WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Sabtu, 24 Maret 2012

Kota Makassar

Lambang Kota Makassar
Lambang

Moto: Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Ke Pantai

Kota Makassar (Makassar: kadang dieja Macassar, Mangkasar; dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujungpandang atau Ujung Pandang) adalah sebuah kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Kotamadya ini adalah kota terbesar pada 5°8′S 119°25′EKoordinat: 5°8′S 119°25′E, di pesisir barat daya pulau Sulawesi, berhadapan dengan Selat Makassar.

Makassar berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.

Kota ini tergolong salah satu kota terbesar di Indonesia dari aspek pembangunannya dan secara demografis dengan berbagai suku bangsa yang menetap di kota ini. Suku yang signifikan jumlahnya di kota Makassar adalah suku Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa. Makanan khas Makassar yang umum dijumpai seperti Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Kue Tori, Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro.

Makassar memiliki wilayah seluas 128,18 km² dan penduduk sebesar kurang lebih 1,25 juta jiwa.





Kota Makassar terletak di Indonesia
Kota Makassar
Lokasi Kota Makassar di Pulau Sulawesi
Koordinat: 5°8′S 119°25′E

 

1. Sejarah

Sejak abad ke-16, Makassar merupakan pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur dan kemudian menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan disana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota tersebut.

Masjid di Makassar (1910-1934)

Selain itu, sikap yang toleran terhadap agama berarti bahwa meskipun Islam semakin menjadi agama yang utama di wilayah tersebut, pemeluk agama Kristen dan kepercayaan lainnya masih tetap dapat berdagang di Makassar. Hal ini menyebabkan Makassar menjadi pusat yang penting bagi orang-orang Melayu yang bekerja dalam perdagangan di kepulauan Maluku dan juga menjadi markas yang penting bagi pedagang-pedagang dari Eropa dan Arab.Semua keistimewaan ini tidak terlepas dari kebijaksanaan Raja Gowa-Tallo yang memerintah saat itu (Sultan Alauddin, Raja Gowa dan Sultan Awalul Islam, Raja Tallo).

Kontrol penguasa Makassar semakin menurun seiring semakin kuatnya pengaruh Belanda di wilayah tersebut dan menguatnya politik monopoli perdagangan rempah-rempah yang diterapkan Belanda melalui VOC. Pada tahun 1669, Belanda, bersama dengan La Tenri Tatta Arung Palakka dan beberapa kerajaan sekutu Belanda Melakukan penyerangan terhadap kerajaan Islam Gowa-Tallo yang mereka anggap sebagai Batu Penghalang terbesar untuk menguasai rempah-rempah di Indonesia timur. Setelah berperang habis-habisan mempertahankan kerajaan melawan beberapa koalisi kerajaan yang dipimpin oleh belanda, akhirnya Gowa-Tallo (Makassar)terdesak dan dengan terpaksa menanda tangani perjanjian Bongaya. Makassar juga disebutkan dalam kitab Nagara Kertagama yang di tulis oleh Mpu Prapanca pada abad ke-14.

Logo Makassar

Kediaman gubernur di Makassar di tahun 1920-an

Rumah orang Belanda di Makassar di tahun 1890-an

2. Penduduk

Penduduk Makassar kebanyakan dari Suku Makassar, sisanya berasal dari suku Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Tionghoa, Jawa dan sebagainya.

 

3. Pemerintahan

Kota Makassar dibagi menjadi 14 kecamatan dan 143 kelurahan.

 

3.1. Walikota

3.1.1. Hindia-Belanda

  • J.E. Dambrink (1918-1927)
  • J.H. de Groot (1927-1931)
  • G.H.J. Beikenkamp (1931-1932)
  • F.C. van Lier (1932-1933)
  • Ch.H. ter Laag (1933-1934)
  • J. Leewis (1934-1936)
  • H.F. Brune (1936-1942)

3.1.2. Jepang

  • Yamasaki (1942-1945)

3.1.3. NICA

  • H.F. Brune (1945)
  • D.M. van Swieten (1945-1946)

3.1.4. RIS

  • J.M. Qaimuddin (1950-1951)
  • J. Mewengkang (1951)

3.1.5. RI

  • Sampara Daeng Lili (1951-1952)
  • Achmad Dara Syachruddin (1952-1957)
  • Mohammad Junus Daeng Mile (1957-1959)
  • Latif Daeng Massikki (1959-1962)
  • H. Arupala (1962-1965)
  • Kol. H. Muhammad Daeng Patompo (1962-1976)
  • Kol. Abustam (1976-1982)
  • Kol. Jancy Raib (1982-1988)
  • Kol. Suwahyo (1988-1993)
  • H.A. Malik B. Masry, SE, MSi (1994-1999)
  • Drs. H.B. Amiruddin Maula, SH, MSi (1999-2004)
  • Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, MM (2004-2008)
  • Ir. H. Andi Herry Iskandar, MSi (2008-2009)
  • Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, MM (2008-2013)
Hotel Oranje di tahun 1920-an


4. Transportasi

4.1. Laut

Litografi pelabuhan Makassar (1883-1889)

Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar Di Makassar, Soekarno-Hatta menjadi nama pelabuhan, khususnya pelabuhan untuk kapal penumpang dan terminal penumpang. Pelabuhan ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV)

Di area pelabuhan penumpang ini terdapat Masjid Babussalam. Mesjid ini diresmikan Presiden Megawati, berbarengan dengan peresmian Terminal Petikemas Makassar, pada 21 Juli 2001. Sementara di kawasan ujung utara pelabuhan, atau ujung jalan Nusantara, terdapat awal Jalan Tol Reformasi (tol lingkar Makassar) yang menghubungkan kawasan pelabuhan dengan pusat kota. Jalan tol yang hanya sepanjang 3,1 km ini dikelola oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk. Perusahaan milik Bosowa Group ini juga jadi pengelola jalan tol Bintaro-Bumi Serpong Damai (Jakarta/Tangerang)

 

4.2. Udara

Kota Makassar mempunyai sebuah bandara internasional, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin yang pada tanggal 26 September 2008 diresmikan oleh Presiden RI Jend. TNI (Purn.) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang menandakan mulai pada saat itu Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin beroperasi secara penuh dimana sebelumnya telah beroperasi tetapi hanya sebagian. Bandara Hasanuddin juga memiliki taksi khusus Bandara dengan harga yang bervariasi sesuai dengan region dari daerah yang dituju serta shuttle bus khusus yang melayani jalur dari dan ke bandara baru. Pada tahun 2009 diharapkan runway yang baru telah rampung dan bisa digunakan.[2]

 

4.3. Darat

  • Pete-pete
  • Bus
  • Taksi
  • Becak
  • Ojek
  • Busway (2012)
  • Monorail (Segera - 2014)
Makassar terkenal dengan angkutan tradisional becak. Jumlahnya sendiri mencapai 1.500 unit. Pemerintah setempat memberlakukan becak untuk pariwisata dan khusus beroperasi di sekitar kawasan wisata saja. Tarifnya tergantung kesepakatan dengan pendayung.

 

4.4. Kota Pengembangan

  • Tanjung Bunga
  • Mamminasata

 

4.5. Tujuan wisata

Pantai Losari
Makassar modern memiliki banyak tempat wisata yang digunakan untuk keperluan hiburan masyarakat Makassar maupun bagi wisatawan yang berasal dari kota maupun negara lain. Beberapa diantaranya yang paling digemari maayarakat makassar adalah :
Pantai Losari.
Pantai Losari adalah sebuah pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar. Pantai ini menjadi tempat bagi warga Makassar untuk menghabiskan waktu pada pagi, sore dan malam hari menikmati pemandangan matahari tenggelam yang sangat indah. Dahulu, pantai ini dikenal dengan pusat makanan laut dan ikan bakar di malam hari (karena para penjual dan pedagang hanya beroperasi pada malam hari), serta disebut-sebut sebagai warung terpanjang di dunia (karena warung-warung tenda berjejer di sepanjang pantai yang panjangnya kurang lebih satu kilometer). Salah satu penganan khas Makassar yang dijajak di warung-warung tenda itu adalah pisang epe (pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah. Paling enak dimakan saat masih hangat). Saat ini warung-warung tenda yang menjajakan makanan laut tersebut telah dipindahkan pada sebuah tempat di depan rumah jabatan Walikota Makassar yang juga masih berada di sekitar Pantai Losari. Pada sore hari, semua orang bisa menikmati proses atau detik-detik tenggelamnya matahari sunset.

Fort Rotterdam


Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.

Pantai Akarena
Pulau Laelae

Pulau Khayangan
Pulau Kayangan adalah sebuah pulau kecil berpasir putih seluas sekitar 1 ha dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kelurahan Bulo Gading, Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasinya berjarak ± 0,8 km dari Kota Makassar, tidak jauh dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, atau dapat ditempuh 15 menit perjalanan dengan menumpang perahu boat 36 PK yang khusus disediakan bagi para pengunjung. Pulau ini dulunya bernama Marrouw atau Meraux. Pulau Kayangan mempunyai beberapa fasilitas seperti tempat penginapan, resort/pondokan, panggung hiburan, restoran, gedung serba guna, tempat bermain bagi anak-anak, sarana olah raga, dan anjungan memancing. Di bagian lain terdapat sejumlah aquarium yang menampung beraneka ragam jenis ikan hias air laut. Daya tarik : Berenang, panorama matahari terbenam (sunset), olah raga air, musik & pertunjukan, permainan anak-anak, akuarium.

Pulau Samalona
Samalona adalah sebuah pulau kecil di Selat Makassar, tepatnya di sebelah barat daya pantai barat Sulawesi Selatan. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Posisi lebih tepatnya berada di sebelah barat kecamatan Wajo, Makassar, berjarak sekitar 2 km dan bisa dilihat dengan jelas dari kecamatan tersebut.

Benteng Sombaopu

Pantai Barombong
Pantai Barombong yang terletak di Kecamatan Tamalate, Makassar, adalah salah satu tempat yang terkenal terutama bagi penduduk Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Daya tarik pantai yang berjarak ± 12 km (40 menit) dari pusat kota ini terutama adalah pemandian alam dan olahraga air. Di akhir pekan, pantainya yang memiliki pasir hitam dikunjungi untuk berlibur. Tempat itu cocok digunakan untuk berenang, main ski air, berlayar atau hanya berbaring untuk sekedar mandi sinar matahari.

Makam Raja-Raja Tallo
Makam Sjekh Jusuf (Gowa)

Pelabuhan Paotere
Paotere adalah suatu pelabuhan perahu yang terletak di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulawesi Selatan. Pelabuhan yang berjarak ± 5 km (± 30 menit) dari pusat Kota Makassar ini merupakan salah satu pelabuhan rakyat warisan tempo doeloe yang masih bertahan dan merupakan bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka. Pelabuhan Paotere sekarang ini masih dipakai sebagai pelabuhan perahu-perahu rakyat seperti Phinisi dan Lambo dan juga menjadi pusat niaga nelayan, dimana dapat dilihat disepanjang jalan di pelabuhan berjejer toko-toko yang menjual berbagai macam jenis ikan kering, perlengkapan nelayan, serta beberapa restoran seafood.

Taman Makam Pahlawan
Trans Studio (Indoor Theme Park terbesar di dunia)

Bantimurung, (Kabupaten Maros)

Malino, (Kabupaten Gowa)
Malino adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Daerah yang terletak 90 km dari Kota Makassar ke arah selatan ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik luar biasa. Malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangan batu gamping dan pinus. Berbagai jenis tanaman tropis yang indah,tumbuh dan berkembang di kota yang dingin ini. Selain itu, Malino pun menghasilkan buah-buahan dan sayuran khas yang tumbuh di lereng gunung Bawakaraeng. Sebagian masyarakat Sulawesi Selatan masih mengkulturkan gunung itu sebagai tempat suci dan keramat.

     

    4.6. Tokoh-tokoh dari Makassar

    • Prof. Andi Abdul Muis,
      Prof. Dr. Andi Abdul Muis (Pulau Kalukuang, Kabupaten Pangkep, 4 Desember 1929–Makassar, 6 Agustus 2005) adalah seorang pakar ilmu komunikasi dan pejuang kebebasan pers Indonesia. Setelah lulus SMA pada tahun 1952, Muis masuk Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia. Karena kondisi keuangan yang tak memungkinkan, ia kembali ke Makassar dan bergabung dengan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta).
    • Prof. Ahmad Amiruddin
    • Drs. H. Muhammad Rum Nessa, SH, MH
    • Prof. Dr.H. Nasaruddin Umar, MA
    • Prof. DR. Hj. Musda Mulia, MA
    • Abdul Hadi Djamal
    • Jenderal TNI (Purn.) Andi Muhammad Jusuf Amir (lahir di Kajuara, Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1928 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 September 2004 pada umur 76 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Jenderal M. Jusuf adalah salah tokoh militer Indonesia yang sangat berpengaruh dalam sejarah kemiliteran Indonesia. Ia juga merupakan salah satu keturunan bangsawan dari suku Bugis -- hal ini dapat dilihat dengan gelar Andi pada namanya -- akan tetapi melepaskan gelar kebangsawanannya itu pada tahun 1957 dan tidak pernah menggunakannya lagi.
    • Jend. Andi Mattalata
    • Mayjend. Syamsul Mappareppa, S.ip
    • Brigjen. H. Andi Oddang
    • Letjen. Andi M. Galib
    • Andi Sose
    • Manai Sophiaan
    • Letjend Mohammad Yasin
    • Sophan Sophiaan
    • Syahrul Yasin Limpo
    • Amin Syam
    • Ilham Arief Sirajuddin
    • Supomo Guntur
    • Jacobus Kamarlo Mayong Padang
    • Christina Rantetana
    • J.S. Pongsibidang
    • Andi Lolo
    • Muh. Narsil
    • Gotfried Coenraad Ernst van Daalen
    • Drs.Aminulah Tampiodong Mokobombang
    • Remy Sylado
    • Jan Rot
    • Jan Engelbert van Bevervoorde
    • Andi Jamaro Dulung
    • Ahmad Lamo
    • Edgar Vos
    • Gerard Theo Bakker



    • Harifin A. Tumpa

     

    4.7. Perguruan tinggi

    • Universitas Pepabri Makassar
    • Universitas 45 Makassar
    • Universitas Hasanuddin
    • Universitas Atma Jaya Makassar
    • Universitas Muslim Indonesia
    • Universitas Negeri Makassar
    • Universitas Islam Negeri Alauddin
    • Universitas Islam Makassar
    • Universitas Muhammadiyah Makassar
    • Politeknik Kesehatan Makassar
    • Politeknik Negeri Makassar
    • Universitas Kristen Indonesia Paulus
    • Universitas Veteran Republik Indonesia
    • Universitas Muhammadiyah
    • Unversitas Satria Makassar
    • Universitas Pancasakti
    • Universitas Sawerigading
    • Universitas Indonesia Timur
    • Universitas Fajar Makassar
    • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea
    • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Makassar
    • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ( STIEM Bongaya ) Makassar
    • Sekolah Tinggi Informatika dan Multimedia Nusa Palapa
    • Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Komputer Dipanegara
    • Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Handayani
    • Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Nitro
    • Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar
    • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar
    • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea
    • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Dharma
    • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panakkukang
    • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Handayani
    • Akademi Keperawatan Sandi Karsa
    • Akademi Ilmu Gizi Daya Makassar

     

    4.8. Klub olahraga

    • MU (Makassar United)
    • PSM Makassar

     

    4.9. Fasilitas kota

    • Celebes Convention Centre
    • Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin
    • Lapangan Karebosi
    • Pelabuhan Soekarno-Hatta
    • Gereja Kathedral
    • Gereja GPIB Immanuel
    • Masjid Al-Markaz Al-Islami
    • Masjid Raya
    • Kelenteng Kwan Kong
    • Trans Studio

     

    4.10. Pusat perbelanjaan

    • Mal Panakkukang
    • Mal GTC (Global Trade Center)
    • Mal Ratu Indah
    • MTC Karebosi
    • Makassar Mall
    • Karebosi Link
    • Makassar Town Square
    • Trans Studio Mall
    • Panakkukang Square

     

    5. Makanan dan minuman khas

    • Coto Makassar
    • Konro
    • Pallubasa
    • Pallumara
    • Pallubutung
    • Pisang epe

     

    6. Kota kembar

    • Bendera Australia Lismore, Australia

     

    7. Referensi

    1.  "Perpres No. 6 Tahun 2011". 17 Februari 2011. Diakses pada 23 Mei 2011.
    2.  www.hasanuddin-airport.com
    • (Inggris) Reid, Anthony. 1999. Charting the shape of early modern Southeast Asia. Chiang Mai: Silkworm Books. ISBN 974-7551-06-3. hal. 100-154. (sejarah awal Makassar)

     

    8. Lihat

    • Ujungpandang - artikel tentang penggunaan nama Ujungpandang.
    • Bahasa Makassar
    • Daftar Daerah Tingkat II

     

    9. Pranala luar


    back to sulsel

    Arief

    Bebas Bayar

    bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online