampu membuat emosi tak terkendali.

Drama besar era SBY yang sukses kemarin berjudul “Cicak vs Buaya”, mampu menyihir rakyat untuk terlibat menyimak dan menanggapinya. Dan muncullah banyak pengamat politik dengan segala analisanya, dari mulai
kelas Profesor hingga yang baru bangun dari molor. Hastag cicakbuaya pun menjadi trending topic di dunia maya.

Kesuksesan episode 1 Cicak vs Buaya rupanya ingin diulang kembali di era Jokowi, dengan para pemeran yang berbeda namanya. Pada episode 1 kedua institusi dengan skor sama, ketua KPK berhasil masuk bui, dan beberapa perwira polisi pun menghuni hotel prodeo.

Drama atau sinetron memang salah satu acara yang menarik di layar televisi, dan peristiwa demi peristiwa dalam drama bangsa ini tampaknya berinteraksi tinggi di dalam visi para pejabat tinggi, baik pusat maupun daerah. Mereka tampaknya harus memvisualkan pikiran politisnya ke dalam bentuk yang nyata. Tanpa harus memikirkan bentuk yang pas dalam hati rakyat (orang awam pada umumnya).




Kurang Kesantunan

Dalam episode Cicak vs Buaya seri 2 ini skenario awal dimulai saat KPK mengumumkan Komjen BG (Budi Gunawan) sebagai TERSANGKA dan ceritapun akan mengalir semakin seru.

Suka tidak suka, mau tidak mau, ketua KPK Abraham Samad telah melakukan hal yang TIDAK SANTUN demi MENJAGA suasana SEJUK kehidupan bangsa ini. Hingga bermunculan sejuta analisa adanya politisasi saat pengumuman status tersangka BG, padahal BG tengah diajukan presiden sebagai Cakapolri.

Kenapa Abraham Samad tidak melakukan kesantunan sebagai pejabat penting?

Apa tidak lebih sejuk, sebelum mengumumkan status BG ia menghadap presiden untuk membicarakan hal ini? Biarlah presiden yang akan mengambil keputusannya, tentunya setelah berdiskusi dengan yang lainnya. Mustahil presiden Jokowi tidak mau menerima masukan KPK soal itu.

Sementara Polri melalui tangan Bareskrim pun melakukan hal yang sama, TIDAK SANTUN dalam melakukan penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Sebagai institusi yang setara dalam “mengamankan” bangsa dan negara, kenapa tidak melakukan penangkapan DENGAN SANTUN, ke kantor KPK dan mengatakan secara baik-baik prosedurnya, bukannya sembarangan nangkap dan memperlakukannya dengan tidak hormat layaknya pesakitan saja.

Dengan demikian, Polri dan KPK melakukan cara yang sama KURANG KESANTUNAN dalam proses hukumnya.


Pertimbangan Hukum

Kalau melihat gelagat perilaku yang berkembang di antara petinggi bangsa ini, revolusi mental yang diharapkan presiden rasa-rasanya masih jauh api dari panggang, kinerja kelembagaan negara dalam mewujudkan KEBENARAN dan KEADILAN sangat rendah, justru unsur politisnya lebih kuat.

Mereka tidak mentaati aturan main yang baik, tidak sinergi, justru sering melakukan pelanggaran konstitusi demi ego sektoral lembaga negara. Sistem negara belum berjalan sesuai harapan, mentalitas elitisnya tidak bisa diharapkan untuk memulai revolusi mental, negri ini memang tengah mengalami DARURAT MENTAL di segala sektor.

Mana Tanggung Jawabmu?

Keberadaan korupsi di Indonesia telah membudaya baik secara sistemik dan endemik, ini yang memang harus DIBASMI secara bertahap, dan KPK adalah harapan rakyat untuk melakukan itu. Lalu bagaimana tanggung jawab
KPK lewat Abraham Samad ketika menuduh orang sebagai TERSANGKA, antara lain :

1. Menteri Agama Suryadharma Ali.
2. Menteri ESDM Jero Wacik.
3. Cakapolri Budi Gunawan.
4. Hadi Purnomo
5. Dan lain sebagainya.

Dimana KETETAPAN HUKUM para tersangka versi KPK itu?
Apakah kasus itu akan terus digantung tanpa kejelasan?
Mengapa KPK terkesan lambat menindaklanjuti mereka yang sudah distempel tersangka, setelah bangga menuduh seseorang sebagai tersangka dengan ALAT BUKTI yang katanya cukup bukti?

Sementara POLRI pun belum bisa mengubah raport merahnya menjadi hitam di mata rakyat, terlalu banyak berhubungan dengan masyarakat memang bak simalakama, dibutuhkan juga dibenci, itulah polisi. Lalu bagaimana cara intitusi Polri dalam menertibkan REKENING GENDUT yang sudah menjadi rahasia umum ini?

Kedua intitusi di atas memang belum bisa diharapkan tanggung jawabnya yang membuat rakyat bangga kepada mereka. Yang jelas Polri dan KPK kurang memahami dengan baik bahwa untuk mengatasi masalah tidak hanya berpegang pada pertimbangan LEGAL JUSTICE (Hukum Formal) saja, melainkan harus juga mempertimbangkan aspek MORAL JUSTICE dan SOSIAL JUSTICE.

Sama-sama Dapat B

Banyak peristiwa di segala bidang yang menghadapkan antara rakyat dan pejabat, si kaya dan si miskin, tidak dapat diatasi dengan cara yang sederhana, dengan kata-kata yang sederhana, melainkan dengan BAHASA KEKERASAN sekalipun dalam peristiwa yang ringan.

Para hamba hukum bergerak dengan visi, gerak, aksi, yang menimbulkan suasana tegang, saling mengumbar kehebatan kekerasan dan kata maki-makian yang kotor dan dangkal. Kepekaan terhadap situasi, lingkungan yang mencekam memang ditunjukkan oleh YANG KUAT untuk MENEKAN YANG LEMAH.

Polri mempunyai kekuatan yang hebat, gudang arsenal yang penuh, intelijen yang tersebar di berbagai wilayah, maka tak mau menyerah bila berhadapan dengan KPK sang Cicak itu.

Sementara KPK pun mempunyai tenaga ahli yang andal dalam menyadap, mengumpulkan data, dan rakyat selalu membelanya bila dalam tekanan instansi lain.

Keduanya bertemu kembali dalam episode 2, Cicak lawan Buaya yang pasti akan menelan korban lagi, sementara para pengamat semakin “memultisemrawuttafsirkan” kegaduhan politik itu.

KPK dan Polri akhirnya saya anggap dapat B, karena sama-sama dapat B.

- KPK mendapat Budi Gunawan
- Polri mendapat Bambang Widjojanto


Sama-sama dapat B, baik atau benar terserah Anda menilainya. Yang jelas KPK dan POLRI sama-sama KOMPAK dapat B!

Sumber: politik.kompasiana.com - 23 Januari 2015

Kisruh KPK Vs POLRI

KPK Vs Polri, Jokowi Hadapi Masalah Kompleks
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (kiri) menyimak penjelasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang sikap pemerintah terkait penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri, di teras Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/1/2015). Presiden meminta institusi Polri dan KPK untuk memastikan proses hukum kasus tersebut harus objektif dan sesuai dengan aturan UU yang berlaku
arifuddinali.blogspot.com - Pengamat Hukum dari Universitas Indonesia, Chaudry Sitompul menilai, Presiden Joko Widodo menghadapi permasalahan yang lebih kompleks dibanding era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri. Chaudry menganggap, dalam kasus KPK-Polri saat ini, terdapat kepentingan Jokowi di dalamnya.

"Dulu enggak ada kepentingan SBY, kalau sekarang kan ada kepentingan Jokowi, yaitu pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri," ujar Chaudry usai menghadiri diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2015).

Menurut Chaudry, saat ini Jokowi tersandera dalam kepentingan untuk mengangkat Budi Gunawan sebagai Kapolri. Secara politis, Jokowi juga memiliki masalah lebih besar dibanding SBY karena tidak memiliki kekuasaan politik.

Sementara SBY memiliki kekuasaan politik untuk menentukan sikap, karena selain sebagai seorang presiden, dia juga merupakan ketua umum Partai Demokrat. "SBY dulu punya kekuasaan politik di partai. Pak Jokowi tidak. Jadi lebih kompleks. Secara politis harus diperhitungkan. Permasalahan Jokowi lebih jelas," ucap Chaudry.

Sementara itu, mantan wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto mengatakan, Jokowi saat ini berada dalam posisi sulit karena dikepung oleh empat kepentingan.

Empat kepentingan itu, kata Bibit, adalah kepentingan dari pendukung dan para relawannya, yang kedua adalah kepentingan dari partai pengusung yang tergabung dalam koalisi Indonesia Hebat. Kepentingan yang ketiga adalah kepentingan dari koalisi lawan politiknya, yakni kepentingan dari Koalisi Merah Putih, dan kepentingan yang keempat adalah kepentingan dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

"Jokowi dan JK kan bisa sejalan bisa juga enggak. Harus diperhatikan. JK punya kepentingan juga. Tapi kepentingannya apa? Gak tahu," kata Bibit. (nasional.kompas.com 24012015)


Tanggapi kisruh Polri vs KPK, ini isi pidato 5 menit Jokowi

jokowi konpres kisruh KPK vs polr
Hubungan Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali memanas. Dua lembaga penegak hukum itu saling membuka aib setelah calon tunggal Kapolri pilihan Presiden Jokowi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi.

Di tengah 'perang' sengit dua institusi ini, sikap Presiden Joko Widodo paling ditunggu-tunggu. Dan siang ini, di sela rapat koordinasi bupati dan wali kota di Istana Negara, Jokowi, sapaannya, menyampaikan pandangannya.

Pandangan itu dia sampaikan usai bertemu Pimpinan KPK, Abraham Samad dan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti.

Jokowi yang mengenakan batik lengan panjang menyampaikan pidato di halaman depan Istana Bogor. Dia didampingi Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam dan Seskab.

Berikut pidato lengkap Jokowi soal kisruh Polri dan KPK yang dia sampaikan tak kurang dari 5 menit itu.

Baru saja tadi saya telah melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden, Menko Polhukam, Jaksa Agung dan beberapa menteri serta dengan Ketua KPK dan Wakapolri.

Dan saya sampaikan kepada Ketua KPK, Wakapolri, sebagai kepala negara, saya meminta kepada institusi Polri dan KPK, memastikan proses hukum yang ada harus obyektif dan sesuai Peraturan Undang-undang yang ada.

Tadi saya meminta sebagai kepala negara, agar institusi Polri dan KPK tidak terjadi gesekan dalam menjalankan tugas masing-masing.

Dua hal itu tadi yang saya sampaikan. Dan kita berharap semua juga media terutama, menyampaikan hal-hal yang obyektif. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan.

Kita berharap media menyampaikan hal-hal yang objektif. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan.

(merdeka.com 23012014)

Senin, 05 Januari 2015

Kecanggiham Pesawat Berief Be-200 Milik Rusia

Inilah Kecanggihan Pesawat Beriev Be-200 Milik Rusia untuk Cari AirAsia QZ8501


arifuddinali.blogspot.com - Tim penyelamat dari Rusia ikut bergabung dalam pencarian korban AirAsia QZ8501 yang hilang di sebelah selatan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Tim penyelamat asal Rusia tersebut mendatangkan dua pesawat, yakni Beriev Be-200 dan pesawat Ilyushin II-76. Dari pesawat itu, Beriev Be-200 cukup menyita banyak perhatian karena kecanggihannya sebagai pesawat amfibi, mampu lepas landasdan mendarat di air.


pesawat amphibi milik Rusia, BE200CS di Landasan Udara Iskandar Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1/2015).
Kecanggihan pesawat tersebut sedikit banyak juga "menggoda" pemerintah untuk membelinya. Bentuk wilayah Indonesia, yang sebagian besar berupa perairan, dinilai mendesak untuk memiliki Beriev Be-200 yang merupakan pesawat multifungsi. Lantas, seperti apa kecanggihan pesawat tersebut?

Produk perusahaan Rusia, Beriev Aircraft Company, ini dirancang untuk menjalankan beragam tugas, sebagai pemadam kebakaran, menjalani fungsi SAR, patroli keamanan laut, hingga membawa penumpang ataupun kargo. Harga per unitnya 40 juta dollar AS atau setara Rp 500 miliar.

Pesawat ini mulai diperkenalkan pada 1989, dan Pemerintah Rusia memberikan izin produksi pada 8 Desember 1990. Pada 1991, pesawat ini diperkenalkan dalam pameran dirgantara internasional, Paris Air Show.
Be-200 memiliki kapasitas angkut air hingga 12 ton (12.000 liter atau 3.170 galon) serta 72 penumpang.

Dalam catatan perjalanan tugasnya, Be-200 cukup "akrab" menangani kasus kebakaran hutan. Seperti pada 2007, Pemerintah Portugal menyewa pesawat ini untuk memadamkan api. Pesawat ini bekerja total selama 167 jam dengan membawa air dengan total mencapai 2.322 ton.

Pada tahun yang sama, pesawat ini juga disewa Pemerintah Yunani untuk menangani kebakaran hutan.

Pemerintah Indonesia pun juga pernah menggunakan jasa pesawat ini pada 2006 guna memadamkan kebakaran hutan. Mengutip Wikipedia, Pemerintah RI menyewa pesawat ini selama 45 hari dengan biaya 5,2 juta dollar AS. Pemerintah saat itu pun kepincut untuk membeli pesawat ini. Namun sampai sekarang, rencana itu belum terealisasikan.

Kecanggihan Beriev Be-200 bisa dilihat pada video berikut ini:


Sumber : bisniskeuangan.kompas.com - 4 Januari 2014

Senin, 29 Desember 2014

AirAsia yang Hilang Kontak Jatuh di Timur Belitung?

arifuddinali.blogspot.com - Pesawat AirAsia yang mengangkut 155 penumpang dengan tujuan Surabaya-Singapura kehilangan kontak, Minggu (28/12). Menurut informasi Fazli dari Basarnas dalam wawancara dengan Metro TV, pihaknya telah menerima informasi kemungkinan pesawat tersebut jatuh di Belitung Timur. Hingga kini tim Basarnas telah menuju lokasi tersebut.

Informasi tentang lokasi jatuhnya pesawat AirAsia juga beredar lewat media sosial. Informasi tersebut menyebutkan lokasi jatuhnya pesawat diperkirakan 80 sampai 100 mil sebelah timur Belitung.
Sumber:beritasatu.com 28 Desember 2014


Jumpa Pers Wapres JK Terkait Hilangnya AirAsia

Kamis, 25 Desember 2014

Khasiat Buah Kundur

arifuddinali.blogspot.com - Buah Kundur atau Baligo merupakan keluarga labu yang lebih sering dijadikan sayur daripada bahan makanan pokok. Umumnya orang Indonesia suka menjadikan manisan. Manisan ini jika dipotong-potong kecil dan dikeringkan serta diberi pewarna makanan merah, hijau, kuning dinamakan “sukade” biasanya dijadikan hiasan kue bolu ataupun kue-kue lainnya. Ditaburkan di atas kue sehingga kue berpampilan cantik dan mengundang selera. Rasanya yang netral (bahkan tanpa rasa) sangat cocok untuk campuran sop bening, setup sayuran ataupun jenis masakan lainnya. Di China dan Taiwan digunakan untuk campuran sup dan tambahan untuk hidangan masakan daging serta dijadikan minuman Winter-Melon-Tea. Di India Utara dan Pakistan dijadikan gula-gula yang disebut “petha“. Di India Selatan dijadikan bahan tambahan masakan Kari (curries). Bisa juga dijadikan campuran es buah, apalagi yang telah dijadikan manisan. Buah kundur yang telah dipanen dan belum dikupas dapat bertahan maksimal 12 bulan. Jika telah dikupas hanya dapat bertahan 1 minggu saja. Buah Kundur dilindungi dengan bedak putih, lilin berkapur. Hal ini akan menghalangi mikroorganisme dan membantu memberikan umur yang panjang dan bertahan lama. Buah Kundur (Benincasa hispida) berkhasiat untuk penawar racun dan batangnya berkhasiat sebagai obat sakit kulit. Untuk penawar racun dipakai + 20 gram buah segar Benincasa hispida, dicuci, diparut dan diperas. Hasil perasan diminum sekaligus. Buah Kundur mengandung beberapa zat kimia. Buah, kulit buah dan biji Benincasa hispida mengandung saponin, disamping itu buah dan kulit buahnya juga mengandung flavonoida dan tanin dan bijinva juga mengandung polifenol. Benincasa hispida atau kundur adalah tanaman merambat. Ditanam di daerah pertanian dengan 2 cara yaitu membiarkan merambat di tanah atau diberi penyangga agar buahnya lebih bersih penampilannya. Batangnya berkayu, lunak, berbulu, dan berwarna hijau. Memiliki daun tunggal, bulat, bertepi rata dengan ujung tumpul, pangkal daun membulat, dengan panjang 10-17 cm, lebar 9-15 cm, tangkai daun bulat dengan panjang 10-15 cm dan berwarna hijau. Berbunga tunggal dengan kelamin dua di ketiak daun, kelopak berbentuk corong, bercangap, halus dan berwarna hijau muda. Bunga memiliki 5 benang sari dengan panjang 2-3 cm berwarna putih. Kepala sari bunga berbentuk bulat berwarna hijau. Putik bunga berwarna putih dengan mahkota berwarna kuning dan berbulu halus. Buah Kundur berbentuk bulat panjang, berdaging dengan panjang 15-20 cm berwarna hijau keputih-putihan karena tepung/bedak kapur yang dihasilkan oleh tumbuhan itu sendiri. Bijinya keras berbentuk pipih berwarna putih dengan panjang 6-7 mm, lebar 5-6 mm. Berakar tunggang yang berwarna putih kotor

Buah Kundur memiliki banyak nama :
Nama ilmiah: Benincasa hispida Kundur (Melayu, Riau, Bali, Sunda), Kundo (Aceh), Gundur (Batak), Kundus (Minangkabau), Serdak (Lampung), Baligo/Beligo (Jawa), Kondur (Madura), Lela (Roti Nusa Tenggara), Komelingan (Timor), Kusmanda (Sanskerta), Dong Gua (China).
Sumber: attayaya.net

Rabu, 17 Desember 2014

Longsor di Banjarnegara

Satu Dusun Tertimbun Tanah Longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah

Hujan deras di kawasan Provinsi Jawa Tengah sejak hari Kamis lalu telah menimbulkan bencana di berbagai kawasan. Yang terparah terjadi di Kabupaten Banjarnegara, dimana satu dusun diterjang tanah longsor.
Tanah longsor menyapu dusun Jemblung, Banjarnegara, 12 Desember 2014
arifuddinali.blogspot.com - BANJARNEGARA, JAWA TENGAH — Bencana tanah longsor terjadi pada hari Jumat malam (12/12). Dusun Jemblung, di Kabupaten Banjarnegara berada di sebuah lembah kecil, dengan perbukitan di belakangnya.


Hujan yang terus turun selama dua hari menyebabkan bukit itu longsor dan menyapu dusun yang berpenduduk lebih dari 300 orang itu. Sekitar 200 orang dapat menyelamatkan diri.

Sisanya dinyatakan hilang sampai saat ini, di tengah upaya pencarian oleh tim gabungan dari TNI, Polri, Badan Sar, PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan sejumlah organisasi masyarakat di bidang kebencanaan.

Muhammad Najib, salah satu petugas di posko Kecamatan Karangkobar mengatakan kepada VOA, data korban yang masih hilang sulit ditentukan dengan pasti, karena data jumlah penduduk yang belum jelas. Namun dipastikan lebih dari 100 orang yang masih tertimbun longsoran.

“Kalau jumlahnya pastinya dari beberapa sumber belum bisa memastikan, tetapi kurang lebih yang tertimbun sekitar 100, ada 35 rumah, terdiri dari sekitar 82 kepala keluarga. Lokasinya, karena itu ada di jurang, kendaraan sulit masuk kesana. Dari jalan, lokasi longsornya sekitar 50 meter di bawah jalan utama. Jadi memang jalan desanya juga tertimbun, sehingga kendaraan tidak bisa masuk kesana,” kata Muhammad Najib.

Sampai pukul 14.00 hari Sabtu, tim gabungan yang melakukan pencarian korban telah menemukan 12 korban meninggal. Pencarian terkendala oleh cuaca dan medan berat, karena akses jalan terputus oleh longsoran tanah.

Menurut koordinator tim gabungan, Letkol Inf. Edy Rohmatullah, ada 600 personel di tim ini. Untuk membantu mencari korban, tim telah menggunakan peralatan life locator dan acoustic device untuk mendeteksi detak jantung maupun gerakan di bawah longsoran tanah.

Kepala Markas Palang Merah Indonesia, Kabupaten Banjarnegara, Edi Purwanto kepada VOA mengatakan, konsentrasi kini juga diberikan untuk penanganan korban selamat. Sekitar 40 korban luka tengah dalam perawatan dan sekitar 400 orang mengungsi di lima titik pengungsian.

“Secara umum kita melakukan pelayanan, baik untuk korban selamat maupun untuk yang cedera. Kita ada personil di lapangan tetapi juga fokus untuk membantu korban yang sekarang menjadi pengungsi,” kata Edi Purwanto.

Banjarnegara adalah Kabupaten yang memiliki kawasan pegunungan dengan resiko tanah longsor cukup tinggi. Pada hari Kamis (11/12) dan Jumat (12/12) kemarin, setidaknya terjadi tanah longsor di 25 lokasi meski dalam skala kecil.

Longsor di dusun Jemblung adalah yang terbesar. Korban dikhawatirkan jauh lebih besar dari perkiraan, karena tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga pemakai jalan lintas antarkabupaten yang melewati kawasan itu. Setidaknya, dua korban meninggal ditemuan dari sebuah mobil yang saat itu sedang melintas disana.(voaindonesia.com - 17122014)


BNPB: Longsor Banjarnegara akibat Ulah Manusia

"Tidak ada terasering pada lereng tersebut.”
Senin, 15 Desember 2014
Tim SAR gabungan beserta yang sedang mencari warga yang terkena longsor di desa Sampang, Banjarnegara, Minggu (14/12/2014).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis hasil penyelidikan terhadap kawasan longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menurut BNPB, longsor adalah salah satu bencana hidrometeorologi. Faktor dominan penyebabnya adalah antropogenik atau ulah manusia. Di kawasan Dusun Jemblung, Desa Sampang, banyak anaman di atas bukit adalah tanaman semusim (palawija) dan tahunan yang tidak rapat.

“Budidaya pertanian dengan tidak mengindahkan konservasi tanah dan air, di mana tidak ada terasering pada lereng tersebut,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Senin, 15 Desember 2014.

Terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air secara mekanis yang dibuat untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan penggalian dan pengurukan tanah melintang lereng. Tujuan pembuatan teras adalah untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan memperbesar peresapan air, sehingga kehilangan tanah berkurang.

Kecamatan Karangkobar itu, kata Sutopo, adalah satu dari 20 kecamatan di Banjarnegara yang memiliki potensi longsor pada tingkat sedang sampai tinggi. Di Dusun Jemblung, material penyusun Bukit Telagalele adalah endapan vulkanik tua sehingga solum tanah tebal dan ada pelapukan.

“Kemiringan lereng lebih 60 persen. Sebelumnya terjadi hujan deras pada 10 sampai 11 Desember 2014 sehingga tanah jenuh dengan air. Longsor berlangsung sekitar kurang dari lima menit,” ujar Sutopo.

Dari data yang dihimpun BNPB, Dusun Jemblung dihuni 308 jiwa. Sebanyak 200 orang berhasil menyelematkan diri, sedangkan 108 jiwa diperkirakan tertimbun longsor. "Hingga kini korban yang tewas mencapai 51 jiwa, dan 57 jiwa belum ditemukan," ujarnya. (nasional.news.viva.co.id)

Tinjau Lokasi Bencana, Presiden Jokowi Minta Evakuasi Korban Longsor Banjarnegara Diselesaikan

Presiden Jokowi meninjau lokasi bencana longsor di Banjarnegara, Jateng, Minggu (14/12) siang

Setelah melakukan perjalanan darat sekitar 45 menit, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Negara Iriana langsung meninjau lokasi longsor di Desa Sampang,Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/12) siang.

Sejumlah petugas terlihat memberi penjelasan kepada Presiden terkait musibah tanah longsor yang merenggut korban jiwa 20 orang lebih itu. Presiden tampak memberikan semangat kepada para relawan dan TIM SAR yang terus berjuang melakukan pencarian para korban.

Setelah beberapa menit di lokasi bencana, Presiden Jokowi menuju ke tempat penampungan pengungsi. Presiden yang ditemani oleh Ibu Negara Iriana Widodo sambil duduk lesehan tampak menyimak satu persatu keluhan, unek-unek dan cerita yang disampaikan para pengungsi.


Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana duduk lesehan mendegarkan unek-unek pengungsi korban longsor di Banjarnegara

Prioritaskan Evakuasi

Menanggapi keluhan dan unek-unek pengungsi itu, Presiden Joko Widodo meminta evakuasi korban tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, segera diselesaikan.

“Yang paling penting sekarang evakuasi dulu. Saya sudah pesan tadi, dirampungkan dulu evakuasinya, kita tidak akan bicara yang lain, konsentrasi evakuasi,” kata Presiden kepada wartawan di Banjarnegara.

Presiden melanjutkan, nanti kalau jalannya sudah didorong, sudah bisa dibuka, ekskavator masuk. Ia memperkirakan besok ekskavator masuk karena memang kondisinya seperti itu.

Saat ditanya mengenai batas waktu evakuasi, Presiden mengatakan bahwa hal itu akan dilihat berdasarkan kondisi di lapangan.

Presiden mengakui titik-titik rawan longsor di Jawa Tengah banyak sekali dan mengimbau warga waspada, terutama yang berada di daerah rawan longsor.

Saat meninjau lokasi tanah longsor, Presiden menyempatkan diri turun ke permukiman yang tertimbun tanah longsor untuk melihat lebih dekat proses evakuasi.

Bantu Pengungsi

Sementara itu Kepala Desa Sampang Purwanto mengemukakan, dalam kunjungan ke lokasi bencana longsor dan menemui para pengungsi itu, Presiden Jokowi memberikan bantuan uang untuk setiap keluarga korban tanah longsor, terutama yang rumahnya tertimpa longsoran.

Selain itu, Presiden juga memberikan bantuan uang Rp20 juta kepada Kepala Dusun Jemblung untuk memenuhi keperluan pengungsi selama beberapa hari.

Menurut Purwanto, di Dusun Jemblung ada 82 keluarga yang terdiri atas 253 orang. “Jumlah warga kami yang tertimbun sekitar 100 orang,” katanya.

Berdasarkan data sementara Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, sudah ada 32 jenazah korban yang ditemukan, tujuh di antaranya belum teridentifikasi. Sementara jumlah pengungsi secara keseluruhan mencapai 649 jiwa yang tersebar di 12 lokasi pengungsian. Para pengungsi tidak hanya berasal dari Dusun Jemblung, tetapi juga dusun lainnya yang terancam bencana tanah longsor.

Sumber: setkab.go.id - 14 Desember 2014 

(Ekslusif) Detik-Detik Longsor Banjarnegara 108 Rumah & Ratusan Korban Terpendam

Berita

Loading...

Arah Kiblat