WELCOME TO ARIFUDDIN ALI BLOGSPOT.COM

Sabtu, 03 Desember 2011

Profil kecamatan Sebatik

1. KEADAAN WILAYAH
Kecamatan Sebatik sejak Tahun 2006 terbagi menjadi 2 kecamatan, masing-masing Kecamatan Sebatik dan Kecamatan Sebatik Barat. Saat ini jumlah penduduk di Kecamatan Sebatik telah mencapai 20.522 jiwa. Terletak di Pulau Sebatik, Kecamatan Sebatik juga membagi wilayah pulaunya dengan Sabah- Malaysia di sebelah utara, dengan Laut Sulawesi di sebelah selatan, di sebelah barat dengan Kecamatan Sebatik Barat, di sebelah timur dengan Laut Sulawesi. Kecamatan Sebatik memiliki luas daerah yaitu 104,42 km2.


2. PEMERINTAHAN
Desa-desa yang berada di Kecamatan Sebatik 4 desa Swasembada serta Desa Tanjung Karang sebagai ibukota kecamatan. Ke empat desa itu terletak di pesisir/tepi laut. Desa-desa yang berada di Kecamatan Sebatik adalah : 
1 Pancang
2 Sungai Nyamuk
3 Tanjung Aru
4 Tanjung Karang
Dari data yang diperoleh, tercatat jumlah aparatur kecamatan berdasar tingkat pendidikan. 19 orang merupakan lulusan SMA dan sederajat, 3 orang lulusan Akademi (DI, DII, DIII), dan 7 orang lulusan S1.

3. PENDUDUK DAN KETENAGAKERJAAN
Jumlah penduduk dan kepadatan penduduk suatu daerah dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam menghitung penyebaran penduduk. Jumlah penduduk per desa kecamatan Sebatik dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

1 Pancang   5.545 jiwa  -  1.319 KK
2 Sungai Nyamuk  7.085 jiwa - 1.912 KK
3 Tanjung Aru  4.584 jiwa -  1.005 KK
4 Tanjung Karang 3.308 jiwa -  724 KK

4. PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
Kelengkapan fasilitas, sarana dan prasarana di suatu daerah dapat menunjang perkembangan suatu daerah. Fasilitas seperti pasokan listrik terutama untuk penerangan jalan utama kecamatan sedang diusahakan oleh pemerintah. Bahan bakar yang digunakan untuk memasak, mereka menggunakan Gas/LPG, Minyak Tanah, dan juga ada sebagian masyarakat yang masih menggunakan kayu bakar.

Fasilitas lain guna mendukung kebersihan lingkungan seperti membuang sampah juga tersedia. Sebagian besar masyarakat membuangnya di tempat sampah yang kemudian akan diangkut oleh petugas kebersihan. Fasilitas seperti tempat buang air besar belum sepenuhnya tersedia untuk masing-masing rumah tangga, jadi sebagian besar mereka masih menggunakan jamban bersama dengan rumah tangga yang lain.

5. PENDIDIKAN DAN KESEHATAN
Suatu pembangunan dikatakan berhasil, juga dilihat dari keberhasilan pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya. Pendidikan dan kesehatan merupakan hal yang juga turut mendukung pembangunan tersebut. Pendidikan sebagai satu kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat dalam rangka pengembangan suatu daerah tidak dapat diwujudkan jika tidak didukung dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai dan memenuhi standar. Antara lain dengan trsedianya 1 unit TK negeri dan 4 unit TK swasta, SD Negeri 9 unit dan SD swasta 5 unit, SLTPN 4 unit dan SLTP swasta 1 unit sedangkan SMAN 1 unit dan SMA swasta 2 unit. Walaupun demikian, dibutuhkan kerja keras yang terus menerus dilakukan agar apa yang diharapkan dapat terwujud.

Kesehatan menjadi faktor pendukung bagi perkembangan suatu masyarakat. Kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi satu nilai yang berarti bagi masyarakat. Mudah dalam prosedurnya, murah dalam segi ekonomi, kepuasan dalam pelayanan, menjadi satu hal yang dibutuhkan setiap masyarakat.

Gambar  Salah satu PUSTU di Kecamatan Sebatik

Sarana Kesehatan
• Posyandu 25 Unit
• Puskesmas Induk 1 Unit
• Puskesmas Pembantu 3 Unit
• Puskesmas Keliling 1 Unit
• Klinik/Praktek Dokter 4 Unit
• Bidan 3 Unit

6. SOSIAL BUDAYA
Keberagaman juga mewarnai kecamatan ini. Tercatat ada 3 agama yang dianut sebagian besar masyarakat. Di antaranya Kristen, khatolik, dan juga islam. Mayoritas masyarakat di kecamatan ini memeluk agama Islam. Dengan jumlah sarana ibadah tercatat masjid 33 buah, dan gereja 1 buah.

Catatan; data tahun 2008

Terkait;

  1. Kecamatan Nunukan

  2. Kecamatan Sebatik
  3. Kecamatan Sembakung
  4. Kecamatan Lumbis
  5. Kecamatan Krayan

 back to Nunukan

Arief

Arah Kiblat