WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Selasa, 27 Oktober 2009

Migas di Pulau Nunukan

Kabupaten Nunukan termasuk daerah yang memiliki masa depan cemerlang, karena menyimpan potensi tambang yang beragam.

PANASNYA situasi politik di kawasan perbatasan Indonesia – Malaysia tak hanya dipicu adanya aksi provokasi kapal tentara Diraja Malaysia kepada kapal patroli Angkatan Laut RI. Tapi juga diduga karena kawasan perbatasan memiliki sumber daya alam yang sangat besar, sehingga Malaysia tergiur untuk ’coba-coba’ menguasainya.
Bukti kawasan itu kaya sumber daya mineral, dibuktikan dengan masih dieksplorasinya perairan Blok Ambalat oleh perusahaan internasional, serta juga diincarnya daratan kawasan Sebuku. Sembakung dan Simenggaris. Memang bukan menjadi rahasia lagi kalau di lautan sekitar Nunukan termasuk cekungan yang menyimpan minyak dan gas, sedangkan di daratan selain ada minyak dan gas, juga batubara dan emas.

“Beberapa perusahaan tambang sudah melakukan kegiatan. Hasilnya positif kawasan di perbatasan ini menyimpan potensi tambang luar biasa,” ujar Samuel Parangan, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nunukan.

Perusahaan yang mencoba peruntungan di bidang tambang itu diantaranya adalah PT Mandiri Inti Perkasa yang mengeksploitasi batubara di Linuang Kayan Kecamatan Sembakung serta PT Dewa Ruci Mandiri (DRM) milik pengusaha lokal H Sabri yang segera eksploitasi batubara tahun ini. Sebelumnya sudah ada PT Medco yang menggarap minyak dan gas di Sembakung.

Di sektor usaha Migas, Nunukan memiliki kemajuan lagi dengan masuknya perusahaan Star Energy Sentosa. Perusahaan ini sudah memastikan menggarap Blok Sebatik dan sekarang mengincar lagi kawasan Semengkadu Desa Binusan di Pulau Nunukan. ”Perusahaan itu sudah membebaskan lahan seluas 6 hektar di Simengkadu,” ujar Samuel.

Menurutnya masyarakat dengan senang hati menerima ganti rugi sebesar Rp8.000 per meter persegi, sehingga memudahkan perusahaan melanjutkan pekerjaannya. Warga juga merasa senang dengan masuknya perusahaan karena berharap mereka bisa bekerja di perusahaan tersebut.

Perusahaan itu mulai melakukan pengeboran (drilling) untuk mengetahui berapa besar deposit migas di dalam perut bumi yang akan mereka dapat. Diproyeksikan para akhir tahun 2009 ini sudah ada hasilnya, sambil menunggu administrasi perizinan yang diurus perusahaan.

Sejak tahun 2007 perusahaan sudah lebih dulu menggarap Blok Sebatik, di antara Sebatik Induk dan Sebatik Barat. Survei yang dilakukan pihak perusahaan pada waktu itu meyakinkan mereka kalau di perut bumi kawasan tersebut memang terdapat jutaan barel minyak dan gas, sehingga menjadi potensi untuk dieksploitasi.

”Perusahaan ini sangat aktif, sehingga kita yakin nantinya bisa memberi kontribusi besar bagi pendapatan daerah Nunukan,” ujar Samuel.

Masuknya investor ke Nunukan, kata Samuel, harus disambut dengan tangan terbuka oleh masyarakat. Sebab, setidaknya ada tiga keuntungan yang akan diperoleh dari invstor tersebut, yakni selain peningkatan pendapatan daerah, menyerap tenaga kerja lokal dan yang ketiga menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar.

Bagaimana sebenarnya PT Star Energy Sentosa (Sebatik) Ltd? Menurut Franky, Kepala Perwakilan perusahaan itu di Nunukan, perusahaan yang dipimpinnya sudah punya pengalaman dalam bidang eksploitasi minyak dan gas. Selain menggarap Blok Sebatik, Star Energy juga melakukan survei seismik di Blok Sekayu, Sumatera Selatan sejak awal 2008.

Sedangkan kegiatan eksploitasi dilakukan untuk Blok Kakap di Natuna Barat Provinsi Kepulauan Riau. Blok Kakap saat ini sudah berproduksi minyak sebesar 7.000-7.500 barel per hari (bod) dan gas sebesar 58-60 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Sehingga total produksinya mencapai setara 15.000 barel minyak per hari (bopd).

”Perusahaan kami bukan hanya berkomitmen pada negara, tapi juga punya komitmen sosial membantu pemerintah dalam mensejahterakan rakyat. Terutama masyarakat sekitar tambang,” kata Franky.

Aktivitas sosial yang dikembangkan adalah melalui program CSR (corporate social responsibility). Untuk aktivitas CSR ini, kata Franky, sudah pernah mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ”Pada tahun 2008 lalu perusahaan kami juga mendapat penghargaan Padma Award katagori Gold dari Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro,” cerita Franky. Padma Award adalah penghargaan bagi perusahaan yang dinilai memberikan dampak positif bagi kemajuan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.

Rencana Star Energi dalam program CSR, meliputi pemberian bea siswa bagi warga tidak mampu di sekitar tambang. Kemudian bidang kesehatan seperti mengadakan pengobatan gratis untuk operasi tumor dan katarak.

Para petani lokal yang ada juga bakal diprogram untuk menjadi petani profesional. Perusahaan selain membantu pengetahuan bertani, juga bantu pupuk, bantu bibit unggul serta modal kerja. Di bidang pembangunan spiritual juga bakal dibantu kebutuhan beribadah seperti mesjid atau gereja.

”Pada prinsipnya perusahaan ini tidak hanya mengejar keuntungan, tapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. *

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online