SELAMAT DATANG DI BLOG ARIFUDDIN ALI.

Jumat, 27 April 2012

Haji Wada

ISI
  1. Madinah
  2. Zul Hulaifah
  3. Rauha
  4. Utsayah
  5. Arj
  6. Abwa
  7. Usfan
  8. Saraf
  9. Zi Tuwa
  10. Mekah
  11. Mina-Tarawiah
  12. Arafah
  13. Muzdalifah
  14. Mina-Kurban
  15. Masjidilharam
  16. Mina
  17. Madinah

1. Madinah
Sabtu 26-11-10 A.H. 22-2-632 M.
1. ( Rasulullah saw. tinggal di Madinah selama 10 tahun, setiap tahun menyembelih kurban, tidak melaksanakan ibadah haji kecuali pada bulan Zulkaidah tahun 10 H. beliau memutuskan untuk melaksanakannya. Maka diumumkan kepada kaum muslimin hingga didengar oleh mereka yang tinggal di sekitar Madinah. Manusia berbondong-bondong menuju Madinah dengan mengendarai binatang tunggangannya dan ada pula yang berjalan kaki. Dalam perjalanan mereka berkumpul mengelilingi Rasulullah saw. dari segala arah, belakang, depan, samping kiri dan kanan. Jumlah mereka tak terhitung, sejauh pandangan mata. Masing-masing ingin mengikuti Rasulullah saw. dan melaksanakan apa yang beliau lakukan.)

2. Ketika Rasulullah saw. hendak keluar dari Madinah, beliau mengangkat Abu Dujanah, Sammaak bin Kharsah As Sa`idi ra. (dalam riwayat lain Suba` bin Arfathah ra.) untuk bertanggungjawab atas Madinah.
3. Rasulullah saw. salat Zuhur di Madinah empat raka`at kemudian berpidato di depan jamaah dan mengajarkan kepada mereka tentang ibadah haji.
4. Rasulullah saw. memanggil untanya dan menggoreskan tanda di bagian punuk sebelah kanan sampai mengalir darah, lalu mengalungkan perhiasan di lehernya. Penandaan serupa beliau lakukan terhadap binatang kurban lainnya, hal ini diikuti oleh yang lain. Kemudian beliau menyerahkan untanya itu untuk dinaiki Najiah bin Jundub Al Aslami ra.
5. Rasulullah saw. mandi kemudian memakai wangi-wangian dan memakai dua potong kain ihram kemudian berdoa,
اللهم اجعله حجا مبرورا، لا رياء فيه، ولا سمعة
Artinya " Ya Allah! Jadikanlah haji ini haji yang mabrur, bukan riya dan bukan sum`ah "(Riya: mengerjakan sesuatu dengan niat agar dilihat orang dan dipuji. Sum`ah: mengerjakan sesuatu dengan niat agar didengar orang).
6. Rasulullah saw. keluar dari Madinah hari Sabtu siang setelah Zuhur, lima hari sebelum habis bulan Zulkaidah, melalui jalan yang rindang. Ketika keluar dari Madinah beliau melakukan salat di masjidnya. 

2. Zul Hulaifah 
Bermalam
Sabtu 26-11-10 A.H. 22-2-632 M.
  1. Jarak antara Zul Hulaifah dengan Madinah kira-kira 3 mil. Zul Hulaifah terletak di lembah Aqiq, Rasulullah saw. menuju daerah tersebut dan sampai di sana pada waktu Asar lalu di situ beliau mengqasar salat Asar.
  2. Rasulullah saw. singgah di Samurah dekat mesjid sebelum Rautsah di sebelah kanan jalan.
  3. Rasulullah saw. salat Magrib dan Isya kemudian menemui isteri-isteri beliau setelah mandi. Sebelum menemui isteri-isterinya, Rasulullah saw. diberi wangi-wangian oleh Aisyah, kemudian bermalam di Zul Hulaifah.
  4. Setelah salat Subuh Nabi saw. bersabda, "Telah datang kepadaku malam ini utusan dari Tuhan-ku --(dalam riwayat lain: Jibril)-- dan berkata, 'Salatlah di lembah yang penuh berkah ini dan katakan (niatlah) umrah di dalam haji."
  5. Perintah salat di lembah Aqiq merupakan perintah agar tetap berada di Zul Hulaifah sampai salat Zuhur, setelah itu memakai ihram.

* Kuatnya iman seorang wanita muslimah, di mana dia melakukan perjalanan dari Madinah untuk haji, sedangkan dia sedang menunggu kelahiran anaknya dalam waktu yang tidak lama lagi.

Asma melahirkan:
Setelah rombongan sampai di Zul Hulaifah,"Asma binti Umais isteri Abu Bakar Sidik melahirkan Muhammad bin Abu Bakar. Kemudian Asma mengutus seseorang untuk menanyakan Rasulullah saw., 'Apakah yang harus aku perbuat؟' Rasulullah saw. bersabda, 'Mandilah dan pakailah pakaian dan niatlah untuk mengerjakan haji'."
Pelajaran yang diambil:

Zul Hulaifah - Ihram
Ahad 27-11-10 H. 23-2-632 M.
1. Selesai salat Zuhur, Rasulullah saw. memakai ihram, Rasulullah saw. mandi yang kedua, bukan mandi yang kemarin, dan membasuh kepalanya dengan (daun) tumbuhan tertentu (khatmy) dicampur garam lembut, serta memakai sedikit minyak rambut dan dia ratakan dengan kedua tangannya. Aisyah memberinya minyak wangi yang dicampur misk (nama sejenis parfum) pada badan dan kepalanya sehingga nampak bekas parfum di lekukan-lekukannya.

2. Seorang bertanya kepada Rasulullah, "Apakah yang boleh dipakai oleh orang yang sedang berihram؟" Rasulullah saw. bersabda, "Jangan memakai baju atau tutup kepala, sorban, celana, jubah yang bertutup kepala dan khuf (seperti sepatu), kecuali sandal atau sepatu yang tidak menutup kedua mata kaki."

Niat Haji
1. Rasulullah saw. masuk ke mesjid Zul Hulaifah dan salat empat rakaat, kemudian membaca niat haji dan didengar oleh orang-orang di dalam mesjid dan mereka berkata, "Rasulullah saw. berniat mulai dari Mesjid." Beliau juga membaca niat ketika sedang menaiki kendaraannya, berkatalah orang-orang yang berada di luar mesjid, "Rasulullah saw. membaca niat ketika kendaraannya telah tegak berdiri." Dan setelah sampai di Baida', Rasulullah saw. juga membaca niat, maka merekapun berkata, "Rasulullah saw. membaca niat dari Baida'." Dan mereka semuanya betul.

2. Sekali Rasulullah saw. membaca niat haji dan umrah, sekali membaca niat untuk umrah saja dan sekali membaca untuk haji saja, karena umrah bagian dari haji. Karena itu ada yang mengatakan bahwa, haji Rasulullah saw. itu Qiran, ada juga yang mengatakan Tamattu` dan ada juga yang mengatakan Ifrad. Yang benar adalah mula-mula Ifrad, kemudian beliau berihram untuk umrah di dalam haji, maka menjadi Qiran.

3. Adapun yang mengatakan Ifrad, itu karena melihat awalnya. Dan yang mengatakan Qiran, adalah karena mengambil bagian akhirnya. Dan yang mengatakan Tamattu', yang dimaksudkan adalah Tamattu` (dari segi bahasa) yang berarti beruntung dan berfaedah.

Talbiah:
1. Rasulullah saw. mengucapkan talbiah:
لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شرِيك لك لبيك، إن الحمد والنعمة لك والملك، لا شريك لك
Artinya, "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji dan segala nikmat dan segala kekuasaan hanyalah untuk-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. " Rasulullah saw. mengeraskan suaranya hingga didengar oleh para shahabat lalu merekapun ikut membaca talbiah.

2. Beliau juga membaca talbiah:
لبيك اللهم لبيك وسعديك، والخير في يديك والرغباء، إِليك والعمل
Artinya, "Telah aku penuhi panggilan-Mu wahai Tuhanku, telah aku penuhi panggilan dan keinginan-Mu, kebaikan itu ada pada kekuasaan-Mu, telah aku penuhi panggilan-Mu, kepergian dan perbuatanku karena-Mu."

3. Di antara talbiah Rasulullah saw. yang lain adalah:
لبيك حجا حقا، تعبدا ورقا
Artinya, "Aku penuhi panggilan-Mu dengan melaksanakan haji yang sesungguhnya dan hanya kepada-Mu aku menghambakan diri. "

4. Dalam talbiahnya Rasulullah saw. mengucapkan,
لبيك إِله الحق لبيك
Artinya: "Telah aku penuhi pangilan-Mu wahai Tuhan Yang Maha Benar, aku penuhi panggilan-Mu. "

5. Selesai membaca talbiah Rasul berdoa agar diampuni dosanya, memohon rida-Nya dan agar dibebaskan dari api neraka.

6. Rasulullah saw. bersabda, "Jibril datang menyampaikan kepadaku agar aku memerintahkan para shahabat untuk mengeraskan suara dalam membaca talbiah. Ia berkata, Wahai Muhammad, perbanyaklah bertalbiah dan berkorban!"
7. Dalam riwayat lain, Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad suruhlah para shahabatmu agar mengeraskan suaranya dalam membaca talbiah, karena itu merupakan syi`ar haji."

3. Rauha
Senin 28-11-10 H. 24-2-632 M.
1. Jarak dari Rauha ke Zul Hulaifah kira-kira 50 km. Ketika Rasulullah saw. keluar dari Madinah hari Sabtu setelah salat Zuhur, beliau menginap pada malam Seninnya, di tempat antara Zul Hulaifah dan Rauha, paginya Rasulullah saw. melanjutkan perjalanan sambil membaca talbiah seperti di atas.

2. Sesampinya di Rauha, Rasulullah melihat keledai liar yang telah disembelih. ‎Beliau bersabda kepada para sahabatnya, "Biarkan hingga datang pemiliknya!" Maka datanglah pemiliknya, ia berasal dari daerah Bahzi, berkata, "Wahai Rasulullah! Aku serahkan masalah keledai ini kepadamu." Rasulullah saw. menyuruh Abu Bakar untuk membagi-bagikannya kepada para sahabat.

3. Rasulullah saw. melakukan salat di mesjid kecil di sebelah kanan jalan menuju Mekah, mesjid ini terletak sebelum mesjid besar di Rauha.

4. Utsayah 
Selasa 29-11-10 H. 25-2-632 M.
1. Rasulullah saw. meninggalkan Rauha menuju Arj melewati Utsayah yang jaraknya kira-kira 90 km. dari Rauha, hal tersebut mengharuskan rombongan untuk menginap pada malam Selasa di suatu tempat, sebelum melewati Utsayah.

2. Sesampainya di Utsayah yang terletak di antara Ruwaitsah dan Arj, ada seekor rusa jantan yang terkena panah sedang tergolek di tempat yang teduh. Rasulullah saw. memerintahkan seseorang, --dalam riwayat lain memerintahkan Abu Bakar Shidik ra.-- untuk menjaganya agar mereka (rombongan) tidak tergiur melihatnya sampai mereka melewatinya.

Di sini ada permasalahan:
Mengapa Nabi saw. menyuruh memakan daging keledai liar dan melarang memakan daging rusa yang terdapat di Utsayah?

Jawabnya:
Bahwa yang memburu keledai liar itu adalah orang yang dalam keadaan halal, bukan yang sedang ihram, orang tersebut datang kepada Rasulullah saw. dan beliau melihatnya tidak sedang berihram, dengan demikian maka daging keledai liar itu halal dan boleh dimakannya. Adapun rusa itu, Rasulullah saw. tidak tahu siapa yang memburunya dengan panah, apakah yang memburunya orang yang dalam keadaan ihram atau dalam keadaan halal? Oleh sebab itu beliau tidak mengizinkan memakannya. Wallahu a`lam.


5. Arj
Berhenti di Arj
Selasa 29-11-10 H. 25-2-632 M.
Arj adalah sebuah tempat di dekat Badar, di mana terjadi perang Badar. Rasulullah saw. singgah di Arj, yang terletak di dekat Utsayah, dan menginap pada malam Rabu di Arj. Kurang jelas, apakah bulan Zulkaidah tahun 10 H. berjumlah 29 atau 30 hari.

Catatan
Terjadi silang pendapat, apakah bulan Zulkaidah tahun 10 H. genap 30 hari atau kurang.
Sebab terjadinya silang pendapat adalah dikarenakan adanya riwayat dari Ibnu Abbas ra., Aisyah ra. dan Jabir ra. yang mengatakan bahwa, "Rasulullah saw. keluar dari Madinah lima hari sebelum habis bulan Zulkaidah. " Dari sini, maka Ibnu Hazm mengatakan bahwa, keluarnya Rasulullah saw. adalah, hari Kamis tanggal 24 Zulkaidah. Pendapat lain mengatakan bahwa keluarnya Rasulullah saw. adalah hari Sabtu. Perawi mengira bulan Zulkaidah saat itu genap 30 hari, sedang yang lain sepakat kurang dari 30 hari. Yang benar, Wallahu A`lam

Yang benar, Allah Yang Maha Tahu
  • Bahwa keluarnya Rasulullah saw. dari Madinah, hari Sabtu 26 Zulkaidah 10 H. bertepatan dengan 22 Februari 632 M.
  • Bahwa bulan Zulkaidah saat itu genap (30 hari).
  • Bulan Zulhijah saat itu juga genap, karena tahun itu tahun panjang menurut kalender Hijriah. Bulan Februari juga 29 hari, karena tahun 632 juga tahun panjang dalam hitungan kalender Masehi.
  • Jika bulan Zulhijah 30 hari, maka tahun Hijriyah panjang (kabisat), dan jika 29 hari, maka disebut tahun panjang (basithah). Jika Anda ingin tahu tahun panjang Hijriah, dari tahun pendek (basithah), bagilah tahun tersebut dengan angka 30 dan pasangkan sisa bilangan yang dibagi dengan bilangan: 2, 5, 7, 10, 13, 15, 18, 21, 24, 26, 29, jika sesuai dengan salah satu bilangan itu, maka tahun itu adalah tahun panjang, jika sebaliknya (tidak ada yang sesuai) berarti pendek (basithah). Dan itu nampak pada bulan Zulhijjah, jika tahun basithah, maka bulan Zulhijah 29 hari, dan jika tahun panjang (kabisat), maka bulan Zulhijah 30 hari.

Arj - Kehilangan Unta
Rabu 30-11-10 H. 26-2-632 M.
Unta pembawa makanan Rasulullah saw. dan Abu Bakar adalah satu yang dibawa oleh pembantu Abu Bakar. Ketika mereka sampai di Arj, Rasulullah saw. duduk diapit oleh Abu Bakar dan Aisyah. Asma binti Abu Bakar di sampingnya lagi. Abu Bakar menunggu pembantunya yang membawa unta. Ketika pembantunya datang tanpa membawa unta, Abu Bakar bertanya, "Mana untamu?" Pembantu itu menjawab, "Hilang sejak kemarin." Dengan sangat marah Abu Bakar berkata, "Unta cuma satu kamu hilangkan?"Dia memukul pembantunya itu dengan pecut, Rasulullah saw. tersenyum dan bersabda, "Lihatlah apa yang sedang dilakukan oleh orang yang sedang berihram ini (dimaksudkan Abu Bakar)." Rasulullah saw. tidak menambahkan ucapannya kecuali hanya tersenyum.

Arj - Makanan Keluarga Fadhalah
Rabu 30-11-10 H. 26-2-632 M.
Ketika keluarga Fadhalah Al Aslami mendengar bahwa unta pembawa makanan Rasulullah saw. hilang, mereka membawa mangkok besar berisi hais (makanan yang dibuat dari minyak sapi dan gandum atau gandum dengan kurma) untuk diserahkan kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda, "Kemarilah wahai Abu Bakar! Allah telah mendatangkan makanan yang lebih baik." Abu Bakar masih saja marah kepada pembantunya hingga Rasulullah saw. bersabda, "Cukuplah wahai Abu Bakar, masalah ini bukan kesalahanmu, bukan juga kesalahan kita berdua, pembantu ini sudah berusaha menjaganya agar tidak hilang, ini semua di luar kehendaknya." Kemudian Rasulullah saw. makan bersama keluarganya dan Abu Bakar, juga orang-orang yang bersamanya hingga kenyang.

Arj - Unta Kembali
Rabu 30-11-10 H. 26-2-632 M.
1. Sofwan bin Muatal ra. datang membawa seekor unta yang membawa makanan dan diikuti oleh orang banyak, lalu unta itu didudukkan di depan pintu rumah Rasulullah saw. Melihat unta tersebut, Rasulullah saw. bertanya kepada Abu Bakar ra., "Inikah barang-barangmu?" Abu Bakar menjawab, "Aku tidak kehilangan apa-apa kecuali gelas besar yang kita pakai untuk minum." Pembantunya berkata, "Ini gelasnya ada padaku." Abu Bakar berkata kepada Sofwan, "Allah telah melepaskan amanat darimu."

2. Saad bin Ubadah dan anaknya Qais ra. datang kepada Rasulullah saw. dengan membawa unta yang dipenuhi dengan makanan, saat itu unta Rasulullah saw. sudah ditemukan. Saad berkata kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, kami mendengar bahwa untamu hilang, ini aku bawakan unta beserta makanan sebagai ganti untamu yang hilang." Rasulullah saw. bersabda, "Allah telah mengembalikan unta kami, bawalah kembali unta kalian berdua, semoga Allah memberkahimu."

6. Abwa
Rabu 30-11-10 H. 26-2-632 M.
1. Kemudian Rasulullah saw. melanjutkan perjalanan, ketika sampai di Abwa, Shaab bin Jatsamah menghadiahkan seekor keledai liar kepada beliau. Dalam riwayat lain, separuh keledai liar. Rasulullah saw. tidak mau menerimanya dan bersabda, "Kami tidak ingin menolaknya, hanya saja kami sedang berihram."

2. Rombongan meneruskan perjalanan hari Rabu itu juga menuju lembah Usfan di Makah Al Mukarramah.

7. Usfan
Rabu 2-12-10 H. 28-2-632 M.
1. Rasulullah saw. menginap pada malam Kamis di sebuah tempat antara Abwa dan lembah Usfan, kemudian melanjutkan perjalanan pada hari Kamis, dan menginap pada malam Jum'at di sebuah tempat sebelum Usfan lalu melanjutkan perjalanan hari Jumat sehingga sampai di lembah Usfan.
 
2. Ketika Rasulullah saw. melewati lembah Usfan, beliau bertanya kepada Abu Bakar, "Wahai Abu Bakar! Lembah apa ini?" "Lembah Usfan," jawab Abu Bakar. Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Nabi Hud a.s. dan Saleh as. telah melewati lembah ini dengan menaiki kuda jantan muda berwarna merah, dengan tali kendali yang dibuat dari serabut pelepah kurma, berihram dan berselimut jubah, sambil membaca talbiah menuju Baitullah.".
 
3. Rasulullah saw. menginap pada malam Sabtu di sebuah tempat setelah melewati lembah Usfan dan paginya melanjutkan perjalanan menuju Saraf.

8. Saraf
Melintasi Saraf
Sabtu 3-12-10 H. 29-2-632 M.
Ibnu Saad dalam bukunya Thabaqat Kubra mengatakan, "Rasulullah saw. melewati Zhahran pada hari Senin, dan sorenya sampai di Saraf." Yang benar: Bahwa Rasulullah saw. melewati Zhahran hari Sabtu pagi, kemudian melewati Saraf pada hari itu juga dan melanjutkan perjalanan sampai di Dzi Thuwa lalu menginap di sana pada malam Minggu. Wallahu a`lam.

Saraf - Membatalkan Haji
1. Ketika Rasulullah saw. berada di Saraf, beliau bersabda kepada para sahabatnya,**"Barangsiapa yang tidak mempunyai binatang sembelihan (hadyu), maka boleh membatalkan haji dan menggantinya dengan umrah, bagi yang membawanya supaya tidak membatalkan** (tetap meneruskan ihramnya)." Perintah ini oleh para ahli fiqih disebut pemasakhan (pembatalan) terhadap haji.
 
2. Hadis tentang perintah pemfasakhan haji ini diriwayatkan oleh 14 orang sahabat dan hadis-hadis mereka sahih semua.

Saraf - Aisyah Menangis
Sabtu 3-12-10 H. 29-2-632 M.
Saraf-Aisyah Ketika Rasulullah saw. berada di Saraf, Aisyah ra. datang bulan padahal dia sudah berniat umrah. Sewaktu Rasulullah saw. datang menemuinya Aisyah sedang menangis. Rasulullah saw. bertanya, "Apa yang membuatmu menangis wahai Aisyah, apakah karena datang bulan?" Aisyah menjawab, "Ya." Rasulullah saw. bersabda, "Ini masalah yang telah ditulis oleh Allah kepada setiap wanita anak cucu Adam. Lakukanlah amalan-amalan sebagaimana yang dilakukuan oleh orang yang melakukan haji, kecuali tawaf."

9. Zi Tuwa
Minggu 4-12-10 H. 1-3-632 M.
zi Thuwa Nabi terus melanjutkan perjalanan sampai ke Dzi Thuwa --dahulu lebih dikenal dengan sebutan Sumur Zahir-- Beliau bermalam dan salat Subuh di sana, lalu beliau mandi dan melanjutkan perjalanan ke Mekah.

10. Mekah
Memasuki Kota Mekah
Ahad 4-12-10 H. 1-3-632 M.
1. Rasulullah saw. mendaki dan memasuki kota Mekah lewat dataran tinggi, dari bukit di kawasan Hujun.
 
2. Beliau terus berjalan dan memasuki kota Mekah pada waktu Dhuha. Sampai di pintu mesjid beliau mendudukkan untanya dan masuk melalui pintu Abdi Manaf, orang-orang menyebutnya dengan pintu Bani Syaibah. Sejenak Rasulullah memandang Kakbah lalu menghadap ke arahnya, mengangkat kedua tangannya dan bertakbir, seraya berdoa:

اللهم أنت السلام ومنك السلام، فحينا ربنا بالسلام، اللهم زد هذا البيت تشريفا وتعظيما وتكريما ومهابة وزد من عظمه ممن حجه أو اعتمره تكريما وتشريفا وتعظيما وبرا
Artinya: Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Damai. Dari Engkaulah perdamaian, karena itu hidupkanlah kami dengan perdamaian. Ya Allah tambahkanlah kemulyaan, kebesaran, keagungan dan kebaikan kepada Baitullah (Kakbah) ini, dan tambahkanlah kurnia-Mu kepada yang membesarkannya (Kakbah) dan tambahkanlah kurnia-Mu kepada yang membesarkannya (Kakbah) dari orang-orang yang melaksanakan haji dan umrah dengan kemuliaan, kebesaran, keagungan dan kebajikan. Dalam riwayat lain:

اللهم زد بيتك هذا تشريفا وتعظيما وتكريما وبرا ومهابة
Artinya: Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, kebesaran, keagungan dan kebaikan kepada Rumah-Mu ini. Ketika Rasulullah saw. memasuki mesjid, beliau tidak melaksanakan salat Tahiyat mesjid karena Tahiyat Mesjidilharam, adalah tawaf.

Mekah - Tawaf
Ahad 4-12-10 H. 1-3-632 M.
1. Rasulullah saw. memulai tawaf dari Hajar Aswad dan mengusapnya tanpa berdesak-desakan. Ketika itu Rasulullah saw. air matanya berlinang.
 
2. Beliau mengencangkan kain ihramnya dan menyampirkannya di salah satu pundaknya dan membiarkan pundaknya yang lain terbuka. Beliau mengelilingi Kakbah sebanyak empat putaran, ketika senggang beliau mencium Hajar Aswad dan mengusapnya kemudian menyapukan kedua tangannya ke mukanya.

3. Beliau berlari-lari kecil tiga putaran pertama, memulai dan berakhir pada Hajar Aswad. Pada ketiga putaran ini beliau berjalan cepat, tapi langkahnya pendek-pendek.

4. Setiap kali melewati Hajar Aswad, beliau menunjuk dan mengacungkan tongkatnya atau mihjan (tongkat yang bagian atasnya melengkung), kemudian mencium kepala tongkat itu.
Pada saat mengacungkan tongkat beliau membaca:
بسم الله والله أكبر
 
5. Rasulullah saw. bersabda kepada Umar ra.,"Wahai Umar, engkau adalah seorang lelaki yang kuat, jangan berdesak-desak untuk mencium Hajar Aswad, karena akan menyakiti yang lain, kalau ada kesempatan bolehlah engkau menciumnya, jika tidak, cukuplah dengan menghadap ke Kakbah sambil membaca tahlil dan takbir."
 
6. Orang-orang menghafal doa yang dibaca oleh Rasulullah saw. ketika berada di antara dua sudut, yaitu Rukun (sudut) Yamani dan Hajar Aswad:
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
Artinya: "Ya Allah! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari api neraka."
 
7. Ketika selesai tawaf, beliau menuju ke belakang Maqam Ibrahim yang ketika itu letaknya sangat dekat dengan Kakbah, lalu membaca:
واتخذوا من مقام إبراهيم مصلي
Artinya: "Jadikanlah Maqam Ibrahim itu tempat salat."Maqam Ibrahim terletak antara beliau dan Kakbah. Beliau salat dua rakaat, dalam rakaat pertama membaca surat Al Fatihah dan Al Kafirun dan rakaat kedua Al Fatihah dan surat Al Ikhlas.
 
8. Setelah selesai salat beliau menuju Hajar Aswad lalu menyampaikan salam lalu keluar melalui pintu Bani Makhzum yang berhadapan dengan Safa untuk memulai Sai.

- Catatan: Rasulullah saw. tidak berdesak-desakan di Hajar Aswad, juga tidak mendekat ke Rukun (pojok) Yamani dan tidak mengangkat kedua tangannya ke arah Rukun Yamani. Beliau tidak membaca: "Aku berniat dalam tawafku pada minggu ini begini atau begitu." Tidak memulai tawaf dengan takbir seperti takbir dalam salat. Beliau tidak menyentuh Hajar Aswad dengan seluruh kedua telapak tangannya secara berlebihan dan tidak berdoa di pintu (Kakbah) juga tidak di bawah pancuran emas dan juga tidak di belakang Kakbah dan beliau tidak mengkhususkan dzikir tertentu dalam tawaf. Semua itu tidak dilakukannya dan tidak juga diajarkannya. Maka hendaklah setiap orang berhati-hati terhadap apa yang dilakukan oleh orang yang tidak berilmu.

Mekah - Sai
Ahad 4-12-10 H. 1-3-632 M.
Ketika mendaki bukit Safa Rasulullah saw. membaca:
إن الصفا والمروة من شعائر الله فمن حج البيت أو اعتمر فلا جناح عليه أن يطوف بهما ومن تطوع خيرا فإن الله شاكر عليم
Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syi`ar agama Allah, barangsiapa mengerjakan ibadah haji atau umrah maka tidak berdosa untuk mengerjakan Sai antara Safa dan Marwah. Dan barangsiapa yang mengerjakan kebaikan maka sesungguhnya Allah Maha Pemberi balasan dan Maha Mengetahui." Kemudian mengucapkan niat yang artinya:
"Aku mulai dengan apa yang Allah mulai."
Kemudian mendaki bukit Safa sehingga ketika melihat Kakbah, beliau menghadapkan mukanya ke Kakbah sambil mengesakan Allah, dengan mengucapkan:
لاإِله إِلا الله والله أكبر
Dan mengucapkan:
لاإِله إلا الله والله أكبر، وقال: لا إله إلا الله وحده، أنجز وعده ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده
Artinya:
Ketika Sai beliau bersabda yang artinya: "Seseorang tidak akan melewati lembah ini kecuali dengan kekuatan." (Dimaksudkan untuk memberi semangat kepada para sahabat.) Orang-orang berada di sekelilingnya, sedang beliau melakukan Sai dengan semangat sampai kelihatan kedua lututnya. Ketika berada di daerah rendah yang biasa dilewati air bah beliau membaca:
اللهم اغفر وارحم وأنت الأعز الأكرم
Artinya:
"Ya Allah ampunilah, dan belas kasihanilah, Engkaulah Yang Maha Mulia." Ketika itu orang-orang semakin banyak mengerumuni beliau, mereka berkata, "Ini Muhammad!" Hingga keluarlah para hamba dari rumah-rumah. Beliau tidak memukuli orang-orang agar membuka jalan untuknya. Tetapi setelah orang-orang semakin banyak beliau menaiki untanya, Qushwaa', untuk melanjutkan sai. Ketika berada di antara Safa dan Marwah Rasulullah saw. terlihat mengencangkan kain buatan Najran.
Sesampainya di Marwah beliau menghadap Kakbah dan bertakbir seperti yang dilakukan ketika beliau berada di Safa.

Mekah - Perintah Pembatalan
Ahad 4-12-10 H. 1-3-632 M.
1. Ketika berada di Saraf Rasulullah saw. memberi hak memilih kepada para sahabat untuk menukar niat haji ke umrah. Ketika selesai melaksanakan sai, beliau memerintahkan para sahabat untuk bertahallul kubra yang membolehkan segala perkara yang telah dilarang saat berihram seperti: menggauli isteri, memakai wangi-wangian, memakai pakaian yang berjahit serta membenarkan mereka dalam keadan demikian sampai hari Tarwiyah.
 
2. Banyak para sahabat yang bertahallul kecuali Rasulullah saw. karena beliau membawa binatang sembelihan (hadyu) dari Madinah, demikian juga para sahabat yang membawa hadyu seperti Abu Bakar, Umar, Thalhah dan Zubair ra.
 
3. Adapun isteri-isteri Nabi saw. mereka semua bertahallul dan melaksanakan haji Qiran, kecuali Aisyah ra. belum bertahallul, karena beliau datang haid sebelum selesai mengerjakan umrah. Fatimah, puteri Rasulullah saw., juga bertahallul karena tidak mempunyai binatang sembelihan.
 
4. Sayidina Ali bin Abi Thalib datang dari Yaman dengan membawa binatang sembelihan. Kemudian melihat Fatimah telah bertahallul dan memakai pakaian yang bercorak dan memakai celak ia menegur Fatimah atas perbuatan tersebut, namun Sayidah Fatimah menjawab, "Ayahku menyuruhku berbuat begini."
 
5. Ali langsung menanyakannya kepada Rasulullah saw. dan beliau menjawab, "Dia benar, dia benar. Aku yang menyuruhnya berbuat demikian."
 
6. Sayidina Ali ra. sudah berniat ihram dari Yaman dengan mengucapkan,
الله أني أهل بما أهل به رسول
Artinya: Ya Allah! Aku berniat ihram sebagaimana Rasul-Mu berniat ihram.
 
7. Abu Musa Al Asy`ari adalah salah seorang sahabat yang tiba bersama rombongan Ali dari Yaman tetapi ia tidak membawa binatang sembelihan. Kemudian Nabi saw. menyuruhnya untuk bertahallul setelah selesai melakukan tawaf umrah dan sai, maka terpisahlah hajinya dari umrah, dan jadilah sebagai haji Tamattu`.

Mekah - Khutbah di Mekah

Ahad 4-12-10 H. 1-3-632 M.
1. Telah sampai kepada Rasulullah saw. tentang suatu kaum yang berkata, "Kami telah datang dengan berniat ihram haji tanpa dicampuri niat yang lain, dan ketika telah sampai, kami di suruh mengerjakan ibadah umrah dan bertahallul dan menggauli isteri-isteri kami sehingga seorang diantara kami datang ke Mina sedang kemaluannya masih meneteskan air mani."
 
2. Setelah selesai melakukan sai Rasulullah saw. berdiri dan menyampaikan khotbahnya, "Telah sampai kepadaku bahwa sebuah kaum mengatakan begini-begitu. Demi Allah, aku adalah orang yang lebih baik dan lebih bertakwa dari mereka. Kalau aku datang (Dalam riwayat lain, "Wahai sekalian manusia! seandainya aku datang...") dan tidak membawa binatang sembelihan, aku tidak akan kembali dan akan aku jadikan hajiku umrah. Barangsiapa tidak membawa binatang sembelihan hendaklah bertahallul dan menjadikan ibadahnya umrah." Maka semua sahabaatpun berrtahallul.
 
3. Suraqah bin Malik bin Ja`tsam yang berada di bawah lembah bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah hal ini hanya untuk tahun ini saja atau untuk selamanya؟" Rasulullah saw. merapatkan kedua tangannya (tanda penegasan) dan bersabda, "Untuk selama-lamanya, untuk selama-lamanya, untuk selama-lamanya." Beliau bersabda, "Ibadah umrah dimasukkan ke dalam ibadah haji untuk selamanya sampai hari kiamat."
 
4. Diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdullah berkata,"Kami datang bersama Rasulullah saw. pada hari keempat bulan Zulhijah dalam keadaan ihram dengan niat haji, lalu kami diperintahkan untuk menjadikannya ibadah umrah. Perintah tersebut begitu menyusahkan dan berat untuk kami terima, hingga perkara tersebut sampai kepada Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda, "Wahai manusia bertahallullah, kalau bukan karena binatang sembelihan yang aku bawa maka akupun akan bertahallul seperti kalian." Maka kami semua bertahallul dan menggauli isteri-isteri kami sebagaimana kami melakukannya dalam keadaan halal.
 
5. Sampai datang hari Tarwiyah (hari ke delapan Dzul Hijjah), kami keluar dari Mekah dan membaca talbiyah untuk haji.

Mekah - Tinggal di Mekah
Kamis 8-12-10 H. 5-3-632 M.
1. Setelah selesai melakukan sai antara Safa dan Marwah dan menyuruh para sahabat yang tidak membawa binatang kurban untuk membatalkan haji, Rasulullah saw. berjalan bersama rombongan hingga sampai ke Abthah, suatu tempat di sebelah Timur kota Mekah. Kemudian berhenti di kemahnya yang berwarna merah dan tinggal di sana mulai hari Ahad, Senin, Selasa dan Rabu sampai salat Shubuh pada hari Kamis.
 
2. Rasulullah saw. selama menetap di Abthah mengqasar salat Zuhur, Asar dan Isya bersama seluruh sahabat dan tidak kembali ke Kakbah pada hari-hari tersebut.
 
3. Sebelum salat, Bilal ra. melantunkan azan, kemudian menancapkan tombak kecil ke arah kiblat, Rasulullah saw. salat ke arah itu dan para sahabat salat di belakang beliau. Anjing dan keledai lewat di belakang tombak kecil tersebut.
 
4. Kemudian para sahabat berbondong-bondong menyalami tangan Rasulullah saw. dan mengusapkannya ke wajah-wajah mereka. Salah seorang sahabat bercerita, "Aku ambil tangan beliau dan aku letakkan ke atas mukaku, betapa aku dapati tangan beliau lebih sejuk dari salju dan lebih wangi dari minyak wangi (misk)."

11. Mina-Tarawiah
Kamis 8-12-10 H. 5-3-632 M.
1. Sehari sebelum tiba hari Tarawiah, Rasulullah saw. berkhutbah di Mekah setelah Zuhur.
 
2. Kemudian Rasulullah saw. bersama kaum muslimin berangkat menuju Mina pada hari Kamis waktu Dhuha. Para sahabat yang telah bertahallul berihram kembali dengan niat haji dan tidak masuk mesjid tidak berihram dari dalamnya, tetapi mereka berihram sebelum sampai ke kota Mekah.
 
3. Ketika sampai di Mina mereka berhenti sebentar dan menunaikan salat Zuhur dan Asar dan bermalam di sana pada malam Jumat kemudian salat Subuh dan menunggu sebentar hingga terbit matahari, kemudian Rasulullah saw. berjalan dari Mina ke Arafah. Ketika unta tunggangan beliau yang beralaskan beludru bangkit, beliau berdoa:
اللهم اجعله حجا مبرورا، لا رياء فيه، ولا سمعة
Artinya, "Ya Allah! Jadikanlah haji ini haji yang mabrur, bukan ria dan bukan sum`ah." (Ria: mengerjakan sesuatu dengan niat agar dilihat orang dan dipuji. Sum`ah: mengerjakan sesuatu dengan niat agar didengar orang).
 
4. Rasulullah saw. menggunakan jalan Dhab, yaitu jalan yang berada di sebelah kanan jalan yang biasa dipakai kaum Muslimin sekarang ini. Sebagian sahabat ada yang bertalbiah dan ada yang bertakbir. Beliau mendengarkan keduanya dan tidak menegur yang ini dan tidak juga menegur yang itu.

12. Arafah
Jumat 9-12-10 H. 6-3-632 M.
1. Pada zaman Jahiliyah, kaum Quraisy berhenti wukuf di Masyaril Haram. Ketika Rasulullah saw. bergerak dari Mina menuju Namirah, beliau melihat kemah yang diperintahkannya untuk didirikan sudah siap, beliau singgah di sana. Ketika matahari mulai condong, Rasulullah saw. meminta seorang sahabat untuk mengambil untanya, Qushwaa', mereka meneruskan perjalanan sampai ke tengah lembah Arafah. Beliau berhenti di sebuah dataran tinggi di Arafah dan bersabda yang artinya, "Semua kawasan Arafah adalah tempat wukuf" kecuali lembah Uranah.
 
2. Rasulullah saw. meminta salah seorang sahabat yang bersuara nyaring yang bernama Rabiah bin Umaiah bin Khalaf Al Jamhi supaya mengulang-ulang sabda beliau agar semua orang mendengarnya. Rabiah berdiri di bawah leher unta Rasulullah saw. dan beliau bersabda: Berteriaklah dan katakan! "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian tahu, bulan apakah sekarang ini؟" Begitulah seterusnya hingga akhir khutbah.
 
3. Sebelum salat, Rasulullah saw. berkhutbah di atas tunggangannya. Setelah mengucapkan puja dan puji kepada Allah Taala beliau bersabda yang artinya: "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya darahmu dan hartamu diharamkan atas kamu sampai kamu bertemu dengan Tuhanmu, sebagaimana haramnya harimu ini dan bulanmu ini serta tempatmu ini. Sesungguhnya kamu sekalian akan menemui Tuhanmu, akan ditanyakan amal-amal perbuatan kalian. Sesungguhnya aku telah menyampaikan. Barangsiapa yang dititipi amanah kembalikanlah kepada yang punya.. BKetahuilah! Sesungguhnya segala kasus zaman jahiliah berada di bawah telapak kakiku. Dam (diyat) pertama dari darah kita adalah darah Rabiah (dalam riwayat lain: Ibnu Rabiah) bin Harits bin Abdul Mutalib, ketika itu dia sedang disusukan di perkampungan Bani Sa`ad, kemudian dibunuh oleh Huzail."Huzail.
 
4. Semua jenis riba adalah terlarang, cukuplah bagi kamu sekalian modal pokok kalian, janganlah kalian saling zalim menzalimi, karena Allah memutuskan bahwa riba itu terlarang. Riba pertama yang aku larang adalah uang ribanya Abbas bin Abdul Mutalib, dan semua riba itu dilarang.
 
5. Wahai manusia! Sesungguhnya setan telah berputus-asa untuk dapat disembah di bumimu ini untuk selama-lamanya. Tetapi yang ia inginkan adalah perbuatan-perbuatan buruk yang kalian lakukan. Maka berhati-hatilah terhadap setan demi agamamu.
 
6. Wahai manusia! Sesungguhnya perbuatan mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekufuran, orang-orang kafir disesatkan karena mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkanya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan oleh Allah maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Sesungguhnya zaman berputar seperti hari ketika diciptakannya langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan, dalam riwayat yang lain: Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, empat diantaranya adalah bulan-bulan haram. Tiga bulan berturut-turut yaitu: Zulkaidah, Zulhijah, Muharram dan bulan Rajab yang berada antara bulan Jumadilakhir dan Syakban.
 
7. Wahai Manusia! Bertaqwalah kepada Allah dan nasehatilah kaum wanita dengan baik, karena mereka lebih lemah dibanding kalian, mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka sendiri, kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah, kehormatan mereka dihalalkan atas kalian dengan kalimat Allah (dalam riwayat yang lain: Dengan Kitab Allah), dan kalian punya hak atas mereka sebagaimana mereka juga punya hak atas kalian. Di antara hak kalian atas mereka adalah mereka tidak diperkenankan membiarkan orang lain menjamah tempat tidur kalian (maksudnya adalah tidak melakukan perbuatan haram dengan laki-laki lain) dan tidak berbuat kekejian yang nyata, kalau mereka melakukan itu maka Allah mengizinkan kalian untuk meninggalkan tempat tidur mereka, memukul mereka dengan pukulan yang tidak mencederakan. apabila mereka tidak melakukan perbuatan-perbuatan tersebut, maka hak mereka adalah kalian berkewajiban memberi nafkah dan pakaian dengan cara yang baik.
 
8. Camkanlah, wahai manusia sabdaku ini! sesungguhnya aku telah menyampaikan Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, bila kalian memeliharanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya (dalam riwayat yang lain: Sesuatu yang jelas) Kitab Allah Azzawajalla dan sunnah Nabi-Nya.
 
9. Wahai sekalian manusia! Dengarkanlah perkataanku dan camkan. Kamu sekalian tahu bahwa sesungguhnya seorang muslim adalah saudara bagi seorang muslim yang lain (dan dalam riwayat yang lain: Saudara bagi seorang muslim) sesungguhnya kaum muslimin adalah bersaudara, tidak dihalalkan bagi seorang muslim harta saudaranya yang muslim kecuali yang diberikan dengan senang hati, janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri. Ketahuilah bahwa hati itu tidak berkhianat dalam tiga perkara: Ikhlas berbuat karena Allah Taala, menasehati para pimpinan pemerintahan dan tetap bersama jamaah kaum muslimin. Sesungguhnya doa mereka senantiasa mengiringi mereka.
Barangsiapa yang niatnya karena dunia niscaya Allah akan menjadikan kefakiran di depan mata mereka, Allah akan mencerai-beraikan hasil usaha mereka dan tidak akan mereka dapati kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya. Barangsiapa yang niatnya untuk akhirat, Allah Taala akan mengaruniakannya kekayaan hati dan akan mencukupkan apa yang ada padanya bahkan akan diberikan kekayaan dunia yang berlimpah, dan yang terakhir itu sebenarnya tidaklah berharga.
Sesungguhnya Allah akan memberi rahmat orang yang mendengar perkataanku kemudian memahaminya dan menyampaikannya kepada orang lain. Berapa banyak orang yang menyebarkan informasi tetapi bukan ahlinya dan berapa banyak orang yang mendapat informasi lebih memahami permasalahan dari penyampai informasi tersebut.
 
10. Budak-budakmu! Budak-budakmu! Berilah mereka makan dari apa-apa yang kamu makan dan berilah mereka pakaian sebagaimana kamu berpakaian. Apabila mereka melakukan perbuatan dosa yang tidak dapat kamu maafkan maka juallah, wahai hamba-hamba Allah, dan jangan kalian siksa mereka.
 
11. Aku berwasiat tentang tetanggamu... demikian beliau berwasiat sampai berkali-kali sehingga kami mengatakan barangkali beliau akan menetapkan hak waris (bagi tetangga).
 
12. Wahai manusia! Sesungguhnya Allah Taala telah memberikan hak-hak kepada para pemiliknya. Sesungguhnya tidak ada wasiat bagi ahli waris. Anak adalah dari hasil perkawinan yang sah dan bagi pezina adalah dirajam dengan batu. Barangsiapa yang mengaku sebagai anak dari orang yang bukan ayahnya dan tunduk kepada tuan yang bukan tuannya maka laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia akan menimpanya. Allah tidak akan menerima segala urusan dan peradilan yang dia lakukan. Barang pinjaman mesti dikembalikan, pemberian pasti akan dibalas, hutang haruslah dibayar dan barangsiapa yang menjamin, wajib menunaikan jaminannya.
 
13. Sesungguhnya orang-orang musyrik dan para penyembah berhala bertolak dari sini ketika matahari terbenam sampai matahari berada di atas bukit seperti sorban seorang lelaki yang dipakai di atas kepalanya. Ajaran kita berbeda dengan ajaran mereka, mereka bertolak dari Masyaril Haram ketika terbit matahari ke atas puncak bukit-bukit seperti sorban lelaki di atas kepalanya. Lalu mereka berkata, " Telah bersinar bukit Tsabir (sebuah bukit yang terletak di Mina) supaya kita dapat pergi menyembelih kurban." Maka Allah mengakhirkan yang ini dan mendahulukan yang ini, yaitu mendahulukan Muzdalifah sebelum terbit matahari dan mengakhirkan Arafah sampai terbenam matahari. Kami tidak bertolak dari Arafah sampai terbenam matahari dan bertolak dari Muzdalifah sampai terbitnya matahari. Ajaran kami tidak sama dengan ajaran kaum penyembah berhala dan orang musyrik.
 
14. Kamu sekalian akan ditanya tentangku, maka apa yang akan kalian katakan؟ Mereka menjawab, "Kami bersaksi bahwa Anda telah menyampaikan, Anda telah menunaikan amanah dan Anda telah menasehati kami." Rasulullah saw. bersabda kepada orang banyak dengan telunjuk jarinya diangkat ke atas, Yang artinya: Ya Allah! Saksikanlah, ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah.
- Setelah Rasulullah saw. menyampaikan khutbah Arafah, Sahabat Bilal kemudian melantunkan azan untuk salat, kemudian Rasulullah saw. berdiri menunaikan salat Zuhur dua rakaat, kemudian berdiri lagi dan menunaikan salat Asar dua rakaat. Rasulullah saw. tidak menyela antara kedua salat tersebut dengan salat yang lain - Rasulullah saw. menunggang untanya hingga sampai ke tempat wukuf dan memberhentikan untanya yang bernama Qushwaa' di sekitar bukit Musath menghadap kiblat.

Arafah - Wukuf di Arafah
Jum'at 9-12-10 H. 6-3-632 M.
1. Rasulullah saw. melakukan wukuf sampai matahari tenggelam dan mega kuning mulai hilang sedikit serta bentuk matahari mulai tidak kelihatan.


2. Pada saat itu telah turun firman Allah Taala yang berbunyi:
اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
Artinya: "Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah aku sempurnakan nikmatku atasmu dan Aku rela Islam sebagai agama bagimu."


3. Para sahabat ragu apakah Rasulullah saw. puasa pada hari ini, mereka menyuruh Ummu Fadhl dan Maimunah ra. membawa susu untuk beliau, pada saat itu Rasulullah saw. masih wukuf di tempat wukuf. Rasulullah saw. meminum susu tersebut dan para sahabat semua memperhatikan beliau dan mereka mengerti bahwa tidak dibenarkan berpuasa bagi orang yang sedang wukuf di Arafah.


4. Rasulullah saw. melihat sebagian sahabat berwukuf di tempat yang jauh dari tempat wukuf, lalu beliau mengutus Zaid bin Murabba` Al Anshari untuk menemui mereka dan berkata, "Sesungguhnya aku adalah utusan Rasulullah saw., beliau bersabda kepada kamu sekalian, "Kamu hendaklah berada di kawasan Masyar. Sesungguhnya kamu mewarisi peninggalan ayahmu Nabi Ibrahim as."


5. Seorang sahabat yang berasal dari Najed, bertanya kepada Rasulullah saw.--ketika beliau sedang wukuf di Arafah-- tentang haji. Rasulullah saw. menjawab, "Haji adalah wukuf di Arafah, barangsiapa yang telah sampai pada malam Arafah sebelum terbit fajar hari berkumpul (hari Arafah), maka telah sempurnalah hajinya."


6. Ketika seorang lelaki berwukuf bersama Rasulullah saw. tiba-tiba dia terjatuh dari tunggangannya dan meninggal. Rasulullah saw. memerintahkan supaya laki-laki tersebut dikafani dengan pakaiannya, tidak diberi wangi-wangian, dimandikan dengan air dan daun bidara serta tidak ditutup kepala dan mukanya. Sesungguhnya Allah Taala akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah.


7. Di antara doa yang paling banyak dibaca Rasulullah saw. pada hari Arafah ialah:
لاإِله إِلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki kekuasaan, Dialah yang memiliki segala puji dan Dia berkuasa atas segala sesuatu."


8. Rasulullah saw. bersabda, "Doa terbaik yang saya dan para Nabi saw. sebelumku pada petang hari Arafah ialah:
لاإِله إِلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
Artinya: "Tidak ada tuhan yang patut di sembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya Dialah yang memiliki kekuasaan dan Dialah yang memiliki segala puji dan Dia berkuasa atas segala sesuatu."


9. Pada hari Arafah Zubair bin Awwam mendengar Rasulullah saw. membaca ayat berikut:
شهد الله أنه لا إِله إِلا هو والملائكة وأولو العلم قائما بالقسط لا إِله إِلا هو العزيز الحكيم
Artinya: "Allah menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang sedemikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."


10. Dari doa Rasulullah saw. pada hari Arafah yang tersimpan sampai sekarang ialah:
اللهم لك صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي، وإِليك مآبي، و لك تراثي، اللهم إني أ عوذ بك من عذاب القبر، ووسوسة الصدر وشتات الأمر، اللهم إني أعوذ بك من شر ما يجيء به الريح، ومن شر ما يلج في الليل وشر ما يلج في النهار وشر بوائق الدهر
Artinya: "Wahai Tuhanku! Bagi-Mu segala puji sebagaimana yang kami katakan, dan bagi-Mu adalah segala kebaikan sebagaimana yang kami katakan. Ya Allah milik Kamu segala salatku, ibadahku, hidupku dan matiku. Kepada-Mulah tempatku kembali dan bagi-Mu segala peninggalanku. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari adzab kubur dan dari penyakit hati yang was-was dan dari segala perkara yang tercerai-berai. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bahaya yang dibawa oleh angin, dan dari keburukan yang timbul di malam dan siang hari, juga dari bencana yang dibawa oleh hari-hari (zaman)."


11. الله إنك تسمع كلامي، وتعلم سري وعلانيتي، لا يخفي عليك شيء من أمري، أنا البائس الفقير، المستغيث المستجير، الوجل المشفق المقر المعتر بذنبه، أسألك مسألة المسكين، وأبتهل إِليك إبتهال المذنب الذليل، وأدعوك دعاء الخائف الضرير، من خضعت لك رقبته، وفاضت لك عبرته، وذل جسده، ورغم أنفه.
Artinya: "Ya Allah sesungguhnya Engkau mendengar perkataanku dan melihat tempatku, dan mengetahui rahasiaku dan lahirku, tidak ada satupun perkaraku yang tersembunyi dari-Mu. Aku hamba yang kerdil dan miskin, yang membutuhkan pertolongan dan perlindungan. Hamba yang memohon belas kasihan, yang membenarkan dan mengakui dosa-dosanya. Aku meminta kepada-Mu sebagai permintaan orang yang membutuhkan. Aku mengadu kepada-Mu sebagai pengaduan orang bersalah yang hina. Aku berdoa kepada-Mu doa orang yang takut dan buta akan apa-apa. Orang yang berlutut hanya ke hadapan-Mu, yang mengeluarkan segala aduannya hanya kepada-Mu, yang membungkukkan dirinya hanya kepada-Mu."


12. لاإِله إِلا الله وحده لا شرِيك له، له الملك وله الحمد بيده الخير وهو على كل شيء قدير، اللهم اجعل في قلبي نورا، وفي صدري نورا، وفي سمعي نورا، وفي بصري نورا، اللهم اشرح لي صدري، ويسر لي أمري، وأعوذ بك من وسواس الصدر وشتات الأمر، وفتنة القبر، اللهم إني أعوذ بك من شر ما يلج في الليل، وشر ما يلج في النهار وشر ما تهب به الرياح، ومن شر بوائق الدهر
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah Taala tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki kekuasaan dan segala pujian dan disisi-Nya segala kebaikan. Dan Dia berkuasa atas segala perkara. Ya Allah berilah hati ini cahaya-Mu dan pada penglihatanku cahaya dan pada pendengaranku cahaya. Ya Allah lapangkanlah dadaku ini, dan mudahkanlah urusanku. Dan aku berlindung kepada-Mu dari godaan hati, dan dari urusan yang bercerai-berai dan dari fitnah kubur. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari keburukan yang dibawa malam dan keburukan yang di bawa siang dan dari keburukan yang dibawa angin dan dari bencana yang dibawa zaman."


13. Rasulullah saw. berkhutbah pada hari Arafah, "Wahai manusia! Sesungguhnya Allah Taala pada hari ini bersedia mengampuni segala dosa-dosa kalian kecuali kesalahan yang bersangkutan dengan orang lain di kalangan kamu. Dan membalas keburukan kalian dengan kebaikan. Dan mengabulkan segala permintaan orang yang berbuat kebaikan. Maka dari itu bergegaslah memohon dengan nama Allah,
اللهم لاتجعلني بدعائك رب شقيا، وكن بي رءوفا رحيما يا خير المسؤولين ويا خير المعطين
Artinya: "Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan doaku ini sia-sia, kasihani dan sayangilah aku wahai Tuhan sebaik-sebaik tempat meminta dan sebaik-baik Pemberi."

Arafah - Bertolak ke Muzdalifah
Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M.
1 Setelah matahari tenggelam pada hari Arafah, dan telah betul-betul tenggelam yaitu dengan hilangnya ufuk kuning, Nabi saw. memboncengkan Usamah bin Zaid ra. di belakang beliau.


2. Kemudian berjalan, perjalanan tersebut tidak cepat dan tidak pelan, apabila beliau tiba di kawasan yang luas dan lapang beliau mempercepat perjalanannya dan apabila beliau tiba di kawasan yang berbukit (tempat agak tinggi), beliau mengulurkan tali kekang untanya yang bernama Adhbaa' sehingga untanya bebas mendaki. Beliau senantiasa mengucapkan talbiah selama perjalanan tanpa henti.


3. Beliau berseru kepada khalayak ramai, "Wahai sekalian manusia, tenanglah! Karena kebaikan itu tidak dicapai dengan tergopoh-gopoh."


4. Di tengah perjalanan, Nabi saw. berhenti sebentar di lereng bukit yang terletak di sebelah kiri jalan dan berada antara dua tempat yang Nabi saw. pernah berhenti, lalu beliau membuang air kecil dan berwudhu. Lalu Usamah bertanya, "Apakah kita akan salat wahai Rasulullah؟" Beliau menjawab, "Kita akan salat di tempat yang akan kita lalui nanti."

Arafah - Pengenalan Lokasi
Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M.
Muhassir:
Terletak antara Mina dan Muzdalifah, tetapi bukan termasuk wilayah Mina juga bukan masuk dalam wilayah Muzdalifah. Dan di tempat inilah turun azab Allah atas Ashabul Fil (pasukan penunggang gajah), karena itulah, tempat ini dinamai Muhassir karena gajah-gajah digiring sampai letih ditempat itu dan tidak dapat lagi melakukan perjalanan.
`Uranah: Ia terletak antara Arafah dan Masy`aril Haram.
*Antara dua masyar terdapat tempat yang tidak masuk dalam wilayah keduanya.
*Mina termasuk tanah haram dan ia adalah masy`ar.
* Muhassir termasuk tanah haram akan tetapi bukan masy`ar.
* Muzdalifah merupakan tanah haram dan juga merupakan masy`ar.
* Uranah bukan tanah haram juga bukan masyar, ia adalah tanah halal.
* Arafah adalah tanah halal dan merupakan masyar.

13. Muzdalifah 
Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M.
1. Ketika Rasulullah saw. sampai di Muzdalifah beliau berhenti di dekat api yang berada di Quzah kemudian berwudhu dan menyempurnakan wudunya. Kemudian menyuruh salah seorang untuk melantunkan azan kemudian beliau menunaikan salat Magrib sebelum menurunkan barang-barang dan mendudukkan unta, maka ketika barang-barang telah diturunkan beliau memerintahkan untuk iqamah kemudian mendirikan salat Isya hanya dengan iqamat saja tanpa azan, tidak menyela-nyela antara kedua salat tersebut dengan salat apapun.


2. Rasulullah saw. malam itu tidur di Muzdalifah sampai pagi tanpa menunaikan salat malam.


3. Menjelang Subuh, beberapa orang anak-anak dan perempuan yang tergolong berbadan lemah termasuk Saudah dan Ummu Habibah meminta izin kepada beliau untuk berangkat dulu ke Mina sebelum penuh oleh orang banyak. Pada saat itu bulan telah tenggelam tetapi fajar belum menyingsing, Rasulullah saw. mengizinkan mereka.


4. Rasulullah saw. memerintahkan anak-anak kecil untuk tidak melempar jumrah sebelum terbit fajar dan memberi izin kepada orang-orang perempuan untuk melempar sebelum terbit matahari karena keadaan mereka yang lebih susah dan lebih utama untuk ditutupi. Di antara yang ikut melempar bersama kaum perempuan adalah Asma binti Abu Bakar dan Ummu Salamah.

14. Mina-Kurban
Bertolak ke Mina
Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M.
1. Pada saat fajar menyingsing di Hari Raya Kurban, Hari Haji Akbar (Besar), yaitu hari diumumkan putusnya hubungan antara Allah dan Rasul-Nya dengan setiap orang musyrik, Rasulullah saw. melaksanakan salat Subuh di awal waktu, kemudian menunggang unta yang bernama Qushwaa'.
Sesampainya di tempat wukuf di Masyaril Haram, beliau berdiri di Quzah dan berkata, "Seluruh Muzdalifah adalah tempat wukuf (berhenti), kecuali kawasan Muhassir. Kemudian beliau menghadap kiblat lalu berdoa, merintih kepada Allah, membaca tahlil, takbir, dan berzikir." Beliau terus berdiri hingga wajahnya menjadi kelihatan sangat bersinar. Itu semua terjadi sebelum terbit matahari.


2. Pada saat itu Urwah bin Madhras bin At Thaai bertanya, "Wahai Rasulullah saw. aku datang dari gunung Thai', telah kubuat payah untaku dan diriku, demi Allah aku tidak melewati satu gunungpun kecuali aku berhenti padanya, sahkah hajiku?" Rasulullah saw. menjawab, "Barangsiapa mendapatkan salat kami ini, kemudian berhenti bersama kami sehingga kami bertolak, sedangkan sebelumnya ia telah wukuf di Arafah pada malam hari atau siang hari, maka dia telah menyempurnakan haji dan ibadahnya."


3. Ketika datang suatu rombongan beliau berkata, "Allah telah mengampuni orang-orang yang saleh dari golonganmu, menolong mereka dari orang-orang jahatmu, rahmat-Nya turun dan mencukupi mereka, kemudian rahmat tersebut memenuhi bumi, dan jatuh kepada setiap orang yang bertaubat, yang menjaga lidah dan tangannya. Sedangkan Iblis beserta tentara-tentaranya berada di atas bukit Arafat menunggu apa yang akan diperbuat oleh Allah terhadap mereka. Apabila diturunkan rahmat, ia dan tentara-tentaranya berdoa agar ditimpakan celaka dan kebinasaan. Aku pernah pada suatu saat mengejutkan mereka, karena takut ampunan dan aku datangi mereka, maka mereka langsung berpencar kemudian berdoa untuk kecelakaan dan kebinasaan."


4. Setelah itu beliau berjalan di Muzdalifah sambil membaca talbiah dalam perjalannya dengan membonceng Fadhl bin Abbas, sementara Usamah bin Zaid berjalan kaki mendahului kelompok orang-orang Quraisy. Dalam pada itu Nabi memerintahkan Fadhl bin Abbas untuk memungutkan kerikil-kerikil jumrah sebanyak tujuh butir (dia tidak mencuilnya dari gunung atau memungutnya pada malam hari sebagaimana yang dilakukan orang-orang pada saat ini), dan memungutlah beliau tujuh butir kerikil dari kerikil-kerikil Hazaf, kemudian membersihkannya dari debu dengan meniupnya di telapak tangan lalu bersabda, "Seperti kerikil-kerikil ini, lemparlah! Dan sekali-kali janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama, karena sungguh orang-orang sebelummu telah dirusak oleh sikap berlebih-lebihan dalam agama."


5. Kemudian beliau ditemui oleh seorang perempuan cantik dari suku Khats'am, ia bertanya kepada beliau tentang haji untuk bapaknya yang sudah lanjut usia dan tidak mampu lagi untuk menunggang unta, Nabi saw. menyuruhnya untuk melakukannya. Tidak disadari ketika itu Fadhl mulai memandangi perempuan itu dan begitu pula sebaliknya. Fadhl memiliki rambut yang bagus berkulit putih dan ganteng. Tapi Rasulullah saw. meletakkan tangannya di wajah Fadhl lalu memalingkannya ke arah lain, agar tidak melihat dan tidak dilihat perempuan itu. Abbas berkata, "Kau bengkokkan leher saudara sepupumu." Nabi saw. menjawab, "Kulihat pemuda dan pemudi, maka aku tidak bisa menjamin bahwa setan tidak akan datang kepada mereka berdua."


6. Juga ditanyai oleh seorang laki-laki tentang haji untuk ibunya dan berkata, "dia telah lanjut usia, jika aku bawa dia di atas unta dia tidak dapat berpegangan dan jika aku ikat aku takut malah akan membunuhnya. Rasulullah saw. menjawab, "Bukankah bila ibumu mempunyai hutang, engkau akan melunasinya?" Dia berkata, "Ya." Kata Nabi saw., "Jika demikian lakukanlah haji untuknya!"


7. Selanjutnya setelah sampai di pusat Muhassir beliau menggerakkan untanya dan mempercepat jalannya. Demikian kebiasaan beliau di tempat-tempat diturunkannya azab Allah terhadap musuh-musuh-Nya.


8. Rasulullah saw. mengambil jalan tengah di antara kedua jalan yang lain yaitu jalan yang melewati tempat Jumrah Kubra menuju ke Mina.

Mina (Kurban) - Jumrah Aqabah
Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M.
1. Jabir bin Abdullah berkata,"Aku melihat Rasulullah saw. di atas untanya pada Hari Raya Kurban dan bersabda kepada kami, "Ambillah amalan-amalan ibadah haji kalian dariku, karena barangkali aku tiada akan menunaikan haji lagi setelah hajiku ini."


2. Kemudian Nabi saw. masih terus mengumandangkan talbiah hingga sampai di tempat Jumrah Aqabah. Setelah itu berdiri di bagian bawah lembah dengan memposisikan Kakbah di sebelah kirinya, dan Mina di sebelah kanannya, dan menghadap ke Jumrah dalam keadaan di atas unta, serta melemparnya setelah terbit matahari, satu demi satu dengan bertakbir pada setiap lemparan.Pada saat itu beliau disertai oleh Bilal, Usamah, bin Zaid, Al Fadhl bin Abbas. Usamah memegangi tali unta, sedang Bilal dan Al Fadhl memayungi beliau dari panasnya matahari dengan kain.


3. Setelah itu orang-orang ramai berdatangan, dan bersabdalah Rasulullah saw., "Wahai manusia! Jangan sampai sebagian darimu membunuh sebagian yang lain, dan apabila kamu sekalian melempar jumrah maka gunakanlah kerikil yang semisal dengan kerikil hadf (lemparan). " Selanjutnya beliau melempar jumrah yang kemudian diikuti oleh para sahabat.


4. Akhirnya Qudamah bin Abdullah Al Alla'i menggambarkan arak-arakan Rasulullah saw. dengan berkata, ""Rasulullah saw. melempar Jumrah Aqabah di pusat lembah pada Hari Raya Kurban dengan menunggang unta betina beliau yang berwarna cerah dengan tanpa memecut, menyuruh lari atau mengatainya, "Ilaik-ilaik! (maksudnya menghardiknya)."

Mina (Kurban) - Kembali ke Mina
Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M.
1. Rasulullah saw. tidak menetap di tempat Jumrah Aqabah, melainkan langsung pergi ke Mina, dan berpidato dengan pidato yang sangat bagus, serta membagi tempat-tempat mereka, beliau bersabda, "Kaum Muhajirin agar bertempat di sini," beliau menunjuk ke arah sebelah kanan tanda kiblat: "Sedang Kaum Anshar di sini," beliau menunjuk ke arah sebelah kiri tanda kiblat, kemudian beliau melanjutkan, "Sedang yang lain agar bertempat di sekeliling mereka." Kemudian mengajari mereka tata cara amalan-amalan ibadah haji. Pada saat itu, atas kehendak Allah, pendengaran-pendengaran penduduk Mina dibuka sehingga mereka mendengar sabda-sabda Nabi saw. dari rumah-rumah mereka.


2. Di antara pidato beliau pada saat itu adalah: Beliau bertanya, "Wahai sekalian manusia hari apakah ini?" Mereka menjawab, "Hari haram." Kemudian bertanya lagi, "Negeri apakah ini?" Mereka menjawab, "Negeri haram." Dan bertanya lagi, "Bulan apakah ini?" Mereka menjawab, "Bulan haram." Serta bersabdalah beliau, "Sesungguhnya darah-darahmu, harta-hartamu, dan kehormatan-kehormatanmu, adalah haram (untuk ditumpahkan, dijarah, dan dirampas) atas kamu sekalian seperti haramnya harimu ini, negerimu ini, dan bulanmu ini." Kemudian beliau mengulanginya sebanyak tiga kali lalu menengadah ke langit sambil berkata, "Ya Allah sudahkah aku menyampaikannya? Ya Allah sudahkah aku menyampaikannya?" Orang-orang menyahut, "Sudah, wahai Rasulullah." Beliau berkata lagi, "Celaka bagi kamu sekalian! Janganlah kalian kafir kembali setelahku, sebagian kamu membunuh yang lain!"

Mina (Kurban) - Berkurban di Mina
Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M.
1. Kemudian Rasulullah saw. kembali untuk berkurban di Mina dan memberi tahu para sahabat beliau bahwa seluruh Mina adalah tempat penyembelihan binatang kurban, serta lorong-lorong Mekah adalah jalan dan tempat penyembelihan kurban.
Selanjutnya beliau menyembelih dengan tangannya sendiri memakai pisaunya sebanyak enampuluh tiga ekor unta, yaitu sejumlah tahun umur Nabi. Unta-unta itu beliau sembelih dalam keadaan berdiri dengan kaki kirinya terikat.


2. Setelah itu beliau berhenti menyembelih, dan memerintahkan Ali untuk menyembelih sisa dari jumlahnya yang semula seratus, kemudian menyuruhnya pula untuk menyedekahkan pakaian, kulit, dan dagingnya kepada orang-orang miskin serta melarangnya untuk memberikan bagian daging kepada jagal di tempat penyembelihannya, sambil berkata, "Kita akan beri mereka dari milik kita." Beliau bersabda, "Barangsiapa menghendakinya maka ia akan membagikan sebagian barang kepada yang bukan pemiliknya.


3. Kemudian beliau memerintahkan agar setiap binatang kurban diambil sebagian, dimasukkan ke dalam periuk dan dimasak, Nabipun memakan sebagian dagingnya serta meminum kuahnya.Allah a`lam.


4. Nabi saw. ketika itu berkurban untuk isteri-isterinya berupa satu ekor sapi.


5. Beliau ditawari untuk dibuatkan bangunan di Mina yang dapat melindunginya dari panas matahari, namun beliau menjawab, "Tidak, Mina adalah cuaca buat siapa yang mendatanginya."

Mina (Kurban) - Bercukur
Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M.
1. Seusai menyembelih binatang kurban, Nabi saw. memanggil seorang tukang cukur bernama Muammar, yang kemudian mencukur rambutnya. Pada saat tukang cukur berdiri di samping kepala beliau dengan memegang pisau, datang kaum muslimin meminta sebagian rambutnya. Rasulullah saw. memandangi wajah tukang cukur sambil berkata, "Wahai Muammar, Rasulullah saw. telah mengizinkanmu untuk memegangi daging telinganya saat di tanganmu ada pisau cukur." Muammar menjawab, "Demi Allah wahai Rasulullah, sungguh hal itu merupakan nikmat dan anugerah Allah untukku." Rasulullah saw. berkata lagi, "Ambil ini (menunjuk ke sebelah kanan kepalanya)." setelah selesai mencukur bagian itu beliau membagi-bagikan rambutnya kepada yang datang kepadanya. Kemudian beliau memberi isyarat kepada tukang cukur, untuk mencukur bagian kirinya. Setelah selesai, beliau menyeru Abu Thalhah, "Ke sini kau Abu Thalhah! Kemudian memberinya potongan rambut untuk selanjutnya ia bagi-bagikan kepada yang lain."


2. Demikianlah, beliau mencukur rambut sampai bersih, memotong sebagian kumis dan kedua jambang serta memotong kuku dan memerintahkan menanam rambut dan kuku itu.


3. Kemudian pada saat itu, Khalid bin Walid ra. meminta rambut yang berada di atas dahi beliau, Rasulullah memberikan kepadanya, selanjutnya Khalid meletakkan rambut tersebut di bagian depan surbannya sehingga setiap kali bertemu dengan sekelompok musuh dalam peperangan selalu dapat mematahkannya.


4. Kebanyakan sahabat mencukur bersih rambut mereka, sedang sebagian yang lain hanya memendekkan saja. Kemudian Rasulullah saw. berdoa,
اللهم اغفر للمحلقين
(Wahai Tuhanku! Ampunilah mereka yang mencukur bersih rambutnya). Dengan mengulanginya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau ditanya, "Bagaimana dengan orang yang memendekkan saja wahai Rasulullah?" Beliaupun berkata: "juga orang-orang yang memendekkannya", dalam kali yang keempat."


5. Setelah selesai bercukur, beliau memakai wangi-wangian dan baju. Seterusnya orang-orang lainpun bertahallul.


6. Seorang lelaki datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata, "Aku telah bercukur sebelum menyembelih." Nabi saw. menjawab, "Sembelihlah, tidak apa-apa." Kemudian datang pula seorang lelaki lain lalu bertanya,"Wahai Rasulullah! Aku telah menyembelih sebelum aku melontar." Nabi saw. bersabda, "Lontarlah, tiada apa-apa." Selanjutnya tiada pertanyaanpun mengenai pengajuan atau pengunduran yang diajukan kepada beliau pada saat itu kecuali beliau jawab dengan, "Lakukanlah tidak apa-apa."


7. Setelah itu Nabi saw. mengutus Abdullah bin Hudzafah As Sahmi ra. (dalam riwayat lain Kaab bin Malik) untuk menyeru orang-orang yang berada di Mina bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, " "Sesungguhnya hari ini adalah hari makan, minum, kawin dan mengingat Allah Ta`ala.

15. Masjidilharam
Tawaf Ifadah
Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M.
1. Kemudian Rasulullah saw. bertolak ke Mekah sebelum waktu Zuhur dengan menunggang unta serta diiringi oleh Muawiah bin Abu Sofyan dari Mina hingga ke Mekah. Kemudian beliau melakukan tawaf Ifadah yaitu tawaf ziarah yang dinamai juga dengan Tawafus Shadr (Tawaf permulaan).


2. Rasulullah saw. melakukan tawaf di Baitullah ketika haji Wada' dengan menunggang unta dan menyalami Rukun (Hajar Aswad) dengan menggunakan tongkat beliau sehingga dapat dilihat oleh orang banyak. Mereka bersesak-sesak mengerumuni beliau untuk bertanya sesuatu.


3. Rasulullah saw. salat Zuhur di Mekah, kemudian kembali ke Mina dan menjumpai orang ramai sedang menunggu beliau. Beliau mengimami para shahabat di Mina pada akhir waktu Zuhur.


4. Rasulullah saw. bermalam di Mina pada malam Ahad untuk menunggu hari-hari Tasyrik (11,12 dan 13 Zulhijah).


5. Beliau pergi ke sumur Zamzam, seusai melakukan tawaf. Ketika ituorang-orang sedang minum. Beliaupun bersabda, "Kalaulah bukan karena orang-orang itu akan mengalahkanmu dalam mengambil air Zamzam, wahai anak Abdul Mutalib, niscaya aku akan turun, minum bersamamu."


6. Kemudian Rasulullah saw. pergi ke tempat air lalu meminta agar diberi minum. Abbas berkata, "Fadhl! Pergilah kau menemui ibumu, kemudian ambilkan untuk Rasulullah air minum daripadanya." Nabi saw. bersabda, "Beri aku minum!" Ibu Fadhl menjawab, "Wahai Rasulullah saw. orang-orang telah mencelupkan tangan-tangan mereka ke dalam air itu." Beliau menyambung, "Beri minum aku dengan air yang diminum oleh orang-orang!" Kemudian beliau minum dari air itu lalu pergi ke Zamzam dan minum sambil berdiri.
* Aisyah ra. melakukan sekali tawaf dan sekali sai saja pada hari itu, telah memenuhi syarat untuk ibadat haji dan umrah beliau.
* Sofiah r.a. juga melakukan tawaf pada hari itu, tapi kemudian ia haid. Rasulullah saw. bersabda, "Tawafnya telah memenuhi syarat dan tidak perlu lagi melakukan tawaf wada'." Diapun tidak melakukan tawaf wada`.

16. Mina
Melontar Jumrah
Minggu 11-12-10 H. 8-3-632 M.
1. Setelah kembali berada di Mina, Rasulullah saw. menunggu tergelincir matahari, kemudian beliau berjalan kaki menuntun hewan tunggangannya ke tempat jumrah tanpa menaikinya.


2. Rasulullah saw. mulai melontar dari Jumrah Ula (pertama) yang terletak setelah Mesjid Khaif dengan tujuh biji batu, satu demi satu, dengan mengucapkan, الله أكبر pada setiap lemparan. Kemudian beliau maju ke depan di lembah yang lebih rendah, berdiri menghadap kiblat sambil mengangkat tangan, beliau berdoa dengan doa yang sangat panjang, sepanjang bacaan surah Al Baqarah.


3. Kemudian terus menuju ke Jumrah Wustha (tengah) dan melempar sebagaimana sebelumnya. Beliau membelok ke sebelah kiri, di tempat sesudah Wada', lalu berdiri menghadap kiblat dan membaca doa hampir sepanjang doa yang pertama.


4. Seterusnya beliau menuju ke Jumrah Aqabah lalu turun ke lembah dengan menghadap ke arah jumrah dengan menjadikan Baitullah berada di sebelah kiri dan Mina di sebelah kanan, dan melempar sebanyak tujuh kali pula.


5. Menurut perkiraan yang paling kuat, dahulu Nabi saw. melempar sebelum salat Zuhur, setelah matahari condong, kemudian kembali ke Mina dan menunaikan salat (Zuhur).


Catatan:
1. Nabi saw. telah melempar tiga jumrah: Ula, Wustha dan Aqabah.


2. Diriwayatkan bahwa surah An Nashr diturunkan kepada Rasulullah saw. pada hari ini dan beliau mengetahui bahwa hari itu adalah Wada' (perpisahan). Beliau meminta seorang sahabat untuk mengambilkan unta tunggangannya yang bernama Qushwaa' yang selanjutnya beliau pergi mengendarainya. Beliau berhenti di Jumrah Aqabah lalu orang-orang ramai berkumpul mengelilingi beliau. Beliau memuji Allah Taala dan mensyukuri apa yang semestinya disyukuri dan bersabda, "selanjutnya, wahai sekalian manusia! "Ketauhilah bahwa Tuhan kamu sekalian adalah Tuhan Yang Satu, bapakmu adalah satu, ketahuilah bahwa tiada kelebihan bagi orang Arab atas yang lain, begitu juga sebaliknya, juga tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah atas yang berkulit hitam kecuali dengan taqwa. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sudahkah aku menyampaikan؟" Mereka menjawab, "Rasulullah saw. telah menyampaikannya." Beliau kemudian bersabda, "Yang datang agar menyampaikan kepada yang tidak datang, karena betapa banyak orang yang diberi informasi lebih menguasai masalah daripada orang yang menyampaikan sendiri."
3. Kemudian Nabi saw. bersabda, "Wahai sekalian manusia!

إنما النسيء زيادة في الكفر يضل به الذين كفروا يحلونه عاما ويحرمونه عاما ليواطئوا عدة ما حرم الله
Artinya: "Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram adalah menambah kekafiran, orang-orang kafir disesatkan karena mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya." Ketahuilah bahwa waktu telah berputar kembali lagi sebagaimana awal Allah menciptakan langit dan bumi, kemudian membaca:
إن عدة الشهور عند الله إِثنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السماوات والأرض منها أربعة حرم، ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم
Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah semasa Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus. Janganlah kamu menzalimi diri kamu dalam empat bulan tersebut."
" Tiga bulan berturut-turut: Zulkaidah, Zulhijah, Muharram serta Rajab yang dikenal dengan bulan mudarat yaitu bulan yang terletak di antara bulan Jumadilakhir dan Syakban. Setiap bulan terdiri dari dua puluh sembilan atau tiga puluh hari. Sudahkah aku menyampaikannya؟ Orang-orang menjawab, "Ya!" Beliau bersabda, "Ya Allah saksikanlah!"


4. Amru bin Yatsribi bertanya, "Wahai Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku menjumpai kambing-kambing sepupuku lalu aku ambil satu ekor dan memanfaatkannya؟" Rasulullah saw. bersabda, "Sekiranya kamu berjumpa binatang tersebut bersama dengan pisau (sembelih) dan kayu untuk memasak di suatu kawasan padang pasir (kawasan yang sunyi), janganlah kamu mengusiknya!"


5. " Beliau bersabda lagi, "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya para wanita (para isteri) mempunyai hak atas kamu sekalian. Janganlah mereka membawa seorang laki-laki lain ke atas kasurmu, juga tidak dibenarkan bagi mereka membawa masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu kecuali dengan seizinmu, apabila mereka melakukannya maka telah diizinkan kepadamu sekalian untuk meninggalkan (pisah tempat tidur) dan memukul mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Apabila mereka telah berhenti lalu menurut kepadamu, maka mereka berhak lagi atas rezeki dan pakaian mereka dari kamu dengan cara yang baik. Sesungguhnya para wanita adalah golongan yang lemah dibandingkan diri kamu, mereka tidak mampu mempertahankan dirinya sama sekali, kamu sekalian telah mengambil mereka dengan amanat Allah, telah menghalalkan alat kelamin mereka dengan kalimat Allah, maka bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah terhadap wanita, kemudian berpesanlah kepada mereka dengan pesan yang baik! Sudahkah aku menyampaikannya؟" Para sahabat berkata, "Ya." Nabi saw.


6. Kemudian beliau bersabda," "Wahai manusia! Sesungguhnya setan telah putus asa untuk bisa disembah di bumimu ini, tetapi dia telah rela untuk diikuti dalam hal yang selain itu (disembah), hal yang kamu sekalian sama menghinanya, ia telah rela akan hal itu. Sesungguhnya seorang muslim adalah saudara seorang muslim yang lain, sesungguhnya kaum muslimin adalah bersaudara,Tidak halal bagi seorang muslim darah dan harta saudaranya kecuali dengan kerelaan hatinya. Sesungguhnya aku telah diperintahkan agar memerangi manusia hingga mereka mengucapkan kata la ilaha illallah. Apabila mereka telah mengucapkannya maka darah dan harta mereka telah terjaga dariku kecuali dengan jalan yang hak, selanjutnya Allah yang berhak menghisabnya. Janganlah kamu sekalian berbuat aniaya terhadap diri kamu sendiri, " Janganlah kembali setelahku nanti kepada kekafiran, sebagian kamu memukul leher sebagian yang lain. Aku telah meninggalkan kepadamu sesuatu, apabila kalian mengambilnya, maka tidak akan tersesat, yaitu, Kitab Allah. Sudahkah aku menyampaikannya؟" Para sahabat berkata, "Ya." Dan bersabda lagi, "Ya Allah, saksikanlah!"


1. Rasulullah saw. tidak segera menyelesaikan lemparan jumrah dalam waktu dua hari, tapi beliau menangguhkan sampai menyelesaikan lemparan pada tiga hari tasyrik, kemudian beliau bertolak pada hari Selasa setelah Zuhur, ke Muhasshab, yaitu Abthah atau Khaif Bani Kinanah.


2. Beliau mendapatkan Abu Rafi' telah mendirikan sebuah kemah di sana dengan susah payah, --dengan taufiq dari Allah-- tanpa perintah dari Rasulullah saw. Kemudian beliau salat Zuhur, Asar, Magrib dan Isya serta tidur sebentar.


3. Kemudian Rasulullah saw. berangkat menuju Mekah.


4. Aisyah ra. berkata, "Wahai Rasulullah! Orang-orang akan pulang dengan haji dan umrah sedangkan aku akan pulang hanya dengan haji." Rasulullah saw. bertanya, "Adakah kamu telah tawaf pada malam-malam ketika kita sampai di Mekah؟" Ia menjawab, "Tidak." Rasulullah saw. memanggil Abdur Rahman bin Abu Bakar ra. lalu berkata, "Keluarlah dengan saudarimu dari Tanah Haram (ke Tanim)." Juga berkata kepada Aisyah ra., "Pergilah bersama saudara kamu ke Tanim dan niatlah umrah, kemudian ingatlah tempat untuk bertemu, lalu temuilah aku di Muhasshab." Aisyah ra. berkata, "Allah memberikan kesempatan bagiku untuk menyelesaikan umrahku, aku selesaikan tawaf pada tengah malam dan kami temui Nabi saw. di Muhasshab." Nabi saw. bertanya, "Kamu berdua telah selesai؟" Kami menjawab, "Sudah." Lalu beliau mengizinkan orang-orang untuk pergi.

Mina (Jumrah) - Hari-hari Tasyrik
Minggu 11-12-10 H. 8-3-632 M.
1. Hari-hari Tasyrik ialah tanggal 11,12 dan 13 Zulhijah. Para jemaah haji hendaknya bermalam di Mina pada hari-hari Tasyrik untuk melempar jumrah. Hari kesebelas bulan Zulhijah dinamakan dengan hari Ru'us (kepala), karena pada malam hari itu mereka sama memasak kepala-kepala binatang yang telah mereka sembelih pada hari Raya Qurban, kemudian mereka makan pada waktu paginya.


2. Allah Taala menunjuk hari-hari Tasyrik di dalam firman-Nya:
" فمن تعجل في يومين فلا إثم عليه ومن تأخر فلا إثم عليه لمن اتقى
Artinya: "Barangsiapa yang tergesa-gesa (meninggalkan Mina) dalam waktu dua hari, dia tidaklah berdosa dan barangsiapa yang memperlambat (meninggalkan Mina), dia tidaklah berdosa, yaitu bagi orang-orang yang bertaqwa." Bagi seorang muslim agar bermalam di Mina pada ketiga hari Tasyrik tersebut tapi boleh juga untuk mempercepatnya dalam waktu dua hari saja.


3. Rasulullah saw. bermalam di Mina pada ketiga hari Tasyrik tanpa tergesa-gesa (meninggalkan Mina), selama itu beliau melempar tiga jumrah dalam tiga hari berturut-turut.


4. Abbas, paman Nabi saw. meminta izin untuk bermalam di Mekah pada malam-malam Mina demi tempat pemberian minumnya, lalu Nabi saw. pun mengizinkannya. Penggembala unta juga meminta izin untuk bermalam di luar Mina dan Nabi saw.
juga mengizinkan mereka, mereka diberi keringanan untuk melempar jumrah pada hari Raya Qurban lalu mereka kumpulkan lemparan untuk dua hari setelah hari Qurban pada salah satu dari keduanya.

Mina (Jumrah) - Peristiwa Lain
Minggu 11-12-10 H. 8-3-632 M.
1. Saad bin Abi Waqash menderita sakit dan Nabi saw. pun datang menjenguknya. Dia berkata, "Wahai Rasulullah! dalam diriku terdapat penyakit sebagaimana engkau lihat. Aku mempunyai harta dan tidak ada yang berhak mewarisinya kecuali seorang anak perempuan. Bolehkah aku menyedekahkan dua pertiga dari hartaku؟" Nabi saw. menjawab, "Jangan!" Aku (Saad) bertanya, "Separuh؟" Nabi saw. menjawab, "Jangan." Aku bertanya lagi, "Bagaimana kalau sepertiganya؟" Nabi saw. berkata, "Ya sepertiga, sepertiga itu sudah banyak. Sesungguhnya, kamu meninggalkan ahli waris kamu dalam keadaan kaya adalah lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, meminta-minta kepada orang lain. Sungguh kamu tiada membelanjakan harta, yang darinya kamu mengharapkan rida Allah Taala, kecuali akan mendapatkan pahala, sampai apa-apa yang kamu suapkan kepada mulut istrimu." Dia berkata, "Wahai Rasulullah! Apakah aku akan berdiam di sini ditinggal oleh saudara-saudaraku؟" Nabi saw. menjawab, "Kamu tidak akan tinggal di sini kemudian mengerjakan perbuatan baik kecuali akan bertambah baik dan tinggi derajatmu. Atau barangkali jika engkau tinggal di sini akan banyak kaum yang mengambil manfaat darimu dan akan membahayakan kaum lain (yang jahat). Ya Allah! Lestarikanlah hijrah sahabat-sahabatku dan jangan engkau kembalikan mereka kepada masa lalu mereka!"


2. Rasulullah saw. memerintahkan seseorang untuk menemani Saad bin Abi Waqash lalu berkata, "Jika meninggal di Mekah, janganlah engkau kuburkan di situ, karena orang itu tidak suka meninggal di bumi tempat asal ia berhijrah."

Masjidilharam
Tawaf Wada
Rabu 14-12-10 H. 11-3-632 M.
1. Rasulullah saw. memasuki Mekah pada malam hari, tepatnya waktu dini hari, lalu melakukan Tawaf Wada dengan berjalan kaki, tanpa menunggang kendaraan dan tanpa berlari-lari. Itu adalah masa terakhir beliau di Kakbah.


2. Kemudian keluar menuju dataran rendah Mekah, berjalan pergi ke Muhassab lalu memanggil para sahabatnya untuk pulang ke Madinah Munawwarah (Kota yang bersinar).

17. Madinah 
Rabu 14-12-10 H. 11-3-632 M.
Ketika melihat Madinah, Rasulullah saw. bertakbir tiga kali dengan membacakan:
اللهم أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إِله إِلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، آيبون عابدون ساجدون، لربنا حامدون، صدق الله وعده، ونصر عبده، وهزم الأحزاب وحده، اللهم إنا نعوذ بك من وعثاء السفر وكآبة المنقلب وسوء المنظر في الأهل والمال والولد، اللهم بلغنا بك بلاغا صالحا، يبلغ إِلى الخير بمغفرة منك ورضوان
Artinya, "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Kami adalah orang-orang yang kembali, orang-orang yang beribadat, orang-orang yang sujud, dan hanya kepada Tuhan kami, kami memuji. Maha menepati janji, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh dengan sendirian Ya Allah! Aku berlindung kapada-Mu dari segala susahnya perjalanan, kesedihan, dan pandangan buruk terhadap keluarga, harta benda, dan anak. Ya Allah! Sampaikanlah kami dengan kesampaian yang baik, yang akan sampai kepada suatu kebaikan karena ampunan dan ridha-Mu."

Terkait
Jenis-Jenis Haji
  1. Haji Tamattu
  2. Haji Qiran
  3. Haji Ifrad
  4. Manasik Umrah
  5. Haji Wada
  6. Ziarah Madinah
  7. Hukum kurban dan dam
  8. Kisah Alquran
  9. Masjidilharam
  10. Mesjid Nabi
  11. Fikih Haji
Arief

Berita

Loading...

Arah Kiblat