WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Selasa, 06 Desember 2011

Abraham Samad

Abraham Samad

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ke-4
Dr. Abraham Samad, S.H., M.H., (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 27 November 1966; umur 45 tahun) adalah seorang advokat yang sekarang menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015.

1. Pendidikan

Abraham Samad meyelesaikan pendidikan Sarjana (Strata 1/S1), Magister (Strata2/S2), dan Doktoral (Strata 3/S3) di bidang hukum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Makassar[1][2]. Gelar Doktor diraihnya pada tahun 2010[3]. Tesisnya mengambil tema tentang pemberantasan korupsi, yaitu mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri dengan pengadilan khusus.[4]

2. Karier

Sejak tahun1996, Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat[3]. Kemudian, untuk menunjang profesi yang digelutinya, Abraham Samad medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC). LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan[1]. Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Abraham Samad duduk sebagai koordinator, selain ia adalah penggagas LSM tersebut.[3]

3. Seleksi Calon Pimpinan KPK

Abraham Samad sebelumnya pernah mendaftar sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)[4] dan Komisi Yudisial[1]. Namun, semua gagal hingga ia memutuskan untuk mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Seleksi capim KPK 2011 sebenarnya bukanlah hal baru bagi Abraham, karena ia sebelumnya sudah pernah mendaftar sebanyak dua kali. Pada ketiga kalinya inilah Abraham bisa melewati seleksi hingga tingkat akhir (uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR). Abraham bersama 8 calon (sebelumnya 10 calon) diajukan oleh Pansel KPK yang diketuai oleh Menkumham Patrialis Akbar dimana Abraham menempati peringkat kelima dari seluruh calon yang diajukan[1]. Abraham merupakan calon pertama yang menjalai uji kelayakan dan kepatutan yang dimulai pada tanggal 21 November 2011[2].
Pada tanggal 3 Desember 2011 melalui voting pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III asal sembilan fraksi DPR, Abraham mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara [5]

3.1. Dukungan

Abraham didukung oleh beberapa lembaga[6], diantaranya:
  • Koalisi Masyarakat Anti-Korupsi;
  • Komisi Pemantau Legislatif (Kopel);
  • Pusat Studi Demokrasi Unhas;
  • Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia-Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI-LBH) Makassar;
  • Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Makassar (YLBHM);
  • YLBHP2i;
  • Masyarakat Peduli Pelayanan Publik Sulsel.

 

3.2. Testimoni

  • “Saya harap beliau terpilih menjadi pimpinan KPK. Saya kenal dia dan track record-nya untuk antikorupsi tidak diragukan lagi.” Buhari Kahhar Mudzakkar, Ketua Komisi C DPRD Sulawesi Selatan[4]
  • “Dari segi disiplin ilmu serta track record-nya tidak diragukan lagi. Kami berharap bisa masuk di pimpinan KPK.” Akmal Pasluddin,Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan dan Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan[4]

 

4. Referensi



Foto-Fota Saat Pemilihan Pimpinan KPK priode 2011-2015



Petugas saat melakukan penghitungan suara dalam pemilihan dan penetapan calon pimpinan KPK di Komisi III, Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (2/12). Empat calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015 yang terpilih Abraham Samad (55 suara) sebagai Ketua KPK, Bambang Widjojanto (55 suara), Adnan Pandu Praja (51 suara), dan Zulkarnain (37 suara). TEMPO/Imam Sukamto 



Para anggota komisi saat melakukan penghitungan suara dalam pemilihan dan penetapan calon pimpinan KPK di Komisi III, Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (2/12). Empat calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015 yang terpilih Abraham Samad (55 suara) sebagai Ketua KPK, Bambang Widjojanto (55 suara), Adnan Pandu Praja (51 suara), dan Zulkarnain (37 suara). TEMPO/Imam Sukamto



Calon pimpinan KPK Abraham Samad, saat uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Komisi III, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 21 November 2011. TEMPO/Imam Sukamto



Dua petugas saat melakukan penghitungan suara dalam pemilihan dan penetapan calon pimpinan KPK di Komisi III, Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (2/12). Empat calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015 yang terpilih Abraham Samad (55 suara) sebagai Ketua KPK, Bambang Widjojanto (55 suara), Adnan Pandu Praja (51 suara), dan Zulkarnain (37 suara). TEMPO/Imam Sukamto



Calon pimpinan KPK Abraham Samad, saat uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Komisi III, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin, 21 November 2011. TEMPO/Imam Sukamto



Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015, Jakarta (2/12). TEMPO/Jacky Rachmansyah


Arief

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online