WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Kamis, 29 Agustus 2013

Nazaruddin Bongkar 12 Skandal Proyek Bernilai Triliunan Rupiah

arifuddinali.blogspot.com - Muhammad Nazaruddin, terpidana Wisma Atlet, menepati janjinya untuk membongkar sejumlah kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR.

Kali ini, Nazar membongkar 12 skandal proyek senilai ratusan miliar, bahkan triliunan Rupiah, yang melibatkan sejumlah anggota DPR.

Ke-12 proyek itu adalah e-KTP Rp 5,8 triliun, pembelian pesawat Merpati jenis MA 60 Rp 2 triliun, pengadaan dan distribusi baju Hansip di Kemendagri, pengadaan Gedung Pajak Rp 2,7 triliun, pengadaan Gedung MK Rp 300 miliar, dan proyek Diklat MK Rp 200 miliar.

Ada juga proyek Kemendiknas, PLTU Kalimantan Timur 2010-2011 Rp 2,3 triliun, PLTU Riau senilai Rp 1,3 triliun, refinery unit RU 4 Cilacap, simulator, dan proyek Hambalang terkait Wisma Atlet.

"Saya tidak mau menambah dan mengurangi. Kami tinggal dukung KPK menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang dilakukan pejabat-pejabat yang memmegang kekuasaan di Indonesia," kata Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (31/7/2013) malam.

Menurut Nazar, semua skandal korupsi itu sudah dilaporkan kepada KPK.

"Semua sudah di-BAP oleh penyidik," ujar Nazar.

Menurut Nazar, aktor di balik korupsi proyek e-KTP adalah Bendahara Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar di DPR Setya Novanto, dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Saya juga ikut di situ. Semua sudah diserahkan laporannya kepada KPK," ungkap Nazaruddin.

Sedangkan proyek Gedung Pajak, menurut Nazaruddin, 'pemainnya' adalah pimpinan Badan Anggaran DPR sekaligus Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey.

"Ada juga beberapa teman DPR yang lain. Yang menang PT Adhi Karya," beber Nazar.

Proyek besar dengan uang bernilai jutaan dolar AS, justru mengalir ke DPR di proyek Merpati. Menurut Nazar, semua fraksi di DPR menikmati aliran dana dari proyek tersebut."Jutaan dolar dibagi ke semua fraksi, terutama Fraksi Demokrat. Yang bagikan waktu itu untuk Ketua Fraksinya. Di Golkar ke (Setya) Novanto, PDIP ke Olly," papar Nazar (.tribunnews 31072013)

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online