WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Jumat, 09 Desember 2011

Telinga berdering

Tinnitus (Telinga Berdenging)
Telinga berdenging sebenarnya bukanlah penyakit, melainkan gejala awal yang dapat menyebabkan sejumlah kondisi medis. Seperti berkurangnya atau hilangnya pendengaran karena terjadinya kerusakan pada mata, atau indikasi dari penyakit sistem sirkulasi pada tubuh. Meski tak sampai menganggu penampilan, namun bisa dipastikan menimbulkan ketidaknyamanan serta menghilangkan kosentrasi saat melakukan segala macam aktivitas.

Dalam istilah medis telinga berdenging disebut dengan tinnitus. Berasal dari bahasa latin tinnire, artinya berdenging.

Gejala

  1. Penderita mengalami gangguan seolah suara-suara tersebut ditimbulkan dari luar telinga padahal justru sebaliknya. Suara-suara tersebut berasala dari dalam telinga sendiri.
  2. Telinga terdengar berisik, seperti berdenging, berdengung, berdenyut, menderum, atau berbunyi
  3. Bunyi-bunyian yang terdengar bisa bervariasi mulai pelan sampai memekakkan telinga.
  4. Dari hari ke hari pendengaran semakin berkurang hingga akhirnya menghilang sama sekali

Penyebab

Di dalam telinga, ribuan sel-sel pendengaran yang menjaga ‘sinyal listrik’ dan rambut mikroskopik membentuk jumbai pada permukaan dari masing-masing sel-sel pendengaran. Saat kondisi normal, rambut-rambut ini bergerak seirama dengan tekanan dari gelombang suara. Pergerakan ini dipicu sel-sel untuk memutus sinyal listrik melalui jaringan syaraf dari pendengaran. Otak akan menerjemahkan sinyal ini sebagai suara.

Jika rambut-rambut ini mengalami kerusakan, mereka akan bergerak secara random pada keadaan yang konstan. Karena tidak mampu menahan ‘pengisian listrik’, pada sel-sel pendengaran terjadi kebocoran. Sinyal-sinyal listrik ke otak sebagai bunyi yang amat berisik.

Kerusakan sel-sel pendengaran di dalam telinga bisa disebabkan:
  1. Usia. Pertambahan usia secara otomatis akan mengurangi kemampuan pendengaran seseorang.
  2. Telinga mengalami trauma sehingga terjadi pengikisan kemampuan pendengaran. Itu sebabnya sangat tidak dianjurkan untuk terlalu sering mendengar suara yang terlalu keras dalam periode yang lama.
  3. Efek samping penggunaan obat tertentu dalam waktu yang lama. Seperti penggunaan aspirin, obat untuk malaria atau obat kram pada kaki, antibiotik dan obat anti radang. Biasanya bunyi-bunyian yang mengganggu tersebut akan hilang saat konsumsi obat-obatan tersebut dihentikan.
  4. Gangguan pada rahang atau terjadinya perubahan pada tulang pada telinga.
  5. Terlalu banyak minum minuman beralkohol
  6. Bergesernya tulang pada telinga bagian tengah berdampak pada pendengaran.
  7. Terjadinya trauma akibat benturan pada kepala atau leher yang berdampak pada telinga bagian dalam.
  8. Terjadinya kelebihan cairan telinga (congek) karena menderita infeksi telinga
  9. Menderita tekanan darah tinggi.
  10. Adanya tumor pada kepala atau leher.

Pencegahan
Selain harus menghindari faktor pencetusnya disarankan untuk menghindaripenyebab stres sebisa mungkin. Sebab stres dapat memperburuk dampak tinnitus.

Pengobatan
Pengobatan tinnitus tergantung pada penyebabnya. Tapi jika dikarenakan faktor usia serta kerusakan permanen dari dalam telinga, maka gangguan ini tak dapat disembuhkan. Namun jika bunyi denging diakibatkan kondisi kesehatan yang lain, dokter akan mengambil langkah untuk mengurangi gangguan tersebut.

source: http://www.conectique.com/tips_solution/health/disease/article.php?article_id=6258



Apakah yang dimaksud dengan tinitus?


Tinitus merupakan suara berdengging, mendesis berdengung atau lainnya yang terdengar pada telinga atau kepala. Suara yang terdengar begitu nyata dan serasa berasal dari dalam telinga atau kepala. Pada sebagian besar kasus, gangguan ini tidak begitu menjadi masalah, namun bila terjadinya makin sering dan berat maka akan menganggu juga. Uniknya suara yang terdengar oleh pasien, tidak akan terdengar oleh orang lain.

Tinitus bukan merupakan suatu penyakit melainkan sebuah gejala dari suatu penyakit atau kondisi tertentu. Menurut catatan ahli di bidang tinitus di Amerika (data di Indonesia belum ada), hampir 36 juta penduduk Amerika mengalami gejala ini dalam hidupnya. Hanya sebagian kecil dari jumlah itu yang memeriksakan diri ke klinik klinik kesehatan terdekat.
Apakah yang menyebabkan tinitus?

Tinitus dapat berasal dari empat bagian telinga yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah, telinga bagian dalam dan otak sebagai pusat pendengaran. Pada beberapa kasus, tinitus merupakan sesuatu yang normal alias tidak ada yang perlu di khawatirkan.

Pada keadaan normal, tubuh memang akan mengeluarkan suara suara aneh akibat dari proses yang terjadi di dalam tubuh. Kita tidak awas akan suara ini dikarenakan suara yang terdengar lebih kecil dari suara di luar tubuh. Jika pada suatu kondisi suara di luar tubuh tidak ada maka baru akan terdengar suara yang berasal dari dalam tubuh.

Penyebab lain dari tinitus adalah gangguan keseimbangan cairan dalam telinga, infeksi, atau penyakit yang menyerang tulang tulang pendengaran dan gendang telinga.

Penyebab paling sering dari tinitus abnormal adalah rusaknya ujung saraf pada telinga bagian dalam. Bertambahnya usia merupakan faktor penting dari rusaknya susunan saraf dalam telinga. Akhir akhir ini, suara yang terlampau keras atau bising juga sering menyebabkan terjadinya tinitus disamping akan menganggu fungsi pendengaran secara keseluruhan. Sayangnya, banyak diantara kita tidak terlalu ambil pusing terhadap paparan suara keras yang berasal dari suara musik, senjata api, dan lain lain.

Beberapa obat seperti aspirin dan penyakit telinga bagian tengah juga bisa menyebabkan terjadinya tinitus.

Bagaimana cara mendiagnosa tinitus?
Wawancara mengenai riwayat penyakit sebelumnya, pemeriksaan fisik dan serangkaian tes dapat membantu para dokter dalam menegakan diagnosa tinitus. Data ini akan dapat dipakai oleh dokter untuk menentukan kualitas dan kuantitas dari tinitus. Bila ternyata penyebab tinitus belum diketahui maka pasien tersebut dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pendengaran atau audiogram. Pola hilangnya fungsi pendengaran dari hasil pemeriksaan audiogram dapat dijadikan pegangan oleh dokter untuk menentukan penyebab tinitus.

Pemeriksaan lain seperti Auditory Brain Stem Response (ABR), CT Scan dan MRI masih sangat jarang dilakukan meskipun pada beberapa kasus dapat membantu menentukan penyebab tinitus. Mungkin karena pertimbangan biaya sehingga pemeriksaan ini tidak rutin dikerjakan.

Bagaimana mengobati tinitus?
Setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, dokter akan dapat menentukan penyebab dari tinitus dan melakukan pengobatan terhadap penyebab itu. Pada beberapa kasus, penyebab tinitus tidak dapat diidentifikasi sehingga tidak mampu untuk diberikan pengobatan yang pas. Keadaan ini memaksa pasien untuk mengalami tinitus sepanjang hidupnya.
Dapatkah tinitus dicegah?

Gunakanlah cotton bud yang ukuran kapasnya sesuai dengan diameter liang telinga anda. Bundelan kapas yang terlalu besar akan mendorong kotoran telinga ke bagian lebih dalam sehingga menempel pada gendang telinga. Keadaan ini akan mendorong terjadinya tinitus. Minumlah obat obatan sesuai dengan dosis yang dianjutkan oleh dokter.
Gunakan penutup telinga atau pelindung telinga bila anda terpaksa berada di lingkungan yang bising.

Dapatkah gejala tinitus dikurangi?
Berikut beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi gejala tinitus yang saat ini anda rasakan :
  • Hindari tempat tempat yang bising.
  • Kendalikan tekanan darah.
  • Hindari makanan atau minuman yang menstimuli saraf seperti kopi dan rokok.
  • Hindari stress.
  • Cobalah berhenti memikirkan tinitus yang anda derita.
  • Istirahatlah yang cukup.
  • Berolah raga teratur.
  • Hindari mengkonsumsi obat aspirin.
source: http://www.blogdokter.net/2008/07/20/tinitus-telinga-berdenging/


Arief

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online