WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Desember 2014

AirAsia yang Hilang Kontak Jatuh di Timur Belitung?

arifuddinali.blogspot.com - Pesawat AirAsia yang mengangkut 155 penumpang dengan tujuan Surabaya-Singapura kehilangan kontak, Minggu (28/12). Menurut informasi Fazli dari Basarnas dalam wawancara dengan Metro TV, pihaknya telah menerima informasi kemungkinan pesawat tersebut jatuh di Belitung Timur. Hingga kini tim Basarnas telah menuju lokasi tersebut.

Informasi tentang lokasi jatuhnya pesawat AirAsia juga beredar lewat media sosial. Informasi tersebut menyebutkan lokasi jatuhnya pesawat diperkirakan 80 sampai 100 mil sebelah timur Belitung.
Sumber:beritasatu.com 28 Desember 2014


Jumpa Pers Wapres JK Terkait Hilangnya AirAsia

Rabu, 17 Desember 2014

Longsor di Banjarnegara

Satu Dusun Tertimbun Tanah Longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah

Hujan deras di kawasan Provinsi Jawa Tengah sejak hari Kamis lalu telah menimbulkan bencana di berbagai kawasan. Yang terparah terjadi di Kabupaten Banjarnegara, dimana satu dusun diterjang tanah longsor.
Tanah longsor menyapu dusun Jemblung, Banjarnegara, 12 Desember 2014
arifuddinali.blogspot.com - BANJARNEGARA, JAWA TENGAH — Bencana tanah longsor terjadi pada hari Jumat malam (12/12). Dusun Jemblung, di Kabupaten Banjarnegara berada di sebuah lembah kecil, dengan perbukitan di belakangnya.


Hujan yang terus turun selama dua hari menyebabkan bukit itu longsor dan menyapu dusun yang berpenduduk lebih dari 300 orang itu. Sekitar 200 orang dapat menyelamatkan diri.

Sisanya dinyatakan hilang sampai saat ini, di tengah upaya pencarian oleh tim gabungan dari TNI, Polri, Badan Sar, PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan sejumlah organisasi masyarakat di bidang kebencanaan.

Muhammad Najib, salah satu petugas di posko Kecamatan Karangkobar mengatakan kepada VOA, data korban yang masih hilang sulit ditentukan dengan pasti, karena data jumlah penduduk yang belum jelas. Namun dipastikan lebih dari 100 orang yang masih tertimbun longsoran.

“Kalau jumlahnya pastinya dari beberapa sumber belum bisa memastikan, tetapi kurang lebih yang tertimbun sekitar 100, ada 35 rumah, terdiri dari sekitar 82 kepala keluarga. Lokasinya, karena itu ada di jurang, kendaraan sulit masuk kesana. Dari jalan, lokasi longsornya sekitar 50 meter di bawah jalan utama. Jadi memang jalan desanya juga tertimbun, sehingga kendaraan tidak bisa masuk kesana,” kata Muhammad Najib.

Sampai pukul 14.00 hari Sabtu, tim gabungan yang melakukan pencarian korban telah menemukan 12 korban meninggal. Pencarian terkendala oleh cuaca dan medan berat, karena akses jalan terputus oleh longsoran tanah.

Menurut koordinator tim gabungan, Letkol Inf. Edy Rohmatullah, ada 600 personel di tim ini. Untuk membantu mencari korban, tim telah menggunakan peralatan life locator dan acoustic device untuk mendeteksi detak jantung maupun gerakan di bawah longsoran tanah.

Kepala Markas Palang Merah Indonesia, Kabupaten Banjarnegara, Edi Purwanto kepada VOA mengatakan, konsentrasi kini juga diberikan untuk penanganan korban selamat. Sekitar 40 korban luka tengah dalam perawatan dan sekitar 400 orang mengungsi di lima titik pengungsian.

“Secara umum kita melakukan pelayanan, baik untuk korban selamat maupun untuk yang cedera. Kita ada personil di lapangan tetapi juga fokus untuk membantu korban yang sekarang menjadi pengungsi,” kata Edi Purwanto.

Banjarnegara adalah Kabupaten yang memiliki kawasan pegunungan dengan resiko tanah longsor cukup tinggi. Pada hari Kamis (11/12) dan Jumat (12/12) kemarin, setidaknya terjadi tanah longsor di 25 lokasi meski dalam skala kecil.

Longsor di dusun Jemblung adalah yang terbesar. Korban dikhawatirkan jauh lebih besar dari perkiraan, karena tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga pemakai jalan lintas antarkabupaten yang melewati kawasan itu. Setidaknya, dua korban meninggal ditemuan dari sebuah mobil yang saat itu sedang melintas disana.(voaindonesia.com - 17122014)


BNPB: Longsor Banjarnegara akibat Ulah Manusia

"Tidak ada terasering pada lereng tersebut.”
Senin, 15 Desember 2014
Tim SAR gabungan beserta yang sedang mencari warga yang terkena longsor di desa Sampang, Banjarnegara, Minggu (14/12/2014).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis hasil penyelidikan terhadap kawasan longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menurut BNPB, longsor adalah salah satu bencana hidrometeorologi. Faktor dominan penyebabnya adalah antropogenik atau ulah manusia. Di kawasan Dusun Jemblung, Desa Sampang, banyak anaman di atas bukit adalah tanaman semusim (palawija) dan tahunan yang tidak rapat.

“Budidaya pertanian dengan tidak mengindahkan konservasi tanah dan air, di mana tidak ada terasering pada lereng tersebut,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Senin, 15 Desember 2014.

Terasering adalah bangunan konservasi tanah dan air secara mekanis yang dibuat untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan penggalian dan pengurukan tanah melintang lereng. Tujuan pembuatan teras adalah untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan memperbesar peresapan air, sehingga kehilangan tanah berkurang.

Kecamatan Karangkobar itu, kata Sutopo, adalah satu dari 20 kecamatan di Banjarnegara yang memiliki potensi longsor pada tingkat sedang sampai tinggi. Di Dusun Jemblung, material penyusun Bukit Telagalele adalah endapan vulkanik tua sehingga solum tanah tebal dan ada pelapukan.

“Kemiringan lereng lebih 60 persen. Sebelumnya terjadi hujan deras pada 10 sampai 11 Desember 2014 sehingga tanah jenuh dengan air. Longsor berlangsung sekitar kurang dari lima menit,” ujar Sutopo.

Dari data yang dihimpun BNPB, Dusun Jemblung dihuni 308 jiwa. Sebanyak 200 orang berhasil menyelematkan diri, sedangkan 108 jiwa diperkirakan tertimbun longsor. "Hingga kini korban yang tewas mencapai 51 jiwa, dan 57 jiwa belum ditemukan," ujarnya. (nasional.news.viva.co.id)

Tinjau Lokasi Bencana, Presiden Jokowi Minta Evakuasi Korban Longsor Banjarnegara Diselesaikan

Presiden Jokowi meninjau lokasi bencana longsor di Banjarnegara, Jateng, Minggu (14/12) siang

Setelah melakukan perjalanan darat sekitar 45 menit, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Ibu Negara Iriana langsung meninjau lokasi longsor di Desa Sampang,Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/12) siang.

Sejumlah petugas terlihat memberi penjelasan kepada Presiden terkait musibah tanah longsor yang merenggut korban jiwa 20 orang lebih itu. Presiden tampak memberikan semangat kepada para relawan dan TIM SAR yang terus berjuang melakukan pencarian para korban.

Setelah beberapa menit di lokasi bencana, Presiden Jokowi menuju ke tempat penampungan pengungsi. Presiden yang ditemani oleh Ibu Negara Iriana Widodo sambil duduk lesehan tampak menyimak satu persatu keluhan, unek-unek dan cerita yang disampaikan para pengungsi.


Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana duduk lesehan mendegarkan unek-unek pengungsi korban longsor di Banjarnegara

Prioritaskan Evakuasi

Menanggapi keluhan dan unek-unek pengungsi itu, Presiden Joko Widodo meminta evakuasi korban tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, segera diselesaikan.

“Yang paling penting sekarang evakuasi dulu. Saya sudah pesan tadi, dirampungkan dulu evakuasinya, kita tidak akan bicara yang lain, konsentrasi evakuasi,” kata Presiden kepada wartawan di Banjarnegara.

Presiden melanjutkan, nanti kalau jalannya sudah didorong, sudah bisa dibuka, ekskavator masuk. Ia memperkirakan besok ekskavator masuk karena memang kondisinya seperti itu.

Saat ditanya mengenai batas waktu evakuasi, Presiden mengatakan bahwa hal itu akan dilihat berdasarkan kondisi di lapangan.

Presiden mengakui titik-titik rawan longsor di Jawa Tengah banyak sekali dan mengimbau warga waspada, terutama yang berada di daerah rawan longsor.

Saat meninjau lokasi tanah longsor, Presiden menyempatkan diri turun ke permukiman yang tertimbun tanah longsor untuk melihat lebih dekat proses evakuasi.

Bantu Pengungsi

Sementara itu Kepala Desa Sampang Purwanto mengemukakan, dalam kunjungan ke lokasi bencana longsor dan menemui para pengungsi itu, Presiden Jokowi memberikan bantuan uang untuk setiap keluarga korban tanah longsor, terutama yang rumahnya tertimpa longsoran.

Selain itu, Presiden juga memberikan bantuan uang Rp20 juta kepada Kepala Dusun Jemblung untuk memenuhi keperluan pengungsi selama beberapa hari.

Menurut Purwanto, di Dusun Jemblung ada 82 keluarga yang terdiri atas 253 orang. “Jumlah warga kami yang tertimbun sekitar 100 orang,” katanya.

Berdasarkan data sementara Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, sudah ada 32 jenazah korban yang ditemukan, tujuh di antaranya belum teridentifikasi. Sementara jumlah pengungsi secara keseluruhan mencapai 649 jiwa yang tersebar di 12 lokasi pengungsian. Para pengungsi tidak hanya berasal dari Dusun Jemblung, tetapi juga dusun lainnya yang terancam bencana tanah longsor.

Sumber: setkab.go.id - 14 Desember 2014 

(Ekslusif) Detik-Detik Longsor Banjarnegara 108 Rumah & Ratusan Korban Terpendam

Jumat, 18 Juli 2014

Malaysia Airlines Penerbangan 17

arifuddinali.blogspot.com - Malaysia Airlines Penerbangan 17 (MH17/MAS17) adalah penerbangan penumpang internasional terjadwal dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. Boeing 777-200ER ini jatuh di Ukraina timur dekat perbatasan Rusia pada tanggal 17 Juli 2014 dengan 280 penumpang dan 15 awak kabin dari berbagai negara.

Pesawat ini dikabarkan jatuh 50 sampai 80 kilometers (31 hingga 50 mil) sebelum memasuki ruang udara Rusia. Laporan awal Reuters menyatakan bahwa pemerintah Ukraina menduga pesawat ini ditembak jatuh oleh rudal permukaan-ke-udara Buk pada ketinggian 10.000 m (33,000 kaki).

Sekitar pukul 15:30 UTC, Malaysian Airlines melaporkan via Twitter bahwa mereka hilang kontak dengan MH17.

Menurut The Daily Telegraph, pesawat ini jatuh di Torez, dekat Shakhtersk, sekitar 40 km (25 mil) dari perbatasan Rusia.

Ini merupakan insiden besar kedua bagi Malaysia Airlines sekaligus armada 777-nya dalam lima bulan terakhir setelah Malaysia Airlines Penerbangan 370 hilang bulan Maret 2014 lalu.

Pesawat

Boeing 777-200ER dengan nomor registrasi 9M-MRD ini dibangun di Boeing Everett Factory pada tahun 1997 dan dikirimkan ke Malaysia Airlines pada 29 Juli 1997.

Reaksi

Swedia - Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt menulis: "Mengerikan sekali mendengar Malaysia Airlines ditembak jatuh di kawasan separatis di Ukraina Timur.

Ringkasan Incident
Tanggal 17 Juli 2014
Lokasi Ukraina
Penumpang 280
Awak 15
Terluka
Korban tewas 295 
Selamat 0
Jenis pesawat Boeing 777-200ER
Operator Malaysia Airlines
Nomor ekor 9M-MRD
Asal Bandar Udara Schiphol Amsterdam
Tujuan Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur

-wiki-

Galeri


 -ar-

Jumat, 14 Februari 2014

Gunung Kelud Meletus



Gunung Kelud, Sejarah Panjang dan Anomali Letusan...

Gunung Kelud yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar, di Jawa Timur, meletus lagi pada Kamis (13/2/2014) pukul 22.50 WIB. Letusan ini mengembalikan ciri historis panjang letusan gunung ini, yang hanya berjeda perubahan letusan pada 2007.

Gunung Kelud merupakan gunung api bertipe strato. Lokasinya berada di 7 derajat 56 menit Lintang Selatan dan 112 derajat 18 menit 30 detik Bujur Timur. Gunung Kelud memiliki ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut.

Letusan terakhir Gunung Kelud sebelum Kamis ini adalah pada 3-4 November 2007. Letusan tersebut ibarat jeda dari ciri khas letusan Gunung Kelud yang biasanya adalah eksplosif, termasuk letusan sekarang. Pada 2007, hanya terjadi letusan efusif, yang memunculkan kubah lava di tengah lokasi yang dulu adalah danau kawah Gunung Kelud.

Sejarah panjang dan anomali letusan Gunung Kelud
Catatan tentang letusan Gunung Kelud terlacak sejak tahun 1000, seperti termuat dalam buku Data Dasar Gunung Api Indonesia yang diterbitkan Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral pada 2011.

Ciri letusan eksplosif gunung ini setidaknya diketahui sejak 1901. Letusan pada 2007, merujuk ungkapan mantan Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, adalah anomali.

"Penyelewengan" ciri khas pada 2007 itu pun menurut Surono bukan karena ada hal gaib atau tak dapat dijelaskan. Letusan pada 2007 tidak mempertontonkan letusan hebat sebagaimana setiap kali Gunung Kelud meletus lebih karena ternyata ada retakan di jalur lava gunung itu, yang membuat daya dorong letusan sudah merembes keluar. Karenanya, daya letus gunung pun jauh berkurang.

Pada 1990, letusan terakhir sebelum letusan Kamis malam, setidaknya 200 juta ton meter kubik material padat terlontar dari kawah Gunung Kelud. Sebagai pembanding, letusan Gunung Merapi pada 2010 "hanya" melontarkan 150 juta meter kubik material padat.

Ribuan korban jiwa dan terowongan Ampera

Dengan ciri letusan yang eksplosif, Gunung Kelud adalah salah satu gunung api aktif yang mencatatkan ribuan korban jiwa dalam sejarah panjang letusannya, meski dampaknya belum seluar biasa letusan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat ataupun Gunung Krakatau di Selat Sunda yang sampai mengguncang dunia.

Sebelum letusan pada 2007, Gunung Kelud dikenal sebagai gunung api dengan kawah berupa danau. Menurut Surono dalam sebuah wawancara, kedahsyatan dampak letusan dengan tipe kawah semacam Gunung Kelud ini akan berbanding lurus dengan volume air pada danau kawah.

Letusan efusif pada 2007, telah menyurutkan danau kawah di Gunung Kelud, hanya menyisakan genangan yang bahkan nyaris kering. Namun, sebelumnya upaya untuk menyusutkan volume danau kawah ini juga sudah dilakukan pemerintah, yaitu dengan pembangunan terowongan pembuangan air. Proyek pertama dibangun pada masa pemerintahan kolonial, pada 1926.

Terowongan tersebut dibangun setelah letusan Gunung Kelud meletus pada 1919 yang menewaskan tak kurang dari 5.160 orang. Terowongan yang dibangun pemerintah kolonial itu sempat tertutup material vulkanik pada letusan 1966 meski lolos dari kerusakan akibat letusan pada 1951.

Meski letusan 1919 sudah memakan korban jiwa sedemikian banyak, letusan Gunung Kelud yang paling banyak menewaskan berdasarkan catatan yang ada adalah letusan pada 1586, dengan lebih dari 10.000 orang jadi korban.

Terowongan pengalir air dari danau kawah buatan 1926 masih berfungsi sampai sekarang. Namun, setelah letusan 1966, Pemerintah Indonesia membangun terowongan baru yang lokasinya 45 meter di bawah terowongan lama.

Terowongan baru yang rampung dibangun pada 1967 ini diberi nama Terowongan Ampera. Fungsinya menjaga volume air danau kawah tak lebih dari 2,5 juta meter kubik.

Pada letusan 1990 yang berlangsung selama 45 hari, material vulkanik yang dilontarkan letusan Gunung Kelud mencapai 57,3 juta meter kubik. Namun, lahar dinginnya mengalir sampai 24 kilometer melewati 11 sungai yang berhulu di Gunung Kelud. Terowongan Ampera pun sempat tersumbat, dan revitalisasinya baru rampung pada 1994.

Sumber: Beragam sumber dan dokumentasi


Letusan Gunung Kelud Dari Masa ke Masa 

Pemandangan puncak Sumbing di kawasan Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur, (11 Agustus 2013). Gunung berapi yang termasuk dalam tipe stratovulkan dengan karakteristik letusan eksplosif ini terbentuk akibat proses subduksi lempeng benua Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. TEMPO/Aris Novia Hidayat


Foto Gunung Kelud saat sedang beraktivitas pada tahun 1901. Gunung Kelud sudah beberapa kali meletus dan bererupsi yaitu pada tahun 1586, 1901, 1919, 1951, 1966, dan 1990, 2007, 2010, dan 2014. wikipedia.org


Sungai yang tertutup abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud, Blitar, Jawa Tengah, 1990. Letusan pada tahun ini berlangsung selama 45 hari. Gunung Kelud memuntahkan 57,3 juta meter kubik material vulkanik dan Lahar dingin menjalar sampai 24 kilometer dari danau kawah. Dok.TEMPO/ Zed Abidin


ktivitas Gunung Kelud saat meletus pada tahun 1919. Letusan ini termasuk yang paling mematikan karena menelan korban 5.160 jiwa dan merusak 15.000 ha lahan produktif karena aliran lahar mencapai 38 km. id.wikipedia.org


Petugas Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri di depan kubah lava anak Gunung Kelud, di Desa Sugihwaras, Kediri, 5 Maret 2012. Pada tahun 2007 dan 2010, Gunung Kelud melakukan aktivitasnya dengan mengeluarkan awan hitam dan menimbulkan gempa tremor. DOk.TEMPO/ Dwidjo U. Maksum


Gunung Kelud bererupsi di Blitar, Jawa Timur, (14/02). Gunung Kelud meletus pada tanggal 13 Februari 2014 pukul 22.50 WIB. Ketinggian letusan gunung ini mencapai 17 Km. Letusan gunung Kelud juga menghancurkan Kubah berkapasitas 16 juta kubik. (AP Photo/Trisnadi)



Sumber:


Rekaman Video Asli Erupsi Kelud 13 Februari


Video ini diunggah Kamis (13/2/2014) beberapa saat setelah erupsi terjadi. “Letusan Gunung Kelud di ambil dari Desa Gandusari, Kabupaten Blitar, pukul 23.30 WIB,”.

Video berjudul Erupsi Gunung Kelud 13 2 2014 itu menunjukkan rekaman saat material vulkanik menyebur dari gunung. Pada awal rekaman terlihat abu vulkanik keluar berwarna merah. Beberapa sat kemudian kilat menyambar. Meski terlihat sangat gelap kilatan muncul beberapa kali menerangi video itu.

Suara gemuruh yang cukup keras juga terdengar di rekaman itu. Mengiringi gemuruh Gunung Kelud, sirene dan klakson motor terdengat. Video amatir ini juga merekam percakapan perekam videonya.

Selasa, 21 Januari 2014

Banjir Jakarta 2014

Foto Udara Banjir Jakarta 2014
Air cokelat menggenangi Jakarta. Ibu kota berubah bak sungai.

Hujan beberapa hari terakhir ini menenggelamkan sebagian wilayah di DKI Jakarta. Sampai hari ini, Selasa 21 Januari 2014, hujan masih terus mengguyur Jabodetabek. Banjir di Jakarta pun belum sepenuhnya surut meski ketinggian air di beberapa tempat telah turun.

Curah hujan tinggi dan kiriman air dari Bogor menyebabkan ribuan rumah di Jakarta terendam air. Sejumlah akses jalan sempat terputus dan kemacetan panjang terjadi di mana-mana. Lebih dari 10 ribu jiwa harus mengungsi ke tempat aman.

Untuk mengatasi banjir menahun yang selalu meghantam Jakarta tiap puncak musim hujan ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo Senin kemarin menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Bupati Bogor Rachmat Yasin, Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, dan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Mohammad Hasan di Bendungan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan tersebut menghasilkan dua kesepakatan, yakni pembangunan dua waduk di Bogor mulai tahun 2015, dan optimalisasi penataan kawasan Puncak. Sebanyak 400 vila di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, akan dibongkar sepanjang tahun ini.

Sebelumnya pada tahun 2013, Pemkab Bogor sudah membongkar 231 dari vila. Pembongkaran vila tersebut menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tahun ini, pemprov DKI menghibahkan dana dua kali lipat untuk proses pembongkaran vila di Puncak.

Sementara waduk yang akan dibangun di Bogor berlokasi di Desa Cipayung dan Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. “Di Cipayung tersedia tanah seluas 107,3 hektare, sedangkan di Sukamahi ada tanah seluas 24,8 hektare,” ujar Bupati Bogor Rachmat Yasin.

Untuk membangun kedua waduk itu, Pemprov DKI akan membantu Pemkab Bogor dalam membebaskan lahan. Ada 170 keluarga yang harus direlokasi. Pembebasan lahan akan dimulai tahun ini, sedangkan pembangunan waduk dimulai tahun 2015.  (metro.news.viva.co.id 210114)

Foto Udara banjir jakarta


Banjir di Cililitan Capai 2 Meter 
Minggu, 19 Januari 2014 14:34 WIB
Banjir masih merendam pemukiman warga di kawasan Cililitan, Jakarta Timur dan di Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan. Ketinggian air di kedua kawasan yang berdampingan tersebut berkisar 1-2 meter.


Sumber:

Kamis, 11 Juli 2013

LP Tanjung Gusta Medan Rusuh

arifuddinali.blogspot.com - Kerusuhan terjadi di LP Klas I Tanjung Gusta, Medan, Sumut. Sejumlah napi dikabarkan melarikan diri akibat kejadian ini.

Pantauan detikcom, Kamis (11/7/2013), kerusuhan menyebabkan terbakarnya bagian depan kantor LP Klas I Tanjung Gusta, Medan. Asap hitam pun menjulang tinggi.

Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran tampak sudah tiba di lokasi untuk memedamkan api. Belum diketahui berapa orang tahanan yang kabur dari LP tersebut (detikNews)



Lapas Tanjung Gusta Dibakar Napi
Beredar Foto Lapas Tanjung Gusta Medan Terbakar

MEDAN - Informasi mengejutkan terus tersiar melalui media BlackBerry Messenger (BBM) tentang Lapas Tanjung Gusta. Lapas yang terletak di Kota Medan itu, dikabarkan terbkara dan dan belum diketahui secara pasti penyebabnya.

"Selain penjara dibakar, polisi tengah baku tembak dengan napi yang kabur. Sementara itu, napi yang kabur membalasnya dengan lembaran batu,"demikian isi BBM, Kamis (11/8/2013) malam.

Selain kabar, foto yang diklaim menunjukkan Lapas Tj Gusta terbakar juga marak beredar via BBM.

Sebelumnya, Redaksi Tribun Medan mendapatkan informasi melalui Broadcast BlackBerry Messenger (BBM) tentang narapidana di Lapas Tj Gusta Medan.

"Penyebab para napi marah karena persediaan air yang tidak memadai dan listrik yang kerap padam. Kini aksi lemar dan bakar-bakaran terlihat jelas dari sekitar lapas," demikian isi BBM yang diterima Tribun Medan, Kamis (11/7/2013).

Isi broadcastnya, " Napi di Lapas Tj Gusta ricuh, sekitar 200 napi kabur." Hingga berita ini dinaikkan, reporter Tribun Medan terus mencari kebenaran dari kabar itu. (TRIBUNNEWS)
Napi Lempari Petugas Pemadam Kebakaran
Hingga Kamis (11/7/2013) malam, api yang membakar Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan belum dapat dipadamkan. Puluhan petugas pemadam kebakaran masih berusaha menghentikan kebakaran. Namun petugas mengeluhkan napi yang melakukan pelemparan batu dari dalam lapas.

"Dilempari kita. Awas batu dari atas. Batu banyak beterbangan," terang puluhan petugas pemadam kebakaran. Dari dalam, napi tampak berkumpul di depan halaman, melakukan perlawanan. Belum ada keterangan resmi dari Lapas dan Depkumham Sumut terkait kejadian malam ini. Namun api masih terus berkobar dan napi terus melempari petugas. (tribunnews)


Kerusuhan di Lapas Tanjung Gusta, Sejumlah Napi Kabur
Seorang petugas mengamati Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan yang terbakar akibat kerusuhan (11/7). Kerusuhan ini menyebabkan kaburnya para napi di penjara tersebut. ANTARA/Irsan Mulyadi


Sejumlah petugas berjaga di kobaran api yang membakar sebuah ruangan di Lembaga Permasyarakatan Tanjung Gusta Klas I Medan (11/7). Puluhan napi kabur dengan memanjat tembok lapas. Tempo/ Soetana Monang Hasibuan


Sejumlah petugas kepolisian berjaga ketika kerusuhan napi pecah di depan Lembaga Permasyarakatan Tanjung Gusta Klas I Medan (11/7). Tempo/ Soetana Monang Hasibuan


Sejumlah warga menyaksikan peristiwa amuk narapidana di Lembaga Permasyarakatan Tanjung Gusta Klas I Medan (11/7). Tempo/ Soetana Monang Hasibuan


Sejumlah anggota TNI berjaga di Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan yang terbakar akibat kerusuhan, Kamis (11/7). Kerusuhan dipicu lampu padam dan matinya air PDAM di dalam lapas. ANTARA/Irsan Mulyadi


Batu-batu berserakan di halaman LP Tanjung Gusta akibat kerusuhan narapidana di Medan (11/7). Sejumlah napi yang melarikan diri dapat ditangkap kembali oleh polisi
Sumber : tempo.co - Jumat, 12 Juli 2013

"Neraka di Tanjung Gusta"

Rabu, 03 Juli 2013

Gempa Aceh

Aceh Kembali Diguncang Gempa 6.2 SR

Sejumlah warga berhamburan keluar rumah saat terjadi gempa bumi yang berkekuatan 6.2 SR di desa Lampahan, Bener Meriah, Aceh, (2/7). Gempa bumi ini mengakibat puluhan rumah rusak dan ratusan orang luka-luka.


Seorang korban mendapat perawatan usai dilanda gempa bumi di desa Lampahan, Bener Meriah, Aceh, (2/7). Gempa tersebut berkekuatan 6,2 SR yang mengakibat puluhan rumah rusak dan ratusan orang luka-luka. 


Sejumlah warga menangis usai terjadi gempa bumi di desa Lampahan, Bener Meriah, Aceh, (2/7). Gempa 6,2 SR ini mengakibat puluhan rumah rusak dan ratusan korban luka-luka


Pasien dan keluarga pasien berada di lantai dasar rumah sakit Pirngadi usai terjadi gempa, di Medan, Sumut, (2/7). Gempa berkekuatan 6,2 SR tersebut berpusat di Barat Daya Kabupaten Benermeriah, NAD yang juga dirasakan oleh warga Medan.


Pasien dan keluarga pasien bertahan di lantai dasar rumah sakit Pirngadi usai terjadi gempa, di Medan, Sumut, (2/7). Gempa berkekuatan 6,2 SR tersebut berpusat di Barat Daya Kabupaten Benermeriah, NAD. 
Sumber: TEMPO.CO - Selasa, 2 Juli 2013


GEMPA ACEH
Gempa bumi berkekuatan 6,2 SR mengguncang wilayah Aceh, Selasa (2/7/2013) sekitar pukul 14.40. Gempa tersebut dirasakan cukup kuat oleh sebagian besar masyarakat pesisir Aceh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, getaran gempa dirasakan warga Banda Aceh, Sigli, Bireuen, dan Aceh Utara. Warga mengaku getaran gempa cukup lama dan berayun, membuat masyarakat berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri.

Informasi dari situs resmi BMKG menyebutkan, gempa berpusat di 35 km Barat Daya Kabupaten Bener Meriah, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), 43 km tenggara Kabupaten Bireuen, 50 km barat laut Kabupaten Aceh Tengah. Kedalaman gempa mencapai 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, gempa telah mengakibatkan 22 orang meninggal dan sedikitnya 210 orang terluka. Dari foto-foto awal yang dikirim kantor berita AFP dan Serambi Indonesia memperlihatkan puluhan rumah ambruk di Kabupaten Bener Meriah.

Hingga pukul 21.00 di Kabupaten Bener Meriah masih terjadi pemadam listrik, gangguan komunikasi telepon seluler, dan internet.

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

gif maker

Arifuddin Ali