WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Selasa, 20 Desember 2011

Bupati Sidenreng Rappang

Tokoh dibalik Kemajuan Sidenreng Rappang

 

H  Andi Sapada Mappangile (1960 – 1966)
Berawal dari A Sapada, bupati kepala daerah pertama yang sukses menahkodai Sidenreng Rappang dalam kurung waktu Enam tahun, terhitung dari tahun 1960-1966. Kendatipun dikenal berdarah biru dari cucu Raja Rappang dan Raja Sidenreng, A Sapada tetaplah berjiwa nasionalis. A Sapada malah sukses meniti karir di dunia militer dengan pangkat Letnan Satu.
A Sapada juga disebut-sebut sebagai sosok yang sukses menanam benih-benih pemba-ngunan di Sidenreng Rappang. Betapa tidak, sebagi bupati pertama di era yang serba kacau, otomatis Sapada haya bermodalkan semangat. Belum ada fasilitas apa-apa. Bolehlah disebut A Sapada bertolak dari nol. Kekacauan akibat gangguan gerombolan, masih terjadi dimana-mana. Praktis kesempatan untuk melakukan pembenahan selalu terganggu. Bahkan untuk berkantor saja, sapada harus rela menggunakan bekas gudang padi. Belum lagi kas yang masih kosong. Tapi, dalam kondisi seperti itu, sapada tetaplah maju.






H Arifin Nu’mang (1966 – 1978)
Awal bangkitnya orde baru, nahkoda Sidenreng  Rappang harus berganti. Saat itu, dipegang oleh H Arifin Nu’mang. Tepatnya mulai tahun 1966-1978. Sosok Arifin dikenal sebagai keluarga pejuang. Ayahnya bernama La Nu’mang, adalah seorang penasehat kelaska-ran Ganggawa yang menghembuskan nafas terakhirnya di ujung senapan Westerling.
Arifin kemudian dikenal sukses menyeim-bangkan roda pembangunan yang menitik beratkan pada sector pertanian. Tradisi tudang sipulung dikenal sebagai senjata Arifin dalam memajukan sector pertanian dengan keberhasilannya menerap-kan pola bertani yang menggunakan pendekatan modern. Pola itu pulalah yang berhasil menghantarkan Sidenreng Rappang pada posisi puncak produsen padi di Sulawesi Selatan dengan sebutan Lappo Ase.



H Opu Sidik (1978 – 1988)
Pasca Arifin Nu’mang, lagi-lagi Sidenreng Rappang beruntung. Sebab penggantinya juga tatkala hebatnya, H Opu Sidiq. Kader militer ini bahkan menahko-dai  Sidenreng Rappang hingga 2 periode, yakni 1978-1983. Dan 1983-1988. Opu Sidiq sangat popular hingga kalangan bawah, dia merakyat dimana-mana. Orang banyak menyebutnya sebagai bupati murah senyum.



HM  Yunus Bandu (1988 – 1993)
Masa 10 tahun menjabat bupati mengha-ruskan Opu Sidik untuk melepaskan kekua-saannya ke penggantinya, HM Yunus Bandu. Terhitung sejak tahun 1988-1993. Dia menitik beratkan pembangunan yang bersendikan kebersamaan dan disiplin tinggi, terus dipupuk sehingga masyarakat terus berpar-tisipasi tanpa merasa dipaksakan.




Drs A  Salipolo Palaloi (1993 – 1998)
Usai jabatan Yunus, nahkoda kemudian dipegang oleh birokrat, Drs H Salipolo Palaloi. Dia dipercaya menjadi Bupati Sidenreng Rappang tahun 1993-1998. Gaya kepemimpinan sipil Salipolo tetap menggunakan kebijaksanaan berkesinambu-ngan. Di era Salipolo ini pulalah penghargaan akan kesuksesan di dalam bangun daerah di sematkan Prasapya Purna Karya Nugraha.





HS Parawansa, SH (1998 – 2003)
Bersamaan runtuhnya orde baru, muncul pula pemimpin baru, kali ini dipegang oleh A Sunde Parawansa, SH. Sosok kelahiran Pangkajene tahun 1946 dan dilantik sebagai Bupati keenam pada tanggal 14 Desember 1998 ini dikenal sebagai pengawal biduk reformasi. Pamong yang  merupakan putra asli Sidenreng Rappang dipercaya menahkodai Bumi Nene’ Mallomo sejak tahun 1998-2003.



H Andi Ranggong (2003 – 2008)
Sementara otonomi daerah bergulir, pucuk kepemimpinan pun berganti. Kali ini yang memperoleh amanah adalah putra asli Sidenreng Rappang, HA Ranggong didampingi wakilnya H Musyafir Kelana. Sebelum terpilih menjadi orang nomor satu di Sidrap, Andi Ranggong telah menorehkan banyak jejak pengalaman sebagai seorang birokrat dan politisi.



H Rusdi Masse (2008 – sekarang)
Tahun 2009 lalu, adalah pase yang sangat penting dalam menjembatani era otonomi daerah (Otoda).
Di periode ini, pasangan H Rusdi Masse dan H Dollah Mando berhasil terpilih dengan suara mayoritas melalui pilkada damai.
Tahun pertama (2009) telah dilalui dengan sederet prestasi. Berbagai kebijakan yang pro rakyat terus dikembangkan. Bupati termudah di Indonesia ini gigih mewujudkan Sidrap sebagai pusat agribisnis modern dan lima terbaik dalam pembangunan manusia di Sulsel. “Sukses masyarakat, sukses pemerintah. Mari membangun  daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sidrap,”.

Arief

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online