WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Rabu, 12 Desember 2012

Kondisi Prasarana dan Saranan Daerah Nunukan

BAB II
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 
D. KONDISI PRASARANA DAN SARANA DAERAH


Pembangunan sarana dan prasarana di Kabupaten Nunukan berjalan dengan pesat seiring dengan meningkatnya mobilitas dan aktifitas dari masyarakat itu sendiri. Sarana dan prasarana yang menjadi fasilitas dasar untuk kehidupan masyarakat meliputi prasarana jalan, listrik, air bersih dan telekomunikasi. 

1) Prasarana Jalan
Prasarana jalan merupakan satu di antara unsur penting yang memperlancar kegiatan perekonomian masyarakat. Prasarana jalan pada hakekatnya menyangkut berbagai aspek kehidupan, baik aspek sosial, ekonomi, budaya maupun ketahanan dan keamanan. Prasarana jalan di Kabupaten Nunukan sendiri mengalami perubahan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, yaitu menjadi 352,96 km atau bertambah 79,70% dari tahun sebelumnya. Pembangunan daerah akan semakin meningkat dengan menjangkau daerah pedalaman, dimana telah bertambah juga panjang jalan dengan permukaan aspal menjadi 123,36 (15,82%), permukaan kerikil menjadi 137,96 (217,51%), permukaan tanah menjadi 83,88 km (116,46%).


Tabel 23.
Perkembangan Panjang Jalan
Menurut Jenis Permukaan dan Kecamatan Tahun 2005 (Km)


Kecamatan Aspal Kerikil Tanah Lainnya Jumlah
Krayan - - - - -
Krayan Selatan - - - - -
Lumbis 3,80 - - - 3,80
Sembakung 6,80 19,31 9,00 - 35,11
Nunukan 86,66 95,75 45,04 - 227,465
Sebatik 26,10 22,89 29,84 7,75 86,585
Sebuku - - - - -
Jumlah 123,36 137,96 83,88 7,75 352,96
2004 123,36 137,96 83,88 7,75 352,96
2003 123,36 137,96 83,88 7,75 352,96
2002 106,51 43,45 38,75 7,75 196,46
2001 96,51 57,45 - 7,75 161,71


Tabel 24.
Perkembangan Panjang Jalan
Menurut Kondisi Permukaan Tahun 2005 (Km)


Kecamatan Baik Sedang Rusak Rusak Berat Jumlah
Krayan - - - - -
Krayan Selatan - - - - -
Lumbis 1,80 2,00 - - 3,80
Sembakung 4,80 6,00 19,42 - 30,22
Nunukan 86,66 29,69 105,34 1,70 223,39
Sebatik 2,00 42,88 21,13 29,55 95,55
Sebuku - - - - -
Jumlah 95,26 80,57 145,89 31,25 352,96
2004 95,26 80,57 145,89 31,25 352,96
2003 95,26 80,57 145,89 31,25 352,96
2002 76,41 51,25 39,25 29,55 196,46
2001 96,51 57,45 - 7,75 161,71

Panjang jalan berdasarkan jenis permukaannya yaitu aspal, kerikil dan tanah diproyeksikan terus meningkat mengikuti pola linier seiring pertambahan belanja barang-barang publik (pembangunan sarana prasarana wilayah).


Tabel 25.
Proyeksi Panjang Jalan di Kabupaten Nunukan
Berdasarkan Jenis Permukaan tahun 2006 – 2010


Tahun Jenis Permukaan Jalan (Km)
Aspal Kerikil Tanah
2001 96,51 57,45
2002 106,51 43,45 38,75
2003 123,36 137,96 83,88
2004 123,36 137,96 83,88
2005 123,36 137,96 83,88
2006 146,525 211,819 136,532
2007 156,265 245,423 159,097
2008 166,005 279,027 181,662
2009 175,745 312,631 204,227
2010 185,485 346,235 226,792
Jumlah 1416,55 1950,17 1,228,787


2) Sarana Transportasi
Mobilitas masyarakat pada era globalisasi sekarang ini relatif cepat baik di darat, laut maupun udara, sehingga membutuhkan sarana transportasi yang efisien dan efektif guna menunjang berbagai aktivitas sosial ekonomi. Prasarana yang tersedia di Kabupaten Nunukan hingga tahun 2005 meliputi pelabuhan laut 1 buah, bandara 8 buah (2 bandara domestik dan 6 buah bandara perintis). 

3) Transportasi Darat
Sarana/ peralatan transportasi darat di wilayah Kabupaten Nunukan sangat membantu penduduk dalam meningkatkan aksessibilitasnya terutama dalam hal peningkatan usaha ekonomi. Jenis sarana transportasi darat tahun 2005 yang menghubungkan berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan meliputi kendaraan roda empat dan roda dua sebagaimana disajikan pada tabel dibawah ini.

Tabel 26.
Jenis dan Jumlah Sarana Transpotasi Darat
Tahun 2002 – 2005


Jenis 2002 2003 2004 2005
Bus/minibus 375 384 503 548
Sedan 12 20 21 19
Pick Up 39 101 120 120
Truk 47 158 227 227
Sepeda Motor 1754 1915 1987 1.537


4) Tranportasi Laut
Sarana transportasi laut masih menjadi primadona bagi segenap lapisan masyarakat Nunukan untuk melakukan mobilitas ke wilayah lain. Hanya terdapat 1 pelabuhan laut (pelabuhan Tunon Taka) yang terdapat di wilayah ini dan memiliki kapasitas untuk dilabuhi oleh kapal penumpang nasional (kapal PELNI), maupun jenis kapal penumpang lain seperti long boat, dll. Pelabuhan ini berfungsi sebagai tempat arus bongkar muat penumpang dan barang yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Selama tahun 2005, jumlah kapal dalam negeri yang berlabuh di kabupaten Nunukan sebanyak 201 unit dengan jumlah bongkar barang 76.613 ton/m3 dan muat barang sebesar 161.115 ton/m3. Arus muat lebih besar dibandingkan arus bongkar yang mengindikasikan banyaknya barang yang didistribusikan dari Nunukan ke wilayah lain. Sedangkan jumlah kapal luar negeri yang bertambat sebanyak 2.420 unit dengan jumlah bongkar barang 39.861 ton/m3 dan muat barang 5.146 ton/m3. 


5) Transporatsi Udara
Sarana transportasi udara merupakan alternatif transportasi bagi masyarakat Nunukan yang ingin melakukan mobilitas ke wilayah lain baik di dalam maupun luar Nunukan. Namun demikian, berbagai kendala dihadapi oleh masyarakat dalam mengakses sarana jenis ini antara lain; a) harga tiket pesawat yang relatif mahal, b) frekuensi penerbangan maskapai yang relatif kecil/jarang dan selalu memperhatikan kondisi cuaca ketika akan melakukan aktifitas penerbangan, sehingga terdapat ketidakpastian dalam hal regulitas jadwal penerbangan, c) kondisi geografis wilayah Nunukan yang relatif menyulitkan aktifitas penerbangan, d) hanya terdapat 2 (dua) maskapai penerbangan, sehingga berlaku duopoli perdagangan.
Selama tahun 2005, tercatat 927 penerbangan di bandara Nunukan dengan jumlah penumpang 19.050 orang berangkat dan 15.825 orang yang datang, masing-masing terjadi peningkatan 49,26% dan 54,48% dari tahun sebelumnya. Jumlah barang yang dimuat 65.629 kg (menurun 11,95% dari tahun sebelumnya) dan jumlah barang yang di bongkar 48.919 kg (meningkat 39,58% dari tahun sebelumnnya).



6) Sarana Energi Listrik

Kebutuhan listrik penduduk Kabupaten Nunukan dilayani oleh Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah VI Cabang Berau. Jumlah produksi listrik pada tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 15,64% (25.556 MWH). Tenaga listrik yang terjual juga mengalami peningkatan sebesar 13,01% (26.129 MWH).

Tabel 27.
Jumlah Tenaga Listrik yang Diproduksi, Terpasang, Terjual,
Dipakai Sendiri dan Susut (MWH)


Uraian 2002 2003 2004 2005 Per tumbu han
Diproduksi (MWH) 18.904 22.025 25.556 29.553 15.64
Terpasang (KW) 7,908 8,549 10,947 14,798 35.18
Terjual (MWH) 16.394 19.348 23103 26129 13.1
Dipakai Sendiri (MWH) 0,301 0,245 0.123 0.159 29.27
Susut (MWH) 2.209 2.43 2.021 2.389 18.21



Tabel 28.
Banyaknya Tenaga Listrik yang Terjual Menurut jenis Pelanggan

Jenis Pelanggan 2002 2003 2004 2005 Per tumbu han
Rumah Tangga 10.3 12.15 13.953 14.966 7.26
Usaha 4.418 5.204 5.71 7.789 36.41
Industri 587 667 837 786 -6.09
Sosial 169 213 358 396 10.61
Publik/ Umum 920 1.103 2.246 2.457 9.39
Jumlah 16.394 19.337 23.103 26.394 14.24



Tabel 29.
Jumlah Pelanggan Listrik Tahun 2005

Kategori 2003 2004 2005 Per tumbu han
Rumah Tangga 4.975 5.744 6.952 21.03
Usaha 729 841 1.018 -99.88
Industri 5 6 7 16.67
Sosial 93 108 130 20.37
Publik/ Umum 97 112 136 21.43
Jumlah 5.899 6.811 8.243 21.02


7) Sarana Air Bersih
Pemenuhan air bersih di Kabupaten Nunukan dilayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang beroperasi di Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Sebatik. Produksi air bersih dari kedua PDAM pada tahun 2005 berbeda, PDAM di Kecamatan Nunukan mengalami peningkatan sebesar 43,7% (dari 724.869,4 m3 menjadi 835.003,5 m3), sedangkan PDAM di Kecamatan Sebatik mengalami penurunan sebanyak 22,85% (sebesar 71.438,0 m3 dari 92.599,2 m3).

Jumlah pelanggan air minum di Kecamatan Sebatik mengalami perubahan dari tahun sebelumnya menjadi 204 pelanggan, dimana pelanggan rumah tangga dan pemerintah masih mendominasi sebesar 73,5% dari total jumlah. Pelanggan hotel, toko dan industri mengalami penurunan drastis sebesar 93,5% dari tahun sebelumnnya, sedangkan pelanggan badan sosial, rumah sakit, sarana ibadah dan sarana sosial lainnya relatif konstan.

Tabel 30.
Perkembangan Jumlah Produksi Air Bersih
PDAM Nunukan dan PDAM Sebatik.

PDAM Produksi (m3)
2004 2005
Nunukan 724.869,4 835.003,5
Sebatik  92.599,2 71.438,0



8) Sarana Telekominikasi
Telekomunikasi di ibukota kabupaten telah terpasang Sentral Telepon Otomatis untuk melayani kebutuhan dasar telekomunikasi, bisnis dan aktifitas lainnya. Selain itu juga, dapat dilakukan komunikasi dengan jaringan komunikasi selular (Telkomsel, Satelindo, Pro XL). Untuk wilayah pedesaan, kedua jenis jaringan telekomunikasi tersebut sebagian ada yang sudah operasional dan sebagian lainnya sedang dalam taraf persiapan. 
---RPJPD Kabupaten Nunukan 2005-2025---



 
Arief

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online