WELCOME TO THE BLOG SERBA SERBI.

Tampilkan postingan dengan label Penduduk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penduduk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

Demografi Indonesia


Peta kepadatan penduduk di Indonesia

Indonesia memiliki jumlah penduduk sebesar 245 juta jiwa, menjadikan negara ini negara dengan penduduk terbanyak ke-4 di dunia. Pulau Jawa merupakan salah satu daerah terpadat di dunia, dengan lebih dari 107 juta jiwa tinggal di daerah dengan luas sebesar New York.
Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berhubungan namun berbeda. Sejak kemerdekaannya Bahasa Indonesia (sejenis dengan Bahasa Melayu) menyebar ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam komunikasi, pendidikan, pemerintahan, dan bisnis. Namun bahasa daerah juga masih tetap banyak dipergunakan.

Penduduk

Migrasi penduduk besar-besaran ke wilayah Indonesia dari Hindia Belakang diyakini setidak-tidaknya terjadi atas 2 gelombang migrasi. Migrasi besar-besaran pertama, beberapa abad sebelum Masehi, saat ini dikenal sebagai rumpun Proto-Melayu yang hidup di daerah pedalaman dan pegunungan diwilayah Nusantara; dan migrasi besar-besaran kedua menjelang abad Masehi, saat ini hidup didaerah pesisir dan dataran rendah dikenal sebagai rumpun Deutro-Melayu. Ras di Indonesia sebagian besar adalah Austronesia yang mendiami Daratan Indonesia bagian Barat dan Daratan Indonesia Bagian Tengah; sebagian kecil, terutama di Daratan Indonesia Bagian Timur didiami oleh ras Melanesia dari rumpun bangsa Australoid.
Imigran ke Indonesia terutama dari China tenggara, merupakan penduduk keturunan asing yang terbanyak, menyebar hampir di semua kota besar di Indonesia. Demikian pula pendatang dari Arab, Hadramaut -Yaman merupakan kelompok pendatang kedua terbanyak dan disusul oleh pendatang dari India dan sekelompok kecil dari Eropa. Suku bangsa pribumi yang terbanyak persentasenya di Indonesia adalah suku Jawa dan disusul oleh suku Sunda.
Dari segi kependudukan, Indonesia masih menghadapi beberapa masalah besar anatara lain :
  • Penyebaran penduduk tidak merata, sangat padat di Jawa - sangat jarang di Kalimantan dan Irian.
  • Piramida penduduk masih sangat melebar, kelompok balita dan remaja masih sangat besar.
  • Angkatan kerja sangat besar, perkembangan lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penambahan angkatan kerja setiap tahun.
  • Distribusi Kegiatan Ekonomi masih belum merata, masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar dipulau Jawa.
  • Pembangunan Infrastruktur masih tertinggal; belum mendapat perhatian serius
  • Indeks Kesehatan masih rendah; Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih tinggi

Daftar penduduk menurut provinsi di Indonesia


NAMA
POPULASI
Luas (km2)
Ket
Aceh
5.201.002
56.500,51

Sumatera Utara
12.450.911
72.427,81

Sumatera Barat
4.566.126
42.224,65

Riau
4.579.219
87.844,23

Jambi
2.635.968
45.348,49

Sumatera Selatan
6.782.339
60.302,54

Bengkulu
1.549.273
19.795,15

Lampung
7.116.177
37.735,15

Kepulauan Bangka Belitung
1.043.456
16.424,14

Kepulauan Riau
1.274.848
8.084,01

Daerah Khusus Ibukota Jakarta
8.860.381
740,29

Jawa Barat
38.965.440
36.925,05

Jawa Tengah
31.977.968
32.799,71

Daerah Istimewa Yogyakarta
3.343.651
3.133,15

Jawa Timur
36.294.280
46.689,64

Banten
9.028.816
9.018,64

Bali
3.383.572
5.449,37

Nusa Tenggara Barat
4.184.411
19.708,79

Nusa Tenggara Timur
4.260.294
46.137,87

Kalimantan Barat
4.052.345
120.114,32

Kalimantan Tengah
1.914.900
153.564,50

Kalimantan Selatan
3.446.631
37.530,52

Kalimantan Timur
2.848.798
194.849,08

Sulawesi Utara
2.128.780
13.930,73

Sulawesi Tengah
2.294.841
68.089,83

Sulawesi Selatan
7.509.704
46.116,45

Sulawesi Tenggara
1.963.025
36.757,45

Gorontalo
922.176
12.165,44

Sulawesi Barat
969.429
16.787,19

Maluku
1.251.539
47.350,42

Maluku Utara
1.035.478
39.959,99

Papua Barat
760.855
114.566,40

Papua
2.851.999
309.934,40






Kota dengan penduduk lebih dari 100.000 jiwa
(Sensus Penduduk 2010)
1. Jakarta Jakarta 9.607.787
2. Surabaya Jawa Timur 2.765.487
3. Bandung Jawa Barat 2.394.873
4. Bekasi Jawa Barat 2.334.871
5. Medan Sumatera Utara 2.097.610
6. Tangerang Banten 1.798.601
7. Depok Jawa Barat 1.738.570
8. Semarang Jawa Tengah 1.555.984
9. Palembang Sumatera Selatan 1.455.284
10. Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
11. Tangerang Selatan Banten 1.290.322
12. Bogor Jawa Barat 950.334
13. Batam Kepulauan Riau 944.285
14. Pekanbaru Riau 897.767
15. Bandar Lampung Lampung 881.801
16. Padang Sumatera Barat 833.562
17. Malang Jawa Timur 820.243
18. Denpasar Bali 788.589
19. Samarinda Kalimantan Timur 727.500
20. Tasikmalaya Jawa Barat 635.464
21. Banjarmasin Kalimantan Selatan 625.481
22. Serang Banten 577.785
23. Balikpapan Kalimantan Timur 557.579
24. Pontianak Kalimantan Barat 554.764
25. Cimahi Jawa Barat 541.177
26. Jambi Jambi 531.857
27. Surakarta Jawa Tengah 499.337
28. Manado Sulawesi Utara 410.481
29. Mataram Nusa Tenggara Barat 402.843
30. Yogyakarta Yogyakarta 388.627
31. Cilegon Banten 374.559
32. Palu Sulawesi Tengah 336.532
33. Kupang Nusa Tenggara Timur 336.239
34. Ambon Maluku 331.254
35. Bengkulu Bengkulu 308.544
36. Cirebon Jawa Barat 296.389
37. Kendari Sulawesi Tenggara 289.966
38. Sukabumi Jawa Barat 281.434
39. Kediri Jawa Timur 268.507
40. Pekalongan Jawa Tengah 263.921
41. Jayapura Papua 256.705
42. Dumai Riau 253.803
43. Purwokerto Jawa Tengah 249.705
44. Binjai Sumatera Utara 246.154
45. Tegal Jawa Tengah 239.599
46. Pematangsiantar Sumatera Utara 234.698
47. Banda Aceh Aceh 223.446
48. Palangkaraya Kalimantan Tengah 220.962
49. Probolinggo Jawa Timur 217.062
50. Lubuklinggau Sumatera Selatan 201.308
51. Banjarbaru Kalimantan Selatan 199.627
52. Tarakan Kalimantan Timur 193.370
53. Padang Sidempuan Sumatera Utara 191.531
54. Sorong Papua Barat 190.625
55. Batu Jawa Timur 190.184
56. Bitung Sulawesi Utara 187.652
57. Tanjungpinang Kepulauan Riau 187.359
58. Singkawang Kalimantan Barat 186.462
59. Pasuruan Jawa Timur 186.262
60. Ternate Maluku Utara 185.705
61. Banjar Jawa Barat 175.157
62. Pangkalpinang Bangka Belitung 174.758
63. Lhokseumawe Aceh 171.163
64. Madiun Jawa Timur 170.964
65. Salatiga Jawa Tengah 170.332
66. Prabumulih Sumatera Selatan 161.984
67. Tanjungbalai Sumatera Utara 154.445
68. Langsa Aceh 148.945
69. Palopo Sulawesi Selatan 147.932
70. Banjarbaru Kalimantan Selatan 145.929
71. Metro Lampung 145.471
72. Tebingtinggi Sumatera Utara 145.248
73. Bontang Kalimantan Timur 143.683
74. Bima Nusa Tenggara Barat 142.579
75. Gorontalo Gorontalo 137.461
76. Bau-Bau Sulawesi Tenggara 136.991
77. Blitar Jawa Timur 131.968
78. Parepare Sulawesi Selatan 129.262
79. Gunung Sitoli Sumatera Utara 126.202
80. Pagaralam Sumatera Selatan 126.181
81. Mojokerto Jawa Timur 120.196
82. Magelang Jawa Tengah 118.227
83. Payakumbuh Sumatera Barat 116.825
84. Bukittinggi Sumatera Barat 111.312
85. Kotamobagu Sulawesi Utara 107.459

Kelompok Etnik
Ada lebih dari 300 kelompok etnik di Indonesia.[5
Proporsi populasi jumlah suku bangsa di Indonesia menurut sensus 2000 sebagai berikut:
Suku Bangsa Populasi (juta) Persen Kawasan utama
Suku Jawa 86,012 41,7 Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung
Suku Sunda 31,765 15,4 Jawa Barat
Tionghoa-Indonesia 7,776 3,7 Jakarta, Kalimantan Barat, Jawa Timur
Suku Melayu 7,013 3,4 Pesisir timur Sumatera , Kalimantan Barat
Suku Madura 6,807 3,3 Pulau Madura
Suku Batak 6,188 3,0 Sumatera Utara
Suku Minangkabau 5,569 2,7 Sumatera Barat, Riau
Suku Betawi 5,157 2,5 Jakarta
Suku Bugis 5,157 2,5 Sulawesi Selatan
Arab-Indonesia[6] 5,000 2,4 Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah
Suku Banten 4,331 2,1 Banten
Suku Banjar 3,506 1,7 Kalimantan Selatan
Suku Bali 3,094 1,5 Pulau Bali
Suku Sasak 2,681 1,3 Pulau Lombok
Suku Makassar 2,063 1,0 Sulawesi Selatan
Suku Cirebon 1,856 0,9 Jawa Barat

Agama

Pemerintah Indonesia hanya mengakui enam agama resmi: Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Buddha, dan agama Khonghucu. Populasi Muslim di Indonesia berjumlah 86.1% dari seluruh populasi Indonesia menurut sensus tahun 2000[7] 8.7% Kristen, 3% Hindu, dan 1.8% Buddhis atau yang lain. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

Bahasa

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional di Indonesia. Selain bahasa nasional, masyarakat Indonesia setidaknya juga menguasai satu bahasa daerah, dan seringkali [bahasa ibu]] mereka adalah bahasa daerah tersebut, sedangkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua mereka. Menurut Ethnologue, ada 737 bahasa yang masih hidup di Indonesia [8] dan bahasa daerah yang paling banyak dipakai di Indoensia adalah bahasa Jawa

Pendidikan

Pendidikan di Indonesia bersifat wajib hingga kelas 9 (SMP kelas 3) dan tidak digratiskan. Sekitar 92% anak usia sekolah dasar di Indonesia bersekolah di sekolah dasar. Sekitar 44% anak berusia sekolah menengah bersekolah di sekolah menengah pertama. Dari perkiraan tahun 2005, total populasi Indonesia yang dapat membaca dan menulis yang berusia lebih dari 15 tahun ke atas adalah 87.9%, yang terbagi menjadi 92.5% populasi pria dan 83.4% populasi wanita.

Referensi

  1. ISO 3166-2:ID (Kode ISO 3166-2 untuk provinsi di Indonesia)
  2.  Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2005. Lihat di situs BPS
  3. Berdasarkan Data Wilayah Depdagri. Lihat di situs Depdagri
  4. Per Juni 2008, kode ISO 3166-2 untuk Papua Barat belum diumumkan. Kode yang direncanakan adalah ID-PB.
  5. Kuoni - Far East, A world of difference. Page 88. Published 1999 by Kuoni Travel & JPM Publications
  6. Dikutip dari pernyataan Menteri Agama Said Agil Al Munawar dalam seminar internasional Warisan Budaya Arab di Indonesia: Percampuran Budaya Indonesia - Hadramaut (Yaman) dari artikel "Hadramaut dan Para Kapiten Arab", oleh Alwi Shahab, di muat di Republika, edisi Minggu, 21 Desember 2003.
  7.  Kesalahan pengutipan: Tag tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama cia
  8.  ethnologue.com
Arief

Senin, 24 Oktober 2011

Penduduk

Penduduk dunia

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonmi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.

Kepadatan penduduk


Laju pertumbuhan penduduk lebih tinggi di negara berkembang (merah) dibanding dengan negara maju (biru)

Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk.
Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.

Piramida penduduk

Distribusi usia dan jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan dengan suatu piramida penduduk. Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk pada sumbu X, sedang kelompok usia (cohort) pada sumbu Y. Penduduk lak-laki ditunjukkan pada bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan di bagian kanan.
Piramida penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Negara atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua. Sebaliknya yang memiliki angka kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.

Pengendalian jumlah penduduk


Piramida penduduk yang menunjukkan tingkat mortalitas stabil dalam setiap kelompok usia

Pengendalian penduduk adalah kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala. Salah satu contoh pengendalian penduduk yang dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Cina yang terkenal dengan kebijakannya 'satu anak cukup'; kebijakan ini diduga banyak menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang dipaksakan, serta sterilisasi wajib.
Indonesia juga menerapkan pengendalian penduduk, yang dikenal dengan program Keluarga Berencana (KB), meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan. Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.

Penurunan jumlah penduduk

Berkurangnya jumlah penduduk menyebabkan turunnya jumlah populasi pada sebuah daerah. Hal ini disebabkan oleh perpindahan daerah kesuburan atau oleh emigrasi besar-besaran. Juga oleh penyakit, kelaparan maupun perang. Namun seringkali oleh gabungan faktor-faktor tersebut. Di masa lampau penurunan jumlah penduduk disebabkan terutama sekali oleh penyakit. Pada tahun-tahun belakangan ini populasi penduduk Rusia dan tujuh belas bekas negara komunis lainnya mulai menurun (1995-2005). Kasus Black Death di Eropa atau datangnya penyakit-penyakit dari dunia lama ke Amerika merupakan faktor penyebab turunnya jumlah penduduk.

Transfer penduduk

Transfer penduduk adalah istilah untuk kebijakan negara yang mewajibkan perpindahan sekelompok penduduk pindah dari kawasan tertentu, terutama dengan alasan etnisitas atau agama. Hal ini terjadi di India dan Pakistan, antara Turki dan Yunani, dan di Eropa Timur selama Perang Dunia Kedua. Kebijakan transmigrasi oleh pemerintah Indonesia selama orde baru bisa dikategorikan transfer penduduk. Perpindahan penduduk lainnya dapat pula karena imigrasi, seperti imigrasi dari Eropa ke koloni-koloni Eropa di Amerika, Afrika, Australia, dan tempat-tempat lainnya.

Ledakan penduduk


Peta kepadatan penduduk dunia per 1994

Buku berjudul The Population Bomb (Ledakan Penduduk) pada tahun 1968 oleh Paul R. Ehrlich meramalkan adanya bencana kemanusiaan akibat terlalu banyaknya penduduk dan ledakan penduduk. Karya tersebut menggunakan argumen yang sama seperti yang dikemukakan Thomas Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798), bahwa laju pertumbuhan penduduk mengikuti pertumbuhan eksponensial dan akan melampaui suplai makanan yang akan mengakibatkan kelaparan.

Penduduk dunia


Populasi dunia 1950-2011

Kecepatan pertumbuhan 1950-2000
Berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 miliar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 miliar penduduk dunia, 4 miliar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia (meski Rusia juga terletak di Eropa).
Sejalan dengan proyeksi populasi, angka ini terus bertambah dengan kecepatan yang belum ada dalam sejarah. Diperkirakan seperlima dari seluruh manusia yang pernah hidup pada enam ribu tahun terakhir, hidup pada saat ini.
Pada tanggal 19 Oktober 2012 pukul 03.36 WIB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 7 miliar jiwa. Badan Kependudukan PBB menetapkan tanggal 12 Oktober 1999 sebagai tanggal dimana penduduk dunia mencapai 6 miliar jiwa, sekitar 12 tahun setelah penduduk dunia mencapai 5 miliar jiwa.
Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):
  1. Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa)
  2. India (1.103.600.000 jiwa)
  3. Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
  4. Indonesia (241.973.879 jiwa)
  5. Brasil (186.112.794 jiwa)
  6. Pakistan (162.419.946 jiwa)
  7. Bangladesh (144.319.628 jiwa)
  8. Rusia (143.420.309 jiwa)
  9. Nigeria (128.771.988 jiwa)
  10. Jepang (127.417.244 jiwa)

Referensi

Pranala luar

 

Daftar isi

  • 1 Kepadatan penduduk
    • 1.1 Piramida penduduk
  • 2 Pengendalian jumlah penduduk
  • 3 Penurunan jumlah penduduk
  • 4 Transfer penduduk
  • 5 Ledakan penduduk
  • 6 Penduduk dunia
  • 7 Referensi
  • 8 Pranala luar
Arief

Bebas Bayar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

gif maker

Arifuddin Ali