WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

Ucapan Idul Fitri 2016, Selamat Hari Raya 1437 H

arifuddinali.blogspot.com -Memberikan kata kata ucapan idul fitri 2016 atau bertepatan 1437 H ( Hijriyah) di hari penuh kemenangan tahun ini adalah langkah sederhana yang perlu dilakukan setiap muslim dalam memperart ukhwah islamiyah.

Momen idul fitri atau lebaran memang memiliki nilai ukhuwah (persudaraan) yang erat dan terjaga diantara sesama muslim. Idul fitri adalah penutup atas bulan Ramadhan sekaligus pembuka atas lembaran baru yang penuh kesucian.

Meskipun kita telah meninggalkan Ramadhan, namun hari lebaran atau idul fitri ini kita semuanya merayakan kemenangan atas kesungguhan selama menjalankan puasa ramadhan. Baiklah berikut ungkapan yang bisa kita bagikan berupa ucapan selamat hari raya idul fitri 1437 H.
Inilah hari yang penuh kesucian dan kesukacitaan. Hari kemenangan dan hari untuk saling memaafkan. Mohon maaf lahir dan batin dan selamat hari raya idul fitri

Harta paling berharga adalah sabar. Teman paling setia adalah amal. Ibadah paling indah adalah ikhlas. Identitas paling tinggi adalah iman. Pekerjaan paling berat adalah memaafkan. Mohon maaf atas segala khilaf dan salah

Masih ada salah yang tersirat, terucap dan terlakukan. Di hari penuh kesucian ini, Mohon dimaafkan. Karena sesungguhnya tiada manusia yang tak luput dari salah, tiada manusia yang sempurna

Selamat hari raya idul fitri, raih kemenangan dan kembali ke fitrah. Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin

Meski wajah tak mampu berjumpa. Tangan tak bisa saling menjabat. Semoga coretan kata ini mampu menjadi jembatan di hari penuh kemenangan. Minal aidin wal faidzin

Satukan tangan dan teguhkan hati di hari penuh kemenangan ini untuk saling memaafkan dengan ikhlas

Sunset Ramadhan beranjak pergi, berganti fajar syawal dipagi hari. Membawa cahaya kedamaian dipenghujung ramadhan. Menebar berkah di hari kemenangan. Selamat idul fitri mohon maaf lahir dan batin

Takbir berkumandang, kedamaian bertebaran, keharuan menghiasi setiap jiwa, dan kebahagiaan atas rahmat yang sangat indah. Allahu akbar..Allahu akbar..Allahu akbar

Mari bersihkan hati dan jiwa dari gelimangan dosa di hari penuh kemenangan ini

Hanya maafmu kawan yang akan menjadi pelengkap di hari yang fitrah ini. Mohon maaf lahir dan batin

Kemuliaan seseorang dilihat dari keikhlasannya dalam memaaafkan setiap salah dan khilaf atas dirinya. Maka maafkanlah keluarga, sahabat, bahkan musuh sekalipun di hari suci ini
Sungguh mulia mereka yang bersabar dan saling memaafkan, selamat hari lebaran dan tebarlah kebaikan

Bersyukur diri ini karena masih diberikan kesempatan untuk memperbanyak amal di bulan ramadhan dan melakukan kebaikan di hari yang fitrah 

Jadilah pemuda idaman yang bukan hanya bisa berkarya tetapi memiliki nurani yang hebat untuk memaafkan setiap kesalahan dan kekhilafan

Hidup hanya sekali, namun kita masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan idul fitri berkali-kali. Masih adakah keegoan untuk tidak memaafkan saudara kita?

Mari menjadikan momen idul fitri sebagai agenda untuk saling berkunjung dan bersilaturahim untuk mempererat persahabatan dan persaudaraan

Untuk hati yang pernah terluka oleh tajamnya lidah. Untuk jiwa yang tersakiti oleh buruknya sikap dan perilaku. Selamat idul fitri dan mohon maaf lahir dan batin

Jangan pernah memutuskan persaudaraan hanya karena sepatah kata yang tak sengaja terucap. Sengaja atau tidak sengaja, mohon keikhlasan untuk dimaafkan

Menuju kesucian yang hakiki tak lengkap rasanya jika belum memaafkan dan dimaafkan. Selamat hari raya idul fitri, minal aidin wal faidzin

Bahwa kita memaafkan orang lain bukan untuk mereka melainkan untuk diri kita, maka jangan pernah segan dan malu untuk sekedar memaafkan

Kesedihan meninggalkan ramadhan telah diganti dengan kebahagiaan akan datangnya idul fitri sebagai puncak ibadah menuju kemenangan

Tiada kemenangan tanpa zikrullah. Tiada amal tanpa keikhlasan. Tiada ampunan tanpa maaf dari sesama. Minal aidin wal faidzin

Jika jemari tak mampu berjabat. Saat batin kotor ini rindu akan keikhlasan maaf. Hanya lewat kata ini jemariku bersilaturahmi memohon keikhlasan atas segala khilaf yang pernah ku perbuat

Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Selamat dan sukses kawan di hari yang fitri ini

Tersenyumlah untuk menjemput kebahagiaan, jangan menunggu bahagia untuk bisa tersenyum. Hiasi hari bahagia ini dengan senyuman

Langit berdecak kagum mendengar dentuman suara takbir yang begitu dahsyat. Inilah hari kemenangan dan hari kebahagiaan tiada tara

Seindah indah tulisan adalah alquran dan sehina-hina tulisan adalah khayalan. Mari hiasi hari fitri anda dengan menyuarakan takbir dan tahmid


Demikianlah ucapan idul fitri 2016 nan indah yang bisa kami sajikan untuk mengisi momen yang datangnya setahun sekali ini. Semoga kita masih bisa berbagi dan memaafkan di momen-momen selanjutnya.

Kami juga mengucapkan selamat hari raya idul fitri 2016 minal aidin wal faidzin dan mohon maaf atas salah kata yang telah kami sajikan.
 

Senin, 30 Mei 2016

35 Contoh Pantun Agama Islam

arifuddinali.blogspot.com - Pantun agama adalah pantun yang isinya mengajak atau mengingatkan pengikut agama (contoh: Islam) untuk beribadah sesuai dengan agamanya. Pantun yang bernuansa agama ini seringkali dipakai oleh pendakwah ketika menyampaikan khotbahnya di atas mimbar. Tentu saja, isi pantunnya berisi pokok-pokok ajaran agama yang dirangkai sedemikian rupa hingga berbentuk pantun. Ini jugalah yang menjadi ciri khas dari pantun ini, yakni kesan religius yang terkandung di dalamnya. Biasanya, ceramah agama yang di dalamnya diselipkan pantun membuat khalayak tak jemu mendengarnya. Apalagi, bukan hal baru lagi bahwa biasanya ceramah itu terkadang mengundang rasa kantuk,

Di Indonesia sendiri, kita punya satu ustadz ketika sedang berdakwah selalu memakai pantun, bahkan hampir seluruh isi ceramahnya adalah pantun. Tahukah Anda siapa nama ustadz itu? Yah benar, beliau adalah K.H. Taufiqurrahman, SQ.Penulis sendiri dalam beberapa kesempatan pernah menyaksikan Ustadz Taufiq ceramah, banyak yang tertawa tarbahak-bahak dibuatnya.

Contoh Pantun Agama
Contoh pantun agama yang kami berikan dibawah ini terdiri dari 35 pantun. Isi pantunnya bermacam-macam pokok ajaran agama Islam, seperti sembahyang, sholat, puasa, surga, neraka, dan amal perbuatan. Olehnya itu, pantun ini sangat cocok jika ingin dijadikan sebagai pedoman hidup. Tanpa berlama-lama lagi, berikut ini adalah contoh pantun agama Islam:

Pantun Agama Islam

Kemumu di dalam semak
Jatuh sehelai selarasnya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya
Saya pergi beli tembaga
Saya pakai untuk merekatkan parang
Apabila ingin masuk surga
Sering-sering mengaji dan sembahyang
Sebatang pohon daunnya rimbun
Lebat daunnya tiada buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Asam kandis asam gelugur
Kedua ayam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Terkenang badan tidak sembahyang
Dari kecil nak cincilak padi
Sudah besar cincilak padang
Dari kecil nak duduk mengaji
Sudah besar tegak sembahyang
Malam ini malam Jumaat
Esok malam Sabtu
Kita ini umat Muhammad
Jangan sampai meninggalkan waktu
Banyak bulan perkara bulan
Bulan puasa bulan kita
Banyak Tuhan perkara TUhan
Tuhan yang esa Tuhan kita
Pisang ambon di tanam di gunung
Tumbuh sepuluh layu sebatang
Buruk orang jangan dicari
Bila kita sedang berpuasa
Tekun kita beramal ibadah
Untuk belanja dikemudian hari
Kita serahkan kehadirat Allah
Mudah-mudahan disyafaatkan Nabi
Banyak hari perkara hari
Hari Jumaat hari kita
Banyak Nabi perkara Nabi
Nabi Muhammad Nabi kita
Kalau Adik selesai makan
Jangan lupa nasi ditungku
Kalau adik dah jadi kaya
Jangan lupa Tuhan yang satu
Timbus pisang di batas para
Anak ayam jantan betina
Rukun Islam berapa perkara
Itulah hamba hendak bertanya
Sama-sama tetapkan iman
Supaya jangan jadi halangan
Ajal dan maut jodoh pertemuan
Semuanya itu di tangan Tuhan
Ke Baitullah di tanah suci
Datang ke sama minta selamat
Tuhan Allah yang maha suci
Jangan dilupakan setiap saat
Anak ayam turunlah satu
Matilah satu tinggallah habis
Matilah badan waktu itu
Sebab mengikuti setan iblis
Tali jangkar di dama kapal
Tenggelamnya di laut dalam
Orang ingkar beratlah dosa
Akhir hayat tidak tenteram
Nangka muda digulai lemak
Buah keranji masak tersangkut
Harta dunia jangan di tamak
Bila mati tidak mengikut
Jangan suka memfitnah orang
Orang benci Tuhan pun murka
Jangan suka melalaikan sembahyang
Bila mati masuk neraka 
Bunga kenanga diatas kubur
Pucuk sari pandan Jawa
Apa guna sombong dan takabur
Rusak hati badan binasa
Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicoba
Pak Kulup anak juragan
Mati dicarun muntahkan darah
Hidup di dunia banyak dugaan
Kepada Allah kita berserah
Tante Mayang tetangga jaksa
Membeli bubur dikasih laksa
Tidak sembahnyang tidak puasa.
Di dalam kubur mendapat siksa.
Terang bulan terang Cahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadah sebelum mati
Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat jasad tidak sembahyang
Masa berada di Pulau Jawa
Rakan diajak pergi menjala
Maha Berkuasa jangan dilupa
Kuasa Allah tidak terhingga
Banyaklah masa antara masa
Tidak seelok masa bersuka
Meninggalkan sembahyang jadi biasa
Tidak takut api neraka
Dua tiga empat lima
Enam tujuh delapan sembilan
Kita hidup takkan lama
Jangan lupa siapkan bekalan
Harimau belang turun sekawan
Mati ditikam si Janda balu
Ilmu akhirat tuntulah tuan
Barulah sempurna segala fardu
Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekal dunia akhirat
Kalau Tuan pergi ke Kedah
Singgah semalam di Kuala Muda
Sembahyang itu perintah Tuhan
Jika ingkar masuk neraka
Kera di hutan berlompat-lompat
Si pemburu memasang jerat
Hina sungguh sifat mengumpat
Dilaknat Allah dunia akhirat
Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicoba
Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

Sekian uraian tentang 35 Contoh Pantun Agama Islam, semoga bermanfaat.
Sumber: ilmusiana.com

Kamis, 08 Agustus 2013

FPI Arah Perjuangan Islam di tengah Jebakan UU Ormas

arifuddinali.blogspot.com - Pemerintah sibuk fokus terhadap apa yang dilakukan oleh FPI, sebaliknya tidak fokus dan konsentrasi terhadap apa sebab FPI melakukan aktifitas yang selalu dibicarakan orang?

SEJAK sebelum hingga disahkan pun UU Ormas menuai pro kontra. Yang hangat dibicarakan saat ini adalah tentang FPI bisakah dibubarkan dengan UU Ormas yg baru. Fenomena ini semakin memperlihatkan kelompok-kelompok kepentingan yang getol agar UU Ormas disahkan. Semakin jelas juga salah satu arah tujuan kelompok ormas mana yang dijadikan sasaran tembak UU Ormas.

Tidak satupun produk legislasi di negeri ini, yang tidak memiliki tujuan kekuasaan. Bahkan banyak juga produk legislasi dalam sistem demokratik sekuler yang berlaku di negeri ini lahir dari apa yang disebut dengan "proyek legislasi".

Pemerintah seolah lupa bahwa apa yang dilakukan oleh FPI sebetulnya membantu tanggung jawab negara. Pemerintah sibuk fokus terhadap apa yang dilakukan oleh FPI, sebaliknya tidak fokus dan konsentrasi terhadap apa sebab FPI melakukan aktifitas yang dikenal sebagai "perjuangan nahi munkar" itu.

Pemerintah mengklaim bahwa apa yang dilakukan oleh FPI itu dengan berbagai istilah yang menyudutkan. Main hakim sendiri. Menggantikan tanggung jawab polisi. Melakukan tindakan anarkis. Dan berbagai sebutan untuk melakukan "pembunuhan karakter" kepada FPI.

Pemerintah sibuk membahas persoalan cara-cara yang dianggap anarkis tetapi tidak konsen membedah tuntas akar munculnya beragam kebobrokan kehidupan sosial budaya masyarakat yang penuh dengan gelimang kemaksiatan. Hampir tidak ada satupun sudut lokasi di negeri ini yang tidak penuh dengan kemaksiatan. Pantas memang jika negeri ini disebut dengan "immoral country" (negeri kemaksiatan).

Di antara yang mendesak agar FPI dibubarkan dengan menggunakan UU Ormas adalah Ruhut Sitompul dari Fraksi Demokrat, anggota Komisi III DPR RI.

Menurut dia, mestinya polisi tak lagi sungkan untuk menindak FPI karena saat ini sudah ada UU Ormas. "Mendagri juga sebagai pembina politik harus tegas, kalau (FPI) berlaku seperti ini harus dibubarkan, jangan ragu-ragulah, kita negara hukum," ujarnya.

Selain Ruhut juga anggota Komisi Hukum DPR, Eva Kusuma Sundari, minta aparat kepolisian tegas menindak anggota Front Pembela Islam (FPI) yang terlibat kekerasan. Menurutnya, arogansi FPI harus dilawan dan diakhiri.

"Ini ironi negara hukum yang patut ditangisi ketika aparat hukum tidak melaksanakan hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban," kata Eva, Jumat 19 Juli 2013.

Lebih lanjut Eva menjelaskan "Pembiaran Polri atas tindakan premanisme FPI berdampak pisau bermata dua yaitu makin menjadi-jadinya. Tindakan preman FPI dan makin frustasinya masyarakat sehingga muncul model perlawanan street justice dari rakyat terhadap premanisme FPI," kata politikus PDIP itu. (VIVAnews, 20 Juli 2013).

Kedua politisi itu baik Ruhut maupun Eva terlihat jelas pertentangannya terhadap ormas-ormas Islam. Ini bisa dilihat dari jejak rekam sepak terjang yang dilakukannya selama ini. Si Ruhut pernah terjadi perang adu mulut dengan Bachtiar Nasir (ulama muda MIUMI).

Si Eva sangat getol memperjuangkan untuk menolak RUU APP (Anti Pornografi dan Pornoaksi). Dan Eva salah satu tokoh sentral perjuangan gerakan gender di Indonesia. Kedua tokoh politisi itu benar-benar menunjukkan sikap perlawanannya terhadap Ormas-ormas Islam yang getol memperjuangkan Islam.

Sebaliknya pernyataan bertolak belakang, disampaikan oleh Indra dari F-PKS anggota pansus RUU Ormas DPR RI pada saat menanggapi insiden Kendal baru-baru ini. Politisi PKS itu menilai, tindakan Front Pembela Islam (FPI) Kendal yang mobilnya dituduh menabrak seorang warga hingga tewas, tidak serta merta bisa dijerat pasal-pasal dalam aturan tersebut. Saat kejadian pada Kamis (18/7) malam itu, kata dia, FPI hanya bisa dijerat oleh KUHP. "Itu kelalaian, itu domainnya (KUHP)," kata Indra, Jumat (19/7/2013).

Menurut Indra, aksi sweeping dan kericuhan itu baru bisa dijerat dengan UU Ormas jika diserukan oleh organisasinya. Atau menyerukan untuk makar. (INILAH.COM, 19 Juli 2013).

Senada dengan Indra adalah pernyataan Yusuf Kalla, mantan politisi Golkar, mantan Wakil Presiden itu mengatakan, meski melakukan razia di sejumlah tempat, Front Pembela Islam (FPI) belum bisa dijerat dengan pasal dalam Undang-undang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Sebab, UU yang baru disahkan itu belum efektif berlaku.

"Saya kira UU-nya belum diberlakukan. Belum efektif," kata pria yang karib disapa JK ini, di Kompleks Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/7/2013). (Liputan6.Com, 19 Juli 2013). Kalau Indra lebih menjelaskan material aktifitas apa yang termasuk kategori pelanggaran terhadap pasal-pasal UU Ormas, Yusuf Kalla lebih menekankan pada aspek kronologis sebuah undang-undang itu efektif berlaku setelah penandatanganan oleh Presiden.

Konstelasi Kepentingan di balik UU Ormas

Ibarat sebuah "bandil" maka UU Ormas bisa digerakkan sesuai dengan kepentingan yang menghendaki kelahirannya. Bagaimana sebenarnya tarik ulur kepentingan di tubuh parlemen atas UU Ormas ini ? Paling tidak ada beberapa kepentingan yang menonjol antara lain :

Pertama, UU Ormas yang di dalamnya juga diatur bentuk badan hukum yayasan sepertinya keberadaannya dikehendaki untuk menganulir UU Yayasan yang telah menginspirasi lahirnya yayasan-yayasan yang digerakkan oleh intervensi asing, seperti munculnya gerakan-gerakan separatisme di Papua.

Kedua, UU Ormas dikehendaki keberadaannya sebagai sistem kontrol yang efektif terhadap semua pergerakan Ormas-ormas di Indonesia agar tetap bisa dikendalikan sesuai dengan koridor kepentingan penguasa. Ini nampak dengan rencana pemberlakuan sistem informasi ormas di bawah pengendalian Kemendagri sebagaimana amanah UU Ormas baru ini.

Sistem informasi Ormas itu ke depan memungkinkan pemerintah melakukan monitoring data base ormas mulai dari pergerakan dana dan pergerakan kadernya. Ini sangat penting sebagai tambahan dari kebutuhan informasi intelijen negeri ini. Sehingga menjadi terpetakan secara detil bagaimana wajah pengelolaan internal berbagai ormas.

Ketiga, kalaulah substansi UU Ormas yang sudah disahkan melalui paripurna DPR RI ini masih memiliki kelemahan-kelemahan sebagai alat enforcement bagi ormas-ormas yang dianggap melakukan pelanggaran, paling tidak dalam perspektif penguasa negeri ini telah lahir sebuah alat dengan pendekatan represif dan intervensif melalui legitimasi legislasi yang elegan. Ini akan menjadi pintu masuk yang efektif untuk mengendalikan beberapa ormas yang dianggap “subversif” atau melakukan “makar” terhadap eksistensi NKRI. Ormas yang jelas-jelas mempropagandakan seruan yang secara tekstual melakukan “subversif” atau “makar” sudah barang tentu walaupun melalui proses pemberlakuan sanksi berjenjang akan bisa dijerat dengan UU ini.

Jebakan UU Ormas

Dalam konteks perjuangan Islam di Indonesia maka perjuangan Islam yang tidak diarahkan untuk mengganti sistem dan rezim di negeri ini akan bisa ditelorir dengan perspektif UU Ormas ini.

Mengganti rezim saja tidak masalah tetapi pada saat perjuangan Islam itu diarahkan untuk merubah rezim dan sistem yang diterapkan di negeri ini dengan rezim dan sistem Islam maka di sinilah letak persoalannya.

Munculnya wacana perjuangan NKRI Bersyariah adalah sebuah formulasi kontekstual perjuangan di Indonesia untuk tidak secara langsung berbenturan secara vis a vis dengan koridor piliar-pilar negara (Pancasila, NKRI, UUD 1945, dll) yang disepakati untuk dilindungi dan dijaga oleh para penyelenggara negara negeri ini.

Perjuangan Islam dengan manhaj perjuangan yang diyakini untuk merubah negeri ini menjadi lebih islami cepat atau lambat ada kemungkinan melahirkan zona “turbulence” (pergolakan).

Masalahnya, ketika hal itu terjadi, apakah ada di antara pengemban yang memilih jalan perjuangan ini siap lahir dan batin menolong agama Allah dengan penuh keikhlasan dan keistiqomahan untuk memperjuangkan kebenaran Islam secara terang-terangan atau justru memilih jalan abu-abu? Wallahu a’lam bis shawab.*

Penulis adalah aktifis Gerakan Revivalis Islam di Indonesia
Sumber: hidayatullah.com - Minggu, 21 Juli 2013

Senin, 05 Agustus 2013

Puasa dan Lebaran Berbeda, Ini Penjelasannya...

arifuddinali.blogspot.com - Sebagian orang masih bertanya, mengapa dan bagaimana penentuan jatuhnya Ramadhan dan Idul Fitri diwarnai silang pendapat? Tahun ini, Muhammadiyah lebih dahulu melaksanakan ibadah puasa, yakni pada 9 Juli 2013. Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) baru menyusul satu hari setelahnya.

Bahkan, masih ada beberapa aliran minoritas Islam lain, misalnya Al Qadiriyah, yang sudah berpuasa sejak 8 Juli, dan Satariah yang baru mulai berpuasa pada 11 Juli. Perbedaan-perbedaan tersebut juga kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ma'ruf Amin menjelaskan, perbedaan penetapan jatuhnya Ramadhan dan Idul Fitri tersebut disebabkan perbedaan metode yang digunakan masing-masing kelompok.

Muhammadiyah, misalnya, menggunakan metode wujudul hilal atau yang lebih dikenal dengan istilah hisab. Pendekatan tersebut menetapkan jatuhnya awal Ramadhan dan Idul Fitri dengan menghitung posisi Bumi terhadap Matahari dan Bulan secara matematis dan astronomis.

Sementara NU menggunakan metode rukyatul hilal atau lebih dikenal dengan istilah rukyat. Rukyat merupakan suatu metode yang hanya mengamati visibilitas hilal tanpa memperhitungkannya secara matematis dan astronomis.

"Jadi, ada dua metode yang paling banyak dipakai, pertama hisab murni atau wujudul hilal dengan metode dihitung. Kedua, rukyatul hilal atau rukyat, dilihat langsung dengan mata kepala, dia tidak menghitung, yang penting (hilal) bisa dilihat," jelas Ma'ruf Amin saat dihubungi kompas.com, Jumat (2/8/2013).

Ketua Badan Hisab dan Rukyat Ma'rufin Sudibyo menyederhanakan penjelasan mengenai kedua metode tersebut. Dia mengibaratkannya dengan olahraga lompat tinggi. Muhammadiyah mensyaratkan peserta lompat tinggi untuk memenuhi standar tinggi tertentu agar memenangkan lomba. Sementara itu, NU hanya mensyaratkan agar peserta tersebut sekadar dapat melompat saja.

"Ambil contoh olahraga lompat tinggi. Satu pihak menetapkan yang penting bisa meompat tidak peduli berapa tingginya. Sementara pihak lain tidak hanya menyarankan harus bisa melompat, tapi ada batasan tinggi tertentu, misal katakanlah 100 cm," papar Ma'Rufin saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (3/8/2013).

Lalu mengapa bisa terdapat dua metode? Ma'rufin menjelaskan bahwa kedua metode tersebut muncul karena penggunaan dan penafsiran ayat Al Quran dan Hadis yang berbeda-beda pula.

NU dikatakan mengacu kepada hadis Nabi Muhammad SAW berikut: "Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang, maka genapkanlah (istikmal) menjadi 30 hari".

Sementara Muhammadiyah berpegang pada Al Quran Surat Yunus Ayat 5 yang berbunyi: Dia-lah yang menjadikan Matahari bersinar dan Bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan Bulan itu supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui."

Akibat terdapat perbedaan antardua ormas terbesar di Indonesia itu, menurut Ma'ruf, pemerintah bersama MUI sebenanya sudah mengambil jalan tengah, yaitu membuat metode baru yang dapat mengombinasikan kedua metode ini.

Pada dasarnya, kedua metode ini tidak bertentangan, tetapi saling mendukung dan melengkapi satu sama lain. Metode tersebut disebut imkanur rukyat.

"Akhirnya ada satu sistem namanya imkanur rukyat. Paduan antara hisab Muhammadiyah dengan rukyat yang digunakan NU dan beberapa ormas lain," ujar Ma'ruf. "Ini paduan antara hisab murni wujudul hilal Muhammadiyah dengan rukyat bil fihli yang digunakan NU dan beberapa ormas lain, dengan (metode) ini kita berharap sudah tidak ada perbedaan lagi" jelas Ma'ruf.

Ma'ruf menilai, penyatuan penetapan jatuhnya Ramadhan dan Idul Fitri di setiap kelompok Islam adalah suatu hal yang penting untuk dilakukan. Ramadhan dan Lebaran di Indonesia bukan lagi hanya merupakan kegiatan ibadah semata, melainkan juga sudah menjadi tradisi tahunan.

"Karena itu, pemerintah berwenang untuk menentukan masalah (penetapan Ramadhan dan Lebaran) ini, paling berwenang bahkan," jelas Ma'ruf.

Sayangnya, upaya penyatuan oleh pemerintah tersebut sampai saat ini belum tercapai. Muhammadiyah dikatakan masih menolak untuk mengikuti metode tersebut.

"Hanya sayangnya Muhammadiyah tidak mau beranjak dari hisab murni wujudul hilal," kata Ma'ruf. Ma'ruf mengaku tidak mengetahui alasan pasti mengapa Muhammadiyah menolak menggunakan metode imkanur rukyat. Namun Ma'ruf berharap agar perbedaan ini tidak menimbulkan perpecahan antarumat Islam di Indonesia.

Penulis : Ihsanuddin
Senin, 5 Agustus 2013Sumber:  nasional.kompas.com

Minggu, 30 Juni 2013

Kekhalifahan Turki Utsmani

Selim I
Selim I (1465 – 22 September 1520; juga dikenal sebagai "Si Murung" atau "Si Pemberani ", Yavuz dalam bahasa Turki) adalah sultan dari Turki Utsmani dari 1512 hingga 1520. Salim I dilahirkan di Amasya tahun 1465. Ayahnya adalah Sultan Bayazid II (1481-1512). Ibunya bernama Ayşe Hatun dari Dulkadir. Pada tanggal 25 April 1512, Sultan Bayezid II menyerahkan kekuasaan padanya yang didukung oleh militer yang melihat bahwa dia adalah orang yang ideal untuk membangkitkan gerakan ekspansi wilayah. Bayazid II sendiri, tak lama kemudian meninggal dunia.


Suleiman I
Suleiman I (6 November 1494  – 5/6/7 September 1566) adalah sultan Turki Utsmaniyah ke-10 yang berkuasa dari tahun 1520 hingga 1566. Ia dikenal sebagai Suleiman yang Luar Biasa di Barat, dan pemberi hukum (bahasa Turki: Kanuni; bahasa Arab: al‐Qānūnī) di Timur karena pencapaiannya dalam menyusun kembali sistem undang-undang Utsmaniyah. Ia merupakan tokoh penting pada Eropa abad ke-16. Suleiman memimpin tentara Utsmaniyah menaklukkan Belgrade, Rhodes, dan sebagian besar Hongaria sebelum berhasil dipukul mundur dalam Pengepungan Wina tahun 1529. Ia menganeksasi sebagian besar Timur Tengah dan Afrika Utara (hingga sejauh Aljazair di barat). Di bawah kekuasaannya, armada Utsmaniyah menguasai Laut Tengah, Merah, dan Teluk Persia


Selim II
Selim II (28 Mei 1524 – 12 Desember 1574) adalah Sultan Turki Ottoman dari 1566 hingga kematiannya. Ia adalah putra Suleiman yang Agung (1520–66) dan isteri kesayangannya Roxelana (juga Hurrem atau Anastasia Lisovska).


Murad III
Murad III (4 Juli 1546 – 15 Januari 1595) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1574 hingga kematiannya. Murad III adalah putera sulung sultan Selim II (1566–74) dan valide sultan Nur-Banu (lahir Cecilia Venier-Baffo) dan menggantikan ayahandanya pada 1574. Murad naik tahta setelah ayahnya wafat. Otoritasnya dipengaruhi oleh kalangan harem, terutama ibunya dan kemudian istri tercintanya Safiye Sultan. Sedangkan pemerintahan Usmaniyah dikendalikan oleh wazirnya yang jenius Mehmed Sokollu yang memerintah sejak masa Salim II hingga terbu-nuhnya pada Oktober 1579.


Mehmed III
Mehmed III (26 Mei 1566 – 22 Desember 1603) adalah sultan Kekhalifahan Turki Utsmani dari 1595 hingga kematiannya. Mehmed III terkenal di sejarah Ottoman karena memerintahkan pencekikan 16 saudaranya saat naik tahta. Mehmed III adalah penguasa pemalas, meninggalkan pemerintahkan ke tangan ibundanya Safiye Sultan, valide sultan. Peristiwa utama masa pemerintahannya adalah Perang Austria-Ottoman di Hongaria (1596–1605).


Ahmed I
Ahmed I (18 April 1590 – 22 November 1617) adalah Sultan Turki Usmani dari 1603 hingga kematiannya.
Ahmed I menggantikan ayahandanya Mehmed III (1595–1603) pada 1603 dan menjadi sultan pertama Ottoman yang naik tahta sebelum dewasa. Ia penyayang dan peramah, yang ditunjukkannya dengan menolak menghukum mati saudaranya Mustafa (kemudian Mustafa I), yang akhirnya menggantikannya pada 1617. Ia dikenal karena kecakapannya main anggar, balap kuda, dan kefasihan dalam sejumlah bahasa.


Mustafa I
Mustafa I (1592 – 20 Januari 1639) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1617 hingga 1618 dan dari 1622 hingga 1623. Saudara Ahmed I (1603–17), Mustafa I dilaporkan menderita retardasi mental atau setidaknya mengidap penyakit saraf dan tak pernah lebih dari seprangkat klik pengadilan di Istana Topkapı. Semasa pemerintahan saudaranya, ia dikurung di ruangannya dalam penjara sesungguhnya selaam 14 tahun.


Osman II
Osman II (3 November 1604 – 20 Mei 1622) adalah Sultan Turki Usmani dari 1618 hingga kematiannya pada tanggal 20 Mei 1622. Osman II adalah putra Sultan Ahmet I (1603–17) dan permaisurinya Sultan Mâhfirûze yang berdarah Yunani. Di usia muda, ibundanya memperhatikan pendidikannya, sebagai akibatnya Osman II menjadi penyair terkenal dan menguasai banyak bahasa, termasuk bahasa Arab, Persia, Yunani, Latin dan Italia. Ia naik tahta pada usia 14 sebagai akibat kudeta terhadap pamandanya Mustafa I (1617–18, 1622–23).


Mustafa I
Mustafa I (1592 – 20 Januari 1639) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1617 hingga 1618 dan dari 1622 hingga 1623. Saudara Ahmed I (1603–17), Mustafa I dilaporkan menderita retardasi mental atau setidaknya mengidap penyakit saraf dan tak pernah lebih dari seprangkat klik pengadilan di Istana Topkapı. Semasa pemerintahan saudaranya, ia dikurung di ruangannya dalam penjara sesungguhnya selaam 14 tahun.


Murad IV
Murad oğlu Ahmed atau Murad IV (16 Juni 1612 – 9 Februari 1640) adalah Sultan Turki Utsmani antara 10 September 1623-9 Februari 1640, terkenal karena perbaikan otoritas negara dan kebrutalan metodenya. Ia adalah anak dari Sultan Ahmed I dan Sultan Kosem yang berdarah Yunani. Naik tahta melalui sebuah konspirasi pada tanggal 10 September 1623, ia menggantikan pamandanya Mustafa I pada usia 11


Ibrahim
Ibrahim (5 November 1615 – Istanbul, 12/18 Agustus 1648) adalah Sultan Turki Usmani dari 1640 hingga 1648. Secara tidak resmi ia sering disebut sebagai Ibrahim yang Gila (bahasa Turki: Deli Ibrahim) karena keadaan jiwanya. Salah satu Sultan Ottoman yang terkenal, ia dibebaskan dari Kafes dan menggantikan kakandanya Murad IV (1623–40) pada tahun 1640,


Mehmed IV
Mehmed IV juga dikenal sebagai Mohammed IV (lahir 2 Januari 1642, mangkat 1693) adalah sultan Turki Ottoman dari 1648 hingga 1687. Ia adalah putra Sultan İbrahim I dan permaisurinya Turhan Hadice.


Suleiman II
Suleiman II (15 April 1642 – 1691) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1620 hingga 1666. Adinda Mehmed IV (1648–87), Suleiman II menghabiskan sebagian besar hidupnya di kafes (sangkar), sejenis tahanan mewah buat pangeran di Istana Topkapı (diancang untuk memastikan takkan ada pemberontakan).


Ahmed II
Ahmed II (25 Februari 1643 – 1695) adalah Sultan Turki Ottoman dari 1691 hingga 1695. Ahmed II adalah putra Sultan Ibrahim I (1640–48) dan menggantikan saudaranya Suleiman II (1687–91) pada 1691.


Ahmed III
Ahmed III (30 Desember 1673 – 1 Juli 1736) adalah khalifah Turki Usmani dan putra Sultan Mehmed IV. Naik tahta berkat Bâb-ı Âli pada tahun 1703 setelah mundurnya saudaranya Mustafa II.


Mahmud I
Mahmud I (Agustus 1696 – 13 Desember 1754) adalah Sultan Kesultanan Usmaniyah dari 1730 hingga 1754. Ia adalah putera Mustafa II (1695–1703) dan kakanda dari Osman III (1754–57). Mahmud I diakui sebagai sultan oleh pemberontak begitupun pejabat pengadilan namun beberapa minggu setelah penobatannya negara berada di tangan pemberontak.


Osman III
Osman III (2 Januari 1699 – 30 Oktober 1757) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1754 hingga 1757. Adinda dari Mahmud I (1730–54) dan putra Mustafa II (1695–1703), Osman III sebenarnya pangeran tiada arti. Masa jabatannya yang pendek dicatat sebagai masa di mana intoleransi di antara nonmuslim (Orang Kristen dan Yahudi diminta mengenakan pakaian atau lencana khusus) bertambah dan kebakaran di Istanbul.


Mustafa III
Mustafa III (lahir 28 Januari 1717, meninggal 21 Januari 1774) adalah sultan Kesultanan Usmaniyah. Seorang penguasa yang bersemangat dan cerdik, Mustafa III mencoba memodernkan pasukan dan mesin dalam negeri untuk membawa negerinya sama dengan Kuasa Eropa. Ia melindungi layanan jenderal asing untuk mengawali reformasi infantri dan artileri. Sultan juga memerintahkan pendirian Akademi Matematika, Navigasi, dan Sains.


Abd-ul-Hamid I 
Abd-ul-Hamid I (20 Maret 1725 - 7 April 1789) adalah sultan Turki Ottoman dari 1774 hingga kematiannya. Abd-ul-Hamid I adalah seorang penguasa yang lemah. Perang diumumkan terhadap Kekaisaran Rusia dan kurang dari setahun ia naik tahta, pasukannya kalah dalam Pertempuran Kozluja yang membuat Turki Usmani terpaksa menandatangani Perjanjian Küçük Kaynarca pada tanggal 21 Juli 1774. Meskipun banyak kelemahan, ia dipandang sebagai sultan paling berhasil di negaranya karena ia membentuk pasukan pemadam kebakaran, menjalankan kebijakan reformasi, perbaikan militer, naiknya standar pendidikan, dll.


Selim III 
Sultan Selim III (lahir di Istanbul, 24 Desember 1761 – meninggal di Istanbul, 28 Juli 1808 pada umur 46 tahun) adalah Sultan Turki Usmani, ananda dari Mustafa III dan menggantikan pamandanya Abd-ul-Hamid I. Ia memerintah antara 7 April 1789 hingga 29 Mei 1807.


Mustafa IV
Mustafa IV ( lahir di Istanbul, 8 September 1779 – meninggal di Istanbul, 15 November 1808 pada umur 29 tahun) adalah Sultan Turki Utsmani dari 1807 hingga 1808. Ayahandanya adalah Abdülhamid I (1774–89). Selama masa pemerintahan Selim III (1789–1807), Mustafa dianggap menguntungkan oleh Sultan.


Mahmud II
Sultan Mahmud II (1784-1839)? ialah khalifah Turki Utsmani antara 1808-1839. Ia adalah sultan yang mendorong Turki meniru Barat.Di Bawah kepemimpinannya sebagai Daulah Islamiyah (Benteng umat Islam) Turki Utsmani sangat maju pesat.


Abd-ul-Majid I
Abd-ul-Majid I  (23 April 1823 — 25 Juni 1861) adalah sultan Turki Usmani dan menggantikan ayahnya Mahmud II pada tanggal 2 Juli 1839. Masa pemerintahannya ditandai dengan bangkitnya nasionalisme di negara itu dan menempa persekutuan dengan kekuatan utama Eropa.


Abd-ul-Aziz
Abd-ul-Aziz (8 Februari 1830-1876) ialah kholifah Turki Utsmani yang memerintah antara 1861-1876. Lahir tahun 1830. Menduduki tahta 1861 dan dicopot dari kedudukannya 1876, dan 4 hari setelah pencopotannya meninggal. Banyak sejarawan yakin bahwa ia mati syahid setelah anggota Turki Muda mengatur persekongkolan untuk membunuhnya dan mengumumkan kematiannya.


Abd-ul-Hamid II
Sultan Abd-ul-Hamid II (21 September 1842–10 Februari 1918) ialah sultan (khalifah) ke-27 yang memerintah Daulah Khilafah Islamiyah Turki Utsmani. Abd-ul-Hamid menggantikan saudaranya Sultan Murad V pada 31 Agustus 1876. Pada 1909 Sultan Abd-ul-Hamid II dicopot kekuasaannya melalui kudeta militer, sekaligus memaksanya untuk mengumumkan sistem pemerintahan perwakilan dan membentuk parlemen untuk yang kedua kalinya. Ia diasingkan ke Tesalonika, Yunani


Sultan Mehmed Resat
Sultan Mehmed Resat (bergelar Mehmed V; lahir 2 November 1844 – meninggal 3 Juli 1918 pada umur 73 tahun) ialah khalifah Turki Utsmani yang memerintah antara 1909-1918. Ia menduduki kesultanan setelah penggulingan Sultan Abdul Hamid II dari tahta pada usia 65 tahun


Mehmed VI
Mehmed VI nama asli Mehmed Vahdettin atau Mehmed Vahideddin, (14 Januari 1861 – 16 Mei 1926) ialah khalifah ke-40 Turki Utsmani, menjabat antara tahun 1918–1922. Ia juga Khalifah Islam ke-100. Saudara Mehmed V Resat, ia naik tahta akibat bunuh dirinya Yusuf Izzetin, pewaris tahta. Ia bertahta mulai tanggal 4 Juli 1918, sebagai padishah ke-36.


Abdul Mejid II
Abdul Mejid II  (hidup 29 Mei 1868 – 23 Agustus 1944; menjabat dari 19 November 1922 – 3 Maret 1924) ialah kalifah terakhir Turki Utsmani, khalifah ke-101 sejak Abu Bakar. Lahir pada 29 Mei 1868 di Istana Dolmabahçe di Istanbul (bekas Konstantinopel) dari Sultan Abd-ul-Aziz. Ia dididik secara pribadi. Pada 4 Juli 1918 saudaranya Mehmed VI menjadi Sultan. Menyusul pendepakan sepupunya dari tahta pada 1 November 1922 jabatan sultan dihapuskan. Namun pada 19 November 1922, ia diangkat sebagai khalifah oleh Majelis Nasional Turki di Ankara. Ia memerintah dari Istanbul, pada 24 November 1922. Pada 3 Maret 1924 ia diturunkan dan diusir dari Turki bersama dengan sisa keluarganya.

Sumber: wikipedia

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

gif maker

Arifuddin Ali