WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Tampilkan postingan dengan label Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2011

8 Trik Makeover Citra Diri Anda

Anda pernah merasa bahwa diri Anda begitu tidak menarik, tidak memiliki kelebihan apapun, atau tidak cukup mampu bersaing dengan orang lain? Seringkali hal ini hanya karena Anda menilai diri Anda terlalu rendah. Padahal, jika Anda tidak berusaha mengenali diri Anda lebih baik, dan tidak segera menerima diri Anda apa adanya, orang lain pun akan sulit menerima diri Anda. Bahkan, mereka akan berpikir yang sebaliknya tentang diri Anda.

Karena itu, mulailah untuk segera mengubah citra diri Anda. Bukan menjadi sosok yang baru, melainkan diri Anda yang sebenarnya. Berikut cara yang bisa Anda lakukan:

1. Buka kembali album foto Anda. Dengan melihat foto-foto Anda ketika masih remaja, Anda menatap diri Anda yang masih terbebas dari citra negatif yang Anda dapatkan ketika dewasa. Entah itu gambar ketika Anda membantu ibu Anda memasak di dapur, berada dalam pelukan ayah -yang memandang putrinya dengan penuh pesona, atau foto ketika Anda sedang belajar main gitar di sekolah. Apapun yang Anda lakukan saat itu, itulah diri Anda yang sebenarnya. .

2. Buat daftar hal-hal yang memuat keahlian atau prestasi Anda. Apakah Anda pintar memasak, pernah menulis artikel di media kampus sehingga tulisan itu menjadi pembicaraan, atau Anda selalu menjadi orang yang dicari ketika teman-teman Anda menghadapi kesulitan. Setiap orang memiliki kelebihan, dan Anda mungkin sebelumnya tak menyadari kelebihan itu karena menganggapnya sudah biasa.

3. Ajarkan keahlian Anda pada orang lain. Berhentilah berfokus pada diri Anda, agar Anda merasa lebih nyaman dengan diri Anda sendiri. Biarkan orang lain mengambil manfaat dari kemampuan Anda. Misalnya saja, bila risoles buatan Anda selalu dipuji teman-teman, bawakan makanan tersebut untuk tetangga Anda. Berikan resepnya pada yang meminta.

4. Ingatlah momen dimana Anda merasa paling bahagia. Bukalah foto-foto, atau catatan harian, yang mencatat pengalaman Anda yang membuat Anda merasa begitu hidup dan bersemangat. Selalu baca paragraf atau lihat kembali foto tersebut ketika Anda merasa kehilangan motivasi.

5. Tuliskan hal-hal yang merupakan sifat Anda yang paling menarik. Apa pujian rata-rata orang mengenai diri Anda? Apakah senyum Anda yang selalu merekah setiap kali berpapasan dengan orang lain di kantor, meskipun Anda tidak mengenalnya? Apakah sikap Anda yang selalu optimis? Ataukah sikap Anda yang tak pernah ingin menonjolkan diri? Tak semua orang memiliki kualitas semacam itu, jadi, hargailah.

6. Tuliskan juga sifat-sifat yang ingin Anda miliki. Misalnya, bahwa Anda selalu memandang negatif pada diri orang lain, dan ingin mengubahnya? Anda yang mudah tersinggung, dan ingin lebih terbuka dengan pendapat orang lain. Pikirkan secara detail, perbaikan seperti apa yang ingin Anda miliki.

7. Berikan pujian pada orang lain. Menyadari bahwa orang lain merasa senang dan bahagia dengan pujian yang Anda berikan, juga akan menciptakan perasaan yang lebih baik mengenai diri Anda sendiri. Buat motto baru, misalnya, jika Anda memikirkan sesuatu yang baik, langsung katakan. Cuma sedikit lho, orang yang mau memuji orang lain. Padahal, efeknya sungguh luar biasa.

8. Bergerak lebih sering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan untuk tujuan kesehatan dan kebugaran kerap dikaitkan dengan peningkatan keyakinan diri, dibandingkan jika Anda melakukannya untuk tujuan kecantikan. Jalan kaki, menaiki tangga menuju lantai ruangan Anda, main bersama keponakan, dan lain sebagainya. Lakukan demi kesehatan dan kebaikan Anda sendiri.
Arief

Jumat, 15 April 2011

5 Hal yang Bikin Orang Enggan Mendengarkan

Hubungan kerja yang tak hangat boleh jadi dipengaruhi arogansi untuk tidak saling mendengarkan. Komunikasi yang dibangun dalam lingkungan kerja bukan berlandaskan kesantunan, namun lebih kepada komunikasi preman bermakna bossy. Jika posisi Anda di kantor adalah atasan, cobalah untuk lebih mendengarkan bawahan, bukan mendominasi pembicaraan. Sayangnya, tak sedikit karyawan, apapun posisinya, yang cenderung enggan mendengarkan ucapan lawan bicara secara tuntas.

Wahyu Wibowo, penulis dan pelatih komunikasi adab, kultur perusahaan, dan media massa, menyebutkan sejumlah sebab mengapa orang enggan menjadi pendengar yang baik. 

1. Tak konsentrasi

Seseorang yang gemar mengobral kata atau cerita di luar topik pembicaraan cenderung memiliki kelemahan dalam berkonsentrasi pada fokus atau topik pembicaraan tertentu. Kelemahan ini secara psikologis dipicu oleh arogansi jabatan, sok pamer pengetahuan, atau tidak ingin terlihat bodoh di depan orang lain. Sikap seperti inilah yang membuat orang lain enggan, malas, bosan, bahkan jijik mendengar ucapan kita. 

2. Terlalu percaya diri

Kepercayaan diri yang terlalu tinggi membuat seseorang cenderung terlalu sering memotong, mengomentari, atau mengkritik lawan bicara. Sejumlah wakil rakyat di DPR bisa menjadi contoh nyata sikap ini. Mereka seringkali melakukan interupsi yang berkesan tak nyambung dengan pokok persoalan, bahkan menjadikannya ajang pamer diri. Kalau sudah seperti ini, orang tersebut cenderung hanya bicara tanpa mau mendengar orang lain.

3. Sibuk

Kesibukan kadangkala membuat kehadiran seseorang sebagai gangguan. Akhirnya, saat terlibat dalam pembicaraan, orang yang sibuk ini hanya mengambil kata kunci dari lawan bicara dengan mendengarkan seadanya. Akhirnya informasi menjadi bias dan tak seimbang, karena perhatian tak sepenuhnya tercurah pada lawan bicara. 

4. Tak cukup data
Sering kali pula, akibat ketidaklengkapan data, kita merasa tidak yakin dengan apa yang kita katakan. Akibatnya komunikasi yang kita bangun menjadi ingar alias tidak nyambung. Hal ini diakibatkan lawan bicara kita sama sekali tidak berpeluang untuk bertanya, apalagi membuat catatan dan mengevaluasinya. Kalau sudah seperti ini, jangan harap kata-kata yang Anda umbar memiliki nilai informatif bagi lawan bicara. 

5. Pengaruh suasana hati 

Lawan bicara bisa saja enggan mendengarkan ucapan Anda karena ia sedang stres, atau suasana hati tak senang. Ketidaksukaan lawan bicara bisa dilihat dari bahasa tubuhnya seperti memainkan jari berulang, mimik wajah yang kusut, atau pandangan mata yang mengarah ke sana ke mari.

Sumber: Buku Membangun Kultur Perusahaan Melalui Kesadaran Komunikasi Adab, Wahyu Wibowo (Gramedia Pustaka Utama)

Sabtu, 16 Oktober 2010

Tips Minimalkan Kerugian Akibat Dompet Hilang

Coba lihat kembali isi dompet Anda. Selain uang, apa lagi yang ada di dalamnya? Kartu kredit, buku tabungan, atau surat-surat penting? Terbayang, betapa repotnya mengurus dokumen-dokumen ini bila dompet raib. Belum lagi soal tangan jahil yang iseng menguras tabungan dari kartu ATM Anda. Selain berhati-hati, ada baiknya Anda juga melakukan hal-hal berikut untuk meminimalkan kerugian dari kehilangan dompet.

Simpan kontak penting
Biasakan untuk mencatat nomor kontak call center setiap bank yang Anda gunakan, baik untuk ATM atau kartu kredit. Anda bisa menyimpan kontak-kontak penting ini di ponsel atau di buku catatan sehingga Anda bisa mengakses nomor-nomor penting tersebut dengan cepat untuk melakukan pemblokiran akun tabungan sebelum orang lain menikmati fasilitas yang ada di dompet dan merugikan Anda. Namun, yang terpenting, jangan pernah menyimpan catatan nomor PIN ATM dan kartu kredit Anda di dalam dompet.

Fotokopi semua dokumen
Ada baiknya Anda selalu menyiapkan fotokopi semua dokumen yang ada di dalam dompet dan simpan di tempat aman. Salinan dokumen ini akan berguna ketika Anda mengurus kembali dokumen yang hilang sehingga, saat melaporkan kehilangan kepada polisi dan bank terkait, prosesnya akan lebih mudah. Jika tak punya salinan dokumen, terutama kartu identitas, seperti KTP atau SIM, Anda bisa menggunakan ijazah sebagai kartu identitas, baik ijazah, SD, SMP, SMA, ataupun universitas.

ATM non-debit
Pada umumnya, kita lebih memilih menggunakan kartu ATM debit untuk memudahkan transaksi. Namun, bila Anda memiliki lebih dari satu tabungan, maka ada baiknya Anda hanya memiliki satu kartu ATM debit. Adpaun untuk tabungan lainnya cukup dibuatkan kartu ATM non-debit. Kartu ini tidak dapat digunakan untuk aktivitas pembayaran, tetapi hanya untuk keperluan transaksi di bank. Untuk mendapatkan ATM non-debit, Anda bisa meminta langsung kepada bank.

Siapkan kartu kredit darurat
Jika Anda memiliki kartu kredit lebih dari satu, maka siapkan dan simpan salah satu kartu kredit di rumah untuk keadaan darurat. Bila kehilangan dompet beserta seluruh isinya, maka biasanya kita akan memblokir semua kartu kredit yang hilang agar tak bisa disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, untuk beberapa waktu, kita takkan bisa menggunakan kartu kredit. Begitu pun dengan ATM yang hilang, biasanya ATM lama akan diblokir dan harus menunggu lebih kurang satu minggu untuk mendapatkan kartu baru.

Di saat seperti inilah Anda membutuhkan kartu kredit darurat. Namanya juga darurat, penggunaannya pun mesti untuk hal-hal yang bersifat mendesak.

Minimalkan isi dompet
Dompet masih menjadi salah satu benda berharga yang selalu diincar para pencuri. Jadi, usahakan untuk tidak menyimpan benda bernilai Anda seluruhnya di dalam dompet. Bila perlu, simpan dokumen-dokumen penting, seperti kartu identitas, ATM, buku tabungan, dan sejenisnya di luar dompet. Cukup simpan satu kartu kredit, uang secukupnya, dan kartu nama Anda di dalam dompet. Kartu nama di dalam dompet diperlukan agar bila ada yang menemukan dompet, dia dapat dengan mudah menghubungi Anda.

Simpan di beberapa bagian
Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi kehilangan adalah dengan menyimpan uang di beberapa bagian. Hindari menyimpan seluruh uang yang Anda bawa di dalam dompet. Ada baiknya uang Anda sebar di beberapa bagian dalam tas. Dengan begitu, jika dompet Anda hilang, maka uang tak seluruhnya ikut menghilang.
Arifuddin

5 Cara Memetakan Emosi

Kita pasti sering dihadapkan dengan situasi yang membuat emosi naik-turun, bak roller coaster. Hidup memang menawarkan berbagai variasi emosi. Mulai dari yang positif, hingga negatif. Celakanya, jika kita tidak pandai mensiasatinya, hari-hari hanya diisi dengan ”pertengkaran emosi”. Pasti melelahkan.

Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk bereaksi dengan kadar emosi yang cukup? Berikut strategi yang bisa menyelamatkan kita dari naik-turunnya emosi secara ekstrim.

Let it out
Tidak ada salahnya untuk mengekspresikan apa yang kita rasakan, karena emosi yang dipendam hanya akan membentuk bottled up feelings. Perasaan yang terpendam justru akan menjadi bom waktu. Tapi tidak semua orang masuk dalam tipe ekspresif, untuk itu menumpahkannya dalam bentuk tulisan adalah alternatif yang bisa dipilih.

Count to ten

Emosi memiliki power-nya sendiri. Gejalanya hanya satu, pada saat kita merasa begitu sensitif, itu artinya emosi akan menunjukkan kekuatanya. Maka disaat semua begitu mudah untuk memancing emosi, menjauhlah dan mulai berhitung hingga sepuluh. Setelah itu barulah berbicara. Berhitung hingga sepuluh, menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat konsekuensi yang muncul dari setiap reaksi serta komentar orang sekitar.


Say when

Emosi suka menampakkan keberadaanya secara berlebihan. Jika kita memiliki tendensi untuk melakukan semuanya sendiri, waspadalah. Tidak perlu menjadi wonder woman. Maka tidak ada salahnya untuk meminta bantuan karena ini juga akan melatih kita mengorganisasi setiap ekspresi yang muncul.

Talk to your self

Emosi hadir dengan mengendap-endap. Di menit ini kita baik-baik saja dan beberapa menit kemudian, kita merasa tertarik ke dalam kepanikan. Karenanya setiap kali kita melakukan kesalahan, tidak ada salahnya untuk berbicara pada diri sendiri. Evaluasi diri menjadi bekal untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Fuel up

Emosi tidak bermain dengan aturan yang fair. Emosi justru akan menyerang ketika kita sedang merasa terpuruk. Itu mengapa, relaksasi dan olahraga menjadi cara untuk mengisi kembali ketenangan jiwa. Alhasil, kita akan jadi lebih tenang dan bijak dalam menghadapi segala situasi.
Arifuddin

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

gif maker

Arifuddin Ali