WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Jumat, 30 November 2012

Polisi Tewas Dilindas Truk

Jumat, 30 November 2012
arifuddinali.blogspot.com - NUNUKAN – Bertambah lagi jumlah anggota Kepolisian Resor Nunukan yang tewas dalam kondisi tragis. Kejadiannya hanya berselang enam bulan. Tapi, berbeda dengan Didik Santoso berpangkat Briptu (Brigadir Polisi Satu) yang meregang nyawa setelah dibunuh secara sadis pada Selasa lalu (8 Mei 2012), anggota Buser (Buru Sergap) Bripka (Brigadir Kepala) Bernard tewas dilindas truk pengangkut batu, sore kemarin (29/11).

Kejadiannya sekitar pukul 18.05 Wita. Beberapa saksi mata mengatakan, truk berbodi warna merah dengan berplat polisi nomor DD 9410 N melalui tanjakan di Jl. TVRI Pasar Pagi, Kelurahan Nunukan Tengah.

Namun di tengah tanjakan mendekati alun-alun kota, truk yang diduga dikemudikan salah seorang anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nunukan berinisial FZ mogok di tengah jalan. Akibatnya, truk tersebut mundur hingga menggilas dua motor yang ada di belakangnya. Dua motor tersebut adalah Honda Beat biru berplat KT 4271 SC, dan Yamaha Mio biru KT 2828.

Nurjannah, pemilik motor Honda Beat yang berada di lokasi kejadian menuturkan, kecelakaan itu berlangsung singkat. Ia bersama dengan anaknya, Ismah (18), hendak mengambil motornya yang sedang terparkir. Namun dalam waktu yang sama, tiba-tiba truk pengangkut batu itu mundur ke kiri jalan.

“Ketika menanjak, mesin mobilnya mati. Di belakangnya ada dua motor. Motor saya dengan motor milik polisi (Bripka Bernard) yang meninggal itu. Polisi yang meninggal itu mau berbelanja ayam di pinggir jalan itu. Tapi, pada saat itu, dia enggak bisa menjauhi motornya,” kata Nurjannah kepada Radar Tarakan, kemarin (29/11).

Ismah sempat berpikir menyelamatkan motor ibunya. Tapi Ismah lolos dari maut ketika ibunya yang melihat langsung truk meluncur mundur dengan kencang, menarik anaknya untuk mengurungkan niatnya.

“Saya tarik anak saya, karena pikirnya dia, mobil masih jauh, tapi memang agak kencang dari atas. Yang tergilas pertama itu ya motor polisi itu, baru motor saya. Tapi, dia memang tepat di atas motornya. Di tangannya masih ada uang pecahan lima puluh sebanyak dua lembar, karena dia mau beli ayam di pinggir jalan itu,” beber Nurjannah lagi.

Keputusan Nurjannah menarik Ismah agar tidak menyelamatkan motornya membuat ibu dan anak remajanya itu lolos dari maut.

Mulanya saksi mata yang hendak melakukan evakuasi terhadap korban mengira korban adalah seorang perempuan. Namun ketika tubuh korban yang tergilas dalam posisi telungkup di balik, ternyata adalah seorang polisi.

“Kalau dilihat tadi, banyak sayur juga berhamburan di dekat mayat. Mungkin dia habis beli sayur, baru kemudian mau beli ayam,” ucap saksi mata.

Bripka Bernard yang mengenakan celana putih pendek dan berjaket merah tergilas truk hingga isi perut pecah. Ia pun tewas di lokasi kejadian.

“Kami sempat meminta tolong, bahkan puluhan yang mendorong mobil. Tetapi karena mobil masih memuat batu, susah dorongnya,” kata Hamzah, suami Nurjannah.

Jasad Bripka Bernard langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan. Sementara sopir truk melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

“Kami tarik dia (jasad Bripka Bernard, Red.) dalam posisi tengkurap. Sebagian tubuhnya berada di badan jalan, separuhnya lagi di atas trotoar. Bagian perut sudah bocor, isi perut keluar,” kata Indra, salah seorang saksi mata di waktu kejadian.

Sesaat setelah kejadian, ratusan masyarakat langsung berbondong-bondong ke lokasi kejadian menyaksikan evakuasi truk pengangkut batu tersebut. Hingga akhirnya Satlantas Polres Nunukan menggunakan mobil mixing untuk menarik mobil.

Saksi mata lainnya mengatakan, truk tersebut sebelumnya menabrak salah seorang pengendara di depan Kantor DPRD Nunukan menjelang salat magrib. Setelah itu, truk tersebut dibawa FZ untuk dibawa ke kantor Satlantas.

“Truk yang sama menabrak seorang pengendara di Sedadap. Korbannya diduga juga polisi. Kalau bukan Satpol PP, ya polisi lah. Korban mengalami pendarahan di bagian telinga dan hidung,” kata Exwin yang menyaksikan kecelakaan di Sedadap tersebut.

Kepala Satlantas Polres Nunukan AKP H. Untung Mulyono SH membenarkan dua kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut batu tersebut.

“Sebelum magrib tabrakan dengan motor di Jalan Ujang Dewa Sedadap. Dari sini, anggota mengamankan truk tersebut untuk dibawa ke kantor Satlantas. Di tengah perjalanan, tepatnya di Pasar Pagi Jalan TVRI, truk itu mogok dan di belakangnya ada seorang anggota polisi yang hendak mau beli, kalau bukan sate, ayam yang dia ingin beli. Di sinilah dia tertabrak juga,” kata Untung Mulyono kepada Radar Tarakan, tadi malam.

Pihak Satlantas masih menyelidiki kasus ini. Namun, Kasatlantas belum siap menyampaikan keterangan lebih jauh. “Mohon maaf ya, kami masih berduka,” kata Untung di ujung telepon.

Sumber: Radar Tarakan

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online