WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Rabu, 02 November 2011

Islam, Arab, dan Arab Saudi (Saudi Arabia)

Bismillah,
Ada salah kaprah yg luar biasa dialami oleh kaum muslim, terutama jika saya lihat, kaum muslim di Indonesia. Salah kaprah yg saya maksud adalah mengidentikkan Islam dan Arab Saudi, demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain, semua yg ada dan terjadi di Arab Saudi merupakan representasi/cerminan dari Islam. Sebaliknya, jika ingin melihat Islam maka lihatlah Arab Saudi.
Memang benar, Islam (dan agama2 lain) berasal dari Jazirah Arab. Mengapa banyak para Nabi dan Rasul diturunkan di sana, sementara nyaris tidak pernah kita dengar ada Nabi dan Rasul berasal dari Cina, Jepang atau daerah lainnya di dunia? Terus terang, saya belum punya jawaban yg memuaskan, kecuali bahwa kejahiliyahan bangsa Arab sudah sedemikian besar (dan membahayakan?) sehingga ALLOH SWT perlu mengutus Nabi dan Rasul di sana. *insya ALLOH akan saya bahas di kesempatan lain*
Namun, tidak berarti Islam identik dengan Arab. Bahkan (lahir sebagai) orang Arab BUKAN JAMINAN menjadi seorang muslim yg baik! Rasululloh SAW sendiri sudah menyatakan hal ini,“Wahai manusia, sesungguhnya ayahmu satu dan sesungguhnya ayahmu satu. Ketahuilah, tidak ada keunggulan orang Arab atas non-Arab, tidak pula non-Arab atas orang Arab, serta tidak pula orang berkulit hitam atas orang yang berkulit merah. Yang membedakan adalah taqwanya.” (HR. Ahmad)
Lalu, apa hubungan Arab Saudi dengan Arab dan Islam?
Arab Saudi (di beberapa tulisan lain disebut Saudi Arabia) adalah sebuah NEGARA yang didirikan oleh Abdul Aziz bin Saud. (silakan anda merujuk ke sini utk lebih jelasnya).
‘Kebetulan’ (maaf, saya tidak menemukan kata yg lebih tepat utk menggambarkan hal ini) negara ini didirikan di Arab yg terdapat kota Mekkah dan Madinah. Walhasil banyak orang ‘terbutakan’ dan taklid buta serta menganggap Arab Saudi sebagai representasi Islam.
Padahal, jika kita perhatikan, banyak hal yg tidak Islami terjadi di Arab Saudi. Seperti yg sudah pernah saya tulis sebelumnya di sini, banyak sekali berita penyiksaan, pemerkosaan yg dilakukan oleh orang2 di Arab (Saudi) namun entah kenapa tidak ada tindakan hukum yg dikenakan pada mereka. Padahal mereka mengaku sebagai negara yg menerapkan hukum berdasar Al Qur’an dan Hadits, namun kenyataannya? NOL BESAR!
Hal yg sama pada kasus suap ataupun korupsi. Jika mau jujur dan diperhatikan dengan seksama, sebenarnya sudah cukup banyak kasus suap dan korupsi yg terjadi. Tapi apakah kita pernah dengar berita orang Arab Saudi (terutama yg berhubungan dg kerajaan) dihukum sesuai dg hukum Islam? Saya meragukan hal itu, kecuali anda bisa menunjukkan berita dan bukti yg bisa dipercaya!
Barangkali hal yg tidak kalah ‘parah’ adalah banyak para pangeran dari Arab Saudi menanamkan saham mereka di kasino2 di Amerika Serikat. Padahal sudah jelas2 dinyatakan dalam Al Qur’an dan Hadits, bahwa judi itu HARAM!
Sebenarnya masih banyak hal yg hendak saya beberkan di sini untuk menelanjangi kebobrokan dan kejahiliyahan orang Arab Saudi. Namun, saya yakin orang2 yg fanatik buta akan langsung menyerang saya dan menganggap saya melecehkan Islam, bla 3x.
Orang2 yg fanatik ini mungkin TIDAK TAHU bahwa tidak ada ayat Al Qur’an ataupun Hadits yg menyatakan orang Arab itu suci! Lha wong Abu Jahal dan Abu Lahab juga orang Arab, toh mereka jelas sekali kekafirannya serta permusuhannya terhadap Islam!
Menganggap orang2 Arab sekarang tidak berdosa karena mereka merupakan negara di mana ada Mekkah dan Madinah sama saja dengan mengejek hadits di atas!
Yang menyedihkannya, ulama2 Arab Saudi begitu didewa-dewakan dan dipuja-puja. Padahal banyak kebijakan dan fatwa para ulama di sana yg ‘disesuaikan’ (kasarnya: dipesan) dengan kebijakan kerajaan Arab Saudi. Lalu, apa bedanya dg MENJUAL AGAMA?
Intinya, orang Arab itu sama halnya seperti manusia pada umumnya. Ada yg baik, ada yg jahat. Ada koruptor, pemerkosa, pembunuh, pelaku zina di Puncak (Indonesia) dan pelaku kejahatan lainnya. Ada juga yg menyumbangkan hartanya untuk kemanusiaan, imam Masjidil Haram, penghafal Al Qur’an, dan kebajikan2 lainnya.
Jika usai membaca artikel ini anda merasa marah dan kesal, terlebih lagi jika berkomentar yg isinya menghujat atau mencaci maki saya, insya ALLOH saya yakin bahwa anda adalah salah satu orang yg terbutakan. Sebaliknya, jika anda cukup bijak, saya yakin komentar dan hati anda akan semakin tercerahkan, insya ALLOH.
Semoga bermanfaat.
Sumber:  Tausyiah 275

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online