WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Abraham Lincoln

arifuddinali.blogspot.com - Abraham Lincoln (lahir di Hardin County, Kentucky, 12 Februari 1809 – meninggal di Washington, D.C., 15 April 1865 pada umur 56 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat yang ke-16, menjabat sejak 4 Maret 1861 hingga terjadi pembunuhannya. Dia memimpin bangsanya keluar dari Perang Saudara Amerika, mempertahankan persatuan bangsa, dan menghapuskan perbudakan. Namun, saat perang telah mendekati akhir, dia menjadi presiden AS pertama yang dibunuh. Sebelum pelantikannya pada tahun 1860 sebagai presiden pertama dari Partai Republik, Lincoln berprofesi sebagai pengacara, anggota legislatif Illinois, anggota DPR Amerika Serikat, dan dua kali gagal dalam pemilihan anggota senat.

Sebagai penentang perbudakan, Lincoln memenangkan pencalonan presiden Amerika Serikat dari Partai Republik pada tahun 1860 dan kemudian terpilih sebagai presiden. Masa pemerintahannya diwarnai dengan kekalahan dari pihak Negara Konfederasi Amerika, yang pro perbudakan, dalam Perang Saudara Amerika.[ Dia mengeluarkan dekrit yang memerintahkan penghapusan perbudakan melalui Proclamation of Emancipation pada tahun 1863, dan menambahkan Pasal ketiga belas ke dalam UUD AS pada tahun 1865.
Lincoln mengawasi perang secara ketat, termasuk pemilihan panglima perang seperti Ulysses S. Grant. Para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Lincoln mengorganisir faksi-faksi dalam Partai Republik dengan baik, membawa tiap pemimpin faksi ke dalam kabinetnya dan memaksa mereka bekerja sama. Lincoln berhasil meredakan ketegangan dengan Inggris menyusul Skandal Trent pada tahun 1861. Di bawah kepemimpinannya pihak Utara berhasil menduduki wilayah Selatan dari awal peperangan. Lincoln kemudian terpilih kembali sebagai presiden AS pada tahun 1864.

Para penentang perang mengkritisi Lincoln karena sikapnya yang menolak berkompromi terhadap perbudakan. Sebaliknya, kaum konservatif dari golongan Republikan Radikal, faksi pro penghapusan perbudakan Partai Republik, mengkritisi Lincoln karena sikapnya yang lambat dalam penghapusan perbudakan. Walaupun terhambat oleh berbagai rintangan, Lincoln berhasil menyatukan opini publik melalui retorika dan pidatonya; pidato terbaiknya adalah Pidato Gettysburg. Mendekati akhir peperangan, Lincoln bersikap moderat terhadap rekonstruksi, yaitu mendambakan persatuan kembali bangsa melalui kebijakan rekonsiliasi yang lunak. Penggantinya, Andrew johnson, juga mendambakan persatuan kembali orang kulit putih, tapi gagal mempertahankan hak para budak yang baru dibebaskan. Lincoln dinilai sebagai presiden AS yang paling hebat sepanjang sejarah Amerika.

Masa kecil

Abraham Lincoln dilahirkan di sebuah gubuk kecil di Kentucky, 12 Februari 1809. Orang tuanya miskin dan tidak berpendidikan. Lincoln sendiri hanya mengecap pendidikan selama kira-kira setahun, tetapi dalam waktu singkat ia dapat membaca, menulis dan berhitung. ketika ia beranjak dewasa ia berusaha keras untuk menambah pengetahuannya. Ia menggunakan sebaik-baiknya semua buku yang dapat dibacanya, akhirnya ia berhasil menjadi ahli hukum pada usia 28 tahun.

 

Sebelum menjabat presiden

Ketika muda, Abraham Lincoln bekerja dalam berbagai bidang hukum. Ia pernah bekerja sebagai pembelah kayu pagar, menjadi tentara, menjadi kelasi di kapal-kapal sungai, juru tulis, mengurus kedai, kepala kantor pos, dan akhirnya menjadi pengacara.

Ia giat membela hak-hak para budak Afrika. Selama masa jabatannya, ada banyak budak di Selatan dan ia ingin para budak dibebaskan. Orang-orang tidak setuju dengan rencananya, membentuk Persatuan Selatan dan sebuah pasukan untuk berperang melawan pasukan Utara Lincoln pada Perang Utara-Selatan. Pasukannya memenangkan peperangan itu.

Langkah pertamanya memasuki lapangan politik terjadi pada 1832 saat ia berusia 23 tahun. Ketika itu ia berusaha untuk dipilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah negara bagian Illinois, di bagian barat-tengah Amerika. Namun ia kalah pemilihan, dua tahun kemudan ia berusaha kembali dan menang. Setelah itu,ia dipilih tiga kali berturut-turut setelahnya.

 

Masa kepresidenan

Di tahun 1847, saat ia berusia 38 tahun, ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika. Abraham Lincoln menjadi terkenal di seluruh negara sebagai orang politik, akibat perdebatannya dengan Stephen A. Douglas dalam kampanye pemilihan Senator Amerika tahun 1858. Sekalipun ia kalah dalam pemilihan senator, partai Republik memilihnya menjadi calon presiden dalam pemilihan tahun 1860. Saat itu Amerika Serikat hampir terpecah belah akibat masalah perbudakan.

6 November 1860, Lincoln menjadi Presiden Amerika Serikat ke-16 dan sebulan kemudian, perang saudara Amerika antara negara-negara bagian di Utara dan negara-negara bagian di Selatan pecah. Walaupun ia membenci perang, Presiden Lincoln menerimanya sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan persatuan negara.

Pada pertengahan perang saudara, Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Pembebasan yang mengubah hajat hidup orang banyak di Amerika. Proklamasi itu menyatakan semua budak belian di negara-negara bagian ataupun daerah-daerah negara-negara bagian yang melawan Amerika Serikat akan bebas mulai 1 Januari 1863. Proklamasi itu mencetuskan semangat semua orang yang memperjuangkan kebebasan, dan menjadi pendorong ke arah penghapusan perbudakan di seluruh Amerika Serikat.

Presiden Abraham Lincoln dipilih kembali pada 1864, di tengah-tengah kemenangan-kemenangan militer Amerika Serikat menuju berakhirnya Perang Saudara. Dalam merencanakan perdamaian Presiden Abraham Lincoln bersifat fleksibel dan bermurah hati. Ia mengajak orang-orang selatan yang memberontak untuk meletakkan senjata dan kembali ke Amerika Serikat. Semangat menjadi pedomannya jelas serupa dengan semangat pidato pelantikannya yang kedua. Kalimat ini terukir di salah satu dinding tugu peringatan Lincoln (Lincoln Memorial) di Washington DC yang berbunyi;
Dengan keteguhan hati dan kebenaran yang sesuai dengan titah Tuhan, marilah kita berusaha untuk menyelesaikan tugas kita sekarang, yaitu menyembuhkan luka-luka bangsa.
Presiden Lincoln tertembak di teater Ford, Washington, Amerika Serikat, pada 14 April 1865 dan meninggal keesokan harinya tanggal 15 April 1865 pada usia 56 tahun. Pembunuhnya, John Wilkes Booth adalah pemain sandiwara yang memiliki gangguan jiwa, ia juga salah seorang pendukung Konfederasi yang menentang diserahkannya tentara Konfederasi kepada pemerintah setelah berakhirnya perang saudara.
 
Presiden Lincoln dimakamkan di Springfield, AS dan dikenang Amerika dan dunia sebagai pejuang demokrasi karena jasa-jasanya.
---wiki251213---

Benjamin Franklin

arifuddinali.blogspot.com - Benjamin Franklin (lahir di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, 17 Januari 1706 – meninggal di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, 17 April 1790 pada umur 84 tahun) adalah seorang tokoh Amerika Serikat yang terkenal dan telah meninggalkan banyak karya di dalam hidupnya. Franklin adalah orang dengan banyak jenis pekerjaan dan keahlian. Ia adalah seorang wartawan, penerbit, pengarang, filantrofis, abolisionis , pelayan masyarakat (pejabat), ilmuwan, diplomat, dan penemu sekaligus! Franklin juga adalah salah seorang pemimpin Revolusi Amerika, dan salah satu penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika. Kata-katanya banyak yang terkenal dan dikutip orang. Misalnya "waktu adalah uang" kemungkinan besar berasal dari dirinya. Karena ia juga seorang penerbit dan pemilik percetakan, banyak kata-katanya yang masih bisa dibaca orang hingga sekarang karena ia juga banyak dan rajin menulis. Ia juga terkenal dengan percobaanya mengenai listrik (penangkal petir). Dia adalah Kepala Kantor Pos pertama di Amerika, pembuat "perpustakaan umum" pertama, dan orang pertama yang mengorganisasikan barisan pemadam kebakaran kota.
Benjamin Franklin ialah anggota Freemasonry.

Biografi

Tahun-tahun awal

Benjamin Franklin terlahir di Milk Street, Boston, pada tanggal 17 Januari 1706 dari ayahnya yaitu Josiah Franklin yang menikah dua kali. Benjamin adalah anak bungsu dari 17 anak Josiah dari dua perkawinan itu. Benjamin terhenti sekolahnya pada saat ia berusia sepuluh tahun, dan pada umur dua belas tahun ia telah magang pada usaha penerbitan milik James, kakak laki-lakinya. Percetakan ini menerbitkan surat kabar New England Courant.
Benjamin menjadi kontributor dan bahkan kemudian editor surat kabar itu. Suatu hari kakak beradik ini berselisih hingga akhirnya Benjamin melarikan diri, pertama-tama ke New York, lalu ke Philadelphia pada Oktober 1723.

Tahun-tahun pertengahan

Benjamin dan William melarikan diri ke Philadelphia. Lalu William bergabung dengan penjajah (Inggris) dan berpisah jalan dengan Ben. Ben adalah musuh Inggris karena Revolusioner USA.

Tahun-tahun akhir

Setelah berselisih dengan William cukup lama, William yang bergabung dengan penjajah meminta maaf terhadap Benjamin Franklin. Namun dengan tegas Benyamin Franklin menolak. Benjamin Franklin menghabiskan sisa hidupnya terpisah dari Istrinya.

Kematian dan setelahnya

Kata kebajikan yang dikenang Benjamin Franklin:
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.

Karya tulis Ben Franklin (Bahasa Inggris)

  • Franklin, Benjamin, "The Way to Wealth". Applewood Books; November 1986. ISBN 0-918222-88-5
  • Franklin, Benjamin, "The Autobiography of Benjamin Franklin". Dover Pubns; June 7, 1996. ISBN 0-486-29073-5
  • Franklin, Benjamin, "Poor Richards Almanack". Peter Pauper Press; November 1983. ISBN 0-88088-918-7
  • Franklin, Benjamin, "The Poetry of Minor Connecticut Wits". Scholars Facsimilies & Reprint; September 2000. ISBN 0-8201-1066-3
  • Franklin, Benjamin, "Writings". ISBN 0-940450-29-1
  • Franklin, Benjamin, "On Marriage".
  • Franklin, Benjamin, "Satires and Bagatelles".
---wiki251213---

Kamis, 07 Maret 2013

Anas Urbaningrum

arifuddinali.blogspot.com - Anas Urbaningrum (lahir di Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969; umur 43 tahun) adalah Ketua Umum DPP Partai Demokrat dari 23 Mei 2010 hingga pengunduran dirinya pada 23 Februari 2013. Terpilih pada usia 40 tahun menjadikannya salah seorang ketua partai termuda di Indonesia. Sebelumnya ia menjalankan tugas sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah DPP Partai Demokrat dan Ketua Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat. Anas terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2009 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII (Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung dengan meraih suara terbanyak. Sejak terpilih menjadi ketua partai, ia mengundurkan diri dari jabatannya di DPR.

Tentang

Lahir di Desa Ngaglik, Srengat, Blitar, Jawa Timur, Anas menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di Kabupaten Blitar. Setelah lulus dari SMA, ia masuk ke Universitas Airlangga, Surabaya, melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) pada 1987. Di kampus ini ia belajar di Jurusan Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, hingga lulus pada 1992.

Anas melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan meraih gelar master bidang ilmu politik pada 2000. Tesis pascasarjananya telah dibukukan dengan judul "Islamo-Demokrasi: Pemikiran Nurcholish Madjid" (Republika, 2004). Kini ia tengah merampungkan studi doktor ilmu politik pada Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Kiprah Anas di kancah politik dimulai di organisasi gerakan mahasiswa. Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga menjadi Ketua Umum Pengurus Besar HMI pada kongres yang diadakan di Yogyakarta pada 1997.

Dalam perannya sebagai ketua organisasi mahasiswa terbesar itulah Anas berada di tengah pusaran perubahan politik pada Reformasi 1998. Pada era itu pula ia menjadi anggota Tim Revisi Undang-Undang Politik, atau Tim Tujuh, yang menjadi salah satu tuntutan Reformasi.

Pada pemilihan umum demokratis pertama tahun 1999, Anas menjadi anggota Tim Seleksi Partai Politik, atau Tim Sebelas, yang bertugas memverifikasi kelayakan partai politik untuk ikut dalam pemilu. Selanjutnya ia menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum periode 2001-2005 yang mengawal pelaksanaan pemilu 2004.

Setelah mengundurkan diri dari KPU, Anas bergabung dengan Partai Demokrat sejak 2005 sebagai Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah.

 

Pengalaman

  • Ketua Umum DPP Partai Demokrat 2010-2013
  • Anggota Presidium Korps Alumni HMI 2012-2015

 

Masa Reformasi 1998 dan Transisi Politik

Anas ditunjuk untuk menjadi anggota tim revisi undang-undang politik atau yang dikemal dengan nama Tim Tujuh. Tim ini dipimpin oleh Ryaas Rasyid dengan anggota lainnya adalah Affan Gaffar (alm.), Andi Mallarangeng, Djohermansyah Djohan, Luthfi Mutty, dan Ramlan Surbakti.

Tim ini mengasilkan rancangan paket undang-undang pemilu yang akhirnya disahkan oleh DPR RI menjadi UU No. 2/1999 tentang Partai Politik, UU No. 3/1999 tentang Pemilhan Umum, dan UU No. 4/1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD.

Dalam mempersiapkan pemilu demokratis pertama pada tahun 1999, pemerintah membentuk Panitia Persiapan Pembentukan Komisi Pemilihan Umum pada 3 Februari 1999 yang dikenal dengan nama Tim Sebelas. Tugas tim ini adalah memverifikasi pemenuhan syarat administratif partai dalam untuk mengkuti pemilu. Anas dipilih menjad anggota tim yang dipimpin oleh Nurcholish Madjid (alm.). Anggota lainnya adalah Adi Andojo Sutjipto, Adnan Buyung Nasution, Affan Gaffar (alm.), Andi Mallarangeng, Eep Saefulloh Fatah, Kastorius Sinaga, Miriam Budiardjo (alm.), Mulyana W. Kusumah, dan Rama Pratama.
Setelah melalui proses verifikasi, Tim ini mengumumkan 48 partai yang berhak mengikuti pemilu 1999.

 

Menjadi Anggota Komisi Pemilihan Umum

Anas dilantik menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada periode 2000-2007 oleh Presiden Abdurrahman Wahid (alm.) pada 24 April 2001. Anas menjadi anggota KPU bersama dengan Chusnul Mar’iyah, Daan Dimara, Hamid Awaludin, Imam Prasodjo, Mudji Sutrisno, Mulyana W Kusuma, Nazaruddin Syamsuddin, Ramlan Surbakti, Rusadi Kantaprawira, dan Valina Singka Subekti. Para anggota KPU tersebut kemudian memilih Nazaruddin Syamsuddin sebagai ketua.

Tugas besar KPU periode ini adalah melaksanakan pemilihan presiden secara langsung yang pertama dalam sejarah yang merupakan salah satu tonggak penting demokratisasi di Indonesia. Anas mengundurkan diri dari KPU pada 8 Juni 2005.

 

Menjadi Anggota DPR RI

Anas terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2009 dari daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Tulungagung dengan meraih suara terbanyak, yaitu 178.381 suara, melebihi angka Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) sebesar 177.374 suara.

Pada 1 Oktober 2009, Anas ditunjuk menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI. Tugas berat yang berhasil dijalankannya dengan baik adalah menjaga kesolidan seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat dalam voting Kasus Bank Century.

Menyusul pemilihannya sebagai ketua umum partai, pada 23 Juli 2010 Anas mengundurkan diri dari DPR.

 

Terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat

Sebagai partai pemenang pemilu 2009, kongres ke-2 Partai Demokrat di Bandung pada 20-23 Mei 2010 menjadi peristiwa penting dalam politik Indonesia.

Anas mendeklarasikan pencalonannya di Jakarta pada 15 April 2010. Dalam pidato deklarasinya, Anas menegaskan bahwa kesiapan dirinya bukanlah untuk bersaing, apalagi bertanding. Pencalonanya bukan untuk memburu jabatan. Menurut Anas, kongres adalah sebuah kompetisi rutin dan penuh persahabatan antar sesama saudara. “Semua kandidat adalah kader-kader terbaik partai Demokrat dan sahabat seperjuangan,” kata Anas.

Dalam deklarasi itu Anas menyatakan akan mengusung agenda institusionalisasi partai. Artinya, bagaimana mentransformasi pemikiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai figur penting dan sentral dalam Partai Demokrat menjadi institusi partai yang kuat. Agenda lainnya adalah stabilisasi internal; kaderisasi yang baik, bermutu, dan sistematis; desentralisasi pengelolaan partai secara terukur; pembangunan budaya politik yang bersih, cerdas, santun sebagai karakter partai; serta manajemen logistik yang kuat dan akuntabel.

Pemikiran politik Anas selanjutnya dituangkan dalam pidato kebudayaan “Membangun Budaya Demokrasi” yang diselenggarakan di Jakarta pada 16 Mei 2010. Pidato ini dilakukan untuk melanjutkan tradisi berwacana yang sudah lama dijalankan oleh para founding fathers bangsa ini, seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir; para pemikir seperti Tan Malaka, Soedjatmoko, dan bahkan Kartini yang menuangkan pemikirannya melalui tulisan.

Dalam pidato tersebut, Anas menjelaskan bahwa politik uang, patronase, sub-nasionalisme, dominannya “ascribed status”, meritokrasi yang lemah dan “zero sum game” merupakan tantangan terbesar dalam membangun budaya demokrasi. Anas menempatkan meritokrasi sebagai agenda terpenting dalam membangun budaya demokrasi, yang harus dijaga dari polusi politik uang. Meritokrasi juga akan membuahkan sejumlah pemimpin yang kompeten dan tidak akan melahirkan orang kuat yang melampaui sistem dan institusi sehingga check and balance dapat berlangsung secara efektif.

Dalam rangkaian persiapan kongres, Anas meluncurkan buku “Revolusi Sunyi” di Aula Harian Pikiran Rakyat, Bandung. Buku ini mengungkap kiat-kiat sukses Partai Demokrat dan SBY memenangkan pemilu 2009. Anas mengungkapkan ketelatenan Partai Demokrat melakukan survei pasar yang dilakukan secara periodik dengan melibatkan semua elemen partai. Buku Revolusi Sunyi mengulas kesaksian bagaimana sebuah parpol bekerja keras menghadapi pemilu tanpa melakukan publikasi yang “gaduh”.

Kompetisi di kongres berlangsung ketat dengan tiga kandidat kuat: Anas, Andi Mallarangeng (yang juga Menteri Pemuda dan Olah Raga RI), dan Marzuki Alie (Ketua DPR RI) yang baru saja mendeklarasikan pencalonannya sehari sebelum kongres dimulai.

Dalam pemungutan suara putaran pertama, Anas unggul (236 suara) dari Marzuki Alie (209 suara) dan Andi Mallarangeng (82 suara). Karena tidak ada kandidat yang memperoleh suara lebih dari 50 persen, pemungutan suara putara kedua dilakukan. Menjelang putaran kedua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi pernyataan agar perwakilan DPD dan DPC memilih ketua umum Partai Demokrat sesuai dengan hati nurani, yang mengindikasikan berjalannya demokrasi internal di partai terbesar ini.

Pada putaran kedua, Anas unggul dengan perolehan 280 suara. Marzuki Alie memperoleh 248 suara, sementara dua suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan ini membuat Anas menjadi salah seorang ketua umum partai politik termuda di Indonesia. Menanggapi hasil pemungutan suara tersebut Anas mengatakan, “Anda lihat sendiri, saya menang dalam pemilihan yang demokratis. Ini bukti, selain Partai Demokrat adalah partai yang mengutamakan demokrasi, Pak SBY juga demokrat sejati karena tidak pernah ikut campur pemilihan, termasuk mendukung salah satu calon.”

Pada 17 Oktober 2010, Anas melantik pengurus pleno DPP Partai Demokrat yang berjumlah 2.000 orang pada saat peringatan ulang tahun partai tersebut di Jakarta.

 

Kehidupan Pribadi dan Keluarga

Olahraga merupakan salah satu hobi Anas, selain membaca. Anas gemar bermain voli, bulu tangkis, dan sepak bola. Hampir tidak pernah ia melewatkan kesempatan menonton langsung pertandingan Tim Nasional Indonesia. Ia pernah mengatakan bahwa sewaktu menjadi wartawan di Surabaya, penugasan favoritnya adalah meliput pertandingan sepak bola. Kini, Anas kerap diundang menjadi komentator pertandingan sepak bola nasional dan internasional di televisi. Anas memilih Manchester United, FC Barcelona dan AC Milan sebagai tim sepak bola favoritnya di kancah internasional. Di tanah air, tim sepak bola pujaan Anas selain Timnas Garuda adalah PSBI Blitar.

Anas mengaku sebagai pecinta kuliner nusantara. Lewat Twitter (akun: @anasurbaningrum), ia berbagi gambar dan informasi sajian lezat dan tempat bersantap di seantero tanah air.

Anas menikah dengan Athiyyah Laila Attabik (Tia). Anas dan Tia pertama kali bertemu karena diperkenalkan teman-teman di HMI Yogyakarta. Menurut Tia, dia dan Anas tidak pernah berpacaran. Masa perkenalannya pun sangat singkat, hanya empat bulan. Tia dan Anas hanya bertemu tiga kali dan bicara lewat telepon empat kali. Menurut Tia, “Saat dia melamar, saya pun sudah merasa klik dengannya.”

Dalam sebuah wawancara, Ryaas Sayid mengenang permintaan Anas agar ia menjadi juru bicara untuk melamar kepada orang tua Tia, K.H. Attabik Ali, di Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Bersama Andi Mallarangeng dan Affan Gaffar (alm.) berangkatlah Ryaas ke Yogyakarta. Anas dan Tia menikah pada 10 Oktober 1999 di Yogyakarta.

Saat ini, Anas dan Tia tinggal di Duren Sawit, Jakarta Timur, bersama keempat anak mereka: Akmal Naseery (lahir 2000), Aqeela Nawal Fathina (lahir 2001), Aqeel Najih Enayat (lahir 2003), dan Aisara Najma Waleefa (lahir 2005).

 

Penghargaan

Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, 1999

 

Publikasi

  • Revolusi Sunyi: Mengapa Partai Demokrat dan dan SBY Menang Pemilu 2009?, (Jakarta: Teraju), 2010
  • Bukan Sekadar Presiden, (Jakarta: Hikmah), 2009
  • Takdir Demokrasi: Politik untuk Kesejahteraan Rakyat, (Jakarta: Teraju), 2009
  • Menjemput Pemilu 2009, (Jakarta: Yayasan Politika), 2008
  • Melamar Demokrasi: Dinamika Pemilu Indonesia, (Jakarta: Republika), 2004
  • Islamo-demokrasi: Pemikiran Nurcholish Madjid, (Jakarta: Republika), 2004
  • Pemilu Orang Biasa: Publik Bertanya Anas Menjawab, , (Jakarta: Republika), 2004
  • Ranjau-Ranjau Reformasi: Potret Konflik Politik Pasca Kejatuhan Soeharto, (Jakarta: Raja Grafindo Persada), 1999
  • Jangan Mati Reformasi, (Jakarta: Yayasan Cita Mandiri Indonesia), 1999
  • Menuju Masyarakat Madani: Pilar dan Agenda Pembaruan, (Jakarta: Yarsif Watampone), 1997.


Anas Urbaningrum
Ketua Umum Partai Demokrat ke-3
Masa jabatan
23 Mei 2010 – 23 Februari 2013
Didahului oleh Hadi Utomo
Digantikan oleh
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI
Masa jabatan
Oktober 2009 – Juli 2010
Anggota Komisi Pemilihan Umum
Masa jabatan
2001–2005
Informasi pribadi
Lahir 15 Juli 1969 (umur 43)
Bendera Indonesia Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Blitar, Indonesia
Partai politik Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat
Suami/istri Athiyyah Laila
Anak Akmal Naseery
Aqeela Nawal Fathina
Aqeel Najih Enayat
Aisara Najma Waleefa
Agama Islam
Situs web www.bunganas.com

Sumber: wiki


Minggu, 24 Februari 2013

Mahavira


arifuddinali.blogspot.com - Mahavira (महावीर artinya pahlawan besar) (599 – 527 SM) atau Vardhamana. Vardhamana dilahirkan sekitar tahun 599 SM di India sebelah timur laut, di daerah yang sama dengan Buddha Gautama di lahirkan walaupun satu generasi lebih awal. Anehnya, kehidupan kedua orang itu banyak persamaanya yang menarik. Vardhamana anak bungsu dari seorang pemimpin, dan seperti juga gautama dibesarkan dalam kemewahan. Pada umur tiga puluh tahun, dia menjauhkan lingkungannya, keluarga (dia mempunyai seorang istri dan seorang anak perempuan), meninggalkan lingkungannya yang nyaman, dan memutuskan mencari kebenaran dan kepuasan spiritual.

Pranala luar


Yustinianus I

arifuddinali.blogspot.com Justinianus I (bahasa Latin: Flavius Petrus Sabbatius Justinianus; 483 – 13 atau 14 November 565), umumnya dikenal dengan nama Justinianus yang Agung, adalah Kaisar Romawi Timur (Bizantium) yang berkuasa dari tahun 527 hingga 565. Pada masa kekuasaannya, ia berusaha mengembalikan kejayaan kekaisaran dan menaklukkan kembali bagian barat Kekaisaran Romawi.

Ia merupakan salah satu tokoh terpenting pada abad kuno. Masa kekuasaannya ditandai dengan renovatio imperii (restorasi kekaisaran) yang ambisius. Ambisi ini ditunjukkan melalui pemulihan sebagian wilayah Kekaisaran Romawi Barat, termasuk kota Roma sendiri. Selain itu, pada masa kekuasaannya, ditulis hukum Romawi Corpus Juris Civilis yang masih menjadi dasar bagi hukum masyarakat di negara-negara modern. Pada masanya pula, budaya Bizantium berkembang, dan program pembangunannya melahirkan karya-karya besar, seperti pembangunan kembali Hagia Sophia yang menjadi pusat Ortodoks Timur selama berabad-abad.

Justinianus dianggap sebagai santo oleh orang-orang yang menganut agama Ortodoks Timur. Ia juga dikenang dalam beberapa Gereja Lutheran.

Ia adalah kaisar terakhir yang menuturkan Latin sebagai bahasa ibu.

Kehidupan

Kota kuno Tauresium, tempat kelahiran Justinianus I, kini merupakan bagian dari Republik Makedonia.

Justinianus lahir di Tauresium, Provinsi Dardania (letak tepatnya masih diperdebatkan, kemungkinan di dekat Lebane, Serbia Selatan, atau Taor di dekat Skopje, Republik Makedonia), tahun 483. Keluarganya yang berbahasa Latin diduga memiliki asal usul Trako-Romawi atau Illyro-Romawi. Nama ayahnya adalah Sabbatius, sedangkan ibunya bernama Vigilantia.

Cognomen Iustinianus yang didapatnya menunjukkan bahwa ia diadopsi oleh pamannya (yang juga saudara kandung Vigilantia), Justinus. Justinus adalah seorang penjaga kekaisaran (atau excubitores). Ia membawa Justinianus ke Konstantinopel dan menjamin pendidikan anak itu. Maka Justinianus memiliki pendidikan dalam bidang yurisprudensi, teologi, dan sejarah Romawi. Ia pernah bekerja selama beberapa waktu dengan excubitores, tetapi informasi lengkap mengenai karier awalnya kurang diketahui. Penulis kronik John Malalas, yang hidup pada masa kekuasaan Justinianus, mendeskripsikan penampilan Justinianus yang pendek, berkulit putih, berambut keriting, berwajah bundar, dan rupawan. Procopius, penulis kronik lain, membandingkan penampilan Justinianus dengan kaisar tiran Domitianus, walaupun ini mungkin tidak benar.

Ketika Kaisar Anastasius mangkat pada tahun 518, Justinus dinyatakan sebagai kaisar baru, dengan bantuan dari Justinianus. Selama masa kekuasaan Justinus (518–527), Justinianus adalah tangan kanan kaisar. Ia telah menunjukkan banyak ambisi. Ketika Justinus menjadi semakin pikun pada akhir kekuasaannya, Justinianus menjadi penguasa de facto. Justinianus ditunjuk sebagai konsul pada tahun 521, dan selanjutnya menjadi komandan angkatan bersenjata timur. Setelah wafatnya Justinus I pada 1 Agustus 527, Justinianus menjadi penguasa penuh.

Sebagai penguasa, Justinianus menunjukkan semangat yang besar. Ia dikenal sebagai "kaisar yang tidak pernah tidur" dalam catatan mengenai etos kerjanya. Justinianus juga dikenal bersedia menerima nasihat dan mudah didekati. Keluarga Justinianus berasal dari latar belakang yang rendah, sehingga ia tidak memiliki dasar kekuatan di aristokrasi lama Konstantinopel. Akan tetapi, Justinianus dikelilingi oleh bawahan-bawahan yang berbakat, yang dipilih bukan berdasarkan latar belakang aristokrat, tetapi atas dasar jasa. Sekitar tahun 525, ia menikahi Theodora, seorang courtesan ("pemberi asmara" di istana) yang dua puluh tahun lebih muda darinya. Menurut hukum lama, Justinianus tak bisa menikahinya karena kelas sosialnya, tetapi Kaisar Justinus I telah mengesahkan hukum yang memperbolehkan pernikahan antar kelas sosial yang berbeda. Theodora akan menjadi tokoh yang berpengaruh dalam politik Kekaisaran, dan kaisar-kaisar selanjutnya akan mengikuti jejak Justinianus dalam menikah diluar kelas aristokrat. Pernikahan ini menimbulkan skandal, tetapi Theodora terbukti merupakan tokoh yang pintar, penilai karakter yang baik, dan pendukung terbesar Justinianus.

Ia terjangkit penyakit pes pada awal tahun 540-an, tetapi berhasil sembuh. Theodora meninggal pada tahun 548, kemungkinan karena kanker, dalam usia yang relatif muda. Justinianus, yang tertarik dengan masalah teologis dan banyak terlibat dalam debat mengenai doktrin Kristen, menjadi semakin setia kepada agama pada masa akhir hidupnya. Ketika meninggal dunia pada malam 13-14 November 565, ia tak memiliki anak. Justinianus digantikan oleh Justinus II. Jenazah Justinianus dimakamkan dalam mausoleum di Gereja Rasul Suci.

Pembuatan undang-undang

 
Ukiran Justinianus menghiasi bagian dalam gedung Dewan Perwakilan Amerika Serikat. Ukiran tersebut merupakan salah satu dari 23 ukiran pemberi hukum terbesar sepanjang sejarah di Dewan Perwakilan AS.

Justinianus terkenal akan reformasi yudisialnya, yang dilakukan dengan meninjau kembali seluruh hukum Romawi, yang sebelumnya tak pernah dicoba. Seluruh undang-undang Justinianus kini dikenal dengan istilah Corpus juris civilis. Undang-undang tersebut terdiri dari Codex Justinianus, Digesta atau Pandectae, Institutiones, dan Novellae.

Pada masa awal kekuasaannya, Justinianus menunjuk quaestor Tribonianus untuk mengawasi tugas ini. Rancangan pertama Codex Justinianus (kodifikasi konstitusi kekaisaran dari abad ke-2 hingga seterusnya) diterbitkan pada tanggal 7 April 529. (versi terakhir diterbitkan pada tahun 534.) Selanjutnya, Digesta (atau Pandectae), kumpulan naskah hukum yang lebih tua, dan Institutiones, buku yang menjelaskan prinsip-prinsip hukum, diterbitkan tahun 533. Novellae, kumpulan hukum-hukum baru yang diterbitkan pada masa Justinianus, melengkapi Corpus. Berbeda dengan sebagian isi corpus, Novellae ditulis dalam bahasa Yunani, bahasa yang banyak digunakan di Romawi Timur.

Kitab Tribonianus menjamin keselamatan hukum Romawi, serta membentuk dasar hukum Bizantium selanjutnya. Satu-satunya provinsi di barat tempat kitab Justinianus diperkenalkan adalah Italia (setelah penaklukan, melalui sanksi pragmatik tahun 554), yang selanjutnya tersampaikan ke Eropa Barat pada abad ke-12 dan menjadi dasar kitab hukum Eropa. Kitab tersebut juga sampai ke Eropa Timur dan Rusia. Kitab-kitab Justinianus masih berpengaruh hingga kini.

 

Kerusuhan Nika

Keputusan Justinianus untuk menunjuk penasihat yang efisien tetapi tidak populer telah membahayakan kedudukannya. Pada Januari 532, pengikut fraksi balap chariot di Konstantinopel, yang sebelumnya saling terpisah, bersatu melawan Justinianus dalam pemberontakan yang dikenal dengan nama kerusuhan Nika. Mereka memaksanya untuk memecat Tribonianus dan dua menteri lainnya, dan juga berusaha menjatuhkan Justinianus dan mengangkat senator Hypatius (yang merupakan keponakan kaisar Anastasius) sebagai pengganti. Kerusuhan meletus, dan Justinianus mempertimbangkan untuk lari dari ibukota, namun Theodora mencegahnya dengan berkata, "Siapapun yang telah mengenakan mahkota kekaisaran tidak boleh berpasrah melihat kehilangannya. Tak kan pernah aku melihat seharipun aku tidak disapa sebagai permaisuri." Dua hari selanjutnya, Justinianus memerintahkan jenderal Belisarius dan Mundus untuk memadamkan kerusuhan. Procopius memperkirakan bahwa 30.000 penduduk tak bersenjata tewas terbunuh di Hippodrome. Atas desakan Theodora, yang tampaknya berlawanan dengan pertimbangan sang kaisar sendiri, Justinianus menghukum mati Hypatius.

Kehancuran yang diakibatkan oleh kerusuhan memberikan Justinianus kesempatan untuk mengikat namanya dalam bangunan-bangunan baru, seperti Hagia Sophia.

 

Penaklukan militer

Salah satu ciri dalam masa kekuasaan Justinianus adalah usaha pemulihan wilayah Romawi Barat yang hilang pada abad ke-5. Kaisar Justinianus tidak pernah terlibat langsung dalam peperangan, tetapi ia menunjukkan keberhasilannya dalam pengantar hukum-hukumnya, dan mengenangnya dalam karya seni. Penaklukan kembali kebanyakan dilakukan oleh jenderalnya, Belisarius.

 

Perang melawan Sassaniyah 527–532

Justinianus mewarisi permusuhan dengan Persia Sassaniyah dari pamannya. Pada tahun 530, tentara Persia berhasil dikalahkan dalam Pertempuran Dara, tetapi pada tahun-tahun berikutnya, tentara Romawi di bawah pimpinan Belisarius dikalahkan dalam Pertempuran Callinicum. Ketika raja Kavadh I dari Persia wafat (September 531), Justinianus menutup peperangan melalui "Perdamaian Abadi" (yang menghabiskan biaya 11.000 pon emas) dengan raja Persia yang baru, Khosrau I (532). Setelah mengamankan front timur, Justinianus mengalihkan perhatiannya ke Barat, tempat kerajaan-kerajaan Jermanik Aria didirikan di wilayah bekas Kekaisaran Romawi Barat.

 

Penaklukan Afrika Utara 533–534

Kerajaan barat pertama yang diserang Justinianus adalah kerajaan milik bangsa Vandal di Afrika Utara. Raja Hilderic, yang memiliki hubungan baik dengan Justinianus dan klerus Katolik Afrika Utara, telah dijatuhkan oleh sepupunya, Gelimer tahun 530. Justinianus menentang tindakan Gelimer dan meminta agar Gelimer mengembalikan kerajaan kepada Hilderic. Akan tetapi, Gelimer menolak. Justinianus menggunakannya sebagai alasan. Dengan disetujuinya perdamaian di Timur pada tahun 532, ia mulai mempersiapkan serangannya.

Pada tahun 533, Belisarius dengan 92 dromon yang mengawal 500 kapal pengangkut, mendarat di Caput Vada (kini Ras Kaboudia) di Tunisia, dengan tentara sejumlah 15.000 orang, ditambah dengan beberapa tentara barbar. Mereka berhasil mengalahkan bangsa Vandal yang tak siaga di Ad Decimum pada 14 September 533, dan di Tricamarum pada bulan Desember. Kartago juga berhasil direbut. Raja Gelimer melarikan diri ke gunung Pappua di Numidia, dan menyerah pada musim semi berikutnya. Ia dibawa dan diarak dalam parade kemenangan di Konstantinopel. Sardinia, Korsika, Kepulauan Balearik, dan benteng Septem di dekat Gibraltar juga berhasil direbut dalam peperangan yang sama.

Prefektur Afrika, yang berpusat di Kartago, didirikan pada April 534, tetapi akan goyah di ambang kehancuran selama lima belas tahun ke depan, di tengah peperangan dengan bangsa Moor. Wilayah ini tidak sepenuhnya disatukan hingga tahun 548 Pemulihan Afrika menghabiskan biaya sekitar 100.000 pon emas.

 

Perang di Italia, tahap pertama, 535–540

Seperti di Afrika, intrik antar dinasti di Italia Ostrogoth memberikan kesempatan untuk melakukan intervensi. Raja muda Athalaric meninggal pada 2 Oktober 534, dan Theodahad memenjarakan ratu Amalasuntha (putri Theodoric dan ibu dari Athalaric) di pulau Martana. Selanjutnya, Theodahad membunuh sang ratu di tempat itu tahun 535. Kemudian, Belisarius dengan 7.500 tentara menyerang Sisilia (535), maju ke Italia, menjarah Naples, dan merebut Roma pada 9 Desember 536. Pada masa itu, Theodahad telah dijatuhkan oleh tentara Ostrogoth, yang telah memilih Vitigis sebagai raja baru mereka. Vitigis mengumpulkan tentara dan mengepung Roma dari Februari 537 hingga Maret 538 tanpa berhasil merebut kota tersebut. Justinianus mengirim jenderal Narses ke Italia, akan tetapi ketegangan antara Narses dengan Belisarius menjadi hambatan. Milan berhasil direbut, tetapi segera dikuasai kembali dan dihancurkan oleh Ostrogoth. Justinianus menarik jenderal Narses pada tahun 539. Selanjutnya situasi mulai berpihak kepada Romawi. Pada tahun 540, Belisarius telah mencapai ibukota Ostrogoth di Ravenna. Di sana ia ditawarkan gelar Kaisar Romawi Barat oleh Ostrogoth. Sementara itu, di saat yang sama, utusan Justinianus datang untuk menegosiasikan perdamaian yang akan memberikan wilayah di sebelah utara sungai Po kepada orang-orang Goth. Belisarius berpura-pura menerima tawaran, memasuki Ravenna pada Mei 540, dan merebutnya kembali untuk kekaisaran. Selanjutnya, setelah dipanggil kembali oleh kaisar, Belisarius kembali ke Konstantinopel dengan membawa Vitigis dan istrinya Matasuentha.

 

Perang melawan Sassaniyah 540–562

Setelah pemberontakan terhadap Bizantium di Armenia pada akhir tahun 530-an, dan kemungkinan termotivasi atas permohonan duta-duta Ostrogoth, Raja Khosrau I melanggar "Perdamaian Abadi" dan menyerbu wilayah Romawi pada musim semi tahun 540. Ia menjarah Beroea dan Antiokhia, mengepung Dara, dan menyerang kerajaan satelit Lazica yang kecil tetapi penting. Khosrau I menuntut upeti kepada setiap kota yang dilaluinya. Ia memaksa Justinianus I membayar 5.000 pon emas, ditambah 500 pon emas setiap tahun.

Belisarius tiba di Timur pada tahun 541. Akan tetapi, setelah sempat berhasil, ia ditarik kembali ke Konstantinopel tahun 542. Alasan penarikan kembali sang jenderal tidak diketahui, kemungkinan karena adanya rumor mengenai ketidaksetiaan jenderal. Merebaknya penyakit pes meredakan pertempuran pada tahun 543. Pada tahun berikutnya, Sassaniyah berhasil mengalahkan 30.000 tentara Bizantium, tetapi tidak berhasil merebut kota Edessa. Akhirnya, pada tahun 545, gencatan senjata disetujui di front selatan Romawi-Persia. Setelah itu, Perang Lazica di utara berlanjut selama beberapa tahun, hingga disetujuinya gencatan kedua pada tahun 557. Maka Perdamaian 50 Tahun disetujui pada tahun 562. Dalam perdamaian itu, Sassaniyah setuju untuk meninggalkan Lazica, dengan ganti Romawi harus menyerahkan upeti 400 atau 500 pon emas (30.000 solidi) per tahun.

 

Perang di Italia, tahap kedua, 541–554

 Justinianus I pada permainan Civilization IV: Beyond the Sword.

Sementara usaha militer diarahkan ke timur, situasi di Italia semakin memburuk. Di bawah pimpinan raja Ildibad, Eraric (keduanya dibunuh tahun 541), dan terutama Totila, Ostrogoth dengan cepat membalikkan keadaan. Setelah kemenangan di Faenza tahun 542, mereka merebut kembali kota-kota utama di Italia Selatan, dan segera menguasai seluruh semenanjung. Belisarius dikirim kembali ke Italia pada akhir tahun 544, tetapi kekurangan pasukan. Ia dicopot dari komandonya pada tahun 548 karena tak membuat kemajuan.

Pada periode ini, kota Roma berganti tangan selama tiga kali: pertama direbut oleh Ostrogoth pada Desember 546, lalu ditaklukan kembali oleh Bizantium tahun 547, dan selanjutnya dikuasai kembali oleh Goth pada Januari 550. Totila juga menjarah Sisilia dan menyerang pantai Yunani. Akhirnya, Justinianus mengirim tentara sejumlah 35.000 orang (2.000 dipisah dan dikirim untuk menyerbu wilayah Visigoth di Spanyol selatan) di bawah komando Narses. Tentara Bizantium mencapai Ravenna pada Juni 552, dan mengalahkan Ostrogoth dalam Pertempuran Busta Gallorum di Pegunungan Apennini. Pada pertempuran tersebut, Totila tewas. Setelah pertempuran kedua di Mons Lactarius pada bulan Oktober, perlawanan Ostrogoth berhasil dipatahkan. Pada tahun 554, serangan besar orang-orang Frank berhasil digagalkan dalam Pertempuran Casilinum, dan Italia telah dikuasai oleh Romawi Timur, meskipun Narses memerlukan waktu beberapa tahun untuk menghabisi sisa-sisa benteng Goth. Pada akhir perang, Italia dijaga oleh tentara sejumlah 16.000 orang. Penguasaan kembali Italia telah menghabiskan biaya sebesar 300.000 pon emas.

 

Peperangan lain

Kekaisaran Romawi Timur menyerang wilayah Visigoth di Spanyol, ketika Athanagild meminta dukungan dalam pemberontakan melawan raja Agila. Pada tahun 552, Justinianus mengirim tentara sejumlah 2.000 orang di bawah pimpinan Liberius. Bizantium berhasil merebut Cartagena dan kota-kota lain di pantai tenggara dan mendirikan provinsi Spania sebelum diperiksa oleh bekas sekutu mereka, Athanagild, yang telah menjadi raja. Perang ini menandai puncak perluasan kekuasaan Bizantium.

Pada masa Justinianus, Balkan diserang oleh orang-orang Turkik dan Slavia, yang tinggal di sebelah utara sungai Donau. Maka sang kaisar berusaha menggabungkan diplomasi dengan pembangunan sistem pertahanan. Pada tahun 559, serangan orang-orang Sklavinoi dan Kutrigur di bawah pimpinan Zabergan mengancam Konstantinopel, tetapi mereka berhasil diusir oleh jenderal Belisarius yang telah menua.

 

Hasil

Wilayah Kekaisaran Bizantium. Warnah merah menunjukkan wilayah saat Justinianus naik takhta tahun 527, sedangkan warna jingga merupakan wilayah ketika Justinianus wafat tahun 565.
 
Ambisi Justinianus untuk mengembalikan kejayaan Kekaisaran Romawi tidak berhasil diwujudkan secara keseluruhan. Di Barat, keberhasilan pada tahun 530-an diikuti dengan tahun-tahun stagnansi. Perang dengan Goth menjadi bencana bagi Italia. Pajak tinggi yang dipungut sangat tidak disukai. Sementara kemenangan terakhir di Italia dan penaklukan pantai selatan Spanyol memperluas wilayah Bizantium, serta menambah martabat kekaisaran, akan tetapi penaklukan-penaklukan tersebut terbukti tidak kekal. Sebagian besar Italia akan lepas karena serangan oleh orang-orang Lombardia tiga tahun setelah kematian Justinianus (568). Provinsi Spania yang baru didirikan berhasil direbut kembali oleh Visigoth pada tahun 624 di bawah kepemimpinan Suintila. Dalam satu setengah abad, Afrika akan selamanya lepas karena ditaklukan oleh Kekhalifahan Rashidun dan Umayyah.

Konstantinopel sendiri tidak aman dari serangan orang-orang barbar di utara. Dalam usahanya untuk merestorasi Kekaisaran Romawi kuno, Justinianus menghabiskan sumber daya Romawi Timur, sementara ia gagal untuk melihat kenyataan yang telah berubah pada Eropa abad ke-6. Bahkan dikatakan bahwa keberhasilan militer Justinianus kemungkinan menumbuhkan bibit kejatuhan kekaisaran.

 

Keagamaan

Justinianus melihat Ortodoks di negerinya diancam oleh arus keagamaan yang menyimpang, terutama monofisitisme, yang memiliki banyak penganut di Suriah dan Mesir. Doktrin monofisit telah dikutuk sebagai bidaah oleh Konsili Khalsedon pada tahun 451, dan kebijakan toleran Kaisar Zeno dan Anastasius I terhadap monofisitisme telah menjadi penyebab ketegangan dalam hubungan dengan uskup-uskup Roma. Justinianus menyetujui doktrin Khalsedon dan secara terbuka mengutuk monofisitisme. Ia mencoba menerapkan kesatuan religius dengan memaksa mereka menerima kompromi-kompromi doktrinal yang akan memuaskan semua pihak. Kebijakan itu tidak berhasil karena tidak dapat memuaskan kedua belah pihak. Sebelum mangkat, Justinianus menjadi lebih condong terhadap doktrin monofisit, terutama dalam bentuk aphthartodocetism, tetapi ia telah wafat sebelum sempat mengeluarkan undang-undang yang mengangkat ajarannya menjadi dogma. Theodora bersimpati dengan monofisit dan dikatakan menjadi penyebab intrik pro-monofisit di istana.

 

Kebijakan religius

Justinianus I dalam sebuah koin

Pada awal kekuasaannya, ia menganggap sudah saatnya untuk menyebarluaskan kepercayaan gereja mengenai Trinitas dan Inkarnasi melalui hukum. Ia juga merasa perlu untuk mengancam semua bidaah dengan hukuman yang layak; kemudian Justinianus I menyatakan bahwa ia ingin menghilangkan semua pengganggu Ortodoks dengan segala kemungkinannya melalui pendekatan hukum. Ia menjadikan kepercayaan Nicea-Konstantinopel sebagai lambang tunggal gereja, dan memberikan kekuatan hukum untuk kanon empat dewan ekumenisme. Uskup-uskup yang hadir dalam Konsili Konstantinopel Kedua tahun 553 mengakui tidak dapat melakukan apa yang berlawanan dengan keinginan dan komando kaisar dalam gereja; sementara, kaisar, dalam kasus Patriark Anthimus, memperkuat larangan gereja melalui pengasingan sementara. Justinianus melindungi kemurnian gereja dengan menekan bidaah. Ia mengambil semua kesempatan untuk mengamankan hak-hak gereja dan rohaniwan, dengan tujuan melindungi dan memperluas monastisisme. Justinianus memberikan pendeta hak untuk mewarisi properti dari penduduk dan hak untuk menerima solemnia atau hadiah tahunan dari kas kekaisaran atau pajak provinsi-provinsi tertentu. Ia juga melarang penyitaan terhadap properti-properti biara.

Meskipun sifatnya yang despotik tidak sesuai dengan sensibilitas modern, ia sungguh merupakan "bapak perawat" gereja. Codex dan Novellae berisi banyak undang-undang mengenai sumbangan, pendirian, dan pengaturan properti gerejawi; pemilihan dan hak-hak uskup, imam, dan kepala biara; kehidupan biara, kewajiban penduduk kepada klerus, pelayanan ilahi, yurisdiksi episkopal, dll. Justinianus juga membangun kembali gereja Hagia Sophia (yang menghabiskan biaya sebesar 20.000 pon emas), yang sebelumnya hancur akibat kerusuhan Nika.

 

Hubungan religius dengan Roma

Semenjak pertengahan abad ke-5, kaisar Romawi Timur harus menghadapi tugas berat dalam masalah gerejawi. Kaum radikal di tiap sisi merasa diri mereka senantiasa didiskreditkan oleh kepercayaan yang diterapkan oleh Konsili Khalsedon untuk melindungi doktrin Kristus di kitab suci dan menjembatani pemisah antara kelompok-kelompok dogmatik. Surat Paus Leo I kepada Flavianus dari Konstantinopel dianggap sebagai hasil karya setan di Romawi Timur, sehingga tak ada seorang pun yang peduli untuk mendengarkan Gereja Roma. Akan tetapi, kaisar memiliki kebijakan yang menjaga kesatuan antara Konstantinopel dengan Roma; dan ini tetap mungkin hanya jika mereka tidak menyimpang dari garis yang didefinisikan dalam Konsili Khalsedon. Selain itu, faksi-faksi di Romawi Timur yang gempar dan tidak puas terhadap Konsili Khalsedon memerlukan pembatasan dan penyatuan. Masalah ini terbukti lebih sulit, karena, di Timur, kelompok-kelompok yang berbeda pendapat melebihi pendukung Khalsedon, baik dalam jumlah maupun kemampuan intelektual. Ketegangan dari ketidakcocokan keduanya tumbuh: siapapun yang memilih Roma dan Barat harus meninggalkan Timur, dan sebaliknya.

Setelah memasuki panggung tata negara gerejawi, Justinianus mengakhiri skisma monofisit. Pengakuan Tahta Suci sebagai kewenangan gerejawi tertinggi tetap menjadi landasan bagi kebijakan Barat-nya. Meskipun dianggap menghina oleh orang-orang Romawi Timur, Justinianus merasa dirinya bebas untuk mengambil posisi despotik terhadap paus seperti Silverius dan Vigilius. Sementara tidak ada kompromi yang dapat diterima oleh sayap dogmatik gereja, usahanya dalam melakukan rekonsiliasi membuatnya diterima oleh tubuh utama gereja. Selanjutnya, Justinianus mulai sadar bahwa mungkin ia juga dapat melakukan rekonsiliasi terhadap monofisit, dan ia mencobanya dalam konferensi religius dengan pengikut-pengikut Severus dari Antiokhia tahun 533, akan tetapi tidak berhasil.

Sekali lagi, Justinianus berkompromi dalam dekret religius pada 15 Maret 533, dan menyelamati dirinya karena Paus Yohanes II mengakui Ortodoks sebagai syahadat kekaisaran. Kesalahan besar yang dibuat, yaitu dengan menekan uskup dan pendeta monofisit yang menyakiti hati penduduk dari berbagai provinsi, segera ia perbaiki. Tujuannya sekarang adalah tetap menang atas monofisit, tetapi tidak melepaskan kepercayaan Khalsedon. Bagi banyak orang di istana, ia tidak berbuat cukup jauh: Theodora akan sangat senang melihat monofisit didukung. Justinianus merasa terkekang oleh kerumitan yang terjadi dengan Barat. Dalam pengutukan Tiga Bab, Justinianus mencoba memuaskan Barat dan Timur, tetapi tidak berhasil. Meskipun paus menyetujui pengutukan, Barat meyakini bahwa kaisar bertindak berlawanan dengan dekret Khalsedon. Meskipun banyak delegasi yang muncul di Timur tunduk kepada Justinianus, banyak orang, terutama monofisit, yang tetap tidak puas.

 

Penekanan agama

Kebijakan religius Justinianus melambangkan keyakinan kekaisaran bahwa kesatuan Bizantium memerlukan kesatuan keyakinan; dan keyakinan ini tiada lain selain Ortodoks (Nicea). Orang lain yang berbeda pandangan harus mengakui bahwa proses konsolidasi, yang telah dipengaruhi oleh undang-undang kekaisaran sejak masa Kaisar Konstantius II, akan terus berlanjut. Codex berisi dua undang-undang yang memutuskan penghancuran paganisme, bahkan dalam kehidupan pribadi. Sumber-sumber kontemporer (John Malalas, Theophanes, Yohanes dari Efesus) mengisahkan penganiayaan kejam, bahkan terhadap orang berpangkat tinggi.

Pada tahun 529, Akademi Neoplato di Athena ditempatkan di bawah pengawasan negara oleh Justinianus. Pengawasan tersebut mencekik sekolah pelatihan Helenistik ini. Paganisme terus menerus ditekan. Di Asia Kecil, Yohanes dari Efesus mengklaim telah mengkristenkan 70.000 pagan. Bangsa-bangsa lain juga menerima Kekristenan: Heruli, Hun yang tinggal di dekat sungai Don, Abasgi, dan Tzanni di Kaukasus.

Penyembahan Amun di Augila, Libya, dihentikan. Sisa-sisa pemuja Isis di pulau Philae juga bernasib sama. Presbyter Julian dan Uskup Longinus mengadakan misi kristenisasi terhadap suku Nabath, sementara Justinianus mencoba memperkuat Kekristenan di Yemen dengan mengirim uskup dari Mesir.

Orang Yahudi juga menderita: tidak hanya karena pemerintah membatasi hak mereka dan mengancam hak-hak religius mereka, tetapi juga karena kaisar ikut campur dalam masalah internal sinagoga. Justinianus tidak aktif menjalankan penganiayaan terhadap orang Yahudi, tetapi mendorong mereka menggunakan septuaginta Yunani dalam sinagoga-sinagoga di Konstantinopel.

Kaisar memiliki banyak masalah dengan orang-orang Samaria yang menentang untuk menjadi Kristen. Ia melawan mereka dengan dekret-dekret keras, tetapi tidak dapat menghentikan permusuhan Samaria terhadap orang Kristen. Kekonsistenan kebijakan Justinianus berarti bahwa penganut maniisme juga mengalami penekanan, baik melalui penganiayaan, pembuangan, maupun ancaman hukuman mati. Di Konstantinopel, pada suatu peristiwa, setelah melalui inkuisisi ketat, penganut-penganut maniisme yang tidak sedikit jumlahnya dihukum mati di hadapan kaisar: beberapa dengan cara dibakar, sementara lainnya ditenggelamkan.

 

Pembangunan, seni, sastra

 Mosaik istana Kaisar Justinianus di Basilika San Vitale.

Justinianus adalah pembangun yang produktif. Di bawah perlindungannya, pembangunan Basilika San Vitale di Ravenna, (yang menampilkan dua mosaik terkenal yang melambangkan Justinianus dan Theodora), diselesaikan. Ia juga membangun kembali Hagia Sophia, yang sebelumnya hangus terbakar dalam kerusuhan Nika. Katedral ini, dengan kubahnya yang penuh dengan mosaik-mosaik, tetap menjadi pusat Kekristenan timur selama berabad-abad. Gereja penting lain di ibukota, Gereja Rasul Suci, yang berada pada kondisi buruk pada akhir abad ke-5, dibangun kembali olehnya. Penghiasan tidak hanya dilakukan pada gereja. Penggalian di situs Istana Agung Konstantinopel telah menemukan mosaik-mosaik berkualitas tinggi dari masa Justinianus. Tiang dengan patung perunggu Justinianus yang sedang berkuda di atasnya didirikan di Augustaeum, Konstantinopel, tahun 543.

Sang kaisar memperkuat perbatasan kekaisaran dengan membangun benteng-benteng. Ia juga menjamin persediaan air Konstantinopel melalui pembangunan sumur. Untuk mencegah banjir yang merusak kota perbatasan Dara, Bendungan Dara dibangun. Pada masanya pula, Jembatan Sangarius dibangun di Bithynia. Jembatan ini menjadi penghubung rute persediaan militer ke timur. Selain itu, Justinianus juga merestorasi kota yang rusak akibat gempa bumi atau perang, dan membangun kota baru di dekat tempat kelahirannya, yaitu Justiniana Prima, yang awalnya didirikan untuk menggantikan Thessalonika sebagai pusat politik dan religius Illyricum.

Pada masa kekuasaannya, lahir sejarawan-sejarawan besar, seperti Procopius dan Agathias, dan penyair-penyair seperti Paulus Silentiarius dan Romanus Melodus.

 

Ekonomi dan pemerintahan

Kesehatan ekonomi kekaisaran bergantung pada sektor pertanian. Perdagangan jarak jauh juga berkembang, dan telah mencapai Cornwall, tempat timah ditukar dengan gandum Romawi. Konvoy yang berlayar dari Iskandariyah membawa gandum ke Konstantinopel. Justinianus membuat lalu lintas perdagangan lebih efesien dengan membangun lumbung besar di pulau Tenedos. Sang kaisar juga mencoba menemukan jalur perdagangan ke timur yang baru, yang mengalami hambatan akibat peperangan melawan Sassaniyah. Komoditas mewah yang penting adalah sutra, yang diimpor dan diproses di kekaisaran. Untuk melindungi pembuatan produk sutra, Justinianus memberikan hak monopoli bagi pabrik-pabrik kekaisaran tahun 541. Untuk menghindari jalur darat Sassaniyah, sang kaisar membuka hubungan baik dengan Abyssinia, yang ingin dijadikan sebagai perantara dagang dengan mengangkut sutra India ke kekaisaran; namun, Abyssinia tidak mampu bersaing dengan pedagang Persia di India. Selanjutnya, pada awal tahun 550-an, dua pendeta berhasil menyelundupkan telur-telur ulat sutra dari Asia Tengah ke Konstantinopel, dan sutra menjadi produk asli kekaisaran.

Emas dan perak ditambang di Balkan, Anatolia, Armenia, Siprus, Mesir, dan Nubia.
Mosaik kehidupan sehari-hari di Istana Agung Konstantinopel.
Pada awal masa kekuasaan Justinianus I, ia telah mewarisi surplus sebesar 28.800.000 solidi (400.000 pon emas) pada kas kekaisaran. Di bawah kekuasaannya, dilakukan langkah-langkah untuk melawan korupsi dan mempermudah pemungutan pajak. Kekuasaan administratif yang lebih besar diserahkan kepada pemimpin prefektur dan provinsi, sementara kuasa vicarius keuskupan ditarik, bahkan beberapa dibubarkan. Semuanya bertujuan untuk menyederhanakan pemerintahan. Menurut Brown (1971), peningkatan mutu pemungutan pajak telah banyak memengaruhi penghancuran struktur-struktur lama kehidupan provinsial, karena telah melemahkan otonomi dewan kota di kota-kota Yunani. Diperkirakan bahwa sebelum proses penaklukan kembali Justinianus, Bizantium memperoleh keuntungan tahunan sebesar 5.000.000 solidi tahun 530, tetapi setelah penaklukan kembali, keuntungan tahunan meningkat menjadi 6.000.000 solidi pada tahun 550.

Selama masa kekuasaan Justinianus, kota dan desa di Timur menjadi sejahtera, meskipun Antiokhia diguncang oleh dua gempa bumi (526, 528) dan dijarah oleh Persia (540). Justinianus membangun kembali kota tersebut, tetapi dalam ukuran yang lebih kecil.

Akan tetapi, kekaisaran mengalami beberapa rintangan pada abad ke-6. Rintangan pertama adalah wabah pes yang berlangsung dari tahun 541 hingga 543. Wabah ini mengurangi jumlah penduduk kekaisaran, dan menimbulkan kekurangan tenaga kerja serta peningkatan gaji. Kurangnya sumber daya manusia juga mengakibatkan peningkatan jumlah "orang barbar" dalam angkatan bersenjata kekaisaran pada awal tahun 540-an. Perang yang berlarut di Italia dan peperangan melawan Sassaniyah memberikan beban berat bagi sumber daya kekaisaran, dan Justinianus dikritik karena membatasi jasa pos yang dikelola pemerintah, yang ia batasi hanya pada satu rute militer ke timur.

Sumber: wiki

Minggu, 17 Februari 2013

Charlemagne

Lukisan Charlemagne.
arifuddinali.blogspot.com - Charlemagne atau Karel yang Agung (Perancis: Charlemagne; bahasa Latin: Carolus Magnus, Karolus Magnus; bahasa Jerman: Karl der Große; bahasa Inggris: Charles the Great, bahasa Italia: Carlo Magno) (742 atau 747 – 28 Januari 814), adalah raja kaum Frank dari 768 sampai 814 dan kaum Lombard dari 774 sampai 814. Ia dinobatkan sebagai Imperator Augustus di Roma pada hari natal tahun 800 oleh Paus Leo III, dan karenanya dianggap merupakan pendiri Kekaisaran Romawi Suci (dengan gelar Karel I). Melalui penaklukan dan pertahanan, ia mengukuhkan dan mengembangkan kekuasaannya hingga meliputi sebagian besar Eropa Barat. Ia sering dianggap merupakan bapak pendiri Perancis dan Jerman, bahkan kadang sebagai Bapak pendiri Eropa. Ia adalah kaisar pertama di Barat sejak runtuhnya Kekaisaran Romawi.

Sejarah

Karel Agung, yang adalah cucu dari Karel Martel, pahlawan penyelamat Eropa, mengakhiri era bangsa barbar di Eropa dengan menjadi pemerintah pertama yang diakui oleh Paus dan dibaptis menjadi Kristen sejak zaman raja barbar Odoaker. Bangsa-bangsa di Eropa yang sejak kejatuhan kekaisaran Romawi tidak memiliki pemerintahan Kristen dan jatuh ke tangan bangsa-bangsa barbar dari Eropa Utara, sekarang disatukan kembali di bawah pemerintahan Karel Agung. Dengan adanya persatuan maka peperangan pun menjadi jarang dan rakyat di bawah pemerintahan Karel I dapat memfokuskan diri kepada hal-hal yang lain seperti pendidikan, kebudayaan, agama, dan keuangan.

 

Naik tahta

Pada tahun 771, ketika Karel Agung naik takhta, ia memulai dengan penaklukan selama tiga dekade. Ia mendorong perbatasan kerajaannya ke arah timur dan akhirnya ia menguasai Burgundy, sebagian besar Italia, Alamania, Bavaria dan Thuringia. Di utara ia menguasai Saxony dan Frisia. Di sebelah timur kedua daerah tersebut, ia menciptakan daerah-daerah dengan organisasi militer khusus yang disebut marches. Daerah-daerah itu terbentang dari Laut Baltik sampai ke Adriatik. Untuk pertama kali, sebagian besar Eropa menikmati kepemimpinan yang stabil.

Sampai pada hari Natal tahun 800, Karel Agung memegang gelar raja kaum Frank. Pada hari suci itu, Paus Leo II menobatkan dia sebagai kaisar kekaisaran Romawi Suci, dan sekali lagi tampaknya Eropa Barat mempunyai seorang kaisar yang mengikuti jejak Konstantin yang Agung.

Tentunya Karel Agung menerima sungguh-sungguh pemikiran bahwa ia telah menjadi kaisar Kristen, karena semua surat-surat keluarnya berbunyi: "Karel, dengan kehendak Allah, Kaisar Romawi".

Meskipun Karel Agung sedikit saja terpelajar, di bawah pemerintahannya yang damai terwujud kebangkitan seni dan ilmu yang dikenal sebagai Renaisans Karolingia atau Kebangkitan Karolingia. Kaisar tersebut mensponsori sebuah sekolah istana di ibu kota kekaisaran, Aachen. Alcuin, seorang terpelajar Anglo-Saxon menjadi guru di sana; ia menasihati murid-muridnya: "Waktu berjalan seperti air yang mengalir. Jangan sia-siakan hari-hari belajar dengan bermalas-malasan!" Alcuin menulis buku teks tentang tata bahasa, ejaan, retorika dan logika. Ia juga menulis ulasan-ulasan Injil, dan berpihak pada paham ortodoks dalam berbagai perdebatan teologi.

Kebangkitan Karolingia berhasil memelihara banyak tulisan dunia kuno. Karena para biarawan membuat salinan-salinan karya Latin kuno – beberapa di antaranya terhias dengan cantik – biara-biara pun menjadi "bank kebudayaan". Dalam banyak hal, tanpa jerih-payah para biarawan ini, karya-karya kuno mungkin sudah hilang dari jangkauan kita.

Pada masa kekacauan dan peperangan, pemerintahan Karel Agung memberi stabilitas politik dan kebudayaan. Dia menjamin bahwa Barat akan memelihara pusaka kuno ini, bahwa kekristenan akan tersebar di kekaisarannya, dan bahwa biara akan mengajar elemen dasar keyakinan itu sendiri. Ia juga memberi Paus perlindungannya.

Akan tetapi, Karel Agung tidak punya alasan untuk memberikan kuasanya kepada Paus. Apakah ia bukan kaisar Kristen yang loyalitas penuhnya adalah untuk Allah? Sesungguhnya, figur yang luar biasa ini tunduk hanya kepada Dia.

Ketika Karel Agung wafat pada tahun 814, kekaisarannya sedikit demi sedikit mulai pecah, terbagi-bagi di antara tiga orang putranya, dan perlahan-lahan Paus pun meraup kekuasaan.

Pembagian Kerajaan

Kerajaan Karel Agung terbagi menjadi tiga setelah ia mati, seorang cucunya mendapatkan bagian barat kekaisaran yang menjadi cikal-bakal kerajaan Perancis, cucunya yang lain mendapat bagian timur yang menjadi cikal-bakal kekaisaran Jerman, dan daerah di antara kedua bagian itu diberikan pada cucunya yang seorang lagi.

Perjanjian Verdun

Perjanjian Verdun tahun 843 adalah perjanjian yang membagi teritori kekaisaran Karolingian yang didirikan oleh Karel yang Agung (Karel I) menjadi tiga kerajaan, satu bagian untuk seorang cucunya, sebab demikianlah tradisi bangsa Frank, yaitu warisan yang dibagi, bukan tradisi primogeniture atau anak tertua mewarisi semuanya. Setiap anak dari Luis yang Suci atau Luis I (Jerman: Ludwig, Perancis: Louis, Italia: Ludovico, Inggris: Lewis), satu-satunya anak Karel yang Agung, telah mendirikan kerajaan sendiri:
  • Lotar I (Jerman: Lothar, Perancis: Lothaire, Italia: Lotario, Inggris: Lothair), anak tertua, mewarisi Kerajaan Frank Tengah, yang tidak bertahan lama dan diserap oleh Perancis, Jerman, dan Italia,
  • Luis sang Jerman atau Luis II atau Luis dari Bavaria (Jerman: Ludwig, Perancis: Louis, Italia: Ludovico, Inggris: Lewis) mewarisi Kerajaan Frank Timur yang merupakan cikal bakal dari Jerman, dan
  • Karel yang Botak atau Karel II (Jerman: Karl, Perancis: Charles, Italia: Carlo, Inggris: Charles) mewarisi Kerajaan Frank Barat yang merupakan cikal bakal dari Perancis.
Kekaisaran Carolingian pada puncak kekuasaannya


wiki

Menes

arifuddinali.blogspot.com - Menes adalah raja Mesir dari Dinasti I, menurut beberapa penulis, lainnya II. Ia hidup sekitar 3100-3000 SM.

Legenda Mesir Kuno menghormati raja ini karena mempersatukan Mesir Hulu dan Hilir ke dalam 1 kerajaan. Manetho, sejarawan Mesir abad ke-3 SM, menyebutnya Menes; sejarawan Yunani abad ke-5 SM Herodotus merujuknya sebagai Min; dan 2 daftar raja asli dari Dinasti XIX (abad ke-13 SM) menyebutnya Meni.

Namun, penemuan Pelat Narmer pada akhir abad ke-19 menunjukkan raja Narmer, kemungkinan Menes sebelum terdata, mempunyai simbol persatuan Mesir Hulu dan Hilir. Beberapa ahli Mesir berpendapat bahwa Narmer dan Menes kenyataannya orang yang sama; lainnya berpendapat bahwa Menes mewarisi kerajaan yang telah dipersatukan dari Narmer; lainnya masi berpendapat bahwa Menes menyelesaikan proses penyatuan yang dimulai baik gagal maupun sebagian berhasil oleh Narmer. Dalam kasus lain, Menes dihormati sebagai pendiri Memphis, yang didirikannya sebagai ibukota Mesir. Mesti dicatat bahwa saat ada bukti arkeologi lanjutan dari adanya firaun bernama Narmer, satu-satunya bukti tak terbantahkan bagi Menes ialah sebuah ostrakon yang mengandung namanya di bawah simbol Nebty. Ada kecurigaan umum bahwa Menes bisa jadi merupakan nama Narmer, pendahulunya, maupun penggantinya, Hor-Aha.

Juga dieja Hor Aka atau Hor-Aka, nama ini bisa diterjemahkan sebagai "Horus dari Alang-alang", kemungkinan sebuah alusio pada legenda di mana Isis menyembunyikan Horus di Delta Nil di antara papirus dan alang-alang. Dalam legenda Mesir Kuno, ada pertempuran antara Horus (dewa pelindung Mesir Hulu) dan Seth (dewa pelindung Mesir Hilir). Dalam penyatuan mitologis kedua Mesir ini, Seth dikalahkan dan kerajaan dipersatukan di bawah kekuasaan Horus, raja pertama semua Mesir. Mungkin sekali bahwa inilah perang sesungguhnya Euhemerus. Paralel belakangan bisa ditemukan menimbulkan pendirian kekuasaan raja Khasekhemwy beberapa ratus tahun kemudian; barangkali ia telah menindas perang saudara antara pengikut Seth dan Horus.

Menurut Manetho, Menes memerintah 62 dan terbunuh oleh kuda nil.
 
Sebuah gambar Menes memegang ankh dipahatkan di dekorasi dinding selatan bangunan Mahkamah Agung Amerika Serikat
 
Rujukan:
  • Kinnaer, Jacques. What is Really Known About the Narmer Palette?, KMT: A Modern Journal of Ancient Egypt, Spring 2004.
  • Toby A. H. Wilkinson, Early Dynastic Egypt, Routledge, London/New York 1999, ISBN 0-415-18633-1, 70-71
 Wiki

Rabu, 09 Januari 2013

Mikhail Gorbachev


arifuddinali.blogspot.com - Mikhail Sergeyevich Gorbachyov (bahasa Rusia: Михаи́л Серге́евич Горбачёв, Mihaíl Sergéevich Gorbachëv) dengan panggilan Gorbachev lahir di Stavropol, 2 Maret 1931; umur 81 tahun) adalah politikus Rusia dan pemimpin Uni Soviet periode 1985 hingga bubarnya pada tahun 1991. Pada tanggal 11 Maret 1985, ia menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet kelima untuk menggantikan Konstantin Chernenko yang wafat.

Pada masa pemerintahannya, ia melakukan perubahan besar-besaran dalam sistem perekonomian dan politik yang secara langsung maupun tidak langsung memicu bubarnya Uni Soviet. Ia mengundurkan diri sebagai Presiden Uni Soviet pada tanggal 25 Desember 1991 menyusul percobaan kudeta oleh kelompok garis keras di Moskwa pada bulan Agustus 1991 yang dipicu oleh adanya pertentangan atas rencana perubahan bentuk negara.

Gorbachev adalah penerima Nobel Perdamaian pada tahun 1990 dan penerima pertama Penghargaan Kebebasan Ronald Reagan dari mantan seterunya, Ronald Reagan, pada tahun 1992.


Kepala Negara Uni Soviet (Presiden Uni Soviet per 15 Maret 1990)
Masa jabatan
1 Oktober 1988 – 25 Desember 1991
Perdana Menteri Nikolai Ryzhkov
Valentin Pavlov
Ivan Silayev
Wakil Presiden Gennady Yanayev
Didahului oleh Andrei Gromyko
Digantikan oleh Jabatan dihapus
Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet ke-5
Masa jabatan
11 Maret 1985 – 24 Agustus 1991
Deputi Vladimir Ivashko
Didahului oleh Konstantin Chernenko
Digantikan oleh Vladimir Ivashko (pejabat)
Informasi pribadi
Lahir Mikhail Sergeyevich Gorbachev
2 Maret 1931 (umur 81)
Privolnoye, Krai Stavropol, RSFS Rusia, Uni Soviet
Partai politik Partai Komunis Uni Soviet (1950–1991)
Partai Sosial Demokratik Rusia (2001–2004)
Uni Sosial Demokrat (2007–sekarang)
Partai Demokratik Independen Rusia (2008–sekarang)
Suami/istri Raisa Gorbachova
(wafat tahun 1999)
Alma mater Universitas Negeri Moskwa
Profesi Pengacara
Tanda tangan
Situs web Yayasan Gorbachev


Sumber: wiki

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

gif maker

Arifuddin Ali