WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Senin, 30 April 2012

Mesjid Nabi


Sejarah Pembangunan
Pembangunan Mesjid Nabi
1. Ketika Nabi Muhammad saw. keluar dari Quba menuju Madinah, beliau memerintahkan kepada para sahabat untuk membiarkan untanya sambil berkata, "  
Biarkanlah sajalah! karena ada yang mengendalikannya. Para sahabatpun berjalan mengikuti unta Nabi saw. sampai unta itu berhenti di suatu lapangan tempat penjemuran korma milik dua orang anak yatim yang berada di bawah perwalian sahabat As`ad bin Zararah (dalam riwayat lain dikatakan di bawah perwalian Abu Ayub Al Anshari). Nama kedua anak yatim tersebut adalah Sahal dan Suhail yang keduanya adalah anak Amru.
 
2.  Ketika unta itu berhenti di tempat tersebut, Rasulullah saw. bersabda, " Insya Allah inilah tempatnya", kemudian beliau memanggil kedua anak yatim tersebut untuk menanyakan harga tanah tempat penjemuran korma tersebut untuk dibangun di atasnya sebuah mesjid. Kedua anak yatim tersebut mengatakan, "Tidak, bahkan akan kami akan menghibahkannya kepadamu ya Rasulullah." Akan tetapi Rasulullah saw. enggan menerima hibah tersebut dari mereka, lalu dibelinya dengan harga sepuluh dinar uang emas yang dibayar oleh Abu Bakar ra. dari harta pribadinya.
 
3 Seluruh kuburan kaum musyrikin di sekelilingnya dibongkar, mereka menumpuk batang-batang pohon korma untuk menunjukkan arah kiblat mesjid itu.  Ketika para sahabat mulai membuat batu bata untuk bahan bangunan mesjid,  Thalq yang menyaksikan Rasulullah saw. dan para sahabat membuat batu bata datang mendekat dan berkata, "Tampaknya cara para sahabat membuat batu bata tidak menjadikan Nabi saw. kagum, lantas aku mengambil sebuah skop dan mengaduk adonan batu bata. Nampaknya Nabi saw. kagum terhadap pekerjaan saya dan bersabda, "Biarkanlah Hanafi yang mengolah tanah karena dia lebih pandai dari kalian dalam urusan pengolahan tanah (membuat batu bata
 
4. Para sahabat Nabi saw. menggali tanah sedalam tiga hasta (satu meter setengah) sebagai fondasi mesjid. Mereka membuat fondasi tersebut dari batu alam kemudian membangun dindingnya dengan batu bata.
 
5. Menurut salah satu riwayat, dikatakan bahwa Usman bin Mazh`un (riwayat lain Usman bin Affan) enggan terkena kotoran, dia mengangkut batu-bata di atas pakaiannya, jika batu itu telah diletakkan ia membersihkan lengannya sambil menoleh ke bajunya. Apabila terkena debu, disibakkannya debu tersebut Ali bin Abi Talib menyaksikan keadaan itu lalu menggubah sebuah bait syair:
لا يسـتوي من عمر المســـــــاجد
يـدأب فيهــا قائمـــا وقـــاعد
ومن يــرى عند الـتراب حـــــائد
Artinya:
Tidak sama orang yang meramaikan mesjid yang selalu (beribadah) di dalamnya sambil berdiri ataupun duduk 
dengan orang yang melihat ke debu sebagai penghalang. 
Ammar bin Yasir mendengar syair tersebut lantas mengulang-ulanginya tanpa mengetahui siapa yang dimaksud. Kemudian Usman bin Mazh'un lewat dan mendengar bait syair tersebut lalu marah, karena dia mengira Ammar bin Yasir telah menyindirnya. Usman bin Mazh'un berkata, "Wahai anak Samiyah, siapakah yang kau sindir dan cela itu? Berhentilah, kalau tidak aku pukul wajahmu!" (Sedang ia memegang sebatang besi). Nabi saw. mendengar ucapan itu, beliau langsung marah. Para sahabat berkata kepada Ammar, "Sesungguhnya Nabi saw. telah marah kepada engkau dan kami khawatir akan turun ayat Alquran tentang kita." Ammar menjawab, "Saya akan membuat beliau senang sesudah beliau marah." Kemudian Ammar berkata, "Wahai Rasulullah, apakah masalahku dengan sahabat engkau yang lain? Rasulullah saw. balik bertanya, "Apa masalahmu dengan mereka?" "Mereka ingin membunuhku dengan cara menyuruh mengangkut batu bata dua-dua atau tiga-tiga sedang mereka membawa satu-satu", jelas Ammar. Rasulullah saw. langsung memegang tangan Ammar dan mengajaknya ke mesjid sambil menyapu debu yang menempel pada daun telinganya dan bersabda, "Bukan para sahabatku yang ingin membunuhmu wahai anak Samiyah, akan tetapi kelompok pembangkanglah yang ingin membunuhmu." Rasulullah saw. turut bekerja bersama para sahabat membangun mesjid dan menanggalkan sorbannya, melihat beliau demikian kaum Muhajirin dan Anshar mengikutinya sambil melantunkan syair:
لئن قعدنا والنبي يعمل ذاك إذا لعمل مضلل
 
Jika kita duduk berpangku tangan sedangkan Nabi bekerja Itu adalah perbuatan tersesat
Nabi saw. ikut bekerja dengan kedua tangannya sambil mengawasi jalannya pembangunan dan berdoa dalam kalimat-kalimat yang puitis: 

فارحم الأنصار والمهاجره
اللهم إن الأجر أجر الآخره
فاغفر للأنصار والمهاجره
إلا إن العيش عيش الآخره
Ya Allah, sesungguhnya pahala yang sebenarnya adalah pahala di akhirat nanti, limpahkanlah kasih sayang-Mu atas kaum Anshar dan Muhajirin. Sesungguhnya kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan di akhirat nanti, berilah pengampunan kepada kaum Anshar dan Muhajirin
 


Perluasan
Perluasan Pada Masa Walid bin Abdul Malik
 
1. Ketika Walid bin Abdul Malik melihat Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan para sahabatnya salat di dalam rumah, beliau khawatir orang-orang akan berkumpul mengerumuninya. Beliau berinisiatif untuk memperluas mesjid, menjadikan rumah Fatimah Zahra dan makam Rasulullah menjadi bagian dari mesjid .
 
2. Pembongkaran mesjid itu dimulai pada bulan Safar tahun 88 H. dan selesai pembangunannya tiga tahun kemudian, yaitu tahun 91 H.
 
3. Walid meminta bantuan kepada Kaisar Romawi yang mengirimkan seratus pekerja dan 40 kereta mosaik serta beberapa kereta yang berisi rantai untuk lampu.
 
4. Pondasinya dibuat dari batu, dindingnya dibuat dari batu-batu yang dipahat yang berundak-undak dan mengapurnya dengan kuas, tiang-tiangnya dari batu yang diisi dengan besi dan timah, atapnya dari Saj (sejenis kayu keras) yang disepuh dengan air emas dan dihiasi dengan mosaik dan marmar.
 
5. Lebar tembok sebelah Barat mencapai dua hasta kurang sedikit (95 cm.) dan tembok sebelah Timur dua hasta empat jari. Bagian ini ditambah karena sering terkena banjir.
 
6. Mereka membuat dua atap mesjid, yang satu lebih tinggi dari yang lain, tinggi atap yang bawah 12,5 m, sehingga jika hujan deras tidak merusak mesjid dan tidak menghujani orang-orang yang sedang salat. Ibnu Abdu Rabbih menggambarkan mesjid tersebut dalam bukunya Aqdul Farid (3:365), katanya, "Mesjid Nabi ini lantainya terhampar dari Barat sampai Timur, pada tiap-tiap shaf ada 17 tiang, jarak antara tiang yang satu dengan yang lainnya sangat luas dan tiang di hamparan Kiblat dicat putih, tinggi sekali. Tiang-tiang itu terbuat dari granit, tiang putih itu berbentuk segi empat besar, kepalanya disepuh dengan emas. Di atasnya ada kepala tiang terukir, juga disepuh dengan emas begitu juga atapnya. Di hamparan mimbar terbelah dengan ubin-ubin yang tersepuh emas hingga akhir, dan atap tengah berbentuk perisai bolong."
 
7. Walid menambah lebar mesjid 19 m. Sembilan meter ke Barat dan 10 meter ke Timur, penambahan ini membuat kamar-kamar masuk ke dalam mesjid. 


Ilustrasi awal Mesjid Nabi SAW

Ilustrasi visual dari masjid Nabi SAW itu dalam tahap awal. (Lokasi dari beberapa rumah yang yang dibangun kemudian juga ditunjukkan.)
  • a. Nabi SAW mihrab
  • b. Aisha b. Abu Bakar RA tinggal
  • c. Hafsa b. Umar RA tinggal
  • d. Zainab b. Jahsh RA tinggal (tidak digambarkan)
  • e. Zainab b. Kuzayma s RA) tinggal (tidak digambarkan)
  • f. Fatima RA tinggal (tidak digambarkan)
  • g. Baab-Utsman b. Affan RA
  • h. Ahlul Suffa Holiday
  • i. Juwayriya itu RA tinggal (tidak digambarkan)
  • j. Rumla itu RA tinggal (tidak digambarkan)
  • k. Saffiya RA yang tinggal (tidak digambarkan)
  • l. Baab-ul-Rahma
  • m. Abu Bakar RA tinggal
  • n. Saad b. Abi Waqaas RA tinggal (tidak digambarkan)
  • o. al-Abbas b. Abdul Muthalib RA (SAWS paman Nabi) tinggal
  • p. Jafar b. Abi Shadiq RA tinggal

Terkait
Jenis-Jenis Haji

  1. Haji Tamattu
  2. Haji Qiran
  3. Haji Ifrad
  4. Manasik Umrah
  5. Haji Wada
  6. Ziarah Madinah
  7. Hukum kurban dan dam
  8. Kisah Alquran
  9. Masjidilharam
  10. Mesjid Nabi
  11. Fikih Haji
Arief

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online